
Berdiam diri bersama seorang pria asing,yang memberikan aura menakutkan bukanlah hal yang ingin dialami vero. dia mengutuk Han dalam hatinya,pria yang kini duduk dihadapannya hanya menatapnya tanpa berkata apapun. sehingga sebuah senyuman mengejek, dan menyebalkan terukir indah di wajah tampannya.
"Sial, dia cukup tampan jika tersenyum. tapi tingkah dan perilakunya, cukup membuatku kesal”,,maki vero dalam hatinya.
“Seharusnya anda berdiam diri,dan merenungi setiap kesalahan dan tindakan yang anda perbuat",,ucap Han pelan,tanpa mengalihkan tatapannya.
"Bukannya datang kemari,dan merayu seorang pria yang bahkan sudah tak menaruh hati padamu”,,ucapan Han, membuat tanduk di kepala vero seakan keluar. wajah merah karena menahan amarah terlihat jelas diwajahnya.
“Itu bukan urusanmu, dan kau tidak usah ikut campur”,, ucap vero, membalas tatapan Han.
“Aku akan ikut campur jika itu menyangkut adikku,jika kau menyentuh adikku lagi akan aku buat kau lebih menderita lagi",,ucap Han,menegakkan tubuhnya.
"Apakah hadiahku cukup menarik?,ini masih peringatan awal untukmu Nona vero, namun jika kau berani bertindak lebih maka aku akan turun tangan langsung”,,vero langsung membeku mendengar ucapan Han, yang menatapnya dengan senyuman mengejek.
“Jadi ini semua ulahmu”,,tebak vero takut,Han hanya menyeringai dia menampilkan senyuman devilnya. membuat vero ketakutan, seakan darah dalam tubuhnya berhenti mengalir karena tatapan Han.
“Itu belum seberapa,masih banyak kejutan yang lain yang telah aku siapkan untukmu. jika kau berani berulah lagi”,,ucap Han bangun dari duduknya, dan kemudian meninggalkan vero. yang masih gemetaran, dan hanya bisa menangis itu.
Vero meninggalkan kantor Bara,dia tak menyangka sekertaris Bara semenakutkan itu.apalagi jika Bara yang harus bertindak, dia tak tau bagaimana nasibnya nanti. dia menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi,dia sungguh butuh seseorang yang bisa mendengar keluh kesahnya. dia lelah secara mental dan fisik.terbesit wajah Rangga dalam ingatannya.
"Rangga tak pernah menolak ku,dia selalu menerimaku.aku harus menemuinya”,,ucap vero pelan sambil menghidupkan mesin mobil dan melaju menuju kantor Rangga.
Kantor Rangga hanya kantor cabang di negara ini, sedangkan kantor sesungguhnya berada diluar negeri. dia hanya datang untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dan urusan lainnya .sesampainya di kantor Rangga, dengan leluasa vero masuk begitu saja. hingga panggilan seorang karyawan membuatnya menghentikan langkahnya.
“Anda mencari siapa,dan ada keperluan apa Nona”,,vero membalikan tubuhnya,dilihatnya seorang wanita dengan pakaian sexy telah berdiri dihadapannya,vero tak menyukai cara berpakaian wanita tersebut.
"Dasar wanita Ja**ng, dia pasti berusaha menggoda para pria disini,lihatlah caranya berpakaian”,,maki vero dalam hati,sang wanita hanya memandang vero dengan heran.
“Aku ingin bertemu dengan Rangga”,,ucap vero ketus.
__ADS_1
“Bisakah Nona menunggu,saya akan menyampaikan kepada pak Rangga terlebih dahulu",,ucap sang wanita yang ingin menjalankan tugasnya.
"Bolehkah saya tau nama anda”,,tanya sang wanita, vero menatap kesal ke arah wanita tersebut.
"Katakan padanya, Vero ingin bertemu”,,
mau tak mau, vero mengikuti ucapan sang wanita. meski dia merasa begitu kesal.
”Nona silahkan masuk,Tuan Rangga menunggu anda didalam”,,tanpa mengucapkan terimakasih, vero meninggalkan wanita tersebut.
“Apakah kau tidak bisa mengatakan pada bahawan mu, untuk membenahi sedikit cara berpakaiannya",,ucap vero,langsung mengeluarkan rasa tak sukanya.
"Dia terlalu menonjolkan bentuk tubuhnya”,,ucap vero lagi, yang masuk begitu saja tanpa memberi salam.Rangga hanya mengangkat sebelah alisnya, saat mendengar dan melihat tingkah vero.
“Itu urusanku, apa hubungannya denganmu”ucapan Rangga,membuat vero terdiam,hari ini suasana hatinya benar-benar kacau. dia berharap Rangga bisa menghiburnya, namun ucapan pedas dari Rangga yang dia terima.
“Aku harap kau sedikit sopan,jika berkunjung ke kantorku,aku tidak suka pada tamu yang seenaknya”,,ucap Rangga tajam, vero terdiam dia merasa kehilangan sosok Rangga yang hangat dan selalu memberinya perhatian itu.bahkan sekarang Rangga tak menatapnya sama sekali.vero bangun dari duduknya, dia menghampiri Rangga dan duduk dipangkuan pria tersebut.menatap lekat wajah pria yang pernah cinta mati padanya setelah Bara.
“Katakan ada apa vero,aku sedang sibuk”,, ucap Rangga acuh, dia tidak ingin memiliki urusan apapun lagi yang berhubungan dengan vero.
“Aku merindukanmu”,,ucap vero memeluk tubuh Rangga dari belakang,Rangga tertawa mendengar ucapan vero yang begitu basi di telinganya.
"Kau tidak merindukanku,tapi merindukan belaian ku,apa aku benar?,,ucap Rangga berbalik, dan langsung menatap vero yang sedikit terkejut dengan ucapan Rangga.
“Rangga Aku…!,, ucap vero terbata, dan bingung harus menjawab pertanyaan Rangga.
“Hubungan kita telah berakhir vero, dan diantara kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi",,ucap Rangga menatap vero.
"Seperti katamu dulu,dan rasa itu telah mati,jadi aku pikir kau salah jika datang kemari untuk mencariku”,,ucap Rangga sarkas,yang membuat vero begitu marah dan tak terima akan sikap para pria yang dia temui hari ini.
__ADS_1
“Kalian benar-benar para pria Brengsek!,, maki vero yang kemudian meninggalkan ruangan Rangga. sesampainya di parkiran,vero masuk ke dalam mobil. vero memukul stir mobilnya, meluapkan segala amarahnya. dia terisak, menangisi dirinya sendiri yang terlalu egois.
"Apa salahku ,aku hanya ingin bahagia bersama orang yang aku cintai,kenapa harus serumit ini”,,keluh vero disela isak tangisnya.Rangga hanya bisa menghela nafasnya,dia sudah mengubur nama vero jauh didasar hatinya yang terdalam.meski merasa dikhianati,akan kebenaran yang baru dia dapatkan tentang vero. namun rasa cintanya dulu tulus kepada vero. kini hanya bayangan wajah gadis manis, yang dia temui beberapa kali, yang selalu terbayang dalam pikirannya. dia begitu berharap bisa bertemu sang gadis dan mengetahui namanya.
“Aku akan mencari mu gadis manis,siapapun dan di manapun dirimu,kita pasti bertemu kembali”,,ucap Rangga penuh harap.
Dua bulan telah berlalu,semua kejadian-kejadian berangsur terlupakan begitu saja. vero memilih menenangkan diri keluar negeri,Lila masih setia dengan kuliahnya. dia masih mengikuti kontes-kontes desain.Bara sudah tak sabar menunggu sang kekasih,merayakan ulang tahunnya yang ke-20.karena dengan demikian dia bisa segera menikahi Lila. dia dan sang ibu,telah merencanakan lamaran untuk Lila dihari ulang tahunnya nanti.
Hari ini seperti biasa, Lila berangkat kuliah. ia memulai aktifitasnya bersama teman-temannya. ia hendak pulang,saat merapikan buku dan perlengkapan tulisnya,ponselnya berdering. Lila mengerutkan dahi, ketika melihat nomer baru yang tertera dilayar ponselnya.dengan sedikit ragu ia menerima panggilan tersebut.
“Hallo,,iya saya Lila,,benarkah, saya akan kekantor anda besok pagi,terimakasih”,,Lila tersenyum bahagia,menerima kabar bahwa desainnya terpilih menjadi desain yang karyanya akan dipamerkan di fasion show. Lila tak menyangka, jika dirinya adalah salah satunya.sama halnya dengan Rangga, dia merasa begitu bahagia,ternyata gadis yang selama ini dia cari-cari, ikut berpartisipasi dalam kontes desainer muda beberapa bulan lalu.
”Jadi namamu adalah LILA CAHYANI,nama yang cantik secantik dirimu”,,ucap Rangga memandang sambil,mengusap Foto profil Lila.
”Kita akan segera bertemu gadis manis”,,ucap Rangga penuh bahagia.Sesampainya di rumah, Lila langsung mencari keberadaan sang Nyonya, yang selalu memberi dukungan padanya. saat melihat wanita paruh baya yang dia cari, Lila langsung berlari kearahnya, dan memeluk sang Nyonya,rona kebahagiaan terpancar jelas diwajah cantik Lila.
“Sepertinya kau bahagia sekali,ayo katakan ada kabar apa hem",,ucap sang Nyonya, sambil memeluk Lila.
"Lila terpilih menjadi salah satu desainer muda, yang hasil desainnya akan di pamerkan di fasion show Bu”,,ucap Lila dengan bahagia,yang disambut antusias oleh sang Nyonya dan teman-teman sesama pelayan.
"wah, ternyata calon mantu Papa hebat ya”,,ucap Tuan Danu, saat melihat kehebohan istrinya,pipi Lila merona mendengar ucapan Tuan Danu.
“Tuan bercandanya kelewatan”,,ucap Lila yang begitu malu karena godaan sang majikan,Tuan Danu dan Nyonya santika hanya tertawa melihat tingkah Lila yang malu-malu. seusai makan malam, Bara membawa Lila ke taman.Bara merebahkan kepalanya dipangkuan Lila,dengan gerakan ringan Lila mengusap kepala Bara.
“Ibu bilang desain mu, menjadi salah satu yang terpilih dalam kontes pencarian desainer muda,apa itu benar”,,ucap Bara sambil menatap wajah cantik Lila, yang semakin hari semakin cantik dimatanya. tubuhnya yang sedikit tinggi, dan berisi membuatnya terlihat **** dan jangan lupa senyum yang selalu menghiasi wajahnya. sehingga terkadang membuat Bara menahan kesal,ingin sekali Bara mengurung Lila dikamar, agar tak ada satupun pria yang melirik atau sekedar mengaguminya.
“Ibu tidak bisa jaga rahasia,Lila kan ingin memberi kejutan pada kak Bara”,,ucap Lila yang menampilkan wajah kesal, namun terlihat imut dimata Bara.dengan gemas Bara menarik tengkuk Lila, dan menciumnya lembut.Bara bangun dari tidurnya dan mensejajarkan tubuhnya, dengan perlahan dia memindahkan Lila di pangkuannya. Bara mengecup dan mencium bibir Lila lembut, rasa manis dari bibir Lila selalu membuat Bara kecanduan.ciuman yang saling memberi dan menerima berlangsung lama.
"Aku mencintaimu Lila,sangat mencintaimu, dan aku tak sabar ingin segera memilikimu",, ucap Bara di sela-sela ciuman mereka. Bara menyusuri leher jenjang Lila, membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Lila.meremas dada yang masih terbungkus rapi, de**han Lila,membuat Bara menggila, Bara meninggalkan jejak cinta dileher dan dada Lila.
__ADS_1
"Kak Bara",,ucap Lila, yang sudah terengah-engah, nafasnya memburu Lila menatap Bara dengan penuh cinta.
" Aku sungguh tak kuat Lila",, ucap Bara yang kini menyandarkan kepalanya di bahu Lila. Lila hanya bisa tersenyum mendengar pengakuan dari sang kekasih.