Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
150. Berteman


__ADS_3

Billy tak bisa mengendalikan perasaan bahagianya,mendapat sapaan ramah dan bersahabat dari Queen dan Bian.kedua anak itu ternyata begitu ramah serta terbuka padanya,membuatnya senang bahkan sudah tidak merasa malu lagi.sikap keduanya yang sangat bersahabat,dengan mudah mencairkan suasana yang canggung di antara mereka.terlebih lagi Queen yang memang lebih cerewet dibanding sang kakak,yang hanya akan bicara sesekali menimpalinya.


“Jika nanti kau libur,dan aku juga mengunjungi kakakku,ayo kita bertemu dan berkumpul seperti ini.aku akan meminta Mommy membawamu berkemah seperti saat ini,sangat menyenangkan bisa berkumpul seperti ini!”


Keempatnya hanya bisa diam dan mendengarkan apa yang Queen katakan,tidak ada yang membantah ucapannya.sesekali mereka menganggukkan kepala dan tersenyum,suatu hiburan tersendiri bagi keempatnya mendengar celoteh Queen yang menghibur.tak terasa 1 jam lamanya mereka melakukan panggilan video,Lily membiarkan kedua anaknya mencoba dekat dengan Billy.meskipun belum saling bertatap muka,Lily berharap ketiganya bisa berteman dengan baik.


“Baiklah bocah manis aku pikir obrolan kita sampai disini dulu,aku lelah dan mengantuk.besok aku masih memiliki kegiatan lain,aku sangat senang bisa bicara denganmu.karena sekarang kita sudah berteman,jangan bersikap canggung padaku ya,,!”


“Iya Queen!”


“Selamat malam Billy,semoga hari-harimu menyenangkan disana.kami menantikan hari dimana kita bisa bertemu dan berkumpul ,karena sekarang kita keluarga!”


“Terimakasih Bian,aku juga tidak sabar ingin bertemu dengan kalian.selamat malam semoga kalian mimpi indah!”


“Selamat malam Billy!”


Queen dan Bian melambaikan tangannya,ketiganya saling melambaikan tangan.hingga panggilan itu terputus,Queen menyerahkan ponsel kearah sang Mommy dengan wajah senang.wajah senang serta lelah terlihat di wajah keduanya,hingga Bara memerintahkan keduanya untuk tidur.tidak butuh waktu lama keduanya sudah terlelap,Lily mengusap sayang kening Queen dan Bian,memberi kecupan selamat malam untuk keduanya.


Billy terdiam sambil menatap ponsel yang di berikan petugas asrama kepadanya,air mata kebahagiaan menetes di pipinya yang kurus.betapa beruntungnya dia bertemu dengan sosok Bara dan Lily,keuda sosok yang memberinya perasan hangat.dan membuatnya merasakan apa itu keluarga,meski sebenarnya dirinya tidak merasa kurang akan kasih sayang sang Nenek.dirinya hanya merindukan kasih sayang dari sosok orang Tua yaitu Ayah dan seorang ibu.


Bara dan Lily merupakan sosok orang Tua yang di impikan Billy,karena keduanya memiliki sisi yang berbeda di mata Billy.dengan tangan sedikit gemetar Billy menghapus air matanya,dirinya harus kuat dan belajar dengan giat,agar tidak mengecewakan sang Nenek,Bara serta Lily.


****


Sudah 2hari Bara beserta keluarganya melakukan kegiatan kemah,cuaca yang cukup cerah serta udara yang begitu segar pagi ini,membuat keempatnya enggan untuk kembali kerumah.Queen bahkan meminta berkemah sehari lagi,karena bujukan Bara akhirnya Queen mau di ajak pulang.


“Kita akan melakukan kemah lagi nanti,sekarang kita harus kembali ke rumah kakek.karena besok kita akan kembali ke Negara B sayang,Queen harus sekolah!”


Queen melirik Bian yang diam dan menganggukkan kepalanya,dengan wajah murung Queen mengikuti ucapan sang Daddy.Bian mencoba menghibur adiknya,yang sedang merasa kesal dengan janjinya yang akan membelikannya 3kotak ice cream.rasa kesal Queen langsung hilang,mendengar ucapan sang kakak.pagi itu juga setelah selesai berkemas keempatnya meninggalkan taman,tempat mereka berkemah selama 2 hari penuh.


Bian tersenyum melihat foto-foto yang mereka ambil saat berkemah,semua kegiatan mereka tidak ada yang terlewat.semua di abadikan dengan bentuk foto,Queen yang melihatnya ikut nimbrung dan langsung mengomentari beberapa foto yang menurutnya tidak bagus.terlihat tidak bagus baginya,karena sat itu posenya tidak sesuai dengan keinginannya.


“Kau cantik Queen,bagaimanapun gayamu kau yang paling cantik disisni.Mommy bahkan tak seimut dirimu,benar kan Mom!”


Lily menoleh dan melihat foto yang Bian tunjukan,Lily tersenyum dan menganggukkan kepala setuju dengan apa yang di ucapkan sang putra.


“Kau tampak manis di setiap foto,siapa yang mengatakan jika putri Mommy jelek.bahakn Mommy kalah darimu sekarang,kau sangat imut dan menggemaskan!”

__ADS_1


“Kalian berbohong,kalian hanya menghiburku kan.hubungi  si bocah manis,coba tanyakan padanya apa aku cantik dan imut di foto itu,apa tidak.aku bahkan tidak percaya ucapan mu Kak!”


“Aku kecewa karena adikku sendiri tidak mempercayai ucapan ku,dimana lagi aku menemukan adik secantik dan seimut dirimu,kakak bersungguh-sungguh!”


Bian bahkan mengangkat kedua jarinya ,dan menatap Queen dengan mata berbinar.Queen tersenyum dan menutup mulutnya dengan satu tangan,menertawakan sang kakak yang terlihat bodoh.Bian menahan rasa kesalnya,hanya untuk menyenangkan adik kesayangannya.mereka kembali fokus dan sesekali mengobrol,hingga tanpa disadari mereka telah sampai di kediaman sang kakek.


****


“Sayang,besok Lily bersama suami dan anaknya akan kembali,apa kau tidak mau menghubungi mereka!”


“Han bilang mereka sedang berkemah,jadi aku tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka.aku akan menghubunginya sebentar malam!”


“Lantas kita kapan kembali,apakah kita tidak terllau lama mengambil cuti.terutama kau sayang,bukankah pekerjaanmu cukup banyak!”


“Aku bosnya,dan aku sudah mengatur semuanya sebelum mengambil cuti sayang,jadi selama masih disini,mari kita nikmati waktu kita bersama.karena setelah kembali,aku akan sering pulang telat.jadi selama disini mari,mari kita bercinta sepuasnya!”


Pipi Karin merona mendengar ucapan sang suami yang begitu berterus terang,suaminya benar-benar berubah.dari seorang Diego yang pendiam serta acuh,menjadi Diego yang cukup romantis serta perhatian.Diego mendekati Karin dan mengangkat tubuhnya,membawa tubuh ramping itu keranjang besar.Diego membaringkan tubuh Karin,dan mengusap lembut perut Karin yang masih datar.


“Kau ingin pesan Queen bukan,kita harus bekerja lebih ekstra lagi.agar apa yang menjadi harapan Queen,tumbuh  dan ada dengan cepat di dalam sini!”


Diego menunjuk perut Karin yang putih bersih,mengusapnya dengan lembut membuat Karin tertawa karena rasa geli yang dirinya rasakan.Diego ******* bibir manis Karin,keduanya mulai larut serta menikmati rasa bibir satu sama lain.hingga nafas keduanya terengah-engah,Diego melepas tautannya memberi ruang agar Karin bisa menghirup oksigen.


Karin meraba dada lebar nan bidang di hadapannya,mengecupnya di beberapa bagian,membuat Diego mengerang  hingga menutup kedua matanya.Karin mengalungkan kedua tangannya di leher Diego,menarik sang suami mendekat dan mencium bibir seksi sang suami.hingga keduanya polos tanpa tertutup sehelai benang,keduanya menikmati kegiatan percintaan mereka yang panas,hingga beberapa kali.Diego benar-benar menghabisi Karin dengan caranya,membuat Karin kelelahan dan menyerah akan kuasanya.


Cepatlah hadir di tengah-tengah kami sayang,Papa sudah tidak sabar menanti kehadiranmu,,


Diego menatap sang istri yang sudah terlelap dalam pelukannya, dikecupnya kening Karin beberapa kali.membawa wanita yang kini menjadi pendamping hidup,dalam pelukannya  dan menyusul Karin kea lam mimpi.


Sementara Diego masih sangat menikmati masa-masa berduaan bersama sang istri,Han menunggu kedatangan Queen dengan tidak sabar.dirinya memiliki janji sebelum Han kembali lebih dulu ke Negara B,melihat mobil Bara yang mulai memasuki halaman rumah keluarga Stave,Han dengan cepat melangkah menuruni tangga menuju halaman depan.


“Queen!”


Mendengar namanya di panggil oleh paman kesayangannya,Queen langsung berlari dan memeluk Han.membuat Bara menggeleng pelan.Bian pun menghampiri Han,dan melakukan hal yang sama.


“Kenapa kalian lama sekali,paman hampir saja meninggalkanmu kalau kalian tidak kembali hari ini!”


“Maaf paman,dijalan banyak hewan lewat.sehingga Daddy membawa mobilnya dengan sangat pelan dan berhati-hati!”

__ADS_1


Han mengangkat alisnya mendengar ucapan Queen,dengan pandangan aneh Han menatap Bara.mendapat tatapan aneh dari Han,membuat Bara menatap balik.


“Apa?”


“Hewan apa yang menghalangi jalan kalian,kenapa lama sekali!”


“Hewan?”


“Hewannya tidak terlihat paman,sudah lah lupakan masalah hewan itu,sekarang ayo kita pergi!”


Mendengar ajakan Queen,Lily sedikit khawatir akan keadaan sang putri yang baru saja tiba.Lily takut jika Queen akan sakit karena kelelahan,Lily menghampiri Queen dan mengusap kepalanya dengan lembut.Lily berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Queen.


“Apa kau tidak lelah sayang,kita baru saja sampai lho,Mommy takut jika nantinya Queen kelelahan dan jatuh sakit!”


“Mommy tenang saja Queen tidak akan jatuh sakit,pahlawan Queen tidak akan membiarkan hal itu terjadi!”


“Pahlawan?”


Bara mendekat dan menatap sang putri dengan tatapan penasaran,siapa yang sang putri anggap sebagai pahlawannya.


“Siapa pahlawan Queen sebenarnya!”


“Paman Han dan Kak Bian!”


Jawaban polos Queen,membuat Han tertawa puas.bisa mengalahkan Bara dengan cara yang tak biasa,Bara menatap Han dengan kesal.sementara Bian mengusap lembut pipi sang adik,Bian tidak menyangka jika dirinya merupakan pahlawan untuk sang adik tersayang.


“Lantas Daddy apa,apakah Daddy tidak termasuk pahlawan bagi Queen?”


“Daddy pahlawannya Mommy,karena Queen selalu melihat Daddy membantu Mommy.jadi Queen berpikir jika Daddy, adalah pahlawan untuk Mommy!”


“Hahaha,,terimalah Bara,bukankah pahlawan bagi Lily sudah cukup baik untukmu!”


Han meraih tubuh Queen dan membawa dalam gendongannya,sementara satu tangannya menggenggam tangan Bian,mereka bertiga meninggalkan Lily dan Bara yang menggerutu kesal.


“Dasar Bocah tengik!”


“Sudahlah, sepertinya kharisma mu benar-benar dikalahkan oleh Kak Han!”

__ADS_1


“Sayang!!”


__ADS_2