Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
17.Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah kejadian semalam,tidur Bara begitu lelap serasa beban dipundaknya telah terangkat.Madam Rima melihat jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 10 pagi. akan tetapi Sang Tuan Muda, tidak kunjung turun untuk sarapan.Han telah mengatakan,kalau Bara tidak pernah tidur nyenyak selama tiga minggu ini,namun tetap saja Madam Rima khawatir.


“Lila pergilah ke lantai atas,coba bangunkan Tuan Muda!, ucap Madam Rima menatap Lila lekat.


“kenapa mesti Lila Madam?, ucap Lila polos.Madam Rima tersenyum mendengar pertanyaan Lila.


“Madam akan memanggil Kakak mu Han!,,Madam Rima yang tidak mempunyai alasan lain,terpaksa menggunakan putranya sebagai alasan.Lila menaiki tangga menuju kamar sang Tuan Muda,diketuknya pintu kamar berulang kali namun tidak mendapatkan jawaban apapun dari sang pemilik kamar. Lila memberanikan dirinya, ia membuka pintu secara perlahan di lihatnya sang Tuan masih tertidur lelap di atas ranjangnya,masih lengkap dengan kemeja dan sepatunya.Lila mendekat,dipandanginya wajah tampan nan mempesona sungguh ciptaan tuhan yang sempurna.Lila melepaskan sepatu yang masih dikenakan Bara,kemudian Lila menatap lagi pria yang begitu ia cintai.


“Sudah Puas menatap wajahku ?,,Lila terkejut saat tangannya sudah ditarik oleh Bara,kini Lila berada di atas tubuh Bara.suara detak jantung Bara dapat Lila rasakan begitupun sebaliknya.


“Sejak...kapan Tuan Bangun?, ucap Lila gugup akan tatapan yang diberikan oleh Bara.


“Sejak seseorang membuka sepatuku!, ucap Bara santai, telinga Lila merah,ia berusaha bangun dari atas tubuh Bara namun Bara menahannya. dengan alasan ingin memandang wajah cantik ciptakan Tuhan, Lila benar-benar malu Tuannya ini sungguh pandai merangkai kata pikir Lila.


"Madam sudah menunggu Tuan untuk sarapan!, ucap Lila sopan, mengingatkan Bara.

__ADS_1


" Baiklah,tapi berjanjilah sebentar sore temani aku jalan-jalan!,Lila berfikir sejenak, ia tersenyum dan kemudian menganggukan kepalanya. Bara bangun menuju kamar mandi,sementara Lila membersihkan dan merapikan tempat tidur. setelah itu menyiapkan pakaian untuk Bara, pintu kamar mandi terbuka, Bara keluar dengan wajah segar serta rambut yang basah, dengan handuk yang masih melilit pinggangnya. Lila sesaat terpana dengan pemandangan di depan matanya, dada bidang serta otot-ototnya yang keras, Lila menelan ludahnya dan membalikkan tubuhnya. pipinya kini merona karena malu, sungguh kenapa ia harus melihat pemandangan indah itu, tapi sungguh itu adalah pemandangan yang tidak boleh dilewatkan.Lila menggelengkan Kepalanya, seolah menghilangkan pikiran aneh yang berputar di otaknya, Bara merasa lucu akan tingkah Lila.


Bara mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Lila.


"Apa kau suka melihatnya, kalau kau mau kau bisa meletakkan tanganmu didadaku!,


Hembusan nafas segar,bercampur mint itu sungguh membuat tubuh Lila membeku.dan apa katanya tadi,Lila membalikkan tubuhnya dan menatap Bara lekat, yang ditatap hanya tersenyum.


" Tuan cepat pakai pakaian Anda, dan turunlah untuk sarapan, dan jangan menodai mata polosku!, dengan satu tarikan nafas Lila mengatakan isi pikiran, bukannya marah akan perkataan Lila, Bara malah tertawa karena sudah berhasil menggoda Lila.tentu saja Lila menjadi kesal, Lila meninggalkan Bara yang masih tertawa lepas di kamarnya.


"Kenapa kita kemari?,Bara hanya tersenyum melihat Lila yang kebingungan, Bara membawa Lila kedalam toko yang menjual berbagai macam handphone keluaran terbaru.Bara memilih salah satu yang ia pikir cocok untuk Lila. Bara menyerahkan Handphone itu kepada Lila yang diterima dengan wajah bingung.


" Kenapa kau selalu kebingungan Lila?, ucap Bara bertanya.


"Karena tindakan Tuan,selalu membuatku bingung!, Bara tersenyum mendengar ucapan Lila.

__ADS_1


"Ini handphone untukmu, sudah ada nomorku,Han, Madam dan nomor Rumah. jadi jika sesuatu terjadi kau bisa menghubungi kami!,ucap Bara yang hanya diangguki oleh Lila.


Kemudian tujuan ke dua, Bara membawa Lila ke toko baju, Bara membelikan sepasang gaun dan sepatu, kini Lila telah berganti, gaun serta sepatu yang indah menurut Lila kini ia kenakan.gaun bercorak bunga sederhana tapi elegan,dengan sedikit polesan make-up Lila terlihat begitu cantik. Bara tak berkedip saat Lila menemuinya, untuk pertama kalinya Bara melihat Lila berdandan dan hasilnya diluar dugaan. Bara begitu terpesona,


malam itu mereka jalan-jalan menikmati suasana malam. dan tidak lupa, mereka juga menikmati beberapa makanan yang berjejer dipinggir jalan dekat pantai. setelah selesai dengan acara makan, Bara membawa Lila berjalan menyusuri pantai, Lila ingin sekali mengutarakan semua kegundahan hatinya namun ia takut. Bara yang melihat hal itu tersenyum.


"Ada yang ingin kau tanyakan padaku?, Lila memandang wajah Bara.


" Apakah Tuan benar-benar mencintaiku, dan apakah ada wanita lain yang pernah ada di hati Tuan?,ucap Lila yang sempat melihat keterkejutan dimata Bara.


"Maaf Tuan, Lila hanya ingin memastikan sesuatu!, ucap Lila sambil menundukkan kepala.


"Memastikan bahwa kaulah, satu-satunya wanita yang aku cintai sekarang!,pipi Lila merona mendengar ucapan Bara, hal inilah yang begitu disukai Bara. Bara mengutarakan semua isi hatinya, entahlah bersama Lila,ia merasakan kenyamanan dan kehangatan. Ia tak sekaku dan sedingin dulu lagi, Bara yang sekarang menjadi jauh lebih lembut, dan banyak tersenyum.


__ADS_1


__ADS_2