Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
50.Diego


__ADS_3

Perasaan hampa dan sendiri selalu menggerogoti hati Bara,dia bekerja siang dan malam hanya untuk mengusir rasa kerinduannya.jauh dalam lubuk hatinya,ia benar-benar merasakan kehampaan dan sendiri.


“Selamat siang Tuan Bara,maaf membuat anda menunggu”,,ucap salah satu rombongan investor, yang ingin mengajukan kerjasama dengannya.Bara tak menyahut,dia hanya menganggukan kepala.meski ada perasaan cemas yang terlihat jelas di wajah mereka,ketika mendapati Bara telah datang bahkan menunggu mereka.tanpa perlu berbasa basi,Bara memulai pertemuan dan membaca satu persatu proposal, pengajuan kontrak kerjasama yang menurutnya tidak menguntungkan baginya.


“Saya selaku utusan dari Golden Group, akan memperbaiki isi kontrak dan akan menemui Tuan Bara kembali!”


“Kami akan menantikan kerjasama yang saling menguntungkan,bukan merugikan salah satunya!”


Ucapan tegas dari Bara,membuat utusan Golden Group berkeringat dingin.dia sudah menduga sebelumnya bahwa proposalnya tidak akan berhasil,namun direkturnya bersikap keras kepala.mereka mengira Bara tidak akan seteliti itu untuk membawa semuanya.tanpa permisi Bara bangun dari duduknya dan meninggalkan restoran tersebut.


“Tuan Stave mengajukan kerjasama dihotel, yang akan kita buka bulan depan!”


“Jika kerjasama yang dia ajukan saling menguntungkan kenapa tidak,kita bisa lihat isi kontraknya dulu.lagi pula Tuan Stave adalah pengusaha jujur,aku menyukainya!”


“Kau benar,Aku akan mengaturnya!”


Bara menganggukan kepala,dan berjalan mendahului Bara.


“Bagaimana dengan kerjasama yang di ajukan oleh ayah vero?”


Bara berhenti dan menolehkan kepalanya menatap Han,dengan pandangan dingin dan kilatan amarah terlihat jelas diwajahnya.


“Aku tidak akan pernah menyetujuinya,dan jangan sekali-kali kau menyebut nama wanita ular itu!”


“Aku tau,dari segi kerjasama sebenarnya sangat menguntungkan kita,tapi tujuan dibalik kerjasama itu yang tidak aku sukai!”


“Jika kau sendiri sudah mengerti tujuan mereka,lalu untuk apa bertanya padaku sialan!”


“Haahaahaa,,aku hanya mengujimu,ternyata kau masih Bara!”


Han meninggalkan Bara,yang menatap kesal ke arahnya.bagaimanapun Han selalu mencoba menggoda dan memancing Bara untuk bicara,Han tidak ingin Bara larut dalam penyesalan dan kesedihannya.sang Mama yang selalu menangis dalam diam,melihat keadaan Bara membuatnya mau tidak mau bekerja lebih keras lagi.


Sementara itu di gedung tinggi Endorson Company milik keluarga Stave,terlihat Tuan Stave dan Diego sedang berdiskusi tentang kerjasama yang akan mereka ajukan kepada Sky Group milik Bara.


“Bagaimana rencananya?”


“Semua sudah siap Tuan!”


“Apa kau yakin ini akan berhasil Diego?”


“Kita lihat nanti Tuan!”


“Hah,,Aku hanya ingin dia bahagia,aku serahkan semuanya padamu!”


Tuan Stave menepuk bahu Diego pelan,ia tahu bahwa pria muda di depannya ini menyayangi dan mencintai Lily lebih dari seoarang adik.namun Lily menutup rapat pintu hatinya,membuat Tuan Stave turun tangan hanya untuk kebahagiaan putri angkatnya itu.Tuan Stave meninggalkan Diego yang masih berdiri di tempatnya,dengan perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan.


Diego pria dewasa,dan mapan.dia mencintai Lily dan putranya dengan tulus,namun hati Lily yang tertutup rapat belum bisa ia rubuhkan,hingga ia akhirnya memutuskan mengembalikan kebahagiaan Lily.gadis manis yang terlihat tegar dan bahagia dari luar,ternyata menyimpan sejuta kesedihan dan kerinduan.Diego selalu mendapati Lily meneteskan air matanya, ketika membicarakan Bara kepada sang putra.cinta dimatanya untuk sang pria yang tak pernah hilang,menyadarkan Diego akan ikatan bathin antara keduanya.Diego mencari tau semua tentang Bara,yang sampai kini masih mencari keberadaan Lily,sehingga membuat Diego mengambil keputusan yang teramat berat,yaitu mempertemukan mereka dengan caranya.

__ADS_1


Dibutik milik Lily,terlihat beberapa pelanggan yang keluar masuk butik.wajah kepuasan serta bahagia terpancar diwajah mereka,membuat Lily sang desainer merasa bahagia dan puas akan hasil kerja kerasnya yang disukai oleh para pelanggannya.suara dering poselnya,mengalihkan perhatiannya ketika melihat nama yang tertera dilayar ponselnya,dengan cepat ia mengangkat panggilan tersebut dan berlari keruangannya.


“Hello baby Bian!


Suara celoteh sang putra yang begitu menggemaskan,menghilangkan lelah Lily.senyum serta tawanya selalu mengingatkan dirinya akan Bara,ayah biologis putranya.sehingga rindu itu sedikit berkurang.


“Pulanglah tepat waktu sayang,kita makan malam bersama!”


“Iya Ma,Lily akan pulang lebih awal.Bye,,bye baby Bian!”


Lily melambaikan tangannya dan disambut galak tawa sang putra kecil,membuat sang nenek gemas.Lily mengemasi barang-barangnya dan segera kembali kerumah,menemui sang malaikat kecil.hanya butuh 25 menit dari butiknya menuju kediaman keluarga Stave,Mobil yang ia bawa memasuki halaman rumah,Lily memarkirkan mobilnya dan berjalan memasuki rumah nan mewah tersebut.


“Baby Bian!”


Lily berlari menghampiri putranya,yang sedang bermain dengan berbagai permainan itu.


“Cuci tangan dulu Mama muda”,,Tegur sang Mama Stave,yang membuat Lily tersenyum kikuk.


“Maaf Ma,Lily lupa!”,,Lily berlari ke arah westafel dan mencuci bersih tangannya,setelah itu menggendong putranya dan menciumi gemas pipi gembul sang putra,membuat Baby Bian tertawa terpingkal-pingkal.


“Awas Lily nanti pipinya Bian lecet!”


Teriak sang Papa Stave dari atas tangga,membuat Lily dan Mama Stave menggeleng kepala pelan.Papa Stave sangat menyayangi Baby Bian,dan sangat menjagannya karena itu tidak boleh ada luka atau lecet ditubuh Bian,jika tidak sang Tuan akan murka jika mendapati hal tersebut.


“Sini sama Opa,jangan sama Mami mu,yang suka mencium pipimu!”


“Papa!


“Lihatlah Ma,kita berdua telah kalah!”


“Hahaa”,,Mereka tertawa bersama 


Makan malam merka lalui dengan penuh kebahagiaan.setelah makan malam Lily membawa Baby Bian kekamarnya.didalam kamar Lily bermain dengan sang putra,semua celoteh dan aksinya membuat Lily terhibur dan merasa gemas dengan putranya.


“Maafkan Mami,yang belum bisa mengenalkanmu pada papa”,,Lily mencium pipi Bian sayang dan memeluknya sambil menyanyikan sebuah lagu yang membuat sang putra tertidur dalam pelukannya.keesokan harinya Lily dan Diego berangkat kerja seperti biasa.


“Mami kerja dulu,tunggu Mami pulang,,Muach,,Muach,,”,,Lily mencium pipi gembul Bian,dengan gemas.Diego hanya tersenyum melihat interaksi keduanya.


Setelah kepergian Lily dan Diego,Tuan Stave menghampiri istrinya.


“Ma,ayo kita berangkat Ke Negara B ada keadaan darurat disana!”


“Maksud Papa apa?bagaimana dengan Bian?


“Kita akan membawanya turut serta,nanti Papa yang akan bicara pada Diego dan Lily!


“Tapi..Pa!”

__ADS_1


“Ayo Ma,sudah tidak ada waktu lagi!”


Tuan Stave meninggalkan istrinya dalam ke adaan bingung,tanpa mau membantah,Nyonya Stave mengikuti sang suami.jadwal lily yang padat membuatnya tidak menghubungi sang putra seharian ini,begitu juga dengan Diego.beberapa masalah yang terjadi di beberapa anak cabang membuatnya harus bekerja lebih keras lagi.pukul 7 malam Lily memutuskan pulang,ia mengenderarai mobilnya dengan kecepatan sedang.sementara itu Tuan dan Nyonya Stave telah sampai dengan selamat di Negara Y,kini mereka telah sampai dikediamannya.beberapa pelayan yang masih setia,menyambut kedatangan mereka dan Baby Bian.


Mobil Lily memasuki halaman rumah,seperti biasa Lily masuk kedalam rumah.melihat rumah yang tampak sepi,Lily berfikir sang putra telah tidur dengan sang nenek.akhirnya Lily memutuskan membersihkan dirinya terlebih dahulu,setelah mandi dan makan malam.Lily mengetuk pintu kamar sang Mama.


“Mama!Mama!”


Karena tidak ada jawaban,Lily memberanikan diri membuka pintu kamar sang Mama.kamar yang masih rapid an kosong membuat dahi Lily mengerut heran,keamana perginya papa dan Mama serta putranya.dengan persaan khawatir Lily mencari pelayan rumah.


“Kemana Papa dan Mama?”


“Tuan dan Nyonya berangkat kenegara B,sepertinya terjadi sesuatu karena Tuan terlihat panik!”


“Mereka membawa baby Bian?”


“Iya Nona!”


Lily terduduk lemah,kenapa sang Mama tidak menghubunginya,dan kenapa harus membawa baby Bian kenegara tempat sang ayah berada.Lily mengusap wajahnya,ia merogoh kantongnya dan menempelkan benda pipih itu ditelinganya.


“Hello,,kak Diego,Papa dan Mama berangkat kenegara B dan mereka membawa Baby Bian.apakah ada sesuatu yang terjadi?”


“Baiklah aku akan menunggumu kembali!”


Lily menghembuskan nafasnya,serta memejamkan matanya.hampir 1 jam Lily menunggu kepulangan Diego,hingga akhirnya yang di tunggu-tunggu menampakkan dirinya.tampak jelas raut kelelahan di wajahnya,sehingga membuat Lily curiga.


“Apa ada sesuatu yang terjadi kak?”


Diego,menghabiskan minuman yang telah disediakan Lily di atas meja.setelah meletakkan gelas kosong dimeja,Diego melirik Lily dan menghembuskan nafasnya.


“Perusahaan Papa,dalam masalah di Negara B.ada yang menggelapkan dana hingga perusahaan Papa merugi miliyaran rupiah!”


Lily terkejut,dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Kau sudah menghubungi Papamu?”


Lily hanya menggeleng lemah.


“Mungkin mereka baru sampai disana,hubungi mereka besok pagi.dan kau tidak perlu khawatir Nyonya akan menjaga Baby Bian!”


Lily hanya mengangguk pasrah.keesokan harinya Lily menghubungi sang Mama.dan menanyakan keadaan mereka serta putranya.


“Kenapa Mama tidak memberi kabar,jika akan berangkat kenegara B.Lily bisa menjemput baby Bian Ma!”


“Maaf Sayang,Papamu sudah panic duluan jadi Mama tidak sempat mengabarimu.tenanglah Mama akan menjaga baby Bian dengan baik.


“Berapa lama Mama disana?”

__ADS_1


“Maaf sayang Mama tidak tau!”


Percakapan mereka terus berlanjut hingga Lily mengakhiri percakapan mereka.Lily melanjutkan pekerjaannya yang tertunda,hari ini ia harus menyelesaikan gaun rancangannya sesuai perjanjian dengan pelanggannya.Lily menumpahkan semua perasaannya pada gaun rancangannya hingga waktu tak terasa berlalu,dan dengan senyum puas ia memamandangi hasil karyanya yang siap dikenakan oleh seorang model papan atas yang menjadi pelanggan tetapnya.


__ADS_2