Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
133. Merasa Iri


__ADS_3

Setelah memastikan kesehatan sang calon bayi bersama ibunya,Bara membawa mereka kembali kerumah.karena hari ini rencananya Bian akan tinggal bersama Nenek dan Kakek Stave, selama seminggu.rutinitas yang Bian lakukan setiap minggunya,agar kedua Kakek dan Neneknya bisa merawat dan memberinya kasih sayang.


Bian pun tidak keberatan dan kerepotan,selama masih ada yang mengantar jemput dirinya,Bian dengan senang hati tinggal secara bergantian dengan kedua Nenek yang teramat menyayanginya itu.


“Apa kau akan tinggal bersama Nenek Stave?”


“Iya paman,kini giliran ku tidur dengan dengan mereka!”


“Bagaimana pakaian sekolahmu dan perlengkapan sekolahmu yang lain?”


“Bian memiliki Seragam sekolah di rumah Nenek Stave dan Nenek Danu,yang Bian siapkan hanya buku pelajaran!”


“Wah,,kau sungguh cucu kesayangan ya!”


“Bian kan cucu pertama,di dua keluarga besar.jadi Bian harus bersikap adil kepada kedua kakek dan Nenek!”


“Paman bangga memiliki keponakan, yang pintar dan bijak sepertimu!”


“Siapa dulu Ayahnya!”


“Bian mirip Mommy,bukan Mirip Daddy!”


“Hahaha,,kau betul Bian,kau mirip Mommy mu yang baik dan bijak,tidak seperti Ayahmu yang pemarah itu!”


“Sialan kau Han!”


Bara merasa kesal karena olokan Han,sementara Bian hanya tersenyum menatap dan memeluk sang Mommy.setelah menempuh perjalan beberapa puluh menit,akhirnya mobil mereka memasuki halaman rumah keluarga Stave.sebuah mobil yang di yakini milik Diego telah terparkir di halaman,Bian langsung turun dan berlari masuk kedalam rumah.


“Lihat putramu sayang,sepertinya dia sangat senang mengetahui kedatangan Diego!”


“Bian dekat dengan kak Diego sejak kecil,jadi tentu saja dia merasa bahagia sekarang,karena kak Diego sudah lama pergi!”


“Sepertinya ada aroma cemburu dari suamimu Lily,kau harus bersabar menghadapi suamimu yang pencemburu itu!”


“Bocah tengik,jangan memprovokasi istriku.aku sudah tidak seperti itu pada Diego,hanya pada orang-orang tertentu saja aku bersikap demikian!”

__ADS_1


“Ya,,ya,,kau pikir aku percaya?”


“Dasar bocah tengik!”


Bara mengejar Han,dan mengapit kepalanya di ketiaknya.membuat Lily geleng-geleng kepala akan kelakuan keduanya,yang seperti anak kecil.namun Lily sangat menikmati interaksi mereka,yang kadang memaki serta main fisik itu.


“Selamat sore Pa,Mama!”


Lily memberi salam dan memeluk kedua orang tuanya secara bergantian,begitu juga dengan Bara dan Han.Lily mengedarkan pandangannya mencari sosok yang teramat dia rindukan,suara tawa yang mulai terdengar.Lily tersenyum melihat Diego, yang sedang menggendong Bian di bahunya.Lily melangkah dan mendekati Diego dan memeluk sang kakak,dengan penuh kerinduan.


“Bagaimana kabarmu dan bayimu?”


“Kami sehat kak,bagaimana kabar Kak Diego?”


“AKu juga baik-baik saja,maaf baru bisa pulang sekarang!”


Lily mengangguk dan memeluk lagi tubuh Diego,tatapan Diego beralih kepada Han dan Bara.Diego melepas pelukannya dan menyalami kedua pria,yang menjadi suami serta kakak bagi Lily.ketiganya saling menanyakan kabar,dan sesekali tertawa.Bian bahkan tidak ingin turun dari pundak Diego,membuat Bara sedikit cemburu akan kedekatan keduanya.namun dirinya tidak bisa menyalahkan sang putra,yang lebih dulu memanggil Diego dengan sebutan Daddy.


Para pria berkumpul dan saling bertukar informasi tentang perusahaan,serta pasar saham.sementara Lily lebih memilih menemani sang Mama,yang membuat beberapa hidangan makan malam di bantu oleh beberapa pelayan.sang Mama lebih suka jika masakannya, dapat di nikmati oleh semua anggota keluarga,terutama sang Papa.semua itu dilakukan sang Mama,untuk membuktikan rasa sayang serta perhatiannya kepada sang Papa.


“Bagaimana keadaan princess sayang!”


“Dia sangat sehat Ma!”


Lily mengeluarkan hasil pemeriksaannya hari ini,dan memperlihatkan gambar sang putri yang diberikan oleh Dokter.Nyonya Renita tersenyum bahagia melihat wajah cucunya, dalam tampilan gambar tiga dimensi.


“Sepertinya dia akan menjadi rebutan semua anggota keluarga,seperti halnya Bian sayang.lihatlah belum lahir saja dia terlihat lucu dan menggemaskan!”


“Iya Ma,Lily juga merasakannya.bahkan dia sangat aktif menendang,hingga terkadang Lily merasakan sakit akibat tendangannya!”


“Itu artinya dia aktif sayang!”


Keduanya larut dalam topik kehamilan serta persiapan kelahiran yang harus Lily siapkan,hingga waktu makan malam tiba.seperti biasa Bara akan siaga dan selalu membantu Lily dalam setiap gerakan,yang menurutnya berbahaya.membuat Tuan serta Nyonya Stave tersenyum.


“Kau lihat itu Diego,Bara sangat bucin pada Lily dan sangat pencemburu sekarang!”

__ADS_1


“Dia bersikap demikian karena menjaga miliknya,kau juga akan bersikap seperti itu suatu saat nanti,jika merasa sesuatu milikmu di ganggu oleh orang lain!”


Han hanya mengangguk kecil,mendengar jawaban Diego.keduanya menatap Bara dan Lily secara bersamaan,mereka berdua larut dalam pikiran dan pendapatnya masing-masing tentang hubungan yang akan mereka jalani suatu hari nanti.


Mereka makan  malam dengan tenang,setelah makan malam,mereka berkumpul di ruang keluarga menikmati cemilan yang telah disediakan oleh pelayan.Bian terlihat sudah tidur di pangkuan Diego,dengan penuh kasih sayang Diego mengangkat tubuh Bian dan membawanya ke kamar miliknya.


“Bukankah Bian punya kamar sendiri Pa?”


Bara bertanya dengan wajah penasaran,selama ini Bian selalu tidur sendiri.bahkan ketika dirinya ingin tidur bersamanya,Bian memilih tidur sendiri dan memintanya lebih menemani Lily.


“Bian akan tidur bersama Diego,ketika Diego kembali dari perjalanan bisnisnya.mereka sudah seperti itu sejak Bian masih bayi,jadi hal itu sudah biasa bagi mereka berdua!”


Bara terdiam mendengar ucapan Tuan Stave,Han hanya diam dan melirik Bara.Han dapat merasakan kekecewaan dalam tatapan Bara,namun Bara berusaha menepisnya dengan senyum.setelah cukup dengan kunjungannya Bara membawa Lily kembali ke kediaman Danu,dalam perjalanan kembali ke rumah Bara hanya diam dan tidak cerewet seperti biasanya.


Han maupun Lily tidak berani bicara ataupun sekedar bertanya,karena keduanya menyadari apa yang kini sedang mengganggu pikiran Bara.sesampainya di rumah,Bara masih membantu Lily dan memapahnya sampai dikamar,membantunya berganti pakaian dengan pakaian yang lebih nyaman.Bara juga mengganti pakaiannya dengan piyama,setelah itu dirinya masuk kedalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Bara keluar,bukannya naik ke atas ranjang,Bara memilih keluar dan berdiri di balkon kamar.menatap taburan bintang di indahnya malam yang semakin dingin itu,Lily menghela nafasnya,dan turun dari ranjang menyusul sang suami.pelukan hangat dari tangan lembut milik Lily,membuat bara tersenyum.Bara menarik tangan Lily dan membawanya kehadapannya,Bara tersenyum dan memeluk tubuh sang istri dari belakang sambil mengelus perut buncit sang istri.


“Apakah kau kecewa dan merasa iri, dengan kedekatan Bian dan Kak Diego?”


“Jujur saja iya Lily,entah kenapa melihat darah daging ku, lebih dekat dengan pria lain,membuat hatiku sakit!”


“Jangan salahkan Bian,salahkan aku yang tidak mengatakan secara jujur keberadaan Bian waktu itu,jika saja aku mengatakannya lebih awal,mungkin keadaanya tidak seperti sekarang ini!”


“Tidak sayang,semua itu salahku.andai saja waktu itu aku lebih menjagamu dan tidak menyakitimu,kau tidak mungkin lari dariku!”


“Putra kita sangat bijak sayang,tolong maafkan dia.selama kehamilanku dia tau jika aku lebih membutuhkanmu,dibanding dirinya.karena itu meski Bian ingin tidur bersama kita,Bian lebih memilih diam dan tidur sendiri!”


Lily akhirnya menceritakan semua yang dirinya ketahui tentang putranya,sebelum dirinya hamil Bian bahkan sering tidur dengannya dan Bian.namun selama masa kehamilan sang ibu,Bian memutuskan tidur sendiri.semua itu demi kenyamanan sang Mommy dan adiknya.mendengar cerita Lily,Bara sangat terharu dan bahagia.bagaimana seorang bocah berusia 4 tahun bisa mengerti dengan keadaan kedua orang tuanya.


Bara merasa bangga,dan berterimakasih pada Lily,Diego,Tuan dan Nyonya Stave.Bara yakin sang putra bersikap demikian karena ajaran keluarga besar itu,melihat sikap Bian yang tenang dan bijak,Bara yakin sifat itu menurun dari Tuan stave,sedangkan sifat Dingin dan cueknya dari Diego,serta sikap pedulinya kepada keluarga yang di wariskan oleh sang ibu.sementara dari dirinya,hanya wajah tampan dan karisma yang semakin hari kian terlihat.


Bara tertawa kecil jika memikirkan semua hal itu,namun dirinya sangat bersyukur,dengan kehadiran keluarga Stave.akan seperti apa jadinya sang putra,dan Lily tanpa bantuan mereka.Bara mengecup kepala Lily dan meletakkan dagunya,di bahu Lily serta menghirup aroma tubuh yang selalu mejadi penenang baginya.


__ADS_1


__ADS_2