
Suasana didalam ruang tunggu tampak dingin,Bara dan Han tak menyangka jika klien yang akan mereka temui adalah seorang wanita.bahkan Bara dan Han sangat tak menyukai cara berpakaian wanita tersebut,yang begitu terbuka serta menonjolkan beberapa bagian tubuhnya.Bara tersenyum sinis,cara basi di gunakan kembali oleh lawannya.Han masih terlihat tenang,dan sedikit ramah bila dibandingkan dengan Bara yang bahkan tak menatap wanita tersebut.
“Saya tidak menyangka jika yang akan menemui kami, adalah wanita yang sangat cantik.bolehkah kami berdua tau anda siapa Nona?”
Mendengar suara lembut dari Han,serta pujian yang dilontarkan Han,membuat sang wanita tersenyum puas.bahkan Han terlihat tergoda dimatanya,tidak salah jika dirinya berdandan secantik mungkin,serta memilih gaun yang tepat,untuk pertemuannya.mengetahui klien yang akan ditemuinya adalah Bara dan Han,dua pengusaha sukses yang terkenal akan kepintaran serta kecakapan keduanya dalam dunia bisnis.tentu dirinya tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.dengan gaya gemulainya,sang wanita mengulurkan tangannya,yang memiliki kulit seputih susu serta jari lentik yang ia cet dengan warna merah terang.yang begitu kontras dengan warna kulitnya,tangannya masih menggantung di udara.beraharap salah satu dari pria tampan di depannya ,meraih serta menjabat tangan halusnya.
Bara tak bergeming,hanya menatap tangan itu sekilas,dan mengacuhkanya.Han yang begitu hapal watak Bara dengan cepat meraih tangan sang wanita,mendapat respon cepat dari Han,sang wanita tersenyum manis.
“Perkenalkan namaku Dona Agnesia,pemilik Alaska Company.senang bertemu dengan anda,,Tuan?”
“Han,namaku Han.senang bertemu denganmu Nona Dona!”
Han melepas jabatan tangannya,dan melirik Bara yang masih diam dan mengacuhkan tangan Dona.Han memberinya lirikan tajam,membuat Bar mendesah pelan.Bara mengulurkan tangan dan menjabat tang Dona sekilas.
“Bara !”
“Dona!”
Jabatan tangan yang cukup singkat itu begitu berkesan di hati Dona,Bara adalah satu-satunya pria yang mengacuhkannya,atau Bara hanya berpura-pura.sesaat Dona mulai berpikir,tentang kepribadian pria dihadapannya yang baru ia ketahui namanya.perasaan terabaikan,membuatnya tertantang untuk mengetahui lebih jauh,siapa Bara sebenarnya.Han tersenyum tipis melihat tingkah Dona,yang diam-diam melirik Bara,yang lebih fokus pada file-file di tangannya.
“Jangan membuang waktu lagi,kita bicarakan kerjasamanya!”
Mendengar suara tegas serta dingin dari Bara,keduanya langsung fokus pada tujuan awal pertemuan mereka.hampir dua jam mereka bicara serta membahas proyek yang kana mereka garap,Bara cukup terkesan akan wawasan serta cara pandang Dona,hanya saja dirinya tidak menyukai penampilan Dona yang menurutnya terlalu berlebihan.merasa waktu yang mereka gunakan sudah cukup menyita waktu,namun keputusan final dari proyek yang akan mereka garap,belum diputuskan Han menyudahi pertemuan mereka.Han akan mengatur kembali pertemuan mereka,sesuai jadwal masing-masing.Dona sangat puas dengan pertemuan mereka kali ini,dirinya yakin kedua pria itu akan menyetujui rencana kerjasama mereka.Dona melirik jam tangan yang melingkar indah di lengannya,sebentar lagi menunjukan jam makan siang.
“Sebentar lagi jam makan siang,bagaimana kalau kita makan siang bersama!”
__ADS_1
Suara lembut Dona menggema di anatar kesunyian,Bara tersenyum tipis nyaris tak terlihat.dengan angkuh Bara berdiri dari duduknya,serta melirik jam tangan mewahnya.
“Benar sebentar lagi makan siang,tapi maaf aku sudah memiliki janji dengan kekasihku.pergilah bersama Tuan Han,selamat siang!”
Tanpa rasa bersalah Bara meninggalkan ruang tunggu,meninggalkan Han yang dongkol akan sikap seenaknya dari Bara.serta Dona yang sedikit terkejut akan ucapan Bara,apakah pria tersebut sengaja menghindarinya dengan alasan memiliki kekasih atau Bara tak nyaman berada di dekatnya tapi kenapa?.berbagai pertanyaan berkecamuk di benaknya,Han yang mulai menyadari kegusaran Dona,dengan tenang mengajak sang wanita untuk makan siang.
Suasana kantin kantor cukup ramai,Han tidak membawa Dona pergi ke restoran mewah atau kafe,seperti dugaan Dona sebelumnya.tapi mereka pergi ke kantin kantor,dimana mereka berbaur dengan para karyawan,serta menikmati menu makan siang yang sama.Dona sebenarnya sangat kesal dan ingin protes,namun ia urungkan karena Han bahkan terlihat acuh padanya.
Dona melirik sekelilingnya,dimana para karyawan duduk bersantai dengan makan siangnya,bahkan Han terlihat begitu santai duduk di meja yang sama dengannya.menyadari ketidaknyamanan Dona,Han tersenyum tipis.
“Maaf hanya bisa membawa anda makan siang di kantin kantorku,aku tidak memiliki banyak waktu lagi untuk pergi keluar.apakah makanan di kantin kami tidak sesuai selera mu Nona Dona?”
“Bukan seperti itu,hanya saja aku tidak terbiasa dengan keadaan seperti sekarang ini!”
Han mengedarkan pandangannya,menilai setiap sudut ruangan di kantin tersebut.terlihat para karyawan serta para kepala bagian,berkumpul dan makan di meja yang sama.hal yang sudah biasa di Sky Group,Bara lah yang memberi ide itu,agar semua karyawan Sky Group makan siang dikantin.idenya membawa dampak yang baik bagi perusahaannya,di kantin para karyawannya akan sama rata dimatanya,tidak ada bawahan dan atasan.namun lain halnya jika dalam jam kerja,semuanya kan kembali normal.seperti dirinya yang di sapa dengan ramah oleh beberapa stafnya.
Dona terlihat gusar dengan pertanyaan Han,tentu dirinya tak suka jika makan satu ruangan bersama para karyawan.apalagi satu meja,membuatnya merasa jijik.selain udara di sekitar yang tidak enak baginya,tentu juga kebersihan kantin itu sendiri.
“Kantin kami sangat terjaga kebersihannya,bahkan menu makanan yang kami sediakan,dijadwalkan oleh ahli gizi.kami sangat menjaga kesehatan karyawan kami Nona,karena kami bekerja untuk memajukan perusahaan ini seperti milik kami!”
Dona tersenyum dengan terpaksa mendengar ucapan Han,tanpa memperdulikan Dona yang kelaparan atau sedang menahan rasa kesal,Han menghabiskan makan siangnya dengan lahap dan sangat elegan.sesaat Dona terkesima dengan cara makan Han,yang cukup rapi .berbeda dengan beberapa pria yang pernah makan bersama dengannya,Han terlihat elegan dengan mulut tertutup saat mengunyah,bahkan nyaris tak terdengar.melihat Han membuatnya kenyang,Han melirik makanan Dona yang bahkan tak tersentuh sedikitpun.Han meletakkan kedua sendok makan,meneguk segelas air putih,serta mengelap tiap sudut bibirnya.
“Maaf Nona Dona,jam makan siang saya telah selesai.sampai bertemu lagi.dan saya sangat senang bisa makan siang bersama anda ,terimakasih atas waktunya!”
Han berdiri dari duduknya,menundukkan sedikit kepala dan melangkah pergi meninggalkan Dona,yang masih diam terpana akan kharisma yang terpancar dari tubuh Han.tanpa sepengetahuan keduanya seorang gadis dengan diam-diam mengamati keduanya .gadis sederhana,yang baru beberapa bulan bekerja di Sky Group.gadis itu mengerutkan kening,ketika melihat wajah Han untuk pertama kali setelah beberapa bulan lamanya.wajah yang sangat familiar baginya,entah dimana dirinya pernah melihat Han.semakin dirinya berusaha mengingatnya,semakin dirinya melupakannya.
__ADS_1
Dona terdiam menatap makanan di hadapannya,makanan yang belum ia sentuh sama sekali.ia melirik piring Han,yang bersih tanpa sisa makanan.dengan rasa penasaran,Dona mengangkat tangannya dan mulai menyendok makanan dan memasukkannya kedalam mulut.Dona mencoba mengunyah,dan menilai rasa makanan yang ia makan kali ini.Dona tersenyum,setelah merasakan cita rasa makanan yang terhidang di piringnya,cukup lezat menurutnya.Dona melahap dan menikmati makan siangnya yang sedikit terlambat,dengan tenang.
Dengan wajah puas Dona meninggalkan gedung Sky group,belum pernah dirinya merasa sepuas ini.meski beberapa kali menang tender dan terlibat kerjasama dengan perusahaan besar,dirinya merasa tak sepuas ini.entahlah hal apa yang membuatnya seperti itu,yang jelas dirinya merasa senang.
“Dia sudah pergi?”
Han melirik Bara yang sedang mengetik sesuatu di komputernya,Han hanya diam dan menghempaskan tubuhnya di sofa.Han terlihat kesal,sellau saja dirinya menjadi korban akibat kejulidan Bara.
“Lain kali jangan menggunakan ku sebagai korban mu,setiap ada wanita yang mengajak kita makan bersama,kau selalu menjadikanku korban.dasar bocah sialan!”
Bara mendesah,dan menyandarkan tubuhnya.sambil menatap Han,dengan tatapan rumit.
“Aku memberimu jalan,agar kau menemukan jodoh secepat mungkin.karena itu aku selalu menghindar!”
“Omong kosong,jangan menjadikan kesendirianku sebagai alasanmu.para wanita itu menargetkan mu,tapi aku yang kena batunya!”
“Justru karena kau masih jomblo,aku ingin target mereka berpindah.yang tadinya menargetkan ku,beralih padamu!”
“Sialan!”
“Kalau begitu carilah jodohmu bocah sialan,jangan hanya pacaran dengan pekerjaan.sudah waktunya kau menikah!”
“Aku masih menunggu Queen ku dewasa,setelah itu kami akan menikah!”
“Bedebah sialan,dia putriku brengsek.aku tidak mau kau menjadi menantuku,kau bisa saja durhaka padaku!”
__ADS_1
Bara melemparkan bantal di punggungnya kearah Han,yang menangkapnya sambil tertawa lepas.begitulah keseharian yang mereka lalui,saling mencaci bahkan saling menjatuhkan.namun semua itu adalah kebiasaan mereka,yang membuat keduanya semakin dekat.