Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
124. Kembali Dari Bulan Madu


__ADS_3

Setelah seminggu penuh menikmati bulan madu,menikmati semua fasilitas Villa serta Hotel yang di berikan oleh Diego.keduanya akhirnya kembali,wajah penuh kebahagiaan terpancar dari keduanya.semakin membuat kedua keluarga yakin,gambar gembira akan segera menghampiri keluarga besar mereka.beberapa oleh-oleh Lily beli untuk ke dua ibu dan Ayahnya,tak lupa ke dua kakaknya,begitu juga dengan putra tercinta.


Bian yang mendapat mainan baru dari kedua orang tuanya,begitu senang.bahkan Bian langsung membongkar hadiah yang diberikan oleh Ibu dan Ayahnya,tentu saja tingkahnya membuat keluarga besar tertawa bahagia.


“Kau tidak membelikan kakak benda aneh kan Lily?”


“Kak Han!”


“Benar yang kau katakana Han,biasanya Lily jahil.aku juga merasa ragu akan isi dari oleh-olehnya!”


“Benar,bahkan saran dariku jangan membuka dan mencari tau isinya.karena aku sangat yakin kalian akan menyesalinya!”


“Sayang,kau ingin mencuci otak kedua kakakku,dengan hasutanmu.malam ini kau tidur sendiri aku akan tidur dengan Bian!”


Mendengar ucapan Lily yang bukan hanya ancaman,Bara kalang kabut.dengaan segala cara dia berusaha membujuk Lily dan meminta maaf,namun sepertinya sang istri benar-benar kesal terhadapnya.kedua orang tua mereka hanya tertawa dan tidak ingin ikut campur,dengan urusan si pengantin baru.bahkan mereka berempat sibuk mengomentari hadiah yang di berikan oleh keduanya.


Di sofa yang berbeda,sedikit berjauhan duduk Han dan Diego, yang terus membolak-balikkan kado yang masih terbungkus rapi,Diego melirik Han yang masih sedikit ragu untuk membuka kado pemberian sang adik. 


“Buka milikmu terlebih dahulu Han,aku ingin lihat apa yang Lily berikan untukmu!”


“Kenapa harus aku yang duluan?”


“Karena aku kakak di antara kalian!”


“Cihh,,kau menggunakan umur,sebagai patokan?”


“Hmm,,jadi kalian harus patuh,ayo cepat bukalah!”


Dengan sedikit terpaksa Han membuka kadonya,Han tersenyum  senang melihat hadiah pemberian Lily.sebuah jam tangan mewah dengan desain classic sesuai dengan selera Han.


“Ternyata Lily memberiku sebuah jam,dia sungguh tau seleraku!”


Han mencoba jam tangan barunya yang ternyata begitu cocok untuk dirinya,Diego melirik  sisa bingkisan Han,dan melihat kartu di dalamnya.dengan rasa penasaran Diego mengambil,membuka dan membacanya.


“Hahahahaaa,,!”


Suara tawa Diego,membuat Han terkejut.dengan kesal dirinya melirik Diego dan menatapnya.


“Kenapa kau tertawa seperti itu,apa ada yang salah?”


“Wah,,wah ternyata Lily cukup tau seleramu ya,dia bahkan memberimu informasi tentang seoang gadis cantik lengkap dengan biodatanya Han!”


Mendengar ucapan Diego,Han mengerutkan dahinya.dengan cepat dirinya meraih kertas yang berada d tangan Diego.Mata Han melotot melihat foto dan biodata seorang gadis cantik,yang menurut Lily sesuai dengan selera dirinya,dan tak lupa goresan tangan Lily yang semakin membuat Diego tertawa puas.dengan rasa penasaran Han merebut selembaran kertas serta foto di tangan Diego,Han menatap wanita cantik di foto itu serta goresan tangan Lily.


Dear Kak Han

__ADS_1


Kak Han,taukah kau ketika aku bertemu wanita ini aku langsung teringat padamu.Dia wanita cantik,dengan tinggi semampai serta pintar.aku bahkan meminta foto seta biodatanya,untuk mempermudah kencan kalian,jangan sendiri terlalu lama,sudah saatnya kak Han mencari seorang kekasih.


Han meremas kertas di tangannya,sambil melirik Diego yang masih setia menertawakannya,sambil membuka bungkus kado pemberian Lily.


“Kau boleh menertawakan ku sepuas mu,dan sekarang giliran mu,aku ingin lihat hadiah apa yang Lily berikan untukmu!”


“Sepertinya lebih baik darimu Han!”


“Sudah buka saja!”


Diego membuka pembungkus hadiahnya dengan hati-hati,hadiah yang sama seperti milik Han,hanya saja berbeda model dan warna.Lily memilih sesuai dengan selera serta gaya mereka,Diego lebih suka warna hitam,serta barang yang modelnya sederhana.melihat detail serta model yang begitu sesuai dengan dirinya,membuat Diego tersenyum senang.Han pun melirik sisa pembungkus dan melihat secarik kertas yang hampir sama dengan miliknya,dengan cepat tangannya bergerak,membuka serta melihat kertas tersebut.


Hal yang tak jauh berbeda dengannya,foto seorang wanita cantik,elegan dan berpenampilan sederhana.serta biodata lengkap sang wanita,Han pun tertawa akan keusilan Lily yang menganggap keduanya pria tak laku,sehingga jauh-jauh dirinya mencarikan wanita untuk mereka berdua kencani.


“Hahahaha,,,”


Melihat Han tertawa dengan wajah kesal,membuat Diego merebut kertas yang berada di tangan Han.sejenak Diego menatap dan mengamati foto tersebut,”Cantik”.kata itulah yang keluar dari mulut Diego,membuat Han merinding di buatnya.


“Selera mu sungguh unik!”


“Lantas menurutmu dia tidak cantik Han?”


“Lebih cantik wanita yang di calonkan denganku,cobalah kau lihat!”


“Biasanya asli dan di foto itu berbeda lho Han,jangan tertipu!”


“Cihh,,sepertinya adik kita yang satu ini sungguh mengira kita berdua tidak laku!”


“Maksudmu?”


Han menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan pesan untuk Diego,dengan enggan Diego mengambil dan membacanya.sebelah alis Diego terangkat,ketika membaca isi pesan sang adik.


Dear kak Diego


Sama seperti kak Han,ketika aku melihat wanita itu,aku juga langsung teringat padamu kak.teringat akan kesederhanaan mu,aku berusaha memilih wanita yang tepat untukmu,jadi kakak coba kenal dia ya,,jangan kelamaan sendiri,aku ingin kalian berdua cepat menyusul ku,semangat mengejar cintamu kak,,


Dengan kesal Diego meremas kertas tersebut,keduanya saling lempar pandangan dan di menit berikutnya tawa keduanya lepas begitu saja.antara kesal dan lucu akan sikap sang adik,yang benar-benar sangat memperhatikan kisah asmara mereka berdua.


“Lily!”


Keduanya meneriaki Lily dari lantai bawah,tentu saja teriakan keduanya terdengar sampai di telinga Lily.dengan sikap acuh Lily hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya,membuat Bara yang mendengar nama sang istri di sebut oleh kedua pria dewasa itu,memilih kembali dan menghampiri keduanya.para orang tua yang terkejut,juga ikut protes akan kelakuan dua pria matang yang hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.


Bara mendekat dan melempar kepala Han dengan bantal,hal yang biasa Bara lakukan jika sedang kesal kepada Han.mendapat serangan mendadak dari Bara,membuat Han tak sempat menghindar.


“Kenapa kalian berteriak memanggil nama istriku?”

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan disini,jangan bilang Lily mengusir mu dari kamar?”


Diego menatap Bara dengan tatapan mengejek,hal yang sangat Diego nantikan.melihat Bara tunduk dan mengalah kepada adiknya,Bara membuang nafasnya pelan dan menyandarkan tubuhnya di sofa,sambil melirik keduanya secara bergantian.


“Itu karena ulah kalian berdua!”


“Hei aku tidak melakukan apapun,salahmu sendiri mencoba mencari masalah dengannya.kau bisa tidur bersamaku Bara,seperti biasanya!”


Han merangkul pundak Bara,mencoba menghiburnya.namun Bara menghempas tangan pria itu dengan kesal,membuat Diego tersenyum.ternyata dua pria dewasa di hadapannya ini sangat dekat pikirnya.


“Tidur denganmu tidak ada rasanya,aku bisa hangat bila tidur dengan istriku!”


“Sial,,Buk,,Bukk!”


“Hei bocah tengik hentikan!”


“Sekarang kau bilang tidak ada rasanya hah,,lalu dulu itu apa,kau bahakan selalu memelukku dengan sangat erat jika tidur bersamaku!”


“Kapan aku begitu sialan!”


“Tentu saja kau tidak sadar dengan yang kau lakukan,kau kan tidur sambil mencari kehangatan di bawah ketiak ku!”


“Benarkah dia seperti itu Han?”


“Tentu saja,kau pikir aku berbohong!”


“Bocah tengik sialan,hentikan omong kosong mu!”


Keduanya tertawa melihat kekesalan di wajah Bara,kapan lagi mereka bisa mengerjai Bara  jika bukan sekarang.pandangan Bara teralihkan dengan dua lembar foto yang ada di atas meja,dahi Bara mengkerut melihat dua foto wanita cantik.Bara menatap Han dan Diego secara bergantian,meminta jawaban atas keinginan tahuannya.


“Itu ulah istrimu,dia memberikan kami masing-masing foto wanita cantik,untuk dijodohkan.ternyata istrimu memiliki bakat makcomblang!”


“Benarkah Lily yang memberikannya?”


“Kalau bukan dia siapa lagi,itu ada pesan juga darinya!”


Bara mengambil dua kertas yang berisi pesan Lily untuk keduanya,Bara tidak bisa menahan tawanya.membuat Han kesal,namun berbeda dengan Diego yang masih tampak tenang.


“Bukankah apa yang dikatakan istriku benar,kalian berdua sudah matang dan sudah boleh mencari pasangan!”


“Apa kau pikir kami berdua tidak laku,kami berdua memiliki kharisma yang luar biasa,hanya saja belum ada wanita membuat jantungku ini berdetak kencang bodoh!”


“Aiss,,kau hanya berasalan kan,kau pria matang yang belum laku!”


Dengan kesal Han,menerjang Bara memberinya serangan bantal yang membabi buta.ssKegaduhan ketiganya tentu mengganggu para orang tua yang masih duduk dengan tenang,Tuan Danu ingin sekali menghajar kedua putranya,yang tidak kenal tempat itu.namun Tuan Stave mencegahnya,dengan alasan agar mereka bertiga semakin dekat dan lebih mengenal karakter masing-masing.

__ADS_1


 


__ADS_2