Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
145. Menjadi Keluarga


__ADS_3

Tidak ingin istri dan bocah dihadapnnya larut dalam kesedihan,Bara mengalihkan perhatian keduanya,mengatakan kalau dirinya sangat lapar.menyadari hal tersebut Lily segera meminta maaf kepada sang suami,dan akan memasakkan makanan untuk makan siang sang suami.


“Maukah kau membantuku Billy,kakak akan membuat beberapa hidangan!”


“Nenek sudah membuatkan sarapan untuk kalian,karena kalian masih tidur jadi Nenek menyimpan makanan tersebut!”


“Benarkah,kalau begitu bagaimana kalau nanti sore kita masak bersama,untuk makan malam?”


“Ide bagus,Billy akan membantu!”


Keduanya kembali memetik buah anggur yang sempat tertunda,Bara pun melakukan hal yang sama,sambil mencicipi buah yang terasa begitu segar. Menjelang siang,mereka bertiga makan siang bersama,sang Nenek telah menyiapkan makan siang untuk mereka berempat.cukup puas dengan makan siang serta waktu istirahat yang mereka gunakan,tanpa membuang waktu mereka melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.puluhan keranjang penuh dengan buah anggur berhasil di kumpulkan,mobi yang menjemput pun terlihat berdatangan.


Buah anggur hasil perkebunan Nenek Billy akan dibawa dan dijual ke kota,hasil itulah yang digunakan sang Nenek untuk menghidupi hidupnya dan sang cucu.melihat kerja keras Billy yang tidak kenal lelah membantu sang Nenek,membuat Bara kagum.sosok Billy membuatnya teringat akan sosok Han kecil,yang selalu bekerja keras untuk kedua orang tuanya.bahkan setelah kepergian sang Ayah,Han masih membantu sang ibu bekerja di kediaman Danu.Han kecil kemudian menjadi teman,pelindung sekaligus keluarganya baginya.


Menjelang sore Bara meminta ijin kepada sang Nenek untuk membawa Billy ke pasar terdekat,untuk membeli beberapa bahan makanan yang ingin di masak oleh Lily.melihat raut wajah bahagia di wajah cucunya,sang Nenek mengijinkan meski merasa tidak enak.


“Maafkan cucu saya jika dia merepotkan anda Nona!”


“Apa yang anda katakan Bu,Billy sama sekali tidak merepotkan kami,dia anak yang baik dan ringan tangan.lihatlah itu!”


Lily menunjuk Billy yang sedang membantu Bara,membawa beberapa barang ke mobil.senyum senag tampak terlihat di wajah keduanya,semakin membuat sesak hati sang Nenek.


“Ijinkan kami membawanya jalan-jalan,kami hanay akan membeli beberapa bahan makanan!”


“Baiklah Nona,berhati-hatilah!”


Lily mengusap bahu Nenek Billy,sebelum meninggalkan wanita paruh baya itu sendirian.mobil mulai bergerak meninggalkan perkebunan,menuju pasar yang tidak terlalu jauh dari perkebunan mereka.hanya butuh 15menit untuk sampai di pasar,dengan menggunakan kendaraan.Lily membawa Billy memilih beberapa sayur,serta daging.keduanya tampak terlihat kompak dengan pilihan mereka,membuat Bara yang hanya mengekor di belakang mereka,mengerutkan alisnya beberapa kali.

__ADS_1


Mereka berdua sangat kompak,bagaimana jika Bian bertemu dengan anak ini.apapkah keduanya bisa dekat,dan menjadi sahabat,,


Tidak hanya bahan makanan yang Lily beli,Lily juga membelikan beberapa pasang pakaian untuk Billy.meski sedikit ragu dengan pemberian Lily,Billy menerima pemberian Lily dengan suka cita.belum pernah ada seseorang yang memperlakukan dirinya dengan sangat lembut seperti Lily,membuat Billy tak kuasa menolak kebaikan Lily.


“Kau tunggu disini bersama suamiku,Kakak akan berkeliling sebentar!”


“Iya Kak!”


Billy menatap kepergian Lily yang katanya ingin berkeliling itu,tatapan Billy terarah pada sebuh toko sepatu,ada sebuah sepatu yang terus di lihat oleh Billy.sudut bibir Bara terangkat,tanpa berkata apapun,Bara menarik tangan Billy dan membawanya masuk kedalam toko sepatu.


Bara membelikan Billy sepasang sepatu baru,sepatu yang membuat mata polos bocah itu bersinar terang.ucapan terimakasih terus terlontar dari mulut mungilnya,Bara mengusap kepala Billy dengan penuh sayang.membuat mata Billy mulai berkaca-kaca,Bara yang menyadari ada sesuatu yang aneh,mengangkat dagu Billy memaksanya menatap mata Bara.ada kepedihan yang cukup mendalam dimata bocah itu,tapi entah apa.


“Apa ada sesuatu yang membuatmu sedih?jika kau tidak keberatan,bisakah kau ceritakan padaku?


“Apa anda memiliki anak Tuan,kakak Lily bilang kalian sudah memiliki seorang putra dan putri,yang umurnya tidak berbeda jauh denganku!”


“Aku ingin tau bagaimana rasanya memiliki seorang ibu dan ayah,aku bahkan tidak tau bagaimana wajah kedua orang tuaku yang sesungguhnya,aku hanya bisa mengenali mereka lewat foto yang Nenek miliki.sedangkan kenangan mereka aku bahkan tidak memilikinya!”


Deg,jantung Bara seakan ditusuk ribuan jarum mendengar ucapan Billy,yang penuh kesedihan.mata bocah itu mulai bercucuran air mata,Bara menarik Tubuh Billy dan membawanya kedalam pelukannya.Billy menggantungkan kedua tangan mungilnya di pinggang Bara yang kokoh,merasakan kehangatan sosok seorang ayah dari Bara.Lily yang sebenarnya sudah kembali sejak dua menit yang lalu,tidak ingin mengganggu momen keduanya.bahkan Lily tak kuasa menahan air matanya,mendengar pertanyaan  polos Billy.


“Anggaplah aku dan Lily sebagai orang Tuamu Billy,kami tidak keberatan.anggaplah kami berdua sebagai keluargamu!”


Billy melonggarkan pelukannya,mengangkat kepala menatap Bara yang tersenyum hangat padanya.Billy menganggukkan kepalanya,dan memeluk Bara kembali.tidak ingin berlarut-larut dalam keharuan,Bara membawa Billy ketempat lain mencarikan hadiah untuk putra dan putrinya.setelah beberapa jam mengenal Billy,Bara dapat merasakan kalau Billy adalah anak yang cerdas.bebrapa kali Bara meminta pendapatnya untuk mencarikan hadiah untuk kedua anaknya,hebatnya Billy menanyakan seperti apa sifat kedua anaknya.


Setelah mendapat sedikit bocoran tentang sifat kedua anak Bara,Billy memilihkan dua macam barang yang begitu unik.untuk Bian,Billy memilihkan sebuah miniature burung merak yang memiliki pahatan luar biasa indahnya.dan untuk Queen,Billy memilihkan sebuah miniature patung seorang wanita yang memeluk hati,yang tak kalah bagusnya dengan milik Bian.Bara tersenyum puas akan pilihan Billy,setelah mendapatkan hadiah untuk kedua anaknya,Bara membawa Billy mencari keberadaan Lily.


Lily tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Bara dan Billy,ternyata Lily sudah menunggu di parkiran.melihat tangan sang suami penuh dengan kantong belanjaan,Lily mengerutkan dahi,dan menatap Bara dengan rasa penasaran.

__ADS_1


“Oleh-oleh untuk Bian dan Queen,Billy yang memilihkannya!”


“Wah benarkah,aku penasaran dengan barang yang kau pilihkan,untuk dua bocah itu!”


“Kau akan takjub melihatnya sayang!”


Lily menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah Billy ,sambil mengusap kepalanya.merasa apa yang mereka butuhkan sudah terbeli semua,ketiganya memutuskan kembali.sesampainya di Villa,Nenek Billy terkejut dengan barang-barang yang Lily beli.begitu juga barang untuk Billy,yang bisa dikatakan terlalu banyak untuk sang Nenek.


“Nona ini!”


“Tolong jangan menolak pemberian kami,kami memberikannya dengan tulus.tidak ada maksud lain Bu,kami senang bisa melakukannya.semua itu untuk Billy,sebagai hadiah atas kerja kerasnya!”


“Terimakasih Nona dan Tuan Bara,kami tidak  akan melupakan kebaikan kalian!”


“Sepertinya sebentar lagi akan malam,bagaimana kalau kita mulai memasak?”


Nenek Billy tersenyum hangat dan mengiyakan ucapan Lily,keduanya menuju taman belakang,sore itu Lily membuat steak dan sayur kesukaan Bara.mereka berempat tampak kompak,layaknya sebuah keluarga.lily merasa sangat senang bisa bertemu dan mengenal keduanya.setelah makan malam usai,Lily dan Bara berpamitan untuk beristirahat.Billy juga mulai terlihat lelah,karena aktifitasnya seharian.


Setelah membersihkan diri,Bara dan Lily menikmati anggur yang Bara bawa dari kediaman Stave,sambil menikmati indahnya langit malam yang bertabur bintang.


“Bagaimana keadaan anak-anak kita sayang,apa kau sudah menghubungi Kak Han?”


“Kau pikir anak-anak akan ingat pada kita,jika sudah berlibur besama bocah itu.entah apa yang dia lakukan hingga anak-anak kita,tidak teringat pada  Ayah dan ibunya!”


“Jangan mengumpat,cepat telpon kak Han.aku ingin melihat putra dan putriku!”


Bara mengambil ponsel dan mulai menghubungi Han,sambungan telepon terhubung,terlihat Queen sedang menikmati makan malamnya di sebuah restoran mewah bersama Bian.wajah keduanya terlihat sangat bahagia,membuat bibir Lily mengerucut melihat kelakuan kedua anaknya yang sama sekali tidak merindukan dirinya. 

__ADS_1


__ADS_2