
Seminggu semenjak vero di rawat di rumah sakit jiwa,para Dokter memvonis vero mangalami gangguan kejiwaan .dirinya kini di rawat dan di beri kamar tersendiri,terpisah dari pasien lainnya.vero yang terkadang mengamuk,tertawa,menangis bahkan bisa melukai orang lain membuatnya dipisahkan dari pasien lainnya.
Vero terlihat menyedihkan,rambut yang dulunya indah tergerai sekarang menjadi kusut.wajah yang selalu mendapat perawatan terbaik,kini kusam tak terawat lagi.sesekali kedua rekan kerjanya akan datang mengunjungi vero,mencoba mengajaknya bicara.namun respon vero sungguh mengejutkan,vero hampir melukai Nindi sehingga keduanya terkejut,akan respon vero kepada mereka.
Kedua orang tua vero bahkan berusaha mencarikan Dokter terbaik untuknya,namun depresi vero cukup parah,sehingga membuatnya sulit untuk di sembuhkan.Lily yang mendengar kabar tentang vero sedikit menyesali perbuatan vero yang menurutnya keterlaluan,meskipun sangat membenci vero,Lily merasa sedih akan musibah yang di alami vero.
Lily juga menerima perawatan dan terapi, untuk menghilangkan rasa takut dan traumanya, akibat kejadian penculikan beberapa waktu lalu.Bara yang sudah mendapat ijin dari sang mertua untuk menemui Lily,begitu bahagia.setelah hari pernikahannya,Bara belum melihat lagi wajah sang istri dan putra yang begitu dia rindukan.
Sebelum kembali kekediaman Stave,Bara memutuskan melihat kondisi vero.membuat Han mengernyit heran akan keputusan Bara,tidakkah Bara takut vero akan melakukan sesuatu yang mengerikan padanya.denagn tenang Bara melangkahkan kakinya menuju kamar Vero,yang transparan karena hanya berdinding kaca tebal.pihak rumah sakit membuat kamar vero seperti itu sesuai permintaan kedua orang tua vero,agar memudahkan para perawat serta yang bertugas,bisa memantau vero setiap waktu tanpa harus masuk kedalam kamarnya.
Wanita yang dulu angkuh dan sombong itu,duduk dengan tatapan kosong sambil memeluk kedua lututnya.wajah cantiknya hilang,tergantikan dengan wajah pucat yang tak terawat lagi.seandainya vero tidak melakukan tindakan kejahatan,dirinya tidak akan berakhir seperti ini.jika saja vero membuang obsesinya dan menjalani hidupnya dengan baik,penderitaan tidak akan menghampiri hidupnya.
Wanita yang pernah ada di hatinya,wanita yang pernah memberinya cinta dan rasa sakit hati.wanita yang tidak membiarkannya hidup dengan tenang.wanita yang terobsesi padanya,wanita yang katanya mencintainya kini harus mengalami gangguan jiwa.Bara menarik nafasnya dalam-dalam,jika mengingat semua hal yang vero lakukan.
Bara kembali melangkahkan kakinya ke area parkiran,setelah vero mengalami depresi semua videonya telah di hapus dari media.kabar berita tentang vero yang mengalami gangguan jiwa menyebar luas,dan menjadi berita hangat yang begitu di buru oleh masyarakat.
Malam telah menjelang,Bara serta Han mengunjungi kediaman Stave,untuk melihat keadaan Lily dan Bian.sambutan hangat di berikan oleh sang ibu mertua,melihat kedatangan Bara,sang mertua langsung menyuruhnya ke kamar Lily.sedangkan Han menuju kamar tamu,Tuan Stave yang melihat kelakuan sang istri hanya geleng-geleng kepala.
“Seharusnya Mama menyuruhnya duduk dan bicara dulu dengan kita,tanya apakah mereka sudah makan malam apa belum?”
“Papa sangat perhatian pada mereka!”
__ADS_1
“Tentu saja karena mereka adalah anggota keluarga kita!”
“Mereka sudah makan malam Pa,tadi sebelum mama meminta mereka masuk ke kamar,Mama bertanya dulu!”
Tuan Stave menggelengkan kepala,dan beranjak ke kamar yang terletak di lantai bawah.sang istri menyusul suaminya,sementara Bian sudah tidur di kamarnya.pintu kamar di buka dengan perlahan nyaris tanpa mengeluarkan suara,terlihat Lily sedang fokus pada sketsa di pangkuannya.Bara yang hampir beberapa hari tidak melihat sang istri,tersenyum bahagia melihat keadaan Lily yang baik-baik saja.
“Kau tidak merindukanku?”
Suara berat Bara mengalihkan fokus Lily,seorang pria tampan yang dia rindukan beberapa hari terakhir,berdiri dengan gagah di hadapannya.Bara menutup pintu kamar Lily,seraya menghampiri sang istri yang masih duduk termenung sambil menatapnya,membuat Bara gemas.Bara duduk di sampingnya menatap mata indah sang istri,yang hanya diam sambil menatapnya.
“Kau tidak merindukanku?”
Bara menatap lembut mata Lily,sebuah senyum yang begitu Bara rindukan terukir indah di sudut bibir sang istri.Lily menyimpan sketsanya dan memeluk tubuh Bara,mencium aroma tubuh dari pria yang teramat dia rindukan.hal sama dilakukan oleh Bara,dia begitu merindukan wanitanya.apalagi setelah malam panas mereka,dimana Lily menjadi begitu agresif,membuat Bara menggila.Bara harus menahan kerinduannya,karena masalah vero dan terapi yang di jalani Lily.
“Kenapa pertanyaan mu itu terus,tentu aku sangat merindukanmu.aku bahkan bertanya kepada Papa Danu,kemana gerangan perginya suamiku.karena setelah menikahi ku,dia tidak pernah menemui ku sama sekali!”
“Maafkan suamimu ini,aku harus mengurus beberapa hal dan kau harus menjalani terapi tanpa kehadiranku disimu,maafkan aku!”
“Bagaimana keadaan vero?”
Bara melepaskan pelukannya,dan menatap mata indah Lily yang terlihat begitu tenang di matanya.Bara mengusap lembut tangan Lily,dan mengecupnya beberapa kali.
__ADS_1
“Maafkan atas kelalaian dan kecerobohan ku,sehingga kau harus mengalami kejadian mengerikan itu.aku sungguh menyalahkan diriku atas apa yang kau alami sayang,dan maslaah vero semuanya sudah selesai dan berakhir!”
“Benarkah vero dirawat di rumah sakit jiwa?”
“Iya,,vero mengalami depresi berat,hingga menganggu mental dan jiwanya.kedua orang tuanya sudah mencarikan dokter hebat untuk vero!”
“Apa yang terjadi pada vero malam itu?”
Haruskah aku mengatakan jika vero mengalami hal yang dia rencanakan untukmu,haruskah aku mengatakan jika kakakmu membayar preman untuk menggagahi vero,seperti yang ingin dia lakukan terhadapmu,,
Bara terdiam membuat Lily mengerutkan dahi,menunggu jawaban darinya.dengan lembut Lily mengusap tangan Bara,membuat Bara tersadar dari lamunannya.
“Apapun yang terjadi padanya dimalam itu,pantas untuk dia dapatkan.jadi jangan terlalu memikirkannya hem!”
Lily mengangguk dan memeluk kembali tubuh Bara,menenggelamkan kepalanya pada dada bidang yang kokoh itu.
Apapun yang terjadi di malam itu,aku yakin kalian melakukannya untuk melindungiku.aku percaya pada kalian,,
“Kau tidak ingin mandi,kau sedikit bau asem!”
Bara mengerutkan dahinya mendengar ucapan Lily,dengan jahilnya Bara menggelitik Lily karena mengatainya bau asem.keduanya tertawa,dan saling membalas,setelah membersihkan dirinya Bara mencari keberadaan Lily.
__ADS_1
Gaun tipis yang Lily gunakan begitu indah dimata Bara,apalagi hembusan angin malam yang menerpa rambutnya membuatnya semakin cantik,di bawah sinar rembulan.tangan kekar melingkar indah di perutnya yang rata,Lily tersenyum dan mengusap tangan itu.Bara menjatuhkan dagunya,di bahu Lily,dan menghirup aroma vanilla dari tubuh sang istri yang memabukkan.Bara mencium dan menggigit kecil bahu putih itu,keduanya berdiri menikmati malam yang indah.