Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
44.Pencarian


__ADS_3

Malam telah menampakkan dirinya,dingin malam tidak menyurutkan keinginan Bara dan anak buahnya,dalam usaha mereka menemukan Lila.seharian penuh mereka gunakan untuk mencari kekasih sang Tuan Muda,rasa lelah tak menghalangi kerja keras mereka.para anak buah yang tersebar di seluruh kota telah berusaha keras dalam pencarian Lila,namun belum ada hasil sama sekali dari pencarian mereka.membuat Bara dan keluarga semakin cemas dan dilanda kepanikan.Lila yang hanya gadis yatim yang tumbuh besar di panti,tidak memiliki kerabat ataupun orang dekat membuat mereka cemas.rasa bersalah,frustasi itulah yang dirasakan Bara.ia tidak mengenal lelah,meski tubuh terasa lelah namun ia masih memaksakan dirinya untuk mencari keberadaan Lila.


“Ini sudah dini hari Bara,kita lanjutkan pencariannya besok pagi!”


Han bicara dan menatap Bara dengan prihatin,ia tau jika Bara sangat menyesali perbuatannya.namun apa yang dilakukan Lila mungkin adalah bentuk kekecewaannya pada pria yang kini sedang duduk dengan lesu didalam mobil.Han melajukan mobilnya,menuju apartemen Bara.sesampainya di apartemen Han dan Bara masuk,Bara tak mengatakan apapun.Bara meninggalkan Han begitu saja,ketika Bara membuka pintu kamarnya,sekelebat bayangan Lila yang menangis dan memohon,menari-nari dikepalanya.Bara berjalan dan duduk bersandar di kaki ranjang,ia mengadahkan kepala dengan mata terpejam.setiap adegan demi adegan terlintas di kepalanya,Bara menangis dalam diam.kemarahan yang tidak terkontrol membuatnya kini berada dalam masalah.Bara bangun dari duduknya dan menuju kamar mandi,ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin dan meluapkan emosinya ,ia memukul kaca dan melempar barang yang ia dapati.


“Lila,pulanglah aku mohon!”


Bara berteriak,dan menangis menahan kerinduan pada gadisnya yang entah berada dimana saat ini.sedangkan dikediaman Tuan Danu,Nyonya santika tidak bisa menyentuh makanannya sama sekali,membuat sang suami hanya bisa menghela nafas beratnya.Tuan Danu meminta semua anak buahnya bekerja keras,dalam pencarian Lila yang sampai dini hari belum ada kabar.


Ditempat lain,di sebuah penginapan kecil dipinggir kota dengan berbekal uang tunai yang ia miliki,Lila menyewa satu kamar untuknya.mengistirahatkan tubuh serta pikirannya,karena lelah menangis seharian Lila tertidur tanpa memakan apapun selama seharian penuh.


Keesokan paginya,Bara dan seluruh anak buahnya melakukan pencarian kembali.Bara berharap hari ini mereka menemukan keberadaan Lila,atau Lila kembali ke rumah setelah dirinya tenang.namun sampai malam menjelang tidak ada tanda-tanda keberadaan Lila.


Di dalam sebuah kamar kecil yang Lila sewa,Lila menumpahkan kesedihannya.ia sangat merindukan sang Nyonya serta orang-orang yang berada di kediaman Tuan Danu.namun karena sakit hati yang ia rasakan,membuat kakinya berat untuk melangkahkan kakinya kembali ke rumah itu.perlakuan Bara membuatnya kecewa,pria yang teramat ia cintai membuatnya kecewa dengan tidak mempercayainya dan dengan tega memaksakan kehendaknya hanya karena marah padanya.meskipun Lila menyadari kesalahannya yang mengingkari janji,namun mata Bara tertutup oleh ego dan amarah yang menguasai dirinya,permintaan maaf  dan permohonannya hanya di anggap angin lalu oleh Bara.


“Maafkan Lila Bu,Lila belum bisa pulang.maafkan Lila yang membuat ibu khawatir!”


Isak tangis Lila,menghilang tat kala matanya tertutup karena kelelehan.ia tak keluar sekalipun dari kamar yang ia sewa,ia melupakan makan serta minum,yang ia lakukan hanya duduk termenung dan menangis.kini seminggu sudah sejak kepergiannya  dari kediaman Danuarta,Lila memutuskan keluar dari kamar dimana ia bersembunyi selama ini.uang tunai yang ia punya sisa beberapa lembar,hingga akhirnya Lila memutuskan pergi.ia  menyusuri  jalanan yang dilalui oleh orang-orang,ia tidak memiliki arah tujuan  sekarang .


Sementara Lila bingung ingin pergi kemana,Bara dan semua keluarga frustasi mencari keberadaan Lila.berbagai macam usaha mereka lakukan,Nyonya Santika pun ikut turun tangan mencari keberadaan Lila,dengan mendatangi panti asuhan,serta teman-teman Lila selama berkerja di toserba.tidak ada satupun dari mereka yang bertemu Lila.semakin membuat hati Nyonya santika kecewa,sehingga membuatnya jatuh pingsan karena memikirkan Lila.


Melihat sang ibu dirawat karena kelelahan dan stress,menambah rasa bersalah di hati Bara.ia tidak tau harus mencari keberadaan Lila dimana lagi,Lila seperti di telan bumi.namun di sebuah apartemen seseorang begitu puas dengan apa yang menimpa Lila.dialah vero,ia sangat puas dengan apa yang terjadi,vero mendapat kabar dari orang suruhannya,dan mengatakan jika Lila telah pergi dari kediaman Danuarta.


“Sebentar lagi kau akan kembali padaku Bara”,,ucapan vero,menarik perhatian sang manajer.


“Apa yang membuatmu begitu bahagia?”


“Semua ini berkat dirimu,jadi aku sangat berterimakasih!”


“Aku tidak mengerti dengan maksudmu vero!”

__ADS_1


Vero tersenyum manis ke arah manajernya,dan menepuk pelan pundaknya.dan menceritakan semua yang dia lakukan.


“Kau menjebak wanita itu,dengan foto yang aku kirim padamu?”


“Tentu saja,itu adalah kesempatan emas bagiku dan kau tau sekarang wanita itu telah di tendang dari kediaman danuarta!”


“Tapi kenyataannya mereka tidak berbuat sesuatu yang menyimpang vero!”


“Apa peduliku,yang jelas wanita itu pergi dari sisi Bara!”


Vero menatap tajam sang manajer,tidak terima dengan ucapan manajernya yang seakan menyalahkannya.


“Berhentilah dan sadarlah vero,apa yang kau lakukan ini tidak benar!”


“Tutup mulutmu,tidak perlu mencampuri urusanku!”


Dengan penuh amarah vero mendekati manajernya, dan berkata kasar sambil menuding wajah sang manajer.membuat manajer mengepalkan kedua tangannya,ia muak dengan semua kelakukan vero selama ini.


“kau wanita iblis serta licik vero,kau akan mendapatkan hukuman dari apa yang kau lakukan.hidupmu tidak akan pernah bahagia!”


“Aku membayar mu, bukan untuk mengurusi kehidupanku atau mengutukku sialan!”


Manajer vero mendekat dan menatap vero lekat,selama ini ia sangat bersabar dengan kelakukan sang model,namun kali ini ia terlalu lelah dan muak menghadapi arogansinya.


“Mulai hari ini aku berhenti,dan ingatlah satu hal,jika kau terus berbuat licik hidupmu tidak akan pernah bahagia.jadi sadarlah selama tuhan masih menyayangimu!”


Sang manajer meninggalkan vero serta asistennya,dengan senyum kepuasan. ia tidak menyesali keputusannya,karena di luar sana masih banyak yang menginginkan jasanya.vero mengamuk dan memaki sang manajer yang telah hilang dibalik pintu apartemenya.Dengan perasaan puas manajer vero meninggalkan apartemen.


Sementara itu terik matahari membuat Lila kelelahan,ketika ia akan menyebrang jalan,dari arah yang berlawanan melaju sebuah mobil.karena Lila yang tiba-tiba menyebrang membuat sang sopir kelabakan dan tabrakan terjadi.”BBRRRUUUKK”,,suara tubuh yang tertabrak dan terpental di aspal terdengar cukup keras.membuat pengemudi serta penumpang menjadi panik,dengan cepat mereka keluar dan melihat korban yang tergeletak bersimbah darah.mereka adalah Tuan serta Nyonya Stave,mereka ingin berlibur ke villa yang terletak diluar kota.ketika tubuh korban dibalik,betapa terkejutnya Nyonya Stave ketika mengenali siapa yang mereka tabrak,antara terkejut dan panik dengan segera mereka membawa Lila ke rumah sakit.setelah sampai di rumah sakit terdekat,Lila di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama.sebelum tubuhnya hilang dan masuk ke dalam ruangan,Lila menarik tangan tangan Nyonya Stave,sehingga membuat para medis menahan bangkarnya.


“Tolong jangan menghubungi Tuan Bara,saya mohon Nyonya!”

__ADS_1


Setelah mengatakan keinginannya Lila tak sadarkan diri,membuat para medis segera melakukan pertolongan.Tuan dan Nyonya Stave saling lempar pandangan,bingung dengan permohonan yang di ucapkan Lila.


“Kita ikuti permintaannya terlebih dahulu”,,ucap Tuan Stave yang hanya di angguki oleh istrinya.mereka menunggu dengan sabar,setelah pintu dibuka mereka menghampiri Lila yang terbaring lemah.


“Anda bisa melakukan administrasinya terlebih dahulu Tuan!”


Ucap salah satu dari tenaga medis yang mendorong bangkar Lila,menuju kesebuah ruang rawat.dengan setia Nyonya Stave menunggui  Lila yang terbaring lemah dengan perban dan beberapa luka yang ada ditubuhnya.setelah melakukan administrasi sesuai aturan,Tuan Stave datang dan menghampiri istrinya.


“Apa yang terjadi pada gadis malang ini Pa?”


“Entahlah Ma,kita tunggu dia sadar dulu!”


Dengan sabar sepasang suami istri itu menunggu Lila sadar,hingga mereka membatalkan kepergian mereka ke villa tujuan.keesokan paginya ketika Lila membuka matanya,ia mendapati dirinya sedang dirawat,rasa sakit di bagian kepala dan tubuhnya dapat ia rasakan.


“Kau sudah sadar sayang?”


Suara nan lembut mengalihkan perhatian Lila,ia menolehkan kepala dan melihat sepasang suami istri tersenyum hangat padanya.


“Tuan dan Nyonya Stave?”


“Iya ini kami,maaf atas kecelakaan yang menimpamu kami tidak sengaja!”


“Saya yang salah Nyonya,tidak memperhatikan jalan dan menyebrang sembarangan!”


Nyonya Stave menatap sayang ke arah Lila,ia merasakan ikatan yang kuat antara dirinya dan Lila,entah karena apa dia merasa nyaman dekat dengan Lila.selama 3hari Lila dirawat di rumah sakit tersebut,dan selama itu pula Nyonya Stave tidak pernah meninggalkan Lila.dan hari ini Nyonya Stave memutuskan membawa Lila pergi ke Villa mereka untuk berliburan.


“Ikutlah bersama kami ke villa keluarga,kau bisa menenangkan hati dan pikiranmu di sana!”


“Tapi..!”


“Tolong jangan tolak permintaan ibu!”

__ADS_1


Lila menganggukkan kepalanya dan mengikuti kemana keluarga Stave membawanya.dan hari itu mereka langsung berangkat,menuju villa keluarga yang terletak di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota. 



__ADS_2