
Ketegangan begitu nyata terjadi diruang tamu,Bara terus memberikan tatapan mengintimidasi kepada keluarga vero.Bara tidak akan membiarkan wanita yang kini berada dihadapannya,mendapatkan apa yang dia mau.
“Bara,bukankah kalian pernah saling mencintai dan berencana untuk hidup bersama.mari resmikan hubungan kalian dalam ikatan pernikahan!”
“Kenapa anda begitu tidak tau malunya memintaku menikahi putrimu,yang bahkan tidak layak untukku.aku bahkan sangat menyesali masa laluku, dimana aku pernah mencintainya,tidak pernahkah kau bertanya apa saja dosa dan perbuatannya kepadaku!”
“I..itu!”
“Sebaiknya anda bertanya pada putri anda,apa saja yang pernah dia lakukan.dan katakan pada putrimu untuk belajar menerima kenyataan,dan jangan memaksakan kehendaknya kepada orang lain,serta menyalahkan orang lain akibat perbuatannya sendiri.jangan pernah datang menemuiku,untuk membahas pernikahan karena aku dengan tegas menolak!”
Bara bangun dari duduknya dan ingin meninggalkan ruang tamu,dirinya sudah muak berada di tengah orang-orang yang hanya ingin memanfaatkanya.
“Apa bedanya aku dengan wanita diluar sana yang menjajakan tubuhnya padamu,kita bahkan pernah saling mencintai.apa kau tidak ingat dengan kenangan kita,kenangan indah yang pernah kita lewati bersama Bara!”
“Dan aku sangat menyesali hubungan, itu seratus bahkan seribu kali!”
“Apakah ada wanita lain dihatimu?,,oh apakah wanita itu Natalia,atau pelayan kampung yang bahkan saat ini tidak kau ketahui keberadaannya?”
Bara menatap Vero dengan tatapan membunuh,vero seakan tidak takut dirinya menentang Bara,vero tertawa sinis dan tersenyum mengejek.
“Jadi benar dugaanku,kau masih mencari wanita rendahan itu bahkan sudah 3 tahun berlalu,apa kelebihannya dariku?.Aku bahkan punya segalanya,aku terkenal,aku cantik dan dari kalangan kelas atas,tidak seperti pelayan mu, yang bahkan tidak jelas asal usulnya itu!”
“PLAAKKK!!”
Suara tamparan yang begitu keras menggema diruangan itu,Vero menoleh dan menatap seseorang yang dengan berani telah menamparnya,bukan hanya dirinya yang terkejut seisi ruangan ikut terkejut.Nyonya santika telah berdiri di hadapan vero,dengan tatapan membunuh membuat tubuh vero sedikit gemetar,menerima tatapan mengerikan dari Nyonya Santika.
Beraninya wanita tua ini menamparku,awas saja kau,jika ini bukan rumahmu sudah aku pastikan,akan membalas perbuatanmu padaku.
“Jangan pernah menyebut pelayan itu sebagai wanita rendahan,tidakkah kau bercermin dari pribadimu,dia bahkan lebih baik dari wanita sepertimu.tempramen mu yang begitu mengerikan,membuat kami para orang tua akan berpikir 100 bahkan 1000 kali untuk menikahkan anaknya denganmu!”
“Dan Kalian Tuan Adi dan Nyonya,sudahkah kalian tanya apa alasan hubungan mereka kandas?putrimu berselingkuh saat menjalin hubungan dengan putraku,bahkan putrimu pernah membuat onar dirumahku beberapa tahun lalu.taukah anda akan semua perbuatan putri anda yang memalukan itu?”
“Nyonya Kami..!!”
“Pulanglah,bawa putrimu kembali dan beri dia pengertian.tidak semua yang dia inginkan, bisa dia dapatkan.dan kau vero,belajarlah menerima takdir dari kesalahan yang telah kau buat,jangan egois!”
__ADS_1
Nyonya Santika pergi meninggalkan ruang tamu dengan amarah yang tersisa,Bara menyusul sang ibu,dan menyisakan sang Ayah dan Han,serta keluarga vero.
Vero terdiam,namun bukannya menerima apa yang Nyonya Santika ucapkan,dirinya semakain membenci Lily. Wanita yang telah mencuri hati Bara serta keluarganya,sehingga dirinya mendapat penolakan yang begitu tegas dari keluarga Danu. Harga dirinya sebagai seorang Model terkenal,dan dari keluarga terpandang,merasa direndahkan oleh seorang pelayan.
“Kembalilah Tuan Adi,tolong selesaikan masalah ini dirumah kalian.dan bicarakan dengan sebaik-baiknya dengan putrimu.maaf untuk apa yang telah dilakukan oleh istriku!”
“Kami yang seharusnya minta Maaf Tuan Danu,kami akan membawa vero kembali,terimakasih atas waktu anda dan selamat malam!”
Tuan Adi memaksa vero meninggalkan kediaman Danuarta,rasa malu menyelimuti dirinya.Seharusnya sebelum menemui keluarga Danu,dirinya mencari tau tentang hubungan putrinya serta masalah yang disebabkan sang putri. dulu dirinya hanya mempercayai cerita sang putri, tanpa mencari tau yang sebenarnya. sebelum mencapai mobil,langkah mereka terhenti ketika mendapati Han, telah berdiri dihadapan mereka.
Vero menyembunyikan tubuhnya dibelakang tubuh sang Ayah,membuat Tuan Adi mengerutkan dahi kebingungan,melihat tingkah vero yang sepertinya takut,pada pria yang kini telah berdiri tegak dengan tatapan elangnya.
Apa yang pernah dilakukan pria ini kepada vero,hingga dia ketakutan dan bersembunyi dibelakangku.apakah vero melakukan hal yang begitu mengerikan,selain keributan,sehingga kaki tangan Bara turun tangan.
“Bolehkah aku bicara dengan putrimu,Tuan Adi!”
Tuan Adi menolehkan kepalanya dan menatap sang putri,yang menggeleng lemah.semakin membuat Tuan Adi penasaran tentang apa yang pernah terjadi antara keduanya.
“Sepertinya putriku tidak ingin bicara dengan anda,sekertaris Han!”
“Masalah beberapa tahun lalu bukankah sudah selesai,bahkan kami telah meminta maaf!”
“Apa kau pikir dengan meminta maaf,semua masalah bisa diselesaikan.aku hanya meminta anda untuk mengawasi putri anda,agar tidak membuat masalah lagi kedepannya.kau tidak ingin kehilangan putrimu bukan!”
Tubuh Tuan Adi menegang mendengar ucapan Han,yang cukup mengerikan baginya.sepak terjang Han begitu dikenal di kalangan pembisnis,kebringasan dan kekuatannya sudah terkenal dimana-mana.karena itu tidak ada yang berani mengusik Bara maupun keluarga Danuarta.
Sekertarisnya saja sekejam ini,apalagi jika Bara yang mengatakan hal ini kepadaku, bisa jadi lebih menyeramkan dari pria dihadapanku ini.
Han meninggalkan keluarga Adi,dalam ketakutan.tubuh vero gemetar mendengar ucapan Han,dirinya teringat akan perlakuan kasar Han dan Bara padanya beberapa tahun lalu.namun karena egonya yang tinggi,dirinya menampik ketakutan yang sebenarnya dia rasakan.
Mobil yang membawa keluarga Tuan Adi meninggalkan kediaman Danuarta,tidak ada percakapan yang terjadi didalam mobil,ketika memasuki halaman rumahnya vero langsung turun dan masuk kedalam rumahnya.Tuan Adi yang melihat putrinya meradang,dengan langkah lebar,dia menghentikan langkah vero yang sudah menaiki tangga menuju kamarnya.
“Turun dan kembali,papa ingin bicara!”
“Vero lelah,besok saja Pa!”
__ADS_1
“Jangan sampai Papa mengulangi kata-kata papa vero!”
Vero mengepalkan tangannya,dan menuruni tangga.menemui sang Ayah yang sudah duduk di sofa,sementara sang ibu hanya diam dan tidak berani mengucapkan sepatah katapun.
“Katakan pada Papa yang sebenarnya mengenai hubungan kalian,benarkah yang di ucapkan Nyonya Santika?.dan mengenai insiden beberapa tahun lalu,katakan yang sebenarnya! "
“Semua itu hanya fitnah Pa,,Ibu Bara tidak menyukai ku,karena itu dia mengatakan semua kebohongan ini!”
“Jangan sampai Papamu ini turun tangan dan mencari kebenarannya vero,kau kenal Papa bukan.selama ini Papa selalu mendukung dan percaya dengan semua ucapan mu,tanpa mencari tau kebenarannya terlebih dulu,katakan dengan jujur!”
Suara dan teriakan Tuan Adi menggema,membuat beberapa pelayan yang berada dirumahnya terkejut.karena untuk pertama kalinya,mereka melihat kemarahan Tuannya.melihat vero yang hanya diam,membuat sang ayah kembali meradang.
“VEROO!”
“Vero,Mama mohon jujur pada kami,jangan seperti ini.ceritakan semuanya,jika memeng menurut kami Bara harus diperjuangkan,kami akan membantumu sebagai orang tua.tapi jujurlah jangan membohongi kami!”
“Maafkan vero,,Hiks,,Hikss vero telah berbohong!”
“Berbohong?”
Vero mengangguk dan mengatakan semuanya secara gamlang dan jujur,tidak ada lagi yang dia tutupi.dari mulainya hubungannya bersama Bara,sampai putusnya hubungan mereka,semua karena skandal perselingkuhannya terkuak dan diketahui oleh Bara secara langsung.serta kesalahannya yang memfitnah,dan melukai pelayan yang pernah dekat dengan Bara,hingga membuat keributan dikediaman Danuarta.
Tuan Adi lemas dan menyandarkan tubuhnya di sofa,dirinya sungguh tidak percaya dengan apa yang dilakukan putrinya.sebagai orang tua dirinya merasa gagal mendidik anak semata wayangnya,yang begitu dia manjakan dan dia bebaskan baik secara pergaulan dan pekerjaannya.
Pantas Bara dan keluarganya tidak menyukai mu vero,yang kau lakukan ini sudah sangat keterlaluan.bahkan jika Papa adalah orang tua Bara,Papa akan berpikir berulang kali untuk menerima mu.
Vero masih terus terisak dipelukan sang Mama,dia menumpahkan segala kesedihan dan penyesalannya selama ini,namun cinta telah membutakannya.
“Lupakan Bara,mulailah menata hidupmu kembali seperti beberapa tahun ini,belajarlah menerima kenyataan!”
“Tidak Pa,,vero sangat mencintai Bara,vero tidak bisa hidup tanpa Bara!”
“Hentikan omong kosongmu yang mengatakan tidak bisa hidup tanpa laki-laki itu,buktinya sampai sekarang kau masih hidup. Bahkan beberapa tahun ini kau hidup dengan baik,dan lupakan apa yang kau sebut dengan cinta itu,itu hanya ambisi mu sebagai seorang wanita!”
Tuan Adi bangun dan beranjak meninggalkan vero dan istrinya,vero semakin meraung dan memeluk sang Mama,yang berusaha menguatkannya.
__ADS_1
Apa yang Papa mu katakan itu benar Vero,cintamu pada Bara hanya sebuah obsesi yang tidak kau sadari. kau merasa tertantang karena sikap dingin Bara,karena itu kau begitu bekerja keras untuk meluluhkan hatinya.