Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
125. Awal Pernikahan


__ADS_3

Setelah kegaduhan yang mereka buat,akhirnya satu persatu mereka memilih kembali ke kamar masing-masing.Han merebahkan tubuhnya di ranjang,pikirannya menerawang jauh akan ucapan serta tindakan sang adik Lily yang di luar dugaannya.


Aku ingin memiliki wanita sederhana yang bisa mencintaiku apa adanya,bisa melihat cinta di mataku,dan hanya akan menatapku Lily.gadis yang akan membuat detak jantungku berpacu cepat,gadis seperi itulah yang aku inginkan.


Dikamar yang berbeda dengan pemikiran yang sama,Diego memikirkan apa yang Lily katakana.seandainya saja Lily bisa menerima perasaannya,dirinya adalah pria yang paling bahagia sekarang,sama halnya seperti Bara.namun dirinya harus memendam perasaannya sendiri,dia lebih memilih menjadi kakaknya daripada mengungkapkan isi hatinya,yang tentunya akan membuat hubungan mereka tak seperti sekarang ini.


Jika di dunia ini masih ada wanita yang memiliki sikap dan sifat sepertimu,wanita yang bisa membuatku hanya menatapnya,maka wanita itulah yang akan menjadi pendampingku kelak,,


Diego memejamkan matanya,menikmati dunia dan pikirannya.dia lebih memilih membawa hati dan perasaannya dalam tidurnya.sementara dikamar pengantin baru,Bian tidak mau pisah dari sang Momy.malam ini Bian sedikit manja,seolah-olah mengetahui apa jalan pikiran sang Ayah.membuat Bara harus gigit jari,membuat Lily tertawa di dalam hati karena sifat kekanak-kanakan yang di perlihatkan Bara akhir-akhir ini.ketiganya memutuskan tidur bersama,dengan Bian yang berada di tengah-tengah mereka.


“Sayang apa kau sudah tidur?”


“Belum,ada apa?”


“Dimana kau mendapatkan foto para wanita cantik itu?”


Lily merasa penasaran akan apa yang terjadi tadi di bawah,dirinya yakin kedua kakaknya pasti kesal dengan ulahnya,yang menjodohkan keduanya.Lily bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya seraya menatap sang suami dengan penuh rasa ingin tahu.


“Apa mereka menyukai wanita yang di foto itu?”


“Cihh,,mereka bilang wanita yang kau carikan itu bukan tipe mereka sayang,lagian untuk apa kau repot-repot mencarikan jodoh untuk mereka berdua!”


“Aku ingin mereka merasakan cinta seperti yang kita rasakan,aku tidak ingin kedua kakakku terus sendiri dalam usia mapan.mereka perlu bertemu wanita,yang bisa menggerakkan hati mereka sayang!”


“Kalau Han aku yakin bisa,nah Diego aku yakin pria dingin itu susah mendapatkan jodoh!”


“Jangan mengatainya sayang,Kau belum mengenalnya dengan baik.siapa yang dulu begitu cemburu padanya?kak diego itu memiliki pesona dan karisma tersendiri,hanya wanita bodoh yang menolaknya!”


“Aku cemburu karena aku pikir kalian memiliki hubungan,apalagi ketika aku belum mengetahui keberadaan Bian.waktu itu aku ingin menangis dan berteriak,saat melihatnya begitu menjagamu serta Bian!”


“Apa sekarang kau masih cemburu?”


Bara menatap Lily,kemudian turun dari ranjang dan menghampiri Lily yang masih bersandar dengan kebingungan.


“Aku akan cemburu pada laki-laki yang dengan berani,dan secara terang-terangan menyukaimu.apalagi berani memujamu,karena sekarang kau adalah milik dar Bara Andara!”


Lily tersenyum bahagia,dan memeluk tubuh kekar yang memberinya perlindungan.rasa bahagia menyelimuti hati keduanya,butuh perjuangan panjang bagi keduanya,hingga mereka bisa meresmikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan.Bara mengecup bibir Lily dengan penuh kelembutan,Lily pun membalas ciuman tersebut.ciuman panjang tanpa nafsu,Bara mengecup kening Lily dan memintanya tidur.

__ADS_1


“Tidurlah,besok kita akan memulai sebuah ikatan baru yang sesungguhnya dalam pernikahan!”


“Selamat malam sayang,Aku mencintaimu suamiku!”


“Aku mencintaimu istriku!”


Setelah saling mengucapkan salam,keduanya kembali ke posisi semula,menuju alam mimpi.ketika pagi menjelang,tugas seorang istri pun di mulai.Lily bangun terlebih dulu,menyiapkan semua keperluan sang putra dan suaminya.sang putra yang sudah mulai aktif di play group,tentu harus menyiapkan bekal dan yang lainnya.


Lily dengan lembut membangunkan keduanya,Bian yang masih malas terus merengek,Bara yang masih enggan membuka matanya,seolah-olah hari ini semua terasa mimpi baginya.bangun di tengah-tengah istri dan putranya,momen sang putra yang di paksa bangun,sang istri yang sudah tampil cantik ketika dirinya membuka mata,semuanya terasa mimpi manis baginya.


Setelah  perjuangan penuh membangunkan sang putra dan sang suami,Lily bisa tersenyum puas,akan hasil kerja kerasnya di pagi hari,ketika melihat kedua prianya telah tampil sempurna.Bian yang mulai tersenyum,karena mendapat perhatian penuh,sang suami yang sedikit manyun karena mendapat perhatian kurang.


Pagi itu Lily berusaha bersikap adil pada keduanya,namun Bara seakan kembali ke usia muda,dirinya tidak mau kalah dengan sang putra ketika mencari perhatian sang ibu.Bara begitu suka menggoda sang putra,semakin sang putra kesal,semakin membuatnya senang.


“Ok,,lihatlah putra Mommy yang tampan ini,sekarang sudah semakin besar,ayo kita turun untuk sarapan!”


“Ok Mommy!”


“Sayang kau tidak ingin membantuku,memasang dasi!”


“Sebentar ya putra Momy,Daddymu butuh pertolongan!”


“Daddy sudah besar,jadi Mommy tidak perlu membantu memasang dasi.Daddy bisa melakukannya sediri!”


Mendengar ucapan sang putra,Bara dan Lily tertegun.Lily tersenyum mendengar ucapan sang putra yang begitu menohok,membuat Bara manyun dan menghampiri sang putra.


“Daddy juga butuh perhatian dari Mommy sayang,jika tidak Mommy akan melupakan Daddy!”


“Mommy tidak akan melupakan Daddy,karena Mommy menyayangi kita daddy!”


Bara tak bisa berkata apa,putranya semakin pintar bicara.Lily hanya tersenyum mendengar pembelaan sang putra,dengan langkah tegas Bian menghampiri sang ibu dan menggandeng tangannya.meninggalkan sang Ayah yang masih menganga tak percaya,melihat sang Ayah yang tidak bergerak,Bian memiringkan kepalanya.


“Daddy tidak ingin ikut sarapan?”


“Oh,,tentu saja,ayo Daddy juga sudah lapar!”


Lily hanya bisa menahan tawanya,kapan lagi dirinya bisa melihat Bara diam tak berkutik,ketika bicara dengan sang putra.

__ADS_1


Sikapmu seperti siapa Bian,kau sama sekali tidak ikut Daddy,hanya wajah tampan mu yang mirip Daddy.tapi lihatlah cara bicaramu,seperti Diego saja,,tapi kau cukup pintar dan pandai bicara,daddy ingin kau mengalahkan kedua pamanmu yang super menyebalkan itu,,


Bara mengikuti langkah istri dan anaknya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah tampannya,ketika Bian datang suasana mulai riuh oleh sambutan kedua neneknya.Bian masih menjadi tokoh utama dalam kediaman keluarga Stave,bak pangeran yang selalu di nanti kehadirannya.melihat kedua nenek cantiknya,Bian berlari dan memeluk keduanya.memberikan kecupan selamat pagi pada kedua wanita yang teramat memanjakannya itu.


“Selamat pagi para Nenekku yang cantik!”


“Selamat pagi cucuku yang tampan!”


“Selamat pagi Para kakek!”


“Selamat pagi jagoan!”


Bian menciumi satu persatu kakeknya,setelah kedua neneknya.tiba giliran Han,Bian hanya menatapnya datar dan mengacuhkannya.membuat Han mengerutkan dahi,melihat tingkah menggemaskan keponakannya itu.


“Good Morning Boy!”


Suara khas Diego langsung membuat Bian menoleh,dengan senyum mengembang Bian melangkahkan kaki dan memeluk kaki Diego,seraya menjawab salamnya.


“Good Morning Daddy Diego!”


Han tentu saja tak terima dengan perlakuan Bian,dirinya menggerutu kesal.tingkah Bian yang mengabaikan Han,mengundang tawa keluarganya.


“Hei Boy,kenapa kau mengacuhkan ku ?”


“Bian, Tidak mengacuhkan paman!”


“Lantas,kenapa Bian tidak menegur dan membalas salam dari paman!”


Bian pura-pura berpikir,dan dengan tatapan polosnya dia menatap Han,yang begitu penasaran akan jawaban Bian.


“Bian tidak mendengarnya!”


“Hahahahhaa,,,”


Tawa Bara tidak bisa dia tahan,ternyata anaknya sangat pintar dan sangat tau jika dirinya juga sangat kesal dengan Han.melihat dirinya menjadi bahan tertawaan,Han hanya bisa mengusap dada.


Lily,kau beri makan apa putramu ini.sifatnya jauh menyebalkan dari Ayahnya,coba kau dengar ucapannya tadi.dia tidak mendengar ku,lantas kenapa dia diam di depanku tadi,,benar-benar bocah ajaib,,

__ADS_1


Setelah sarapan semuanya berpisah dan melakukan pekerjaannya masing-masing,Diego pergi kekantor terlebih dulu,di susul Han dan Bara.Lily mengantar Bian ke play Group,sekalian ke Hotel.Lily dan Bara juga sudah memutuskan akan tinggal bersama kedua orang tuanya,yaitu keluarga Danu.untuk masalah Bian,Lily menyerahkan sepenuhnya kepada sang putra.karena Lily menyadari jika sang putra sepertinya lebih nyaman bersama keluarga Stave. 


__ADS_2