Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
138. Melepas Rindu


__ADS_3

Suara ketukan pintu membuat Bara dan Lily menolehkan kepalanya,Lily beranjak  dari duduknya,sementara Bara masih menikmati momennya bersama fofo-foto Bian semasa kecil.terlihat seorang pelayan yang menunduk dan melempar senyum hangatnya ke Lily,meminta Lily turun untuk makan malam.dengan ramah Lilly tersenyum dan membalas apa yang dikatakan sang pelayan.


“Sayang ayo kita turun untuk makan malam,semuanya sudah menunggu!”


“Kita sampai lupa, membersihkan diri sayang!”


“Nanti setelah makan malam kita membersihkan diri,dan melanjutkan cerita Bian!”


Bian mengangguk dan mengikuti langkah Lily menuruni tangga,terlihat semua anggota telah berkumpul.melihat sang putra yang semakin tinggi dan tampan,Lily terpana dan berlari memeluk sang putra yang tersenyum lembut padanya.


“Jangan lari Mom!”


“Mommy merindukanmu sayang!”


Lily mengecup kedua pipi dan kening Bian,memeluknya erat.hingga Bara menggeleng kecil melihat kelakuan sang istri.


“Kau bisa membuat putramu kehabisan nafas sayang!”


Mendengar ucapan suaminya,sontak membuat Lily langsung melepas pelukannya,dan menatap Bian dengan tatapan khawatir.


“Pelukan Mommy tidak akan membuat Bian terluka!”


Bian tersenyum dan memeluk sang Mommy kembali,membuat Lily terharu di buatnya.Bara mendekat dan memeluk keduanya,Bara bahkan membisikkan sesuatu,yang hanya di dengar oleh Bian.membuat Bian tersenyum lembut kearah sang Daddy.melihat keberadaan Diego ,Lily melepas pelukannya dan menghampiri sang kakak.keduanya saling memeluk dan menanyakan kabar,begitu juga dengan Bara.


“Ayo kita nikmati makan malamnya dulu,nanti kita lanjutkan ke acara reuni keluarga!”


Ucapan sang Mama,membuat mereka tertawa.mereka menikmati makan malam yang lezat dengan tenang,tanpa kehadiran Queen yang masih tidur dengan nyenyak.setelah makan malam selesai,para orang dewasa mencari posisi yang enak untuk mengobrol.sementara Bian membawakan makan malam untuk sang adik ke dalam kamar.


Pintu kamar di buka dengan perlahan,agar tidak membangunkan sang pemilik.terlihat Queen masih tidur dengan memeluk bantal gulingnya,Bian tersenyum melihat sang adik yang semakin manis.Bian naik ke atas ranjang,dan mencolek hidung serta mengganggu tidur Queen.berharap sang adik terganggu dan bangun dari tidur lelapnya.


Sentuhan Bian yang mengerjainya,membuat Queen terganggu,hingga memaksanya untuk membuka mata.Queen duduk dan mengucek matanya beberapa kali,mengumpulkan kesadaran,dan meyakinkan diri dengan apa yang dilihatnya di depan matanya.bocah tampan dengan senyum lembutnya,siapa lagi kalau bukan sang kakak yang sangat dia rindukan.Queen tersenyum dan memeluk sang kakak,yang menyambut pelukannya.


“Queen kangen Kak Bian!”


“Princess kak Bian,sudah besar ya,,Kak Bian senang bisa melihat Queen disini!”


Queen melepas pelukannya dan menatap Bian dengan kesal,Queen memanyunkan bibirnya,semakin membuatnya terlihat imut di mata sang kakak.Bian mengusap kepala Queen dengan lembut,membuat hati Queen luluh dan kembali memeluk tubuh itu.

__ADS_1


“Kenapa Kak Bian lama sekali pulangnya,ikut Queen dan Mommy pulang ya,,!”


“Kak Bian masih sekolah Queen,nanti ketika waktunya tiba Kak Bian pasti pulang!”


“Janji ya,,Kak Bian harus pulang setiap satu tahun sekali di ulang tahun Queen!”


“Tentu saja,kak Bian akan selalu datang jika hari itu tiba!”


Kedua bocah kakak beradik itu melepas rindu dengan cara mereka,Bian menyuapi dan mendengar cerita Queen dengan senang hati.melihat adiknya yang begitu cerewet merupakan hiburan baginya saat ini,keduanya tertawa dan menikmati sisa malam itu bersama.hingga keduanya terlelap, dan tertidur sambil berpelukan.


Lily yang merasa penasaran karena tidak melihat keberadaan sang putra,memilih kekamar Queen.pemandangan yang membuatnya haru sekaligus bahagia,tat kala melihat kedua anaknya tidur bersama.Lily yang begitu mengetahui jika sang putri,begitu mengagumi dan menyayangi kakaknya,begitu juga sebaliknya.


“Mereka sudah tidur?”


“Hmm,,Lihatlah wajah Queen yang tampak bahagia itu,dalam tidurpun dia masih bisa tersenyum!”


“Itu karena dia begitu merindukan kakaknya,semoga saja Queen bisa membujuk Bian agar ikut bersama kita!”


“Iya,,kita tunggu kabar baiknya,tapi jangan terlalu berharap sayang,Bian memiliki pendirian yang teguh!”


Bara mengangguk,setelah mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur,keduanya meninggalkan kamar Queen.setelah membersihkan diri,dan mengganti pakaian dengan piyama,keduanya merebahkan diri di kasur yang besar dan empuk.rasa lelah dan kantuk langsung menyerang keduanya,yang sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi,hingga keduanya terlelap dan masuk ke dalam mimpi.


“Queen,Mommy masih mengantuk,bisakah Mommy tidur Lima menit lagi.lagipula kalian mau kemana,sudah tampil rapi hingga terlihat  tampan dan cantik,hingga membuat Mata  Mommy silau!”


“Mommy,ini sudah pagi,ayo kita jalan-jalan setelah sarapan.Kak Bian akan membawaku jalan-jalan!”


Melihat raut bahagia di wajah sang putri,Lily dan Bara mengalah.mereka membersihkan diri terlebih dulu,sebelum bergabung di meja makan.tampak jelas wajah lelah keduanya,namun demi anak-anak apapun akan mereka lakukan.


****


Hiruk pikuk manusia menjadi satu,terlihat wajah-wajah bahagia,serta tawa anak-anak yang ditemani kedua orang tua,maupun dengan keluarga lainnya.puluhan pasang muda dan mudi,menjadi satu.beragam permainan,serta hiburan tersedia ditempat itu.mata Queen berbinar bahagia melihat semuanya,dengan penuh semangat,Queen menarik pergelangan tangan kakaknya.mengajaknya mencoba beberapa wahana yang menurut mereka aman bagi anak-anak,Lily dan Bara selaku orang tua,hanya bisa mengikuti dan mengawasi apa yang akan anak-anak mereka mainkan.


Queen mencoba permainan lempar bola,seluncuran dan kuda terbang.Bian tersenyum bahagia melihat tawa sang adik,tak lupa sang ibu mengambil tiap momen mereka.suara perut yang minta segera di isi membuat Queen dan Bian,menyudahi permainan mereka.


“Kalian mau makan apa,biar Mommy pesankan!”


“Pesankan saja apa yang menurut Mommy enak!”

__ADS_1


“Ok!”


Lily memanggil seorang pelayan,dan memesan beberapa menu makan siang,serta minuman kesukaan mereka.terlihat Bian dan Queen masih asyik dengan dunia mereka,sepasang kakak beradik yang di jauhkan oleh jarak.dan kini hanya bisa bertemu setiap satu tahun sekali,tentu di manfaatkan dengan baik oleh keduanya.


“Apakah Queen nya, Mommy bahagia hari ini?”


“Sangat bahagia,sebentar malam paman Diego juga akan mengajak kami jalan-jalan!”


“Bagaimana kalau perginya bersama Mommy dan Daddy,kasihan kan paman Diego,sebentar lagi dia akan menikah,dan butuh waktu serta energi yang banyak!”


“Justru karena sebentar lagi paman Diego akan menikah Mommy,kami ingin menghabiskan waktu bersama paman,Karena setelah menikah Paman Diego pasti akan pergi bersama Bibi baru!”


Aku sampai lupa akan hal itu,bagaimana bisa kedua bocah ini sangat mengerti dengan keadaan.aku harus memikirkan sesuatu,,


 “Bagaimana kalau pergi bersama kakek dan Nenek?”


“No Mom,kasihan kakek dan Nenek,mereka akan kelelahan jika mengikuti kemauan kami!”


Lily hanya bisa melongo dan tidak bisa berkata apa-apa lagi,kedua anak-anaknya sangat pandai bersilat lidah.diirnya yang pendiam dan tidak secerewet mereka,tentu akan kalah jika berdebat.Bara tersenyum tipis melihat kekalahan sang istri,ketika berdebat dengan kedua anaknya.


“Baiklah Daddy akan mengijinkan kalian pergi bersama paman Diego,tapi setelah acara pernikahan selesai,berjanjilah kalau kalian tidak akan mengganggu paman Diego lagi!”


“Siap Daddy!”


Keduanya menjawab dengan serempak,serta beradu tos.membuat Lily menggelengkan kepalanya,makan siang mereka telah siap,mereka menikmati makan siang dengan lahap.mengisi energi,untuk mencoba berbagai permainan lagi.rasa puas serta perut yang sudah kenyang,membuat Queen dan Bian tidak sabar lagi,untuk mencoba permainan selanjutnya.setelah berdiam diri beberapa menit,keduanya mulai melanjutkan aksinya.


Setelah berputar-putar dan memilih permainan yang di inginkan,pandangan Lily teralih pada sebuah mesin,yang bisa digunakan untuk mengambil gambar.Lily mengajak suami dan kedua anaknya untuk mencoba mesin tersebut.


“Ayo kak,kita ambil gambar kita berempat!”


Queen yang lebih dominan,menarik tangan sang kakak,mereka berempat masuk ke dalam ruangan yang tersedia.berbagai macam aksesoris yang mereka bisa gunakan telah tersedia secara gratis,dengan penuh antusias mereka mencoba satu persatu benda lucu yang ada disana.berbagai macam pose mereka peragakan,setelah puas hasil gambar pun keluar.


Hasil jepretan yang cukup memuaskan,Queen mengambil beberapa foto,dan sisanya dia  berikan kepada sang kakak.


“Simpan dengan baik Kak,setiap kita berkumpul tiap tahunnya,Queen ingin kita mengambil gambar seperti ini,untuk kenang-kenangan!”


“Tentu saja Queen yang cantik,kita akan membuatnya tiap tahun,jika kita berkumpul.benar kan Mom!”

__ADS_1


“Tentu saja sayang,kita akan saling mengunjungi setiap tahunnya!”


Lily merangkul kedua anak tersayangnya,di susul sang Daddy yang begitu bahagia melihat kedekatan kedua anak-anaknya,kebahagiaan yang tidak bisa digantikan oleh apapun.


__ADS_2