
Mendengar kenyataan tentang siapa Lily sebenarnya,bukannya mundur dan melepaskan Bara.Vero semakin membenci Lily karena keberuntungan yang dia miliki,kebahagiaan serta pria yang begitu dia cintai,lebih memilihnya dari pada dirinya.kebencian vero semakin mendalam,ego untuk menyingkirkan Lily dari sisi Bara,kian menguasai hatinya.
Aku tida takut padamu,meski sekarang kau memiliki keluarga Stave di belakangmu,aku akan menjauhkan mu atau melenyapkan dirimu dari sisi Bara.Aku bersumpah,jika aku tidak bisa memiliki Bara maka kau pun atau wanita lainnya tidak bisa memiliki Bara.
Setelah mengganti pakaiannya,vero keluar dari Hotelnya menuju Hotel tempat Bara menginap.sang Manajer dan asistennya hanya bisa mengikuti vero,agar wanita itu tidak lepas kendali lagi.terlalu banyak masalah yang vero buat,sehingga manejernya meminta kepada sang Manajer untuk menjaga modelnya dengan baik.
Hampir satu jam vero menunggu kemunculan Bara,hingga yang ditunggu akhirnya muncul.wajah vero yang sebelumnya tersenyum,kini berubah menjadi asam.Bara tidak hanya sendiri melainkan bersama Lily,dan seorang bocah laki-laki yang berumur sekitar 2 tahun lebih.sang bocah berada dalam gendongan Bara,tak lupa Han yang berjalan di belakang mereka.
Wajah vero pucat,melihat wajah sang bocah yang cukup tampan dan begitu mirip dengan Bara.bukan hanya vero yang terdiam melihat kebersamaan mereka,sang manajer dan assiten juga duduk diam dengan berbagai pertanyaan didalam benak mereka,tentang siapa bocah itu sebenarnya.
Siapa bocah tampan itu,wajahnya sangat mirip dengan Bara,jangan bilang kalau dia,,tidak mungkin.itu tidak mungkin,tebakanku pasti salah.
Apa bocah itu putra dari Tuan Bara dan Nona Lily?jika dilihat dari wajah bocah itu,semuanya mirip Tuan Bara,bahkan versi Tuan Bara Junior.
Apa Nona Lily sudah menikah,dan mempunyai seorang putra?,aku bahkan tidak mendengar kabar pernikahannya,lantas siapa bocah itu.Tuan Bara juga belum menikah,tapi bocah itu sangat mirip dengannya,apa bocah itu adiknya?
Semua pra duga menyelimuti pikiran mereka,namun tidak ada yang berani menyuarakan pemikiran mereka.hanya degan melihat vero,mereka bisa memastikan sesuatu yang luar biasa sudah terjadi tanpa sepengetahuan vero.
Vero mengikuti Bara dan Han,Bara dan Han menggunakan satu mobil,tak lupa Lily dan putranya.Mobil yang membawa Bara memasuki sebuah taman bermain,Bara dan Lily serta sang putra turun dari Mobil,namun tidak dengan Han.Bara membawa Lily dan Putranya,untuk menikmati liburan bersama.vero terus mengikuti aktivitas,dan interaksi Bara dengan Lily dan sang bocah. dapat vero lihat kebahagiaan terpancar di wajah Bara,ketika melihat senyum dan tawa sang bocah.
Sakit,itulah yang dirasakan vero.dengan mudahnya Bara memberi senyum dan kelembutannya,pada seorang pelayan,dan seorang bocah yang entah siapa itu.vero yang secara diam-diam mengikuti Bara,tanpa sadar dirinya juga di ikuti secara diam-diam oleh Han.
Han menyadari kalau mobil mereka sedang di ikuti oleh sebuah mobil,ketika mobil mereka meninggalkan Hotel.Han mengira mobil tersebut hanya kebetulan keluar secara bersamaan,namun setelah 30 menit berlalu,mobil itu masih tetap mengikuti mereka.karena itu Han menjadi curiga,dan memilih berada di mobil untuk mengetahui siapa yang mengikuti mereka.namun vero dan 2 rekannya,tidak menyadari keberadaan Han,hingga membuat Han dengan leluasa mengikuti gerak gerik vero.
Karena sudah tidak bisa menahan rasa amarah,kesal dan keingintahuannya.vero berjalan menuju tempat dimana Bara dan Lily,duduk menikmati hari bahagia mereka.karena tidak ingin melihat vero berulah lagi,sang manajer dan asistennya terus mengikuti vero.meski beberapa kali vero melarang mereka berdua untuk terus mengikutinya,namun demi keselamatan vero juga,sang manajer memutuskan mengikuti vero dari jarak aman.
“Kalian bisa bahagia di atas lukaku hah!”
Bara tertegun mendengar seorang wanita,yang dengan berani berteriak padanya.mengenal dengan baik suara dari sang wanita,Bara mengeraskan rahannya.Bara menatap Vero dengan tatapan sinis yang begitu menghujam,meski sedikit takut,namun emosi telah mengalahkan akal sehatnya.
__ADS_1
Lily menatap vero dengan nyalang,Lily memeluk sang putra yang sedang bermain.dan mencoba membawanya menjauh dari wanita Gila,yang selalu mencari masalah dengannya.melihat Lily yang ingin beranjak pergi,dengan cepat vero menahan tangan Lily,membuat Lily menoleh dan menghempaskan tangan vero dari tangannya.
“Berhenti mencari maslah denganku vero,apa kau tidak lelah.aku saja yang tidak memiliki masalah denganmu,begitu Lelah akan sikapmu yang arogan ini.apa masalahmu denganku?”
“Masalahnya adalah kau merebut Priaku,dan kau tidak pantas berada disisinya?”
“Aku merebut pria mu?,Bara apakah aku merebut mu darinya?”
“Kau tidak merebut ku dari wanita Gila ini,aku yang jatuh hati dan tergila-gila padamu!”
“Kau sudah mendengar jawaban dari pria itu bukan,jadi gunakan otakmu dan buka matamu lebar-lebar!”
Vero mengepalkan tangannya,tidak terima dengan ucapan dan jawaban Bara,yang melukai harga dirinya yang begitu tinggi itu.vero melirik anak yang berada dalam gendongan Lily,senyum sinis muncul di wajahnya.
“Kau selalu membandingkan diriku dengan pelayan rendahan ini,sekali wanita rendahan tetap rendahan.apakah wanita ini yang kau gilai?,lihatlah dia bahkan sudah memiliki anak di luar nikah!”
“Aku yakin Ayah dari anak ini tidak jelas,begitu juga dengan asal-usulnya!”
Vero menatap sang bocah dengan lekat,dan menatap Bara secara bergantian.raut wajah vero berubah,membuat Lily tersenyum sinis.
“Bisakah kau mengasah penglihatan dan daya pikir mu vero,berhenti mencari masalah denagnku.behenti bersikap bodoh dan konyol!”
Lily meninggalkan vero yang masih berdiri dengan diam,sementara Bara terus mengamati perubahan ekspresi dari wajah vero.
“Daddy!”
Deg,vero menatap sang bocah,yang melambaikan tangannya ke arah Bara.yang disambut dengan lambaian dan senyum hangat dari Bara,melihat sikap Bara yang begitu lembut membuat rasa iri dan dengki menjalar di hati vero.
“Sudahkah kau lihat itu,aku sudah menikah dan memiliki seorang putra.jadi berhentilah hidup dalam masa lalu vero,jalani hidupmu dengan benar dan cari kebahagiaanmu!”
__ADS_1
“Kau berbohong,kau belum menikah!”
“Untuk apa aku berbohong,aku sudah bahagia bersama keluargaku.dan kau sudah melihat dengan mata kepalamu bukan?jangan membuat keluargamu susah,hanya untuk mengurus masalah yang selalu kau buat!”
Bara meninggalkan vero yang masih berdiri,dirinya tidak ingin memliki masalah ataupun hubungan lagi dengan wanita,yang selalu membuat masalah dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya.
“Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia,aku akan menghancurkan kebahagiaan kalian.jangan panggil namaku vero,jika aku tidak bisa membuatmu menderita!”
Bara menghentikan langkahnya,dan membalikkan tubuhnya.menatap vero dengan tatapan marah dan Mengintimaidasinya,namun vero tak mau kalah,meski takut dirinya melawan tatapan Bara.vero telah kehilangan akal sehatnya,mata hatinya telah tertutup oleh obsesi cintanya.
“Jika kau berani melakukan tindakan bodoh dengan menyentuh mereka,kau tidak akan selamat dari amukan ku vero.aku tidak akan memperingati mu lagi,aku akan menghabisi mu dengan kedua tanganku,jika itu perlu!”
Deg,,Deg,,Deg,jantung vero berpacu dengan cepat, yang keluar dari mulut Bara kali ini bukanlah ancaman belaka.melihat kemarahan dan ketegasan di matanya,dapat vero pastikan ucapannya akan menjadi ancaman yang mengerikan jika,jika dirinya benar-benar terlibat.
Jika aku tidak bisa melukai mereka,masih banyak cara yang bisa aku lakukan,untuk melenyapkan mereka Bara.aku akan membuatmu menangis dan memohon di kakiku.
Vero tersenyum sinis,membuat sang manajer berpikir keras akan rencana yang akan vero lakukan nanti.mengingat watak vero yang keras kepala,dia yakin vero tidak akan menerima begitu saja ucapan Bara.
Apa aku harus memperingatkan Bara dan Nona Lily,tapi aku belum yakin dengan apa yang akan vero lakukan.haruskah aku menunggu,dan melihat apa yang akan vero rencanakan?,Benar jika aku sudah mengetahui rencananya aku akan menghubungi Bara,aku tidak ingin kau menjadi orang jahat vero.
Apa yang akan kau rencanakan vero,berhentilah kau sudah kalah.Tuan Bara sudah bahagia bersama keluarganya,lihatlah bocah manis itu,aku sangat yakin dia adalah putra Bara dan Lily.
Melihat tubuh Bara dan Lily yang sudah tidak terlihat lagi,vero memutuskan meninggalkan taman.di dalam mobil baik manajer,asisten dan vero tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun.mereka larut dalam pemikirannya masing-masing.karena vero tidak mengatakan ingin kemana,akhirnya sang asisten memilih kemabli ke Hotel.
Setibanya di dalam kamar,vero melemparkan bantal sofa,berteriak dan memaki.sang assiten dan manajer hanya bisa diam,dan menyaksikan perbuatan vero yang sudah biasa di mata assiten dan manajernya.vero akan mengamuk dan memaki,jika terjadi sesuatu yang membuatnya marah ataupun mengguncang emosinya.
Sang manajer hanya menghela nafas lelah,dan menuju lemari pendingin,mengambil sebotol air mineral dan meneguknya hingga habis.
“Jika aku bisa mengandung anak Bara, dia pasti mau menikah denganku bukan?yah,,aku harus menjebaknya,dan membuatnya tidur denagnku.dengan begitu dia akan meninggalkan bocah sialan,dan pelayan itu!”
__ADS_1
“Khukk,,khukk”