Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
167. Tragedi


__ADS_3

Malam perayaan ulang tahun Queen,terlewati dengan penuh suka cita.hadiah menumpuk di tendanya,yang telah dia buka satu persatu.semua keluarga merasa bahagia,terutama sang tokoh utama.malam  kian larut,Queen sudah tidur di temani Lily di tendanya, begitu juga dengan Billy dan Bian yang tidur di tenda terpisah.para orang tua juga sudah memasuki peraduan,tiga pria yang masing-masing memiliki kharismanya masih terjaga.ketiganya menikmati anggur yang Diego bawa,hangat anggur dirasakan oleh tubuh mereka,ketika cairan tersebut mengaliri tubuh mereka.


Dinginnya malam tak membuat ketiganya beranjak dari tempat mereka menuju peraduan,mereka berbincang,bercanda dan tertawa sambil menikmati indahnya malam yang bertaburan bintang dan cahaya bulan.seseklai Bara melirik Han yang tampak berseri-seri,kebahagian sangat jelas terpancar di wajahnya,membuat Bara mengulas senyum tipis.


“Bagaimana kabar istrimu?apa kau sudah berhasil membuatnya hamil?” Han melirik Diego sekilas,dan menatap gelas di tangannya.Diego mengerutkan kening mendengar ucapan Han,yang tumben-tumbenya menanyakan masalah pribadinya.Bara terkekeh pelan,menyadari situasi yang membingungakan.Diego masih diam,dan mendesah beberapa kali.


“Kemarin kandungannya sedikit bermasalah,jadi kami sedang masa program,dan aku tidak ingin memaksanaya.takutnya membuatnya tertekan!” Han serta Bara mengangguk pelan,memahami apa yang Diego rasakan.kini giliran Diego memberikan tatapan tajamnya ke arah Han,” Lantas bagaimana denganmu?”


Han melirik Diego,mengangkat alisnya karena tak mengerti dengan maksud pria di hadapannya.


“Apa maksudmu?” Han bertanya balik,membuat Diego terkekeh pelan.mereka jarang berkumpul seperti ini,karena itu mereka menggunakan mala mini dengan sangat baik,untuk sekedar saling berbagi cerita dan kabar.


“Kapan kau menikah?” pertanyaan Diego membuat Han memutar bola matanya malas,selain menikah dan kekasih Han sangat malas membahasnya.


“Apa kau tidak memliki pertanyaan yang lebih bermanfaat,dibanding pertanyaan bodoh itu.aku bahkan sudah bosan mendengar dan menjawabnya!” Han berucap ketus,membuat kedua terkekeh pelan.ya,di antara mereka bertiga,tinggal Han yang belum berkeluarga,karena itulah dirinya selalu mendapat perhatian lebih dari keluarganya.tapi menurut Han,mereka terlalu berlebihan dalam mengkhawatirkan dirinya.


“Kau sudah mulai tua Han,apa pelu aku carikan wanita muda untukmu.apakah kau tidak ingin mencoba merasakan gairah malam,bersama pasanganmu?” Diego mulai bicara sensual,membuat Han memutar bola matanya jengah.bila berkumpul dengan keduanya,dirinya pastilah akan menjadi korban kejahilan mereka.dan yang bisa dilakukan Han hanyalah menjadi pendengar,dan sesekali menjawab ucapan mereka,dengan tak kalah pedasnya.


Malam semakin larut,rasa kantuk mulai menyerang keduanya,Diego lebih dulu meninggalkan keduanya,disusul Bara.Setelah beberapa langkah Bara terhenti dan membalikkan tubuhnya,menatap sang sahabat yang sangat berbeda malam ini.wajah Han terlihat lebih bersinar dan lebih tampan,sejenak Bra terpaku melihat sososknya.menyadari seseorang mengawasinya Han membalikkan tubuhnya,menatap Bara yang menatapnya tanpa berkedip itu.Han mengerutkan kening,dan melemparkan senyum manisnya.

__ADS_1


“Apa aku sangat tampan,hingga kau tak berniat meninggalkanku?” Han berucap sambil menggoda Bara,dengan kerlingan matanya.Bara berdecak sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya,menuju tenda dimana sang putri dan istrinya berada.


Apa hanya firasat ku saja,malam ini bocah itu terlihat lebih tampan dari biasanya.apa karena mala mini ulang tahun Queen,jadi bocah itu sedikit berdandan?


Dengan sedikit kebingungan,Bara membuang jauh-jauh perasaannya itu.dengan cepat dirinya melangkah agar bisa menyusul sang istri ke alam mimpi,mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.Han masih duduk sendiri menikmati angin malam yang cukup membuat tulangnya terasa ngilu,Han mencoba mencari kehangatan dari api unggun yang di buatnya.


Han menengadahkan wajahnya,menatap langit malam yang terlihat sangat cantik mala mini.Han mengambil ponsel di sakunya,menatap foto-foto indah di ponselnya,sudut bibirnya melengkung indah.Han mendesah pelan,memejamkan kedua matanya sambil merasakan angin malam yang menerpa wajahnya.


Aku bahagia,aku sangat bahagia berada di tengah-tengah kalian.bahagia bisa memiliki keponakan yang tampan serta cantik,maafkan aku yang belum bisa membuat kalian merasa bahagia.tapi ketahuilah,bahwa aku adalah pria yang sangat beruntung,bisa memiliki keluarga seperti kalian.dicintai dan di sayangi,membuatku tak mengharapkan seorang pendamping.karean aku tak yakin,jika aku akan sebahagia sekarang ini.


Matahari pagi mulai mengusik ketenangan para penghuni di dalam tenda,Lily mengerjapkan matanya mencoba membuka mata yang terasa berat itu.perlahan Lily mulai sadar dan mencoba membangunkan Bara,yang masih memeluk pinggangnya.menyadari ketidakberadaan Queen,membuat Lily panik dan dengan kesal membangunkan Bara .


“Bangun sayang,Queen tidak berada di tenda!” Lily berucap dengan  sedikit berteriak,membuat Bara spontan bangun dari tidurnya,dan memaksa kedua matanya terbuka.


“Jangan panik dulu sayang,periksalah tenda Billy dan Bian,atau Han.mungkin Queen pergi dengan salah satu dari mereka!” ucap Bara dengan santai,tanpa menunggu lebih lama,Lily bangun dari tidurnya dan  langsung menuju tenda Billy.udara masih sangat dingin,meski sudah menunjukkan pukul 6 pagi.namun matahari sudah mulai menampakkan sinar hangatnya. 


Lily mencari keberadaan Queen di dalam tenda Bian,bahkan putranya serta Billy masih tertidur pulas.Lily segera menuju tenda Han,dan benar saja kakaknya itu sudah tidak ada.Lily mendesah,sayup-sayup ia dengan suara tawa Queen yang khas.Lily menolehkan kepalanya dan melihat dua orang kesayangannya  sedang tertawa,Queen yang melihat kehadiran Lily berlari dan langsung memeluk tubuhnya.Queen menghadiahkan seikat bunga,yang ia petik bersama Han.


“Ini untuk Mommy?” Queen menganggukkan kepala dengan cepat,menatap sang Mommy dengan mata lebarnya.Lily terkekeh pelan dan membawa tubuh Queen kedalam pelukannya yang hangat,Lily melirik Han yang mulai melangkahkan kaki mendekati mereka.

__ADS_1


“Aku pikir Queen menghilang!” ucap Lily dengan bibir sedikit mengerucut,membuat Han mengerutkan keningnya.darimana Lily bisa berpikir demikian,pagi ini dirinya masih terlelap tapi Queen membangunkannya dan mengajaknya melihat matahari terbit.namun Queen memutuskan memetik bunga-bunga cantik yang hidup liar di taman itu.


“Kami jalan-jalan,jadi tidak perlu terlalu mencemaskan nya tidak akan ada yang berani berbuat jahat pada Queen ku!” Han menatap sayang Queen,yang tersenyum lebar padanya,Lily mendesah dan menatap sang kakak dengan kesal,namun tak bisa memarahinya.


“Ini  bunga untuk Queen simpanlah!” Queen menerima bunga pemberian Han,dan langsung berlari ke tendanya.Han tersenyum tipis,sementara Lily terus memperhatikan wajah Han dengan lekat.


“Kak,kenapa wajah kakak terlihat pucat?” Han mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Lily,spontan Han menyentuh  wajahanya.dan menatap Lily dengan malas,”Semalam suamimu yang menatapku aneh sekarang kau,apa kalian memiliki telepati yang tinggi!”


“Kak Han apaan sih,ayo kita sarapan dulu sebelum kembali!”


Lily merangkul tangan Han,membawa pria itu mengikuti langkahnya.pagi itu sebelum mereka kembali,mereka menikmati sarapan sederhana yang Lily dan Nyonya santika siapkan.setelah merapikan semua peralatan kemah,memasukannya kembali,serta memastikan tidak ada yang tertinggal.mereka beranjak meninggalkan taman,dengan suka cita serta kenangan manis yang tersimpan rapi di hati masing-masing.


Seperti biasa anak-anak lebih memilih satu mobil bersama Han,sedangkan yang lain berangkat dengan mobil masing-masing.keceriaan terlihat di wajah Queen,Billy dan Bian,mereka bersenandung ria.cuaca yang mulai panas membuat ketiga bocah itu merasa kehausan,di tengah perjalanan Queen melihat penjual es serut yang begitu menggiurkan.


“Paman bisakah kita berhenti sebentar dan membeli es serut?” Quuen bertanya dnegan mata yang lebar,seolah memohon kepada sang paman untuk menghentikan mobilnya.Han dengan sigap menepikan mobilnya,melirik penjual es serut yang berada di seberang jalan.


“Baiklah mari kita beristirahat sejenak,dan menikmati segarnya es serut itu!” dengan wajah riang gembira,ketiganya  turun dari mobil.Queen tak melupakan bunga pemberian Han,gadis kecil itu membawanya bersamanaya.ketiganya telah turun dan menyeberangi jalan,sementara Queen masih berada didalam mobil,menatap bunga cantik yang berada di tangannya.ketka menyadari sang paman dan kedua kakaknya telah turun,bahkan telah berada di seberang,Queen dengan cepat turun dari mobil.menyadari Queen tidak bersamanya,jantung Han berdetak kencang.Han membalikan tubuhnya dan melihat Queen masih berada di seberang,tanpa menengok kiri dan kanan Han berlari kearah Queen,takut jika anak kecil itu berlari ke rahnya.Billy dan Bian menyadari apa yang sang paman lakukan,belum sempat mereka mencegah sang paman.Han berlari seperti kesetanan kearah Queen,yang sebenarnya masih diam di tempatnya menunggu kendaraan berhenti berlalu lalang.


Queen melebarkan matanya,melihat sang paman yang berlari kearahnya tanpa memperdulikan keselamatannya.Queen  menoleh kearah kiri dimana sebuah bus melaju kencang,Queen berteriak memanggil nama Han.Tubuh Bian di tangkap oleh Billy,ketika bocah itu ingin meraih tangan sang paman.

__ADS_1


“Brruuuuaakkk”,,Tabrakan tak bisa dihindari,bus yang menabrak tubuh Han oleng  dan menabrak pembatas jalan.tubuh Han terpental beberapa meter,sebelum akhirnya mendarat di aspal yang keras.


“Paman”,,


__ADS_2