
Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memang harus di tangani olehnya,Bara menyiapkan keberangkatan mereka.sang Ayah dan Ibu sudah berangkat sejak seminggu yang lalu,kini giliran dirinya bersama anka dan sang istri.Han masih berkutat dengan beberapa pekerjaannya,dan dirinya berjanji akan menyusul 3 hari sebelum pesta di mulai.
Queen yang terus membujuk Han untuk ikut sekalian bersamanya,harus mengalah karena memnag pekerjaan Han masih menumpuk,dengan syarat Han harus membelikan gaun yang indah untuk Queen nanti.setelah memastikan semua barang tidak ada yang tertinggal,Bara membawa keduanya menuju bandara.dibantu oleh sang sopir,yang mengantar kepergian mereka.
“Cepat datang ya Paman,Queen akan menunggu paman di sana?”
“Tentu Queen,Paman akan segera menyusul kalian,setelah pekerjaan paman selesai disini!”
Queen mengangguk dan tersenyum,memberikan Han kecupan sayang di kedua pipinya.sebelum memasuki mobil,Bara memberi pelukan begitu juga dengan Lily.
“Jaga diri kalian dan berhati-hatilah!”
“Cepatlah menyusul Kak!”
Han mengangguk dan melambaikan tangannya,ketika mobil yang membawa mereka kian menjauh.Han menghela nafasnya beberapa kali,pekerjaannya begitu banyak.bahkan dirinya tidak yakin bisa berada di sana dalam waktu dekat,pikiran Han langsung tertuju pada gadis muda,yang melamar pekerjaan di kantornya.
Kemarin tanpa sengaja Han berpapasan dengan wanita muda, yang mencoba peruntungannya di kantornya.Han melihat kesederhanaan di gadis tersebut,karena penasaran Han meminta bagian personalia untuk menyerahkan semua data yang melamar kerja ke perusahaannya hari itu.
Gadis cantik serta sederhana yang bernama Bunga Alea,berhasil menarik perhatian Han.apalagi setelah membaca riwayat hidup serta pengalamannya,yang pernah bekerja di salah satu kantor kecil sebelumnya,yang hanya menjadi staf biasa.
Karena rasa penasaran,Han meminta anak buahnya untuk mencari informasi tentang gadis tersebut.informasi yang tentunya mengejutkan untuknya,dan semakin membuatnya merasa tertarik,ingin mengenal gadis itu.Gadis yatim yang hanya hidup dengan sang ibu,di sebuah rumah sederhana peninggalan sang ayah.gadis kuat yang membiayai kehidupan keluarganya,semua tentang gadis itu membuat Han tertarik.
Muncul dorongan kuat dalam hatinya,untuk lebih mengenal sang gadis.tanpa melihat file lainnya,Han meminta bawahannya untuk menerima gadis itu bekerja di perusahaanya,dan menempatkannya di bagian administrasi.
Han memasuki mobilnya, menyalakan mesin dan mengemudikannya dengan kecepatan sedang.pikirannya bercabang,jika meninggalkan kantornya,dirinya tentu tidak melihat sang gadis untuk waktu yang lama.disisi lain dirinya harus hadir dalam pernikahan sahabatnya Diego,serta janjinya pada Queen putri Bara yang begitu manja dengannya.
__ADS_1
****
Setelah menempuh perjalan selama 12 jam, akhirnya Lily kembali menginjakan kakinya di Negara Y. Negara tempatnya melahirkan Bian,dan menuntut ilmu sebagai seorang desainer.senyum Lily merekah,dan menatap Bara serta putrinya secara bergantian.Bara memeluk Lily kedalam dekapannya,senyum cantik dan senang dari sang putri juga terlihat jelas.bahagia karena sebentar lagi,dirinya akan bertemu sang kakak,paman serta kakek dan neneknya.
Seseorang bahkan telah menunggu kedatangan mereka,Bara memasukkan semua barang bawaan mereka,di bantu sang sopir.setelah memastikan semua barang naik ke mobil,sang sopir membawa Lily dan keluarganya ke kediaman Stave.
Selama dalam perjalanan,Lily menceritakan dan menunjukkan tempat-tempat yang pernah dirinya dan sang kakak kunjungi.Bara hanya tersenyum bahagia melihat sang putri,yang begitu antusias mendengar cerita ibunya.2 jam berlalu,mobil mereka melalui jalan yang begitu hijau dengan pepohonan yang berjejer rapi di pinggir jalan.Lily membuka jendela mobilnya,dan menghirup udara yang begitu dia rindukan.mobil semakin dekat dengan kediaman Stave,tampak dari jauh rumah yang bak kastil tinggi menjulang.taman serta pepohonan,yang tertata dan terawat rapi terlihat indah.
Mata Queen berbinar bahagia melihat rumah sang kakek yang begitu megah,begitu juga dengan Bara yang baru pertama kali,menginjakan kakinya di kediaman Agatha di Negara ini.
“Benarkah dulu kau tinggal disini sayang?”
“Hmm,,aku tinggal disini hampir 4 tahun sayang!”
Bara terdiam melihat pemandangan di depan matanya,halaman serta tanaman yang begitu di rawat,membuat siapa saja yang menatapnya berdecak kagum.mobil berhenti tepat di depan garasi,beberapa pelayan yang mengetahui kedatangan mereka,dengan cepat menyambut kedatangan putri dan menantu dari Tuannya.
Queen menolehkan kepalanya dan melihat keberadaan sang kakek,dengan perasaan senang,Queen berlari dan memeluk kakek yang teramat dia rindukan.suara tawa serta kegembiraan terlihat jelas di wajah keduanya,terlihat Nyonya Stave datang dan menghampiri suami serta cucunya.
“Queen kangen kakek dan nenek!”
“Nenek juga sangat merindukanmu Queen!”
Sang nenek memberi pelukan hangat,Lily tersenyum dan menghampiri kedua orang tuanya,mereka saling berpelukan dan menanyakan kabar masing-masing.Queen terlihat begitu bahagia berada dalam gendongan sang kakek,sementara Lily merangkul tangan sang ibu yang begitu dia rindukan.
Bara terkagum-kagum melihat isi dalam rumah kediaman Agatha,semua barang serta propertinya sungguh barang langka.melihat suaminya seperti orang bodoh,Lily memberi kode dengan matanya,yang langsung di mengerti oleh Bara.beberapa menit mereka lalui dengan mengobrol,Tuan Stave meminta putri dan menantunya untuk beristirahat,sebelum makan malam.
__ADS_1
Seorang pelayan membantu Lily membawa koper dan barang lainnya,sementara Queen yang sudah tertidur beberapa menit lalu,tidur dikamar yang telah disiapkan oleh sang kakek.meski tadi sempat merengek dan menanyakan keberadaan kakaknya,karena bujukan sang nenek yang mengatakan,jika sang kakak masih disekolah,akhirnya Queen yang kelelahan tertidur juga.
Pintu terbuka,kamar yang dulu dirinya gunakan masih sama dengan beberapa tahun lalu.beberapa foto Lily dan Bian semasa bayi ,masih terpajang dengan rapi.Bara seperti mendapat sebuah harta karun,tatapannya tak beralih dari foto-foto Bian dan Lily.Foto semasa Lily hamil,sampai melahirkan Bian,semuanya tertata rapi.
Lily yang mulai merasakan sesuatu,memeluk Bara dari belakang dan mengecup punggung kokoh itu beberapa kali.Bara tersenyum dan membawa Lily dalam pelukannya.
“Apakah masih ada foto yang lain yang bisa aku lihat,dan kau ceritakan kepadaku!”
Lily menengadah dan mendorong pelan tubuh Bara,hingga membuat sedikit jarak di antara mereka.Lily tersenyum lembut,dan menganggukkan kepalanya.Lily menarik tangan Bara agar duduk di sofa,sementara dirinya beranjak lemari pakaian. Lily mencari dan mengeluarkan album foto,yang masih berada di tempatnya.
Ternyata Mama tidak memindahkannya,semua masih berada di tempatnya.
Lily membawa Album yang cukup tebal itu,dan menyerahkannya kepada Bara.dengan perasaan bahagia,Bara menerima dan mulai membuka lembar demi lembar album tersebut.Lily yang terlihat cantik dengan balutan dress dengan perut buncitnya,tertawa kearah kamera.
“Foto itu di ambil ketika Kak Diego kembali dari perjalan Bisnis!”
Di lembar berikutnya,tampak foto-foto dimana momen kelahiran Bian.dari Lily merasakan sakit,yang selalu di temani sang ibu,sampai momen Bian lahir kedunia.semua momen itu tersimpan rapi dalam beberapa gambar,wajah mungil Bian yang menghirup udara untuk pertama kalinya di dunia.
Tanpa terasa butiran bening mengalir di pipi Bara,perasaan haru dan menyelimuti hatinya.Lily tau apa yang dirasakan suaminya saat ini,perasaan bersalah karena tidak berada disisinya,ketika Lily begitu membutuhkan kehadirannya.Lily mengusap lembut bahu Bara,membuat Bara menatapnya.
“Terimakasih telah berjuang,melahirkan malaikatku sayang.meskipun aku tidak berada di sampingmu,kau tetap berjuang antara hidup dan mati,demi melahirkan putraku!”
“Aku bahagia memilikinya dalam hidupku Bara,serta memilikimu dan queen.tidak ada yang bisa menggantikan kalian di hatiku!”
Lily mengusap lembut pipi Bara yang basah,mengecup bibir Bara beberapa kali,memberi ketenangan untuk hati dan perasaannya.Lily juga menunjukan beberapa foto yang dirinya ambil,ketika Bian mulai belajar makan,serta merangkak.bahkan Lily memutar semua video Bian,yang masih tersimpan rapi di kamera digitalnya.membuat Bara merasakan ketenangan,setidaknya meski hanya melihat di foto dan video,Bara bisa mengetahui sedikit tentang masa pertumbuhan Bian waktu itu.hingga keduanya melupakan waktu untuk beristirahat,dan membersihkan diri.
__ADS_1