
Setelah Tiga hari di rawat di rumah sakit,dan mendapatkan ijin pulang,Bara membawa putri dan sang istri kembali ke rumah.kedua keluarga menunggu kedatangan sang cucu,di kediaman Danu.beberapa persiapan telah di buat,untuk menyambut sang ibu dan sang Baby.
Lily begitu terkejut dengan sambutan yang di berikan keduanya,suka cita memenuhi hunian Danuarta.beberapa pelayan memberikan kado dan ucapan selamat pada Lily,rasa bahagia tak terkira,dan tidak bisa Lily ekspresikan lagi.ucapan terimakasih terus terucap dari bibirnya,putrinya benar-benar membawa kebahagiaan di rumah tersebut.
“Kalian sudah memiliki nama untuk putri kalian?”
“Queen Andara Stave,itulah nama putri kami!”
“Bian yang memberinya nama Queen!”
Bian tersenyum,sambil mengecup sang adik yang menggeliat.keluarga serta pelayan yang melihatnya,tersenyum senang.ucapan syukur serta doa,mereka panjatkan demi kesehatan dan pertumbuhan Queen.
Sebagai seorang Ayah,yang baru pertama kali merasakan kerepotan dalam mengurus bayi,Bara tanpa mengeluh membantu sang istri.Bara bahkan tidak ingin pergi keluar kota untuk urusan bisnis,semua urusan dirinya serahkan kepada Han.Han tidak bekerja sendiri,Diego memberinya seorang sekertaris pria yang begitu kompeten,untuk membantu dirinya.seoarang pria yang sudah memiliki istri dan anak,namun untuk kinerjanya tidak perlu diragukan lagi.
Bara dan Han sangat terbantu dengan orang pilihan Diego,mereka bertiga kian kompak dalam urusan Bisnis,mereka menjadi tiga pria yang tidak bisa di pandang sebelah mata.sayap mereka telah melebar,hingga ke mancanegara.Bara telah diketahui memiliki seorang istri dan dua buah hati,sementara Han dan Diego,masih dikenal dengan pria singel yang cukup diminati dan menggoda.
Hari demi hari,minggu,bulan dan tahun berlalu begitu cepat.baru kemarin rasanya Bara menggendong putrinya,sekarang sang putri telah berusia 8 tahun.Queen menjadi seorang gadis yang cantik dan periang,menjadi ratu di kedua kediaman Stave dan Danu.Bian kini telah berusia 12 tahun,Bian memutuskan tinggal bersama kakek Stave.dan ikut ke Negara Y,tempat kelahirannya.
Banyak hal yang telah terlewat selama 8 tahun,Lily semakin di kenal dikalangan selebriti dan pengusaha kaya,karyanya mulai mendunia.Bara menjadi salah satu pengusaha yang di akui kehebatannya,dalam bersaing.Han pun mulai memimpin perusahaan,yang di alihkan kepada dirinya,sementara Diego kembali ke Negara Y bersama Tuan dan Nyonya Stave serta Bian.
Bian memilih ikut bersama kakeknya,karena dirinya ingin menempuh pendidikan yang dirinya inginkan.meskipun sang adik selalu menangis dan merengek meminta kembali,Bian selalu mengatakan akan pulang jika musim libur panjang tiba..sebagai orang tua Lily dan Bara juga tidak ingin berpisah dengan sang putra,namun demi masa depan dan keinginan sang putra,Lily merelakan kepergian putra tersayangnya.setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya apa yang diharapkan Lily terjadi,Diego akan menikah dengan seorang wanita biasa,namun dari kalangan keluarga terpandang.tentu kabar tentang pernikahan sang paman,membuat Queen begitu bahagia.secara tidak langsung dirinya akan bertemu sang kakak,yang hampir setahun tak dilihatnya.
“Kapan kita akan berangkat Mommy,Queen ingin bertemu kakak!”
“Sabarlah sayang,Daddy mu sedang menyiapkan semuanya,jika sudah waktunya kita akan berangkat bersama!”
Queen hanya mengangguk patuh,banyak hal yang ingin dirinya ceritakan kepada sang kakak.dengan perasaan bahagia Queen kembali ke kamarnya.
***
“Bagaimana persiapannya sayang,putrimu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kakaknya!”
“Aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku sebelum kita berangkat,aku tau kalian tidak akan melewatkan acara pernikahan Diego!”
“Tentu saja kami tidak akan melewatkannya,tapi ingat seminggu sebelum acara,aku sudah harus berada di sana!”
“Tentu sayang,kau ingin Diego membunuhku,karena gaun pengantin wanitanya bersamamu!”
__ADS_1
“Aku sudah berjanji memberikan yang terbaik untuk mereka berdua!”
“Akhirnya masa jomblonya berakhir,tinggal bocah tengik yang belum laku!”
“Mungkin sebentar lagi dia akan menyusul,jadi bersabarlah,Kak Han juga butuh seseorang yang dengan tulus mencintainya!”
Bara memberi pelukan hangat kepada sang istri,yang sudah menemaninya beberapa tahun ini.tahun-tahun yang penuh dengan lika-liku pernikahan.semuanya mereka lalui bersama,bahkan saat Bian memutuskan ikut dengan sang kakek,Lily yang belum siap terus mendapat dorongan metal dari sang suami.
Setelah makan malam,seperti biasa mereka akan berkumpul di ruang tamu.Lily tidak melihat Han,Lily mencari keberadaan Han yang duduk sambil melamun di taman.tatapannya kosong membuat Lily penasaran,dan menghampirinya.
“Kak Han!”
Han menengadahkan kepalanya,dan melihat Lily berdiri di sampingnya.Han menggeser duduknya,mempersilahkan Lily untuk duduk,dan menemaninya.
“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu Kak?”
“Tidak ada Lily,semuanya baik-baik saja!”
“kakak tidak ingin cerita kepadaku?”
“Jika tiba waktunya kakak akan menceritakannya padamu,sekarang belum saatnya!”
“Baiklah jika itu yang kakak inginkan,apa kakak merasa kesal,karena kak Diego akan melepas status jomblonya!”
“Tak”,,Ahkkk”,,Lily berteriak kesakitan karena Han menyentil keningnya,dengan kesal Lily mengusap kening yang mulai memerah itu.
“Kau pasti telah tercemar oleh virus Bara yang selalu mengatakan omong kosong kepadaku,untuk apa aku kesal.jika aku ingin menikah,sudah dari dulu kakak lakukan Lily,hanya saja semua itu butuh perencanaan dan keseriusan!”
“Apa kakak sudah memiliki kekasih?”
“Kau pikir aku sempat memikirkan hal itu,aku takut tidak bisa membagi waktuku dengannya dan pekerjaanku.tidak semua wanita menerima dan mengerti posisi suaminya Lily!”
“Semua itu pasti ada jalan keluarnya Kak,bukankah intinya dalam sebuah ikatan itu harus ada komitmen,di anatar keduanya?.Lily yakin kakak akan menjadi kepala keluarga yang baik,dan bisa membimbing istri dan anak-anak kakak kelak!”
“Entahlah Lily,aku hanya belum siap!”
“Apa kau sudah memiliki kekasih Han?”
__ADS_1
Tubuh keduanya menegang,mendengar pertanyaan Bara dengan suara yang lantang.Han hanya memutar bola matanya,malas jika bicara bersama Bara,yang pada akhirnya tidak bisa membantunya mencari jalan keluar dari masalah.Bara melangkah dan duduk di samping Han,dan menatapnya dengan banyak pertanyaan yang terlihat jelas di wajahnya.
“Jangan menatapku seperti itu,aku seperti tertuduh disini!”
“Kau belum menjawab pertanyaan ku bocah sialan,kau sudah memiliki kekasih atau belum?”
“Kenapa kau begitu penasaran dengan kisah asmaraku,aku bahkan tidak mencampuri urusan cintamu bersama Lily!”
“Jangan membahas masa lalu Han,yang aku tanyakan sekarang adalah dirimu,jika kau kesulitan mendekati wanita itu,ada Lily yang akan membantumu.benar kan sayang!”
“Tergantung wanita yang seperti apa dulu,tapi aku yakin pada Kak Han.dia pasti bisa mengatasi masalahnya,karena masalah ini menyangkut perasaan dan hati mereka berdua,jadi aku tidak ingin ikut campur.namun aku sangat mendukungmu Kak,siapapun pilihanmu.yang aku inginkan adalah kau bahagia!”
“Terimakasih Lily,kau adik yang selalu mengerti diriku,tidak seperti bocah di sebelahku!”
“Hei jangan menghinaku,aku juga ingin yang terbaik untukmu Han.aku ingin kau merasakan kebahagiaan,seperti yang aku dan Lily rasakan.bahkan Diego yang tak lama lagi akan merasakannya,aku juga ingin yang terbaik untukmu!”
Han tersenyum mendengar ucapan Bara dan Lily yang begitu tulus untuknya,Han merangkul keduanya.betapa beruntungnya dirinya,berada di tengah keluarga yang menyayanginya.sahabat serta adik yang begitu penyayang,mereka bertiga akhirnya bicara dari hati-ke hati tentang apa yang Han rasakan.
Malam semakin larut,udara dingin mulai menusuk tulang.Bara membawa Lily kembali ke kamar,begitu juga dengan Han.mereka memutuskan mengistirahatkan diri,di kamar masing-masing.
“Bagaimana menurutmu?”
“Apa!”
“Yang Han alami!”
Lily tersenyum dan duduk dipinggir ranjang,menatap bintang dari jendela kamarnya.
“Kak Han hanya belum bisa memahami perasaannya,jika dia sudah bisa memahami hati dan keinginan hatinya,aku yakin dia akan bertindak.yakinlah pada Kak Han,dan biarkan dia menyelesaikan masalah hati dan perasaannya,yang perlu kita lakukan hanya mendukungnya!”
“kau benar,aku hanya ingin dia bahagia seperti yang kita rasakan saat ini.meski dia terlihat kaku dan dingin,tapi dia adalah pria baik dan bertanggung jawab!”
“Aku penasaran bagaimana dengan wanita, yang bisa meluluhkan hati kak Han ,yang terkenal dingin dan tak tersentuh itu!”
“Jangan salah,dia itu raja gombal lho,,vero saja hampir jatuh hati padanya,ketika dia tidak tau apa-apa tentang siapa Han!”
Lily memukul pundak Bara,yang hanya cengengesan.Bara terlihat senang melihat wajah istrinya yang cemberut,meski telah memiliki dua orang anak,Lily masih terlihat muda dan cantik.membuat Bara yang pencemburu,terkadang harus menahan kesal jika Lily bertemu klien pria.yang membeli jasanya untuk merancang jas atau yang lainnya.
__ADS_1
Meski Lily kadang kesal melihat sikapnya yang pencemburu,Lily merasa bahagia karena dirinya begitu dicintai.begitulah cara Bara mencintai dan melindunginya,itulah yang selalu Lily sematkan di otak dan pikirannya.