Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
96.Kantor Polisi


__ADS_3

Vero duduk dengan tenang di damping sang asisten yang datang setelah di hubungi oleh pihak kepolisian,kini mereka menunggu kedatangan kedua orang tua vero.Tuan Ali dan Natalia memilih duduk menjauh dari Vero,mereka tidak ingin membuat keributan di kantor polisi.


Salah satu petugas sedang menerima dan mencatat laporan,mengenai perkelahian antara vero dan Natalia.Sang petugas beberapa kali melirik ke arah vero,yang sama sekali tidak bertindak alias diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Mana wajah sangar dan galaknya tadi,aku tadi sepertinya melihatnya mengamuk bahkan memaki.apakah dia menyadari kesalahannya,tapi dia seorang model yang sudah kebal dengan hukum,sudah beberapa kali dirinya terjerat skandal. 


Melihat Sang petugas kepolisian melirik dan mencuri pandangan padanya,membuat vero kesal.dan menatap jengah sang petugas.


“Apa yang anda perhatikan,aku tau kalau aku itu cantik.tapi anda bukan seleraku,jadi jangan menatapku seperti itu!”


“Hahaahaha,,,!!”


Beberapa petugas yang mendengar ucapan Vero kepada salah satu temannya,dengan serentak tertawa.sedangkan yang menjadi tersangka hanya tertunduk malu,dan menahan kesalnya.dirinya tidak ingin menjadi bahan bully,dan olokan bagi teman-temannya nanti.


“Nona Vero maaf sebelumnya,saya juga tidak tertarik dengan anda.meskipun nantinya anda mengejar-ngejar  saya,anda bukan tipe wanita idaman saya.tadi saya memperhatikan anda karena prihatin,dengan penampilan anda yang berantakan!”


“Apa,,ada apa dengan wajah dan penampilanku?"


Dengan cepat vero meminta cermin, kepada sang asisten, dan betapa terkejut dirinya melihat keadaannya yang begitu berantakan.


"Dasar petugas sialan!”


Beberapa rekannya tertawa mendengar jawaban dan reaksi yang di perlihatkan oleh vero,Natalia hanya bisa menahan senyum dan tawanya.bisa-bisanya vero bertingkah konyol,di hadapan petugas kepolisian.vero memperbaiki penampilannya,di bantu oleh sang asisten yang ikut malu karena ulah vero.


“Bisa katakan kepada kami, masalah apa yang menyebabkan kalian berdua berkelahi?”


“Dia yang duluan,wanita itu merayu tunangan ku dengan cara licik!”


“Dia bukan tunangan mu wanita gila,dia bahkan tidak menganggap dirimu ada!”


Adu mulut di atara keduanya memenuhi ruangan,membuat beberapa petugas sakit kepala dan pusing menangani keduanya ,yang tidak mau mengalah.


“Jadi siapa di antara kalian berdua, yang di pilih oleh pria yang kalian perebutkan ini?”


Sial Bara bahkan tidak pernah melirikku,bahkan selalu sinis padaku.haruskah aku berbohong untuk menjaga kehormatanku.vero


Meski aku bukan wanita yang tidur bersama Bara,tapi aku tidak mungkin berbohong di tempat ini.aku tidak mungkin membiarkan wanita gila ini menjadi pemenangnya.Natalia

__ADS_1


“Aku yang dipilihnya,wanita ini hanya masa lalu bagi pria ini.dan dirinya menghayal dengan menyebutkan dirinya adalah tunangan dari pria yang aku cintai!”


“Wanita Ja**ng,jika kau tidak merayunya dengan tubuhmu,apa kau pikir dia akan tertarik padamu,dia tidak akan melihatmu!”


“CUKUP,, DIAM,,atau say perlu menghubungi,orang yang bersangkutan,Pria yang kalian perebutkan!”


“Tidaakkk!!”’


Teriakan Vero dan Natalia menggema memenuhi ruangan,membuat beberapa petugas mengusap dada sabar,dan geleng-geleng kepala dengan ulah keduanya.


“Berarti saya bisa menyimpulkan bahwa pria yang kalian ributkan,tidak memilih salah satu di antara kalian bukan!”


Melihat mulut vero dan Natalia tertutup rapat,sang petugas membenarkan kesimpulan yang dirinya ambil.dirinya merasakan prihatin kepada dua wanita yang bisa di katakan cukup cantik itu,mengadu kekuatan hanya untuk memperebutkan seorang pria,benar-benar pria hebat menurutnya.


“Nona-nona jika saya boleh memberi saran,lepaskan pria yang tidak mencintai ataupun melihat anda.kalian ini cantik dan masih muda,carilah pasangan yang bisa menerima kalian dengan tulus,dan apa adanya.jangan memaksakan keinginan kalian!”


Vero dan Natalia terdiam mendengar nasehat bijak,salah satu petugas yang umurnya hampir sebaya dengan kedua orang tua mereka.bagaimanapun nasehat yang sang pria itu ucapkan begitu mengenai dan menyentuh hati mereka masing-masing.


Derap langkah terdengar jelas,vero menatap kedatangan kedua orang tuanya.dengan raut wajah yang cukup khawatir,kedua orang tua vero menghampiri putri semata wayangnya.


“Selamat datang Tuan Nyonya,silahkan duduk kita akan selesaikan masalah ini dengan jalur hukum!”


“Terimakasih Tuan Ali atas kerjasamanya,semoga kedepannya,tidak terjadi masalah lagi di antara ke dua putri kita!”


“Sama-sama Tuan,saya pun berharap demikian.saya permisi!”


Tuan Ali membawa putrinya menjauh,masih terlihat jelas permusuhan dimata vero.namun baik Tuan Ali maupun Natalia tidak memperdulikannya,karena mereka telah sepakat jika masalah ini terulang lagi,mereka akan menempuh jalur hukum.


Sementara wajah kedua orang tua vero sudah tidak bersahabat, dan mengisyaratkan kekecewaan yang mendalam.mereka kembali ke rumah tanpa mengeluarkan sepatah katapun,sampai mobil yang membawa mereka memasuki gerbang rumah.vero berusaha menghindar dari kedua orang tuanya,dirinya lelah jika harus mendengar ceramah dari kedua orang tuanya lagi.


“Berhenti dan duduk di sofa,Ayah ingin bicara denganmu vero!”


Dengan langkah malas vero kembali menuruni tangga dan duduk di sofa,bersama kedua orang tuanya.


“Bisakah kau berhenti membuat ulah,apalagi berkelahi demi memperebutkan seorang pria yang sudah begitu nyata menolak mu vero.Bara tidak mencintaimu,bahkan orang tuanya pun tidak menyukaimu!”


“Kenapa kau sia-siakan masa muda dan masa depanmu, hanya untuk mengejar sesuatu yang sudah pasti tidak bisa kau miliki. Lupakan dia,dan carilah pria yang benar-benar tulus padamu vero!”

__ADS_1


“Tidak ada yang tulus pada vero,semuanya yang mendekati vero hanya untuk kesenangan semata,Cuma Bara yang tulus mencintai vero!”


“Itu dulu sebelum kau menghancurkan kepercayaannya,kau yang membuat Bara membencimu,kau sendiri yang membuat cinta menjadi benci di hati Bara!”


Air mata vero mengalir membasahi pipinya,apa yang sang Ayah katakan begitu mewakili perasaan Bara waktu itu.dirinya yang bodoh karena mengira cinta Bara akan selalu untuknya,namun dirinya salah,ternyata cinta bisa berubah dengan berjalannya waktu.


“Vero,apa yang dikatakan Ayahmu benar.lupakan Bara dan mulailah hidup baru dan jiwa yang Baru,jangan menyakiti dirimu dengan terpaku pada masa lalu.ibu yakin Bara telah menemukan seseorang, yang kini telah mengisi kekosongan hatinya!”


“Tapi vero tidak bisa melupakannya,vero sangat mencintai Bara,hidupku serasa hampa!”


“Buang obsesi mu vero,yang kau rasakan untuk Bara bukanlah cinta,tapi obsesi yang ingin memilikinya.jika kau mencintainya,kau akan merelakan dia,untuk mencari kebahagiaannya sendiri!”


“Pergilah keluar negeri,di sana kau bisa melupakan pria itu.dulu juga kau bisa melupakannya,bahkan kau menjadi model terbaik setelah itu.Ayah yakin kau akan menemukan kebahagiaanmu suatu saat nanti,berangkatlah besok!”


“Tidak,sebelum aku bisa memiliki Bara,aku tidak akan meninggalkan Negara ini!”


“VERO!!”


Vero meninggalkan kedua orang tuanya yang  tidak bisa berbuat apa,untuk mencegah keegoisan sang putri.serta kebodohannya yang melukai dirinya sendiri,dengan mengorbankan kebahagiaannya,hanya untuk mengejar pria yang sudah tidak mencintainya lagi.


“Aku menyerah pada putrimu Ma,aku tidak bisa membawanya ke jalan yang benar,obsesinya telah membutakan mata hatinya.dia tidak mau belajar merelakan dan menerima kenyataan,sungguh menyedihkan!”


Sang istri hanya bisa menangis sesenggukan,mendengar ucapan sang suami yang benar-benar menyerah dengan kelakukan sang putri.


Lantas aku harus berbuat apa,agar putriku bisa menjalani hidupnya dengan baik dan bahagia,meskipun aku berlutut dan memohon pada keluarga Danu,mereka tidak akan menerima putri kita sebagai menantunya.kenapa kau harus mencintai pria,yang sudah tidak mencintaimu vero,ibu mohon menyerahlah.


Vero kembali ke kamarnya,dia mengeluarkan semua kesedihan yang dia rasakan.kenapa kedua orang tuanya tidak mengerti dengan yang dia rasakan,dirinya begitu mencintai Bara,cinta yang dai rasakan bukanlah obsesi seperi yang dikatakan sang ibu,dirinya benar-benar mencintai Bara dengan sepenuh hati.


Kenapa kalian tidak mengerti dengan perasaanku,kenapa kalian memintaku untuk menyerah,aku tidak akan menyerah sebelum aku bisa memiliki Bara.hanya aku yang boleh memilikinya,aku akan melenyapkan mereka yang mencoba mendekati Bara ku.


Apa aku harus menggunakan ilmu hitam untuk bisa memilikimu Bara,namun itu tidak baik untuk kita.dan aku juga takut untuk mencobanya,tidak adakah seseorang yang bisa membantuku memecahkan masalahku.kenapa aku di kelilingi orang-orang bodoh,yang tidak bisa membantuku,sungguh menyebalkan.


Vero bangun dari duduknya, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.Natalia berendam di dalam bak  dan membersihkan darah yang mengering,akibat perkelahiannya dengan Natalia.


Awas kau Natalia jika kita beradu kekuatan lagi,aku tidak akan menahannya lagi,aku akan benar-benar mengeluarkan semua kemampuanku.


Haruskah aku belajar tinju atau silat,dengan begitu aku akan dengan mudah mengalahkannya.benar aku harus belajar memukul dan menendang,Hahahaa,,tunggu saja Natalia akan aku buat wajah cantik itu bonyok.

__ADS_1


Vero tersenyum sendiri memikirkan dan mengkhayalkan, kejadian demi kejadian dirinya berhasil,membuat wajah Natalia babak belur.sebuah imajinasi yang kini membuat suasana hati vero,mendadak berbunga-bunga.


__ADS_2