
Setelah karyanya menjadi pemenang,Lila semakin semangat mengasah kemampuannya.dengan dukungan orang terdekatnya,Lila semakin meningkatkan kemampuannya.sedangkan Bara begitu tak sabar mempersipakan kejutan untuk Lila di ulang tahunnya yang sisa menghitung hari itu.
Lila kembali ke kampus,untuk melaporkan kinerja dan hasil karyanya selama berada di R Fashion.setelah itu kembali ke kantor R Fashion untuk membuat gaun,yang telah dipesan seorang model mancanegara melalui Rangga.Lila tak menyangka karyanya dilirik secepat itu.
Kedekatan Rangga dan Lila membuat Bara cemas,meskipun ia begitu percaya kepada Lila,namun sebaliknya Bara tak percaya pada Rangga.seperti hari ini,Rangga menemani Lila dalam membuat rancangan gaunnya.Lila tidak merasa tergaanggu sama sekali,bahkan mereka saling bertukar pikiran,itulah yang membuat Lila nyaman akan keberadaan Rangga.tak terbesit sekalipun di benakknya, kalau ternyata dengan diam-diam Rangga mencintainya.
Semakin mendekati hari kelahirannya,semakin sibuklah Lila dengan kuliah, dan gaun rancangannya untuk sang model.Bara dan sang ibu telah menyiapkan acara lamaran untuk Lila di hari ulang tahunnya.
“Sayang!”
“Hem!”,,Lila kini berada dipelukan Bara,menikmati udara malam di atas balkon.setelah keseharian yang mereka lewati,keduanya selalu menyempatkan diri untuk bersama.sekedar melepas rindu dengan bercengkarama dan tertawa bersama.
“Besok kau harus datang dan tepati janjimu!”
“Iya,besok setelah urusanku selesa,i aku akan menemui lebih cepat!”
Lila mengecup sayang Bara, Lila menceritakan rencananya besok yang akan menemui model mancanegara yang telah memesan gaunnya.malam itu pun mereka lalui dengan saling menceritakan kegiatan masing-masing.
Pagi ini seperti biasa setelah sarapan,Bara,Han dan Lila berpamintan.mereka melakukan aktifitas mereka seperti biasa.Bara mengantar Lila terlebih dahulu.
“Ingat jam 7malam nanti,aku akan menunggumu!”
“Hem!”,,Lila mengecup pipi Bara sebelum keluar dari mobilnya.
“Jangan beradegan manis di depan kakakmu Lila!”
“kak Han,carilah kekasih!
“Sekarang kau sudah sama ya,dengan mereka!”
__ADS_1
Han menampilkan wajah kesalnya,ketika mendapat ledekan dari Lila,dengan gemas Lila mengecup pipi Han yang terlihat kesal.
“Lila ingin kakak bahagia!”,,
Lila meninggalkan Han yang masih terpaku,mendapat perlakuan manis dari sang adik.Bara hanya tertawa melihat reaksi Han.Lila melambaikan tangan sebelum memasuki gedung F Fashion,apa yang terjadi di mobil dan di parkiran tak luput dari tatapan Rangga.dengan perasaan kecewa ia tersenyum kecut,menertawai dirinya sendiri yang selalu terlambat dalam urusan asmara.
Hari ini Lila sudah bersiap-siap akan mengantarkan gaun hasil rancangannya,mereka telah memiliki janji temu di Restoran mewah.Rangga memasuki ruangan Lila,dengan senyum Rangga menyapa Lila.
“Apa semuanya sudah siap?”
Mendengar suara Rangga,Lila mengalihkan perhatiannya dan menatap Rangga yang tersenyum ke arahnya.untuk sesaat Lila teridiam menatap wajah Rangga,yang menurut Lila berbeda hari ini.Rangga sedikit pucat,melihat Lila yang hanya menatapnya,membuat Rangga malu dan salah tingkah.
“Kenapa mentapku seperti itu,apa ada yang salah dengan wajahku?”
Rangga meraba wajahnya,mencari sesuatu yang salah pada wajhnya.Lila tak merespon pertanyaan Rangga,Lila melangkah dan mendekati Rangga.membuat jantung Rangga berdegup kencang,ia membeku ketika tangan halus dan hangat itu menyentuh keningnya.
“Pak Rangga demam?,kening pak Rangga sedikit panas!”
“Tidak apa-apa,ayo kita berangkat!”
Rangga mengambil paper bagh tempat gaun Lila disimpan,dengan perasaan ragu dan sedikit cemas,Lila mengikuti langkah Rangga.mereka menuju restoran tempat dimana mereka melakukan pertemuan.sesampainya di Restoran,Rangga mendapat pesan jika pertemuannya dirubah di kamar hotel sang Model,karena sang model sedikit kelelahan.mau tidak mau Rangga dan Lila mengikuti kemauan sang model.
Rangga dan Lila menuju Hotel tempat sang model menginap,setelah sampai mereka memasuki lobi dan menuju resepsionis mengutarakan kedatangan mereka.tanpa sengaja manajer Vero yang kebetulan berada diHotel yang sama,melihat keberadaan Rangga dihotel tersebut dengan seoarang wanita cantik.karena sedikit penasaran sang Manajer mengambil gambar Rangga dan mengikuti kemana Rangga pergi.
Manajer Vero,mengenal Rangga karena beberapa kali mereka pernah bertemu,ketika Rangga dan Vero masih menjalin hubungan.Rangga dan Lila memasuki sebuah kamar yang menjadi kamar sang model Mancanegara.Manajer Vero mengambil gambar dimana mereka memasuki kamar,tak hanya sampai disitu manajer vero menunggu sampai Rangga keluar dari kamar tersebut.kini didalam kamar Rangga dan Lila bertemu dengan sang model yang memang terlihat kelelahan itu.Model yang memesan gaun Lila,sangat cantik dengan rambut pirang serta mata biru serta tinggi tubuh yang begitu ideal sangat cocok untuk pekerjaan yang digelutinya.
Lila hanya memperhatikan dan mendengar dengan seksama, apa yang Rangga dan sang model bicarakan.meski tidak mengerti namun melihat raut wajah sang model,ketika melihat hasil gaunnya,bisa dikatakan bahwa sang model sangat puas.sambil menunggu sang model mencoba rancangnanya,Lila menghilangkan sedikit rasa kegugupannya.
“Apa menurutmu dia akan menyukai gaunnya?”
__ADS_1
“Kita lihat responya,setelah dia mencobanya!”
Tak lama setelah itu sang model keluar dengan gaun yang telah menempel pas ditubuhnya,Lila menatap kagum hasil karyanya yang dikenakan oleh model papan atas itu.Lila terpana,akan aura yang dipancarkan sang model.
“What Do You Think?”,,ucap sang model menatap dan bertanya ke arah Lila yang diam mematung.Rangga mengambil alih,mereka berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti sama sekali oleh Lila.sang model sangat puas dengan hasil karya Lila,bahkan memesan 1 gaun lagi untuk acara yang akan di kenakan sang model bulan depan.
“Apa kau sanggup,menerima job lagi?”,,tanya Rangga yang sudah mengutarakan keinginanan sang model.tentu Lila tidak melepas kesempatan kedua yang diberikan kepadanya,dengan senang hati Lila menyanggupinya.tak terasa waktu berlalu begitu cepat,Lila melirik jam ditangannya yang sudah menunjukakan pukul 6 sore.Lila sedikit gelisah,ia belum bersiap-siap.Lila sudah berjanji akan menepati janjinya pada Bara.melihat kegelisahaan Lila,dengan Rangga dengan cepat berpamitan,meski sang model masih ingin berbincang-bincang,namun melihat kegelisahaan dimata Lila membuat Rangga mengambil inisiatif.
Sementara itu disebuah hotel yang megah,terdapat satu ruangan, yang telah disulap sedemikian rupa untuk perayaan Ulang tahun Lila dan acara lamaran untukknya.Bara menyiapkan semuanya dengan sangat teliti dia ingin lamarannya berjalan dengan baik.Entah suatu keberuntungan atau kesialan bagi vero,yang berada di hotel yang sama dengan Bara.Vero datang ke hotel menemui produser untuk mengikat kontrak kerja.dan sialnya ketika dia akan meninggalkan hotel,di dalam Liff dia mendengar para pelayan hotel,membicarakan pesta ulang tahun yang dibuat Bara.dengan geram vero mengepalkan ke dua tangannya,Bara membuat pesta untuk Lila,sementara dirinya tak pernah Bara perlakukan seromantis itu.
Rangga dan Lila keluar dari kamar sang model ,terlihat sang Model mengantar kepergian Rangga dan Lila.manajer Vero terus mengamati mereka.dalam perjalanan menuju lobi Rangga dan Lila berjalan beriringan dan.
“BBRRUUKK”,,Rangga ambruk,membuat Lila terkejut.
“Pak Rangga!”
Dengan cepat Lila menolong Rangga yang kini setengah sadar,wajahnya yang pucat serta badannya yang panas membuat Lila panik dan khawatir,dengan cepat ia menghubungi sekertaris Rangga.Lila beriniatif memesankan kamar untuk Rangga,sambil menunggu sang sekertaris yang sedang menuju hotel tempat mereka kini.setelah mendapat kunci kamar,Lila memapah Rangga yang terlihat begitu lemah.setelah pintu kamar terbuka, Lila membawa Rangga masuk dan membaringkan Rangga di atas ranjang.manajer vero mengambil foto Rangga dan Lila memasuki kamar,meski dia tau yang terjadi,namun karena penasaran dengan sang wanita,dia mengirimkan beberapa foto tersebut pada vero dan bertanya tentang wanita yang bersama Rangga.kini vero telah berada di dalam mobilnya,ketika vero menerima pesan dari sang manajer,sesaat ia terpaku melihat wanita yang bersama Rangga itu.dia adalah Lila,wanita yang begitu ia benci,senyum licik terukir indah dibibirnya.
“Aku akan menghancurkanmu Lila!”,,vero tersenyum dan kembali masuk ke dalam Hotel,mengamati pesta yang akan berlangsung.sementara di kamar hotel tempat Rangga kini,Lila merawat Rangga dengna Cara yang ia tau,Lila mengopres kening Rangga berharap panasnya sedikit turun,sambil menunggu sang sekertaris yang terjebak macet.sesekali Lila melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.
“Aku harus kembali kak Bara pasti menungguku!”,,ucap Lila pelan,dan Rangga mendengarnya.
“Pulanglah,tidak lama lagi sekertarisku akan datang!”
“Aku tidak akan meninggalkanmu,sebelum sekertarismu datang!”
Dengan telaten Lila merawat Rangga,panasnya tidak turun-turun semakin membuat Lila cemas.sementara Bara telah menunggu kedatangan Lila dengan rasa gugup.sang Ibu dan ayah dan juga Han,tidak ikut dalam pesta tersebut.mereka menyerahkan semuanya pada Bara dan menunggu kabar bahagia yang akan Bara sampaikan nanti.dengan sabar Bara menunggu kedatangan Lila, sampai jam menunjukkan pukul 9 malam.Bara menjadi cemas beberapa kali ia mencoba menghubungi nomer Lila namun ponselnya namun tidak ada jawaban.melihat hal itu,vero mengambil keuntungan dari situasi ini.vero mengirimkan semua foto kebersamaan Rangga dan Lila,ke ponsel Bara.
“Nikmati kehancuranmu Lila,dan Bara akan kembali kepelukannku!”,,
__ADS_1
Vero tersenyum puas,ia sangat menanti kabar kehancuran yang akan Lila dapatkan kali ini.Rahang Bara mengeras melihat beberapa foto Lila memasuki kamar hotel,serta foto Lila memapah Rangga dan memasuki kamar hotel yang berbeda.Bara meyakinkan hatinya,kalau sang kekasih tidak akan menghianatinya.sementara di hotel tempat Lila kini,setelah kedatangan sekertaris Rangga,dengan cepat Lila meninggalkan hotel tersebut.dengan cepat ia mencari taksi.