Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
103.Aku Bukan Wanita Lemah


__ADS_3

“Plaakkk”,,suara tamparan yang begitu keras menggema di ruangnagn itu,Lily dan vero menjadi tontonan beberapa pengunjung yang melihat pertengkaran mereka.vero tersungkur sambil memegang pipinya yang terasa kebas,sudut bibirnya sobek,terlihat darah segar sedikit mengalir dari sudut bibirnya itu.vero menatap Lily dengan penuh amarah,Lily tidak mau kalah dia memeberikan tatapan dingin yang begitu menusuk.membuat sekujur tubuh vero gemetaran,wanita yang kini berdiri di hadapannya,sungguh jauh berbeda dengan wanita yang pernah dirinya sakiti.bahkan vero pernah menyerangnya secara membabi buta,namun sekarang hanya menerima tatapannya saja,membuat tubuhnya bergetar hebat.


Vero bangun dan berdiri,mencoba menyeimbangi tegak tubuhnya dengan Lily yang begitu tenanag.dapat Lily lihat kemarahan dan permusuhan yang begitu mendalam di wajah vero.namun Lily sudah berjanji pada dirinya sendir,untuk menjaga harga dirinya sendiri,dan tidak ingin di anggap rendah lagi.


“Kau pikir karena sudah bisa menamparku,kau bisa menang dariku.janagn senang dulu,aku akan memebuatmu lebih menderita dari dulu,aku akan membuatmu menyesal telah mengenal vero!”


“Dan kau pikir aku diam saja,aku tidakakan membiarakanmu berbuat sesuka hatimu.dulu kau bisa menyakitiku,tapi sekarang akan aku pastikan kau yang akan menderita bila berani mengganggu atau menyentuhku!”


“Apa karena Bara berada di belakangmu karena kau menjadi sesombonh ini sekarang?bahkan dulu saat Bara berada di sissmu,dia tidak bisa melindungimu apalagi sekarang!”


“Ada dan tidak adanya Bara di sisiku,kau pikir aku akan takut padamu.jangan berharap lebih,aku akan membalas dengan cara yang lebih kejam lagi dari hari ini,jika kau penasaran kau bisa mencobanya!”


Vero begitu marah dengan semua ucapan Lily yang dia anggap hanya omong kosong itu,vero sungguh tidak bisa menahan emosi yang sudah mengusasainya.tanpa pikir panjang vero menerjang Lily,dia berusaha menyakiti Lily seperti dulu lagi.


Lily menghindar dari serangan vero,bahakn dengan gerak cepat Lily berhasil menjambak rambut vero dan menghempaskan tubuhnya dengan keras.membuat tubuhnya terhempas,tubuhnya menabrak meja dan tersungkur.sang asisten yang sejak tadi hanya bisa melihat,perdebatan keduanya terkejut saat melihat tubuh vero yang terhempas.


“Brukkk”


“Akhhh,,vero menahan sakit di sekujur tubuhnya,pipinya mulai memerah dan bengkak.vero mengangkat kepalanya dan menatap Lily yang masih berdiri tenang,sungguh vero tidak menerima kekalahan dari pelayan rendahan sperti Lily.namun Lily mengabaikannya,tatapannya masih sama dinginnya.


“Vero sudah cukup tolong hentikan,banyak yang melihatmu disini.sebaiknya kita pergi!”


“Urusanku dengan pelayan rendahan ini belum selesai,jika kau ingin pergi maka pergilah,jangan campuri urusanku.aku ingin memberinya pelajaran,agar dia tau dimana posisinya!”


“Beraninya seorang pelayan rendahan sepertinya melawanku,akan aku buat dia menderita seperti beberapa tahun lalu!”


“Siapa yang kau sebut pelayan rendahan?”


Suara berat yang begitu dikenali oleh keduanya terdengar menggema,Bara datang bersama Han di sampingnya.Lily hanya menatap datar keduanya,namun vero menggunakan kesempatan itu,untuk menarik perhatian dan simpati Bara.


“Kau lihat,pelayan rendahan ini telah menyakitiku,dia menjambak rambutku dan menamparku!”


“Hikss,,hikss,,wanita ini begitu kejam padaku,dia bukan lagi pelayanmu yang lembut itu.dia telah berubah menjadi monster yang menyeramkan,dia sungguh menyakitiku!”


Han berusaha menahan tawa karena melihat penampilan vero yang menyedihkan,disamping itu diirnya terlihat lucu dengan pipi yang mulai membengkak.bahkan vero yang tidak menyadari jika penampilannya benar-benar terlihat kacau.


Lily ku sudah dewasa sekarang,dia bahkan dengan berani membela dirinya sendiri,aku bangga padamu.tunjukan padanya kalau kau bukan wanita lemah.

__ADS_1


Bara hanya diam dan memeperhatikan penampilan vero yang benar-benar menyedihkan,ada senyum tersembunyi di balik wajahnya yang dingin itu.sebuah senyum kepuasan,karena sang kekasih dengan berani membela dirinya.


Kenapa kau tidak menampar kedua pipinya Lily sayang,jika keduanya bengkak dia akan semakin terlihat bodoh.kau memeng hebat sayang,aku bangga padamu.


“Apa yang kau lakukan?”


Bara menatap Lily yang masih diam dengan tatapan dinginnya yang menghujam,vero tersenyum puas,mendengar pertanyaan Bara yang dia tunjukan pada wanita yang masih berdiri dihadapannya.


“Aku tidak melakukan apapun,aku hanya membela diriku dari serangannya,apa itu salah Tuan!”


“Dasar pelayan kampung,kau menampar,menjambak rambut dan melempar tubuhku!”


“Hahaha”,,Bara tertawa lepas,membuat vero heran dan kebingungan,Bara mendekati Lily dan memeriksa tubuhnya,memastikan tidak ada sesuatu yang terjadi pada wanita kesayangannya.


“Apa kau tidak apa-apa hem?”


“Bara aku yang terluka disini,dan wanita sialan itu yang melakukannya.seharusnya kau memberikan pertanyaan itu padaku dan bukan padanya!”


“Kenapa kau tidak menampar kedua pipinya,dan menjambak lebih keras rambutnya.jika perlu merobek mulutnya yang selalu bicara kasar itu!”


“Aku hanya membela diriku,jika dia tidak menyerang ku  lebih dulu,aku juga tidak akan menyerangnya seperti itu!”


“Jangan biarkan dia menyakiti atau menyentuhmu sayang,jika sampai itu terjadi aku yang akan turun tangan secara langsung!”


Vero memundurkan langkahnya mencari pegangan untuk menopang tubuhnya yang terasa lemas,melihat vero yang begitu menyedihkan,sang asisten dengan cepat menangkap dan menahan tubuh vero yang lemas.


“Kenapa Bara,kenapa kau masih berhubungan dengan pelayan itu,padahal dia pergi meninggalkanmu beberapa tahun lalu.lantas apa bedanya aku dengannya?”


“Dia pergi membawa cintaku,sedangkan dirimu pergi dengan keegoisan mu,dan selingkuhanmu.apa jawabanku cukup memuaskan untukmu?”


“Bara,,Aku!”


“Cukup Vero sudahi kebodohanmu ini,aku telah menemukan kebahagiaan dan cintaku.  Kau seharusnya hidup dengan baik juga,dan carilah kebahagiaanmu sendiri!”


Bara merangkul pundak Lily dan membawanya keluar dari restoran tersebut,meninggalkan vero yang menangis dan terpuruk karena kebodohannya sendiri.sang asisten hanya bisa menatap iba kepada vero,berapa kali pun dirinya menasehatinya,semua hanya omong kosong bagi vero.


Han berjalan mendekat dan berdiri di hadapan vero yang terduduk lemah,Han mendesah pelan melihat wanita bodoh di depannya.melihat seseorang berdiri di hadapannya,vero mengangkat kepalanya dan menatap wajah dingin Han.

__ADS_1


“Aku tau kau tidak akan tinggal diam setelah ini,kau pasti akan melakukan sesuatu yang bisa melukainya bukan.namun sebelum kau melakukannya,aku peringatkan untuk melupakan semua rencana jahat dan bodoh mu itu!”


“Karena jika sampai kau terbukti melakukannya,bukan hanya Bara dan aku yang akan menghabisimu.masih ada orang lain yang bahkan lebih kejam dari kami,jadi gunakan otakmu yang bodoh itu,untuk mencari keselamatan mu sendiri!”


“Tuan apa anda perlu mengancamnya seperti itu?”


Han melirik sinis sang asisten,yang masih dengan berani membelanya.Han tersenyum sinis dan mengakui keberanian sang asisten.


“Kau yang paling tau apa yang dia dilakukan bukan,jadi kau pasti mengerti arti dari ancaman ku ini.jika kau pintar dan tidak sebodoh dia,maka peringati dan nasehatilah dia!”


Han pergi meninggalkan keduanya dan pergi menyusul Bara dan Lily,bukannya jera dan takut akan ancaman Bara dan Han.vero semakin merasa dirinya di hina dan di rendahkan,dia juga orang yang berkuasa  yang memiliki segalanya sama seperti mereka.apa yang tidak bisa dirinya lakukan,akan orang lain lakukan.


Sang asisten membawa vero yang tampak kacau kemabli ke hotel,tidak ada percakapan yang terjadi di antara keduanya.sang asisten memilih diam selama perjalanan,melihat vero yang tampak kacau,membuatnya memelih diam.


 Sesampainya dikamar Hotel,apa yang sang asisten takutkan terjadi.vero mengamuk dan menghancurkan isi kamarnya,vero Mengeluarkan amarah yang sejak tadi dia tahan.emosinya bergejolak,tidak ada yang bisa sang asisten lakukan  selain diam dan melihat apa yang vero lakukan.


Merasa vero sudah sedikit tenang,sang asisten dengan perlahan mendekati vero dan duduk disampingnya.sang asisten mengambil dan menggenggam tangan vero serta mengusapnya lembut,memberikan ketenangan sehingga membuat vero merasa tenang.


“Kau cantik vero,diluar sana masih banyak pria yang bisa kau temui,dan kau cintai.jangan menyiksa dirimu dengan cinta yang tidak akan pernah kau miliki!


“Belajarlah untuk mengikhlaskan dan melepaskannya,cinta tidak selamanya harus memiliki,cinta yang sesungguhnya akan merelakan pasangannya bahagia!”


“Tapi aku mencintainya!”


“Yang kau rasakan bukan cinta tapi obsesi yang berlebihan,jika memang dia mencintaimu dia akan memilihmu,setelah mengetahui wanita itu pergi.tapi kenyataannya Bara mencarinya,itu menandakan bahwa Bara sangat mencintainya!”


“Kenapa kau sama saja dengan mereka,kenapa kau tidak memihak ku, dan mendukungku mendapatkan cintanya!”


“Karena cintamu sebuah pemaksaan Vero!”


“Cukup,biarkan aku sendiri pergilah!”


Dengan lemas sang asisten bangun dari duduknya,dan meninggalkan vero yang masih obsesinya.


“Jangan lupa besok pagi kau ada acara,kau harus datang.dan rawat wajahmu yang bengkak itu,aku pergi!”


Vero terduduk lemas,dirinya benar-benar kacau,hidupnya serta masalah tidak henti-hentinya datang menghampirinya. Setelah perpisahanya dengan Bara,hidupnya benar-benar kacau dan dia merasa terpuruk akan nasib hidupnya yang begitu menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2