Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
121.Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Malam yang mulai dingin di luar,berbanding terbalik dengan udara panas yang berada di dalam kamar Lily.keduanya memadu kasih,mencurahkan kerinduan dalam lautan asmara.setelah lelah dengan kegiatan panas mereka,Bara membawa tubuh Lily dalam pelukannya.Lily membenamkan kepalanya di dada bidang Bara,sambil menutup kedua matanya,menikmati irama jantung Bara.keduanya mulai terlelap,hingga pagi menjelang.


Tubuh Lily serasa remuk,akibat olahraga malam mereka.wajah tampan yang masih terlelap menjadi pemandangan indah di pagi hari,Lily menatap dan mengusap lembut rambut Bara.Membuat sang empu terganggu,melihat senyum sang istri,Bara meraih tubuh Lily dan memeluknya.


“Lima Menit lagi,aku masih mengantuk,beberapa hari ini aku kurang tidur!”


“Tapi ini di rumah Papa Stave lho,bukan di rumah kita sayang!”


Bara tersadar ketika mendengar nama Stave,mereka masih berada di kediaman Stave.membuat Bara menghela nafasnya,dan kembali memeluk tubuh Lily,membuat Lily tertawa geli.


“Kalau begitu kapan kita pindah ke rumah?”


“Hari ini juga bisa,hanya saja kita perlu membahasnya dengan kedua orang tua kita,karena papa ingin Bian tinggal bersamanya!”


Bara melepaskan pelukannya,dan menatap sang istri.ada sedikit keterkejutan dimatanya,namun dengan lembut Lily menggenggam kedua tangan Bara.


“Bian tidak bisa berpisah dengan Mama,begitu juga dengan Mama dan Papa Stave.kita bisa bergantian menjaganya!”


“Baiklah,mari kita bicarakan ini nanti!”


“Sekarang ayo kita bersihkan diri dulu,jangan sampai Papa dan Mama menunggu!”


Keduanya masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri,beberapa menit kemudian keduanya tampak lebih segar.Lily membantu pelayan menata meja makan,sementara Bara bermain bersama sang putra,yang terlihat bahagia melihat kedatangannya.


Lily dan sang Mama,ikut senang melihat keduanya.terlihat juga kesedihan di mata sang Mama,jika mengingat bahwa cucunya kesayangannya akan berpisah dengannya.Lily yang menyadari perubahan wajah sang ibu,menghampiri dan memeluknya.


“Apa yang membuat Mamaku yang cantik ini bersedih?”


“Tidak ada sayang,hanya saja waktu begitu cepat berlalu.baru kemarin rasanya Mama menggendong Bian,sekarang lihatlah dia sudah besar dan cukup lincah!”

__ADS_1


“Semua itu karena kasih sayang Mama dan Papa,sehingga Bian merasa bahagia berada di dekat kalian.Lily tidak akan membawa Bia Jauh dari kalian,kita dengar saja keputusan Bara dan Papa!”


Semua anggota keluarga terlihat hadir dan ikut sarapan bersama,suasana keluarga yang hangat sangat terlihat di antara mereka.setelah menikmati sarapan,Tuan Stave membawa semuanya keruang tamu.Bianpun ikut bergabung dengan mereka,perasaan Bara menjadi tidak menentu melihat wajah datar sang Ayah Mertua.


“Kapan kau membawa putri kami, indah kerumah mu Bara?”


“Rencananya jika Papa mengijinkan,hari ini Bara ingin membawa Lily dan Bian!”


“Apa kalian tidak ingin pergi bulan madu dulu,bawa Lily berlibur!”


“Masalah Bian Papa akan membicarakannya dengan Ayahmu,mungkin kami akan membagi waktu agar bisa sama-sama merasakan merawat Bian!”


“Terimakasih banyak Pa,jika memang seperti itu,Bara akan membawa Lily untuk berlibur!”


“Pergilah hari ini,Papa sudah membelikan tiket untuk kalian berlibur,nikmati bulan madu kalian.dan Papa menanti kabar baik dari kalian berdua!”


“Tapi Lily belum bersiap-siap Pa!”


“Cukup siapkan diri kalian,semuanya sudah Papa atur,pergilah!”


Lily tersenyum dan bangun dari duduknya,Lily memeluk kedua orang tuanya dan mengucapkan banyak terimakasih,Diego juga memberikan tiket kamar gratis pada Lily. Mereka tidak menduga akan mendapatkan hadiah pernikahan yang begitu spesial dari kelauraganya.Diego tersenyum dan memeluk Lily dengan sayang,serta membisikkan sesuatu yang membuat pipi Lily merah merona.mmebuat Bara menjadi penasaran akan apa yang Diego ucapkan.


Setelah berbincang-bincang Bara dan Lily memutuskan menemui kedua orang tua Bara,tentu saja untuk berpamitan dan mengatakan keinginan mereka untuk berlibur.Han yang menjadi sopir hanya diam,tanpa memperdulikan sepasang pengantin baru yang duduk di kursi belakang.


Apa yang Diego katakan pada Lily,membuat pipi Lily bersemu merah.haruskah aku bertanya sekarang atau nanti?,,ah sial kenapa aku menjadi sangat penasaran.


Beberapa Menit berlalu mobil yang di kemudikan Han memasuki halaman rumah keluarga Danuarta.mendengar kabar sang menantu akan pulang,Nyonya Santika menyambut keduanya dengan penuh suka cita.Lily memeluk sang ibu mertua dan Ayah mertuanya,tak lupa madam Rima dan sahabatnya yang lain.membuat suasana menjadi semakin haru.


“Bagaimana keadaanmu sayang?”

__ADS_1


“Lily merasa jauh lebih baik Ma,semua itu berkat doa dan dukungan kalian!”


Nyonya santika terus mengajak Lily bicara,hingga Bara menjadi kesal.sang ibu memang tidak berubah sama sekali sejak dulu,Han dan Tuan Danu hanya tersenyum lucu melihat tingkah Bara yang seperti anak kecil.


“Ma,kami datang untuk pamitan ke Mama dan Papa!”


“Kalian mau kemana?”


“Papa Stave memberi kami hadiah bulan madu Ma,jadi kami akan berangkat hari ini.karena itu kami datang sekalian berpamitan!”


“Kebiasaan Mama tidak hilang,terus saja memonopoli Lily!”


“Bukk”


Sang ibu melempar Bara dengan sebuah bantal,yang membuat Bara semakin kesal saja.bukannya mendengarkan ucapan Bara,Nyonya Santika lebih memilih bicara dengan menantunya dan mengabaikan Bara.bahkan Nyonya Santika,membawa Lily kekamranya.Bara hanya bisa melongo melihat tingkah sang ibu.


Tawa Tuan Danu dan Han meledak dan memenuhi ruangan,keduanya menertawai nasib Bara yang sungguh sial hari ini.wajah Bara bersemu merah karena malu,bisa-bisanya sang ibu berlaku demikian padanya.


“kau lihat Han,sekarang Bara bukan lagi anak kesayangan ibumu.posisinya sudah tergantikan dengan Lily!”


“Papa benar,Bara kau harus berbesar hati mulai sekarang Hahaaa,,!”


“Sialan kau Han,dasar bocah tengik!”


SEmentara di bawah Bara menjadi bahan tertawaan Han dan Tuan Danu,Nyonya Santika memberinya sebuah kado pernikahan.Lily mengerutkan dari mendapat kado dari sang mertua.


“Bukalah ketika kalian telah sampai di hotel,gunakan ini Mama yakin kalian berdua akan semakin lengket!”


Perasaan Lily semakin tidak enak dengan hadiah pembelian sang Mertua,karena dipikiran Lily sang mertua ini begitu berpikiran luas.Dan tentunya sangat terbuka,Lily hanya bisa tersenyum dan menerima hadiah pemberian sang Ibu Mertua.

__ADS_1


__ADS_2