Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
73.Menghabiskan waktu Bersama Bian


__ADS_3

Setelah kepulangannya dari kediaman Tuan Stave,Bara uring-uringan di dalam kamar.memikirkan dan mencari cara agar bisa dekat dengan sang putra.


“Hahh!”


Bara membaringkan tubuhnya,dan memijit pelan pangkal hidungnya.perasaannya kini campur aduk,antara bahagia dan kecewa.Bara bingung harus memulai pendekatan dari mana,dengan sang putra.


Sementara itu dikamar Lily,ia sedang berbaring dan memeluk sang putra Bian.


Bagaiamana caraku mengatakan kepada putraku,kalau sebenarnya ayahnya adalah Bara.


Pagi ini begitu cerah,secerah perasaan Bara yang akan bertemu sang putra.Lily akan membawa sang putra menemuinya di taman.


“Kau terlihat bahagia Bara?Apa ada sesuatu yang terjadi?”


“Bara akan bertemu Bian Ma! Doakan Bara,semoga bisa mengambil hati Bian!”


“Benarkah?Mama berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar sayang! ”


Setelah menghabiskan sarapannya,Bara yang tanpa ditemani Han.mengemudikan mobilnya menuju Taman,sementara Lily dan Bian telah sampai terlebih dulu.sambil menunggu Bara,Lily membawa Bian bermain dan menikmati beberapa permainan yang tersedia di taman itu.


“Hello,bolehkah Uncle bergabung?”


Lily mendongkakkan kepala,seorang pria tampan kini telah berdiri dihadapannya.Lily tersenyum melihat kedatangan Bara.


“Hello Uncle!”


“Hello Bian!”


Bara memeluk tubuh Bian dan menciumnya beberpa kali,Lily memberikan kesempatan pada Ayah dan Anak itu untuk bermain dan mendekatkan diri satu sama lain.sampai keduanya merasakan kelelahan.


“Bian Capek Mom!”


Kini mereka bertiga menikmati cemilan dan susu yang dibawakan Lily untuk Bian,ketiganya menikmati waktu bersama. Dari kejauhan Diego melihat interaksi Bian dan Bara,meski sedikit kecewa namun Diego berusaha menerima kenyataan,bahwa Bian adalah anak kandung Bara.


Daddy berharap kau dan ibumu bahagia,dan bisa berkumpul kembali menjadi keluarga yang bahagia.Daddy akan selalu menyayangi kalian,meski nantinya kita tidak bisa tinggal serumah lagi.kalian akan tetap berada di hati Daddy.


Sebenernya Diego tidak meninggalkan taman,setelah mengantar Lily tadi,Diego memilih tinggal dan melihat kebersamaan Bian dengan kedua orang tuanya.meski dadanya terasa sesak,namun dia berusaha menerimanya dengan hati yang lapang.


Diego meninggalkan Taman dengan senyum diwajahnya,meski dirirnya akan menyesali keputusannya tidak memperjuangkan Lily.namun dirinya iklas demi kebahagiaan Lily dan Bian.setelah menghabiskan waktu di taman Bara memebawa Bian berkunjung kerumahnya.


“Bian kita temui kakek dan nenek ya!”


Bian yang mendengar ucapan Bara,hanya menganggukkan kepala.mereka pun menuju kediaman Danuarta,kedatangan mereka telah dinanti oleh Tuan  dan Nyonya Danu.ketika melihat mobil Bara,Tuan dan Nyonya Danu,langsung mengahampiri dan menyambut kedatangan Lily dan Bian.


“Selamat datang dirumah Nenek cucuku!”

__ADS_1


Tuan dan Nyonya Danu langsung memeluk dan menciumi pipi Bian,mereka langsung menggendong Bian dengan senang.meninggalkan Bara dan Lily yang melonggo kesal,akan ulah orang tuanya.


“Lihatlah,mereka langsung melupakan kita.yang ada dimata mereka sekarang hanya Bian!”


“kau cemburu,karena ketampananmu sekarang ada yang menyaingi?”


“Aku selalu tampan!”


“Cihh,,Narsis!”


Lily meninggalkan Bara yang bergumam kesal,Lily menatap rindu kediaman yang pernah ia tinggali,bagaimana dirinya pernah menjalani hari-hari yang membahagiakan dirumah itu.Bara memeluk Lily dari belakang ,mengecup singkat pundaknya.


“Apa yang kau pikirkan hemm!”


“Tidak ada,aku hanya merindukan rumah ini,ayo kita masuk!”


Keduanya melangkahkan kaki memasuki rumah,Lily sempat tertegun karena sambutan beberapa pelayan,serta Tuan dan Nyonya Danu.


“Selamat datang dirumah Lily!”


Lily berlari dan memeluk satu persatu penghuni kediaman Danuarta,Lila mereka masih sama dan tidak berubah sama sekali dari segi perilaku,yang berubah dari Lila mereka,hanya penampilan yang semakin menawan serta pembawaannya yang anggun.


Mereka kini berkumpul diruang keluarga,Bian sudah sibuk dengan mainan barunya.yang ditemani sang Kakek dan Nenek,kedua orang tua itu terus menempel pada cucu mereka.


“Heii bocah!”


“Wah apa yang kakak lakukan pada putraku,hingga dia menendang mu!”


“Putramu sudah menendang kakiku, untuk yang kedua kali Lily!”


“Itu salahmu kak!”


“Heii apa yang kalian bicarakan!”


Bara bingung dengan percakapan di antara keduanya,namun Han bukannya menjawab, dia terlihat asyik menggoda Bian,yang mulai memperlihatkan wajah galaknya namun terlihat menggemaskan dimata para penghuni rumah.


Kebersamaan mereka sore itu,sungguh sangat di nikmati oleh keluarga Danuarta.


“Lily tidak bisakah kalian menginap,Mami masih kangen dengan Bian?”


“Lily harus pulang Mi,Mama Erika dan Papa pasti menunggu kepulangan Bian.mereka sama seperti kalian yang tidak bisa jauh dari Bian!”


“Besok datang lagi ya,bawa Bian kemari!”


“Akan Lily usahakan Mi!”

__ADS_1


Lily membawa Bian pulang di antar oleh Bara,sebelum pulang Bian memeluk dan menciumi pipi kakek dan Neneknya.menambah berat hati keduanya melepas kepulangan sang cucu. Perlahan mobil Bara meninggalkan halaman rumah,menuju kediaman Tuan Stave.


“Hahh,,Papi minta Bara segera menikahi Lily,agar Mami bisa bermain lebih lama dengan Bian!”


“Papi akan coba bicara dengan Bara Mi,,tapi lawan Bara cukup berat kali ini!”


“Maksud Papi apa?”


“Tuan Stave,adalah lawan terberat Bara kali ini Mi..Papi yakin Tuan Stave tidak akan segampang itu,menyerahkan putrinya pada Bara.mengingat apa yang pernah Bara lakukan!”


“Tapi Bara dan Lily sudah baikan Pi,Mami bisa merasakannya!” 


“Papi tau Mi,,biarkan Bara berjuang untuk keluarganya,berjuang mendapatkan restu Tuan dan Nyonya Stave!”


Nyonya Santika hanya bisa mendesah,dia berfikir dengan dipertemukannya Lila dan Bara serta sang putra,semuanya akan berjalan dengan lancar.


“Yakinlah pada pria bodoh itu Mi,Han yakin Bara akan mendapatkan restu.meski semua itu butuh proses dulu!”


Tuan dan Nyonya Danu,menolehkan kepala mereka ketika mendengar ucapan Han.


Sepertinya putraku akan mendapat tantangan besar kali ini,Bara Mami yakin dan percaya padamu.dapatkan restu Tuan Stave dan keluarganya.


Didalam mobil,Bara tersenyum lembut menatap sang putra, yang kini tertidur lelap dipelukan sang Momy.ada perasaan yang tidak bisa Bara gambarkan,ketika melihat interaksi Bian bersama keluarganya.jika dirinya bisa membawa Lily dan Bian tinggal dirumahnya,akan membuat suasana rumah lebih berwarna.


“Kenapa dari tadi senyam-senyum sendiri,apakah ada yang aneh?”


“Aku bahagia hari ini,sangat bahagia!”


Bara mengambil tangan Lily dan mengecupnya beberapa kali,Lily hanya tersenyum dan memebiarkan Bara melakukan hal yang membuatnya senang hari ini.mobil yang membawa mereka,kini memasuki halaman rumah kediaman Stave yang luas.terlihat beberapa mobil telah berjejer rapi,dari kejauhan Tuan Stave dan Diego telah berdiri di depan pintu menunggu kepulangan Lily.


Ketika melihat mobil Bara,Diego segera mendekat dan membuka pintu mobil tepat disebelah kemudi.Diego tersenyum lembut ke arah Lily,dan mengambil Bian yang masih terlelap di pelukan Lily.membuat rasa cemburu di hati Bara menyeruak begitu saja,Diego menggendong Bian dan meninggalkan Lily dan Bara begitu saja.


Bara menatap tubuh pria tinggi yang menggendong putranya,semakin menjauh dan hilang dibalik pintu.Tuan Stave hanya menatap Bara sekilas,kemudian menyusul Diego,meningglkan Lily dan Bara yang masih berdiri di samping mobil.


Ada apa dengan Papi,biasanya dia akan ramah kepada semua orang.lantas kenapa tatapannya begitu dingin pada Bara.  


Lily melirik Bara yang masih diam,dan memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong.


Apakah tadi itu tatapan dalam artian Tuan Stave tidak merestui ku,dan melarang ku berhubungan kembali dengan Lily?.


“Bara!Bara!”


“I…iya!”


“Pulanglah dan beristirahat,terimakasih untuk hari ini,dan terimakasih telah mengantar kami pulang,dan..!

__ADS_1


“Aku baik-baik saja,tidak perlu cemas.aku akan berusaha meluluhkan hati Papa mu!”


Seperti mengerti dengan yang Lily khawatirkan,membuat Lily tersenyum dan lebih tenang.Lily meninggalkan Bara dan masuk kedalam rumahnya.


__ADS_2