
Pagi itu dunia Vero hancur,beritanya ada dimana-mana,dia menjadi incaran para wartawan. dia tidak berani keluar rumah,para pencari berita telah memenuhi rumahnya,sehingga dia maupun kedua orang Tuanya tak bisa pergi kemanapun. sang Ayah murka akan berita yang menimpa putrinya,vero mengelak dan mengatakan bahwa itu bukanlah dirinya.sehingga sang ayah, mencoba membantu mencari pengacara handal, yang bisa membantu sang putri.dilain tempat Han menyeringai puas.
"Ini baru awal dari kehancuran mu vero”,,ucap Han tersenyum puas.
Di rumah sakit, Bara merawat Lila dengan sangat baik,sang ibu yang menerima kabar bahwa Lila telah sadar dengan segera berangkat ke rumah sakit bersama sang suami.
"Bagaimana keadaanmu sayang",, ucap Nyonya Santika,yang baru memasuki ruang rawat Lila.
" Lila sudah merasa baik Bu",, ucap Lila,yang menerima pelukan dari sang Nyonya. Lila dan sang Nyonya, memilih berbincang-bincang seputar dunia mereka, sedangkan Tuan Danu dan Bara keluar menjauh dari keduanya.
“Apa tindakanmu,selanjutnya terhadap vero”,,Tanya sang ayah,Bara mengangkat sebelah alis dan menatap sang ayah,yang masih setia menunggu jawaban darinya.
“Bara belum memikirkannya",,ucap Bara acuh.
"Yang jelas Bara akan menuntutnya,dengan semua bukti yang ada. Bara akan membuat perhitungan dengannya”,,ucap Bara melemparkan pandangannya jauh kedepan.
“Apakah dulu, kau pernah memeliki hubungan dengannya?,seperti yang selalu dia katakan!,,ucap Tuan Danu, menatap sang putra.
“Hanya hubungan masa lalu,yang tak penting untuk diingat dan dibahas Pa”,,ucap Bara tegas,membuat sang ayah hanya bisa menganggukkan kepala.
"Menurut Ayah, dia mengalami gangguan mental sehingga emosinya tidak terkontrol",, ucap Tuan Danu, memberi pendapatnya.yang hanya di acuhkan oleh Bara.
kini vero berada di apartemennya, dia menyelinap keluar rumah,saat para wartawan lengah. dia sedang menunggu manajer dan asistennya datang. tak lama kemudian, bel pun berbunyi,sang manajer telah datang dengan wajah marah dan kesalnya. dia menerobos masuk ke dalam apartemen
.
“Apa yang sudah kau lakukan vero,kenapa bisa video serta foto-foto itu muncul di media,kenapa kau tidak menjaga kelakuanmu”,,ucap sang manajer, yang sudah pusing akan ulah vero.
“Lalu kau pikir aku yang melakukannya,aku masih waras aku tak akan menggali kuburan ku sendiri”,,teriak vero tak terima,dan menatap sang manajer.
"Lalu jika bukan dirimu lantas siapa yang melakukannya,apakah mantanmu itu yang melakukannya”,,Tanya sang manajer,vero menjadi bingung pasalnya mereka sudah lama tak saling berkomunikasi. video yang mereka buat,hanya untuk kesenangan semata dan sudah dia hapus.
"Apakah ini perbuatan Bara?,, pikir Vero, tapi mustahil.tidak mungkin, dia bahkan tidak mengetahui aku berselingkuh saat itu.dia hanya tau tentang Rangga lantas siapa bajingan itu”,,ucap Vero dalam hatinya.sedangkan sang manajer sudah memijat pelipisnya.
“Beberapa Kontrak kita telah dibatalkan",,ucap sang manajer,menatap Vero.
__ADS_1
"Dan kita harus membayar penalti, dari pembatalan kontrak tersebut.dan jumlahnya tidaklah sedikit vero”,,ucap sang manajer, tanpa mengalihkan tatapannya ke arah vero.
“Uang tidak masalah, aku akan meminta Papa untuk membantuku membayar penaltinya”,,ucap vero acuh, yang membuat sang manajer semakin geram.
“Ini bukan masalah uang vero,tapi masalah nama besar mu dan nama agensi kita",,teriak sang manajer, yang tak terima akan sikap vero.
"Setelah kejadian ini, aku yakin kita akan kesusahan mendapatkan kontrak ataupun job lainnya”,,ucap sang manajer, yang sudah mulai marah,karena vero selalu menyepelekan setiap masalah.
“Diamlah,,yang korban disini itu aku, dan penghasilan mu itu dariku",,ucap vero,mendelikan matanya ke arah sang manajer.
"Seharusnya kau membantuku, mencari solusi bukan hanya bisa menyalahkan ku,itu gunanya aku membayar mu dengan mahal”,,pekik Vero, yang sudah dikuasai amarah,sang manajer hanya bisa mengepalkan tangannya,dia selalu mengingatkan vero,untuk menjaga prilakunya terutama hubungan asmaranya dengan beberapa pria.yang manajernya ketahui,namun yang selalu dia dapatkan,adalah jawaban acuh dan tak mau ambil pusing dari vero.
“Ayo kita lakukan jumpa pers, kau bisa mengklarifikasi berita tersebut,katakan itu hanya editan orang-orang yang ingin menjatuhkan mu”,,ucap sang manajer pada akhirnya.
“Kau memang sungguh brilian tak rugi jika aku membayar mu dengan mahal”,,ucap vero sambil tersenyum,sedangkan sang manajer membuang wajahnya kesal .
Sudah satu minggu, semenjak Lila dirawat di rumah sakit.dan sejak itu juga berita mengenai vero belum usai,hari ini Lila telah kembali pulang. dia disambut baik oleh seisi rumah,Han dan Bara juga sudah melakukan aktifitas mereka.
“Bagaimana rencana mu Han”,,Tanya Bara menatap Han,yang ditatap hanya tersenyum sinis.
“Baru permulaan,kita lihat nanti",, ucap Han santai.
“Kenapa kau, menatapku seperti itu”,,Han tertawa mendengar pertanyaan Bara.
“Kau akan terkejut,saat mengetahui siapa vero sebenarnya",,ucap Han santai, tanpa menatap Bara.
"Dan akan lebih terkejut lagi, jika mengetahui siapa vero sebenarnya saat menjadi kekasihmu”,,ucap Han dengan misterius,Han langsung meninggalkan ruangan Bara begitu saja.meninggalkan sang Tuan yang memiliki banyak pertanyaan di kepalanya tentang ucapan Han.
Disisi lain,disebuah gedung berlantai 7.vero mengadakan jumpa pers,para wartawan telah berkumpul mencari berita tentang kebenaran foto dan video sang model papan atas. yang tersebar luas dan menghebohkan dunia maya selama seminggu ini.kini vero beserta manajer dan asistennya telah duduk dan siap mengklarifikasi kebenaran berita tentang dirinya.disela Tanya jawab yang sedang berlangsung ,ada seorang wartawan,yang mendapat sebuah pesan dan berita baru lagi tentang sang model. dan kali ini lebih panas dari sebelumnya,berita sang model bersama pria yang seprofesi,dan beberapa produser terkenal.sontak hal itu membuat seisi ruangan gaduh,niat ingin mengklarifikasi masalah, kini malah menambah masalah.vero dan sang manajer membatalkan acara hari itu juga.
Didalam ruangan hotel vero mencari berita tentang dirinya,tubuh vero membeku bagaimana bisa semua hubungan asmara dimasa lalu, dan hubungan terlarangnya bisa terkuak ke media. bahkan dia telah mengubur dalam-dalam kenangan itu. tubuh vero lemas, dia terduduk lemah di sofa. sang manajer kebingungan,harus menjawab panggilan masuk dari agensi yang menanyakan keberadaan vero dan kebenaran berita tersebut.
Bara begitu terkejut melihat berita yang kini tersebar luas, tentang mantan kekasihnya itu.Bara tak menyangka, dia adalah pria yang dibutakan oleh cinta, sehingga dia tidak tau apapun tentang kehidupan vero saat bersamanya. sakit hati karena dikhianati,hanya itulah yang Bara ketahui.namun dia salah, vero bukan hanya mengkhianati cintanya, tapi juga telah membohonginya.rahang Bara mengeras, dia tak menyangka akan dibodohi oleh seorang wanita seperti vero.
Semakin vero berusaha ingin menyelamatkan karirnya,semakin dia terjebak didalamnya.kedua orang tuanya, yang telah mengetahui berita mengenai vero, begitu murka.mereka tak menyangka, putri yang mereka sayangi dan mereka manjakan menjadi seperti ini.vero hanya bisa mengurung diri, dan minum-minuman beralkohol didalam kamarnya. tak ada tempatnya mencurahkan segala kegundahan hatinya,ketika dia benar-benar merasa terpuruk,orang yang selalu dia ingat adalah Bara.
__ADS_1
Pagi ini vero memberanikan diri mendatangai kantor Bara, berbekal penyamaran yang sempurna. sehingga orang-orang tak mengenali siapa dirinya,kini dia duduk di sofa ruang tunggu, sambil menunggu kedatangan Bara. suara pintu terbuka,membuat vero mengalihkan perhatiannya,ditatapnya pria tinggi nan tampan dihadapannya kini. rasa rindu menyeruak di dadanya,vero berusaha menjangkau dan ingin memeluk Bara, namun dengan sigap Bara menghindar membuat vero begitu kecewa.
“Jangan membuat orang lain salah paham dengan tindakanmu vero,berlakulah sopan jika sedang bertamu”,,ucap Bara tegas menatap vero.
“Bara aku merindukanmu”,,ucap vero lembut, sambil menatap pria yang kini telah duduk manis dihadapannya.pria berhati dingin yang pernah mencintainya,namun dia tinggalkan karena merasa hampa dan bosan akan dirinya yang selalu acuh padanya.
“Katakan apa tujuanmu datang kemari,bukankah aku sudah memperingati mu untuk tak datang menemuiku lagi”,,ucap Bara menatap tak suka ke arah vero.
“Kau pasti sudah melihat beritanya kan,apa sekarang kau jijik padaku”,, ucap vero menundukkan kepalanya.
“Aku tidak merasa jijik padamu,itu adalah pilihan mu,dan kau melakukannya atas kemauan mu",,ucap Bara menatap vero,yang masih menunduk.
"Aku hanya merasa,menjadi pria yang paling bodoh di dunia, karena bisa-bisanya aku tertipu oleh wanita sepertimu”,,ucap Bara sarkas tanpa melepaskan tatapannya pada vero.
“Aku minta maaf Bara,dan aku sangat mencintaimu”,, ucap vero, mengangkat Kepala dan menatap Bara.
“Dan cintaku sudah milik wanita lain vero,jadi cukup dan pergilah, jangan ganggu hidupku lagi",, ucap Bara tegas, membuat hati vero sakit.
“Apa bedanya diriku,dengan pelayan itu Bara”,,teriak vero mulai emosi,karena tak suka dikalahkan oleh seorang pelayan.
“Dia lebih segala-galanya darimu,cinta tidak bisa kau paksakan vero,dan aku mendapatkan hidupku darinya,jadi berhentilah membuat onar”,, Bara begitu menahan emosinya.
“Apakah kau yang melakukannya,kau yang menyebarkan berita itu katakan Bara”,,Bara menatap vero tak suka,kesabarannya benar-benar habis. dia menatap vero dengan pandangan yang menusuk,sehingga vero merasakan atmosfir membunuh di ruangan itu. Bara bangun dari duduknya, dan menghampiri vero yang masih duduk dengan ketakutan.
“Aku tidak akan mengotori tanganku dengan trik kecil itu",,dengan tatapan yang tak lepas dari wajah vero,Bara kian memperingati vero.
"Jika aku mau,aku sudah menyeret mu ke penjara, dihari kau membuat wanitaku terluka",,ucap Bara mendekatkan wajahnya, membuat vero meringkuk melindungi dirinya.
"Sayangnya,hatinya begitu lembut hingga dia memaafkan mu berkali-kali. dan jika bukan karena dia, apa kau pikir bisa berada disini sekarang”,,ucap Bara penuh penekanan.
”Ini terakhir kalinya,aku memperingatkan mu vero,diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi",,ucap Bara tegas, membuat vero mengepalkan tangannya.
"Jika kau masih berani menyentuh wanitaku,kau akan aku hancurkan camkan itu baik-baik”,,Bara meninggalkan vero,yang masih duduk dengan tatapan kosong,sungguh Bara tak main-main dengan ancamannya. meski marah, vero tak mampu berbuat apapun.
Setelah kepergian Bara,pintu kembali terbuka. vero mengira kalau Bara kembali lagi,namun yang berdiri di ambang pintu bukanlah Bara,melainkan sang sekertaris Han.Han kini duduk tepat dihadapan vero,memandang lekat wajah wanita yang menyakiti gadis kesayangannya itu,vero menelan ludahnya dia seperti dikuliti hidup-hidup. saat mendapat tatapan dari Han.
__ADS_1
”Tidak Bara tidak manusia satu ini, kenapa mereka begitu menyeramkan”,,ucap vero dalam hati. mencoba menghilangkan rasa gelisah dan ketakutan yang kini dia rasakan.