Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
144. Billy


__ADS_3

Suara tawa yang di selingi dengan percakapan,mengganggu pendengaran Lily.setelah malam panas mereka,Lily terlelap karena merasa kelelahan.Lily menyambar gaun tidurnya,yang tergeletak begitu saja di lantai.pemandangan yang begitu menakjubkan terpampang di  hadapannya,perkebunan anggur yang begitu luas.Lily menyapu pandangannya ke satu titik lahan,terdapat beberapa pekerja yang sedang memanen buah anggur.senyum Lily terukir di sudut bibirnya,dengan langkah lebar,ia masuk  kedalam kamar mandi untuk mmebersihkan diri.bberapa menit kemudian Lily sudah tampil cantik dengan kaos putih polos,di tambah sweater berwarna cream,dengan bawahan celana kain.


Lily melirik Bara yang masih terlelep,Lily mmeberikan kecupan ringan di kening Bara sebelum meninggalkan sang suami,untuk ikut bergabung dengan para pekerja.


“Apa aku bisa ikut bergabung bersama kalian?”


Suara halus Lily membuat beberapa orang berhenti dari aktivitasnya,mereka menoleh dan sedikit kebingungan dengan kedatangan Lily,yang tidak mereka kenali.tidak mendapat respon apapun dari para pekerja,yang hanya menatapnya bingung,mmebuat Lily salah tingkah.


“Dia Kakak yang menginap di Villa Nenek”,,Ucap seorang bocah laki-laki yang memecah kesunyian di antara mereka.mendengar ucapan sang Bocah,dengan ramah para pekerja mulai menyapa Lily.mendapat sambutan yang begitu hangat ,Lily merasa sangat senang.dengan cepat ia berbaur,dan membantu para pekerja memetik buah anggur yang siap untuk di panen.


“Ini untukmu Kak,aku tau kakak belum sarapan”,,Bocah laki-laki yang belum Lily ketahui namanya itu,mmeberikan sepotong roti dan susu kemasan untuk Lily.mendapat perhatian manis dari seorang bocah,membuat hati Lily tersentuh.Lily teringat akan ke dua anaknya,yang entah melakukan apa sekarang bersama sang Paman.


“Terimakasih sayang,aku akan memakannya”,,Lily mengusap lembut rambut snag Bocah,yang bersemu merah karena mendapat perlakuan manis dari Lily.


“Panggil Aku Billy Kak”,,setelah mengatkan namanya sang bocah berlari,meningglakan Lily karena malu.Lily tertwa pelan melihat tingkah manis Billy,Lily mentap roti serta susu di tangannya,ia melahap roti tersebut dengan senag hati.


“Dia bocah yang baik serta sangat menyayangi neneknya,dia bocah yang bahkan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.sejak umurnya 2 tahun Billy harus tinggal,dan tumbuh besar bersama sang Nenek!”


Lily tertegun mendengar ucapan salah satu pekerja,yang menceritakan kisah Billy.dengan penuh rasa penasaran,Lily berusaha mencari tahu semua tentang Billy.


“Apa anda tau kemana kedua orang tuanya pergi?”

__ADS_1


“Kedua orang tua Billy meninggal dalam kecelakaan,ketika Billy berusia 2tahun!”


Lily menutup kedua mulutnya dengan kedua tangannya,sedikit terkejut akan apa yang diirnya dengar.sunguh malang nasib Billy kecil,harus kehilangan kasih sayang serta perlindungan kedua orang tuanya.tanpa Lily sadari air matanya langsung menetes begitu saja,entah kenapa dirinya teringat akan nasib dirinya yang sudah menjadi yatim di usia yang sangat kecil.


Lily menatap Billy dari kejauhan,melihat bagaiamana anak itu tidak mengeluh di usianya yang masih muda.anak seusianya yang seharusnya mengenyam pendidikan harus ikut bekerja keras,demi menyambung kehidupan dirinya dan sang Nenek.Lyly mengambil satu keranjang kosong,dan melangkahkan kakinya mendekati Billy,yang sedang fokus pada buah anggur di tangannya.


“Apa kakak boleh menemanimu,kita bisa memetik buah anggur ini berasama-sama!”


Billy menghentikan tangannya,dan menatap Lily yang tersenyum manis ke arahanya.dengan malu-malu Billy mengangukkan kepalanya,keduanya mulai akrab bahkan sesekali mereka tertawa lepas.beberapa pekerja dan sang Nenek, yang melihat kedekatan mereka hanya bisa tersenyum.sang Nenek bahkan tidak menyangka jika Cucunya akan mudah dekat dengan Lily,sang cucu yang ia kenal sangat pendiam dan hanya akan bicara seperlunya,seperti anak-anak pada umumnya ketika dekat dengan Lily.


Ada keharuan yang terlintas di benak sang Nenek tentang sang cucu,bahagia melihat senyum cerah diwajahnya yang tampan.keduanya bahkan terlihat mulai bercanda,serta mengejek satu sama lain.


“Sepertinya cucumu menyukai wanita itu,lihatlah senyumnya.aku yang bahkan sudah mengenalnya selama bertahun-tahun belum pernah melihat senyum bahagia,serta mata bersinar seperti hari ini!”


Keduanya masih menatap interaksi Lily dan Billy,rasa sedih menyelimuti sang nenek,apakah cucunya mulai merasakan kenyamanan ketika bersama Lily,apakah sang cucu merindukan kasih sayang orang Tua yang sama sekali,tidak pernah dia rasakan?.sang Nenek mendesah pelan,memikirkan segala kemungkinan yang ada.sekarang dirinya hanya akan membiarkan sang cucu merasakan kebahgiaan,membiarkan senyum itu terukir di bibirnya.


Suara tawa Lily yang khas mulai sayup-sayup terdengar di telinga Bara, yang masih terlelap.berlahan Bara membuka matanya mencari keberadaan sang istri,yang tidak berada dimanapun.Bara menurunkan kedua kakinya,meraih celana kolor yang tergeletak di lantai.merasa penasarn Bara menyingkap tirai kamarnya,mencari keberadaan suara asan gistri yang begitu mengganggunya.sudut bibir Bara terangkat,melihat keberadaan sang istri bersama seorang bocah,yang dirinya kenali adalah cucu dari pemilik Villa tempatnya menginap.tak menunggu lama,Bara langsung menyusul keberadaan sang istri yang berada di lahan perkebunan anggur.


“Sayang!”


Lily menolehkan kepalanya melihat kedatangan sang suami,Lily tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Bara.Billy menundukkan kepalanya,takut akan keberadaan Bara.Lily yang menyadari hal itu tersenyum lembut,dan mengangkat dagu Billy agar mau menatapnya.

__ADS_1


“Dia sumiku yang tak kalah manisnya denganku,wajahanya saja yang sangar,tapi dia sangat penyayang.jangan takut padanya,bersikaplah seperti kau bersikap padaku!”


Billy menganggukan kepala seraya tersenyum hangat kepada Lily,mmebuat Bara mengerutkan kening melihat kedekatan keduanya.


“Kau berselingkuh dariku dengan bocah ini”,,Bara bertolak pinggang dan menatap Lily seolah-olah marah,Lily memutar bola matanya malas,sikap pencemburu sang suami mulai muncul.terlintas ide di kepala Lily untuk mengerjai Bara pagi itu.


“Bagaimana ya,,Billy terlihat lebih tampan,muda dan manis di mataku.sepertinya karismamu sudah terkalahkan oleh Billy!”


Billy tersenyum serta tersipu mendengar kata-kata Lily,apalagi melihat wajah Bara yang mulai terlihat kesal,serta mulut yang mulai mengerucut.melihat pipi Billy yang merona,membuat Bara kesal karena merasa dikalahkan oleh seorang bocah.


“Cihh,,hei bocah apa yang kau lakukan pada istriku,sehingga dia jatuh hati padamu?”


“AKu tidak melakukan apapun,wajahku kan memang tampan,jadi wajar jika Kakak menyukaiku!”


“Kau sangat percaya diri sekali,hei aku lebih tampan darimu,bahkan aku menjadi rebutan para wanita!”


“Tapi buktinya kakak menyukaiku!”


Lily tidak bisa menahan senyum serta tawanya,melihat Bara di buat kesal oleh seorang anak yang baru berusia 15 tahun.dengan kesal Bara mendekati Lily dan memeluknya di hadapan Billy,seolah-olah menyombangkan dirinya kalau Lily adalah miliknya.raut wajah Billy berubah,kesedihan terlihat jelas di wajahnya.melihat hal itu Lily melepas pelukan Bara,dan mendekati Billy.meraih tubuh Billy dan membawanya kepelukan Lily yang hangat.


“Kau juga bisa memelukku seperti halnya suamiku,kau tau aku memiliki seorang putra yang sekarang berusia 12 tahun,serta seorang putri yang berusia 8tahun.kalian pasti akan menjadi teman baik,jika kalian bertemu!”

__ADS_1


Lily melonggarkan pelukannya dan menatap mata Billy yang mulai berkaca-kaca,entah atas dorongan apa,Billy memeluk erat tubuh Lily dengan hangat.Bara yang tidak mengerti apa yang terjadi,hanya diam menyaksikan kehangatan keduanya.membiarkan sang istri memberi ketenangan pada bocah di hadapannya kini. 


__ADS_2