Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
123.Dunia serasa Milik Berdua


__ADS_3

Hembusan Angin pantai menerpa tubuh keduanya,Lily sungguh menikmati liburannya,senyum bahagia terus terpancar dari wajah cantiknya.Bara yang hanya bisa mengamati sang istri,diam-diam mengambil beberapa gambar Lily,yang menurutnya cukup cantik.Setelah puas bermain air dan pasir di laut,Lily menghampiri Bara,yang duduk sambil menikmati kelapa mudanya.Lily menghilangkan rasa hausnya dengan menikmati air kelapa muda yang terasa segar di tenggorokannya.


“Seandainya Bian bisa ikut,liburan kita akan semakin menyenangkan!”


“Kita bisa liburan lagi,bersama anak-anak,sekarang kita fokus Honeymoon dulu sayang.aku ingin memberikan Bian seorang adik!”


“Apakah kau, sangat ingin aku hamil?”


“Tentu saja sayang,ketika kau mengandung Bian,aku tidak berada di sampingmu waktu itu.jadi aku tidak mengetahui dan merasakan bagaimana rasanya,mendampingi istriku di awal kehamilan,sampai melahirkan!”


“Aku ingin sekali merasakan,menjadi seorang suami siaga,dan berada di sampingmu ketika proses persalinanmu tiba!”


“Bara Aku!”


“Ssstt,,jangan katakana tentang masa lalu,aku juga bersalah waktu itu,jadi mari kita ulangi hal-hal yang pernah kita lewatkan.memberikan Bian perhatian serta kasih sayang,dan seorang adik untuknya!”


Lily memeluk tubuh Bara dengan lembut,menikmati aroma khas tubuh Bara yang membuatnya tenang.keduanya menikmati hari itu dengan penuh rasa bahagia,setelah puas menikmati panorama laut.keduanya memutuskan jalan-jalan di pasar tradisional yang menjual berbagai barang murah,keduanya memutuskan membeli dan memiilih beberapa aksesoris yang menurut mereka lucu.tak ketinggalan beberapa gaun malam yang indah,yang Lily dapat dengan harga murah.


Setelah puas  berkeliling keduanya memutuskan mencari jajanan pinggir jalan,yang berjejer rapi ketika matahari mulai terbenam.Lily begitu antusias menikmati dan mencoba berbagai makanan yang menggugah selera,puas dan merasa kenyang keduanya memutuskan kembali ke Villa.tak lupa Lily membelikan makanan untuk mark dan sang istri,yang sangat baik pada dirinya dan Bara.


Tiga puluh menit berlalu,keduanya kini telah sampai di Villa,Lily memberikan bungkusan makanan kepada Mark,yang di terima dengan senang hati.Lily merebahkan tubuhnya di ranjang besarnya,Bara yang melihat kelakuan sang istri hanya bisa geleng-geleng kepala.dengan senyum jahilnya,Bara meraup tubuh Lily dan membawanya ke kamar mandi,membuat sang pemilik tubuh berteriak karena terkejut akan ulah sang suami.


“Ahhkk,,Sayang apa yang kau lakukan!”


“Kita mandi bersama-sama sayang,jika tidak kau pasti sudah tertidur setelah aku selesai mandi!”


“Aku lelah sayang!”


“Karena itu bersihkan dulu dirimu,setelah itu kita tidur!”


Lily akhirnya pasrah,dia membiarkan sang suami melakukan apa yang dia mau.dari melepaskan pakaiannya,sampai membantunya berendam di dalam bathup.ketika kulitnya menyentuh air rasa segar menjalar di seluruh tubuhnya,di tambah lagi aroma terapi yang Bara tambahkan,membuat tubuhnya terasa lebih rilek.Bara ikut bergabung dengannya,ikut merendamkan tubuhnya yang terasa lelah karena aktivitas mereka seharian.


Keduanya bisa menikmati  nuansa alam,kamar mandi mereka hanya di batasi kaca tebal,mereka bisa melihat apapun yang berada di luar,namun mereka tidak akan terlihat dari luar.guyuran hujan yang membasahi dedaunan dapat mereka lihat dengan jelas,menciptakan nuansa yang begitu romantik.

__ADS_1


Bara membantu sang istri membersihkan tubuhnya,setiap sentuhan lembut Bara,membuat Lily terbuai.melihat Lily begitu menikmati sentuhan lembut yang dirinya berikan,Bara semakin bersemangat dan menjalankan aksinya.Bara mulai mencium dan menggigit kecil tiap permukaan kulit Lily,tangannya yang berada di bawah air pun ikut mengambil bagian.rangsangan-rangan kecil Bara berikan,sehingga ******* kecil lolos dari bibir manis Lily.


Bara mencium bibir manis nan menggoda milik Lily,lidah mereka bertemu dan saling mengulum,memberikan sensasi nikmat pada keduanaya.puas menikmati bibir manis Lily,Bara mengangkat tubuh Lily dan membawanya ke shower.membersihkan tubuh keduanya dari sisa sabun,melihat Lily yang mulai kedinginan Bara mengambil handuk dan melilit tubuh Lily dan membawanya menuju ranjang.


Tatapan keduanya mulai berkabut,Bara mencium Bibir manis yang kini menjadi candu baginya.setelah puas dengan bibir Lily,Ciuman Bara berpindah pada dua benda kenyal milik Lily yang begitu menggoda.******* halus keluar dari bibir Lily,semakin membuat Bara bersemanagat.malam yang panjang bagi keduanya di mulai.


Dini hari Bara terbangun dari tidurnya,pergulatan panasnya dengan Lily membuatnya kelelahan dan merasakan haus.di pandangannya wajah Lily yang terlelap dengan tubuh yang tentunya masih polos,masih segar di ingatan Bara percintaan mereka beberapa jam lalu.Lily yang sangat berbeda dari biasanya,Lily yang kali ini terus memimpin membuat sebuah senyum kepuasan terbit di bibir Bara.


Bara mengenakan jubah tidurnya,dan melangkahkan kakinya menuju dapur.di bukanya lemari pendingin,dan mengambil sebotol air mineral.Bara meneguk habis airnya sampai tandas,rasa puas dan segar menjalar di tenggorokannya.tak lupa dirinya membawakan sang istri sebotol air,karena sang istri pasti merasakan kehausan yang sama seperti dirinya.


Bara membuka dan menutup kembali pintu kamarnya,perlahan dirinya naik keranjang dan membangunkan Lily,yang enggan membuka matanya.


“Sayang,bangun minumlah!”


Merasa tidurnya terganggu,Lily dengan terpaksa membuka kedua matanaya.hal pertama yang di lihatnya adalah senyum tampan Bara,dengan terpaksa dirinya bangun dan mendudukkan dirinya.Bara mengulurkan sebotol air yang langsung di terima dan di minum oleh Lily,Bara tersenyum ketika melihat sang istri yang begitu kehausan.


“Kau sangat kehausan,aku juga masih sangat haus sayang!”


Mendengar ucapan Bara,Lily berhenti meneguk airnya dan memberikannya kepada Bara.namun Bara menggelengkan kepala pelan,membuat Lily mengerutkan dahi kebingungan.


“Bukan ingin minum air itu sayang,tapi itu!”


Bara menunjuk dada Lily dengan dagunya,merasakan sesuatu yang aneh dengan tatapan Bara,Lily menundukkan kepalanya dan melihat setengah tubuhnya yang telanjang.wajah Lily memerah karena malu,dengan cepat Lily menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya,membuat Bara gemas dan tertawa akan tingkah Lily.karena kesal dengan ulah Bara,Lily melemparkan bantal ke wajah Bara.


Dengan gerakan cepat Lily kini berada di bawah Kungkungan Bara,jantung Lily berdetak kencang dengan tindakan Bara.tatapan Bara yang begitu memuja,membuat Lily tidak tahan,dengan wajah bersemu merah Lily memalingkan wajahnya.semakin membuat Bara ingin menggodanya.


“ Apa kau tau sayang,kau sangat cantik jika terlihat malu-malu seperti ini.dan hal itu membuatku sangat bergairah,seperti sekarang ini!”


Tidak, jangan bilang dia ingin melakukannya lagi.bahkan tadi aku sudah kelelahan,dan sekarang dia merasa bergairah lagi,,Aku harus berbuat sesuatu,,


“Sayang bukankah beberapa jam lalu kita sudah melakukannya,bahkan aku masih merasakan lelahnya!”


“Tidak sayangku Lily,Aku masih ingin merasakannya,kau bisa merasakan gairahku di bawah sana bukan!”

__ADS_1


Mati aku,,


Lily hanya menggeleng dan tersenyum kaku,mencoba membuat Bara menghentikan aksinya.namun sepertinya Lily salah,Bara masih memiliki sisa tenaga yang cukup besar,bukti gairahnya di rasakan oleh Lily.sentuhan-sentuhan lembut yang Bara berikan,membuat Lily terbuai dan menikmati permainan Bara.hingga keduanya larut kembali dalam gelora panasnya cinta.


“Aku akan membuatmu, terus memanggil namaku sayang!”


“Aku mencintaimu suamiku!”


“Aku mencintaimu Lily Sayang!”


Keduanya kembali menikmati indahnya malam panjang,tanpa rasa lelah.Bara sungguh menggunakan waktunya dengan sangat baik,dirinya tidak melewatkan kesempatan yang ada.tujuannya adalah membuat Rahim sang istri mengandung benih cinta mereka.kicauan burung mengganggu tidur Bara,dengan terpaksa dia membuka mata dan menyandarkan tubuhnya di ranjang.cuaca di luar yang begitu cerah,semakin membaut hatinya merasa senang dan bahagia.apalagi ketika dirinya membuka mata,pemandangan cantik telah tersuguh di depan matanya.


Tangannya terulur dan mengusap lembut kepala Lily,sehingga membuat Lily terbangun.


“Selamat pagi sayang!”


“Selamat pagi sayang!”


Lily tersenyum menjawab sapaan Bara,dengan gerakan pelan Lily memeluk tubuh Bara dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


“Kau mau menggodaku lagi hmm!”


“Aku tidak menggoda mu sayang,aku hanya memelukmu!”


“Apa kau yakin,tidak menggodaku?karena aku merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh kulitku,dan itu membuatku merasa,,!


“Cukup!”


Lily menutup mulut sang suami agar tidak mulai ngelantur,namun bukan Bara namanya jika dirinya tidak bisa memanfaatkan situasi.Bara menarik tangan Lily dan mengurung tubuh kecilnya dengan tubuh kekarnya,Bara menikmati setiap inci wajah sang istri yang mulai merona.


Tidak mau kalah dari Bara,dengan sekuat tenaga Lily menggelitik tubuh Bara.membuat tubuh kekar itu berpindah kesamping.kesempatan itu di gunakan sebaik mungkin oleh Lily untuk melarikan diri.melihat sang istri telah lolos dari cengkeramannya ,membuat Bara tertawa lucu.


Aku ingin merasakan kebahagiaan ini setiap hari bersamamu Lily,aku adalah pria yang begitu beruntung bisa merasakan kebahagiaan ini.

__ADS_1



 


__ADS_2