
Setelah mempersiapkan semuanya,Lily berencana tinggal di rumah keluarga Danu,orang tua dari suaminya.Bian juga telah siap dengan koper mininya,sang Nenek terlihat begitu sedih melihat sang cucu akan meninggalkannya.
“Bian tidak akan lama di sana,Bian akan sering mengunjungi nenek sepulang sekolah,dan akan kembali ketika malam.jadi Nenek tidak boleh bersedih!”
“Nenek tau,cucu nenek yang hebat ini tidak akan membiarkan Nenek bersedih!”
Bian tersenyum lembut dan memeluk sayang sang nenek,tangis keharuan tidak bisa lagi dia bending.sang suami hanya bisa tersenyum,melihat kedekatan Nenek dan cucunya itu.setelah berpamitan Lily membawa Bian pergi,dalam perjalanan menuju rumah barunya,Bin hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.
“Sayang,apa ada sesuatu?”
“No Mommy!”
“Bisa ceritakan ke Mommy apa yang Bian rasakan sekarang!”
Bian menundukkan kepala dan memainkan jemarinya,Lily tersenyum lembut dan mengusap kepala Bian dengan penuh sayang.Lily tau apa yang sang putra rasakan sekarang.
“Ceritakanlah,Mommy akan mendengarkan!”
“Bian ingin tinggal bersama Daddy Diego,Nenek dan Kakek Stave.bukannya Bian tidak senang tinggal bersama Mom and Dad,tapi Bian,,!”
“Mommy tau dan Mommy mengerti sayang,bisakah Bian ikut Mommy seminggu saja,setelah itu Mom and Dad akan mengantarkan Bian ke rumah Nenek dan Kakek Stave!”
“Daddy tidak akan marah?”
“Mommy bisa bicara dengan Daddy!”
“Thank you Mommy!”
Bian mengecup pipi Lily dengan penuh rasa bahagia,sebagai seorang ibu Lily merasakan apa yang Bian rasa.keluarganya telah merawat Bian sejak kecil,dan Bian cukup dekat dengan sang Nenek.di banding dirinya yang sedikit sibuk dengan segala urusan kuliah,serta urusan lainnya.
Beberapa menit kemudian mobil Lily memasuki halaman rumah keluarga Danuarta,sang Nenek bahkan sudah tidak sabar menunggu kedatangan sang cucu.melihat Bian keluar dari mobil,sang Nenek segera menyambutnya dengan pelukan hangat.bukannya Bian tidak menyukai Nenek dan Kakek dari pihak Ayahnya,dirinya begitu menyayangi sang Nenek yang akan merasa kesepian jika tidak ada dirinya.
“Selamat datang di rumah Nenek,cucuku yang tampan!”
“Hello Nek!”
Bian menyambut pelukan hangat sang Nenek,Lily sendiri bingung bagaimana putranya yang masih kecil itu,bisa menyesuaikan suasana hatinya.benra-benar anak yang jenius pikirnya.
“Bara sudah tau kau pindah hari ini sayang!”
“Belum Ma,nanti Lily akan menghubunginya!”
“Bian sayang,Nenek akan menunjukkan kamarmu!”
Dengan patuh Bian mengikuti langkah sang Nenek yang terlihat begitu bahagia,Tuan Danu hanya tersenyum melihat keduanya,begitu juga dengan Lily.
“Apa Bian tidak menangis ketika kau membawanya kemari Lily?”
“Papa pikir Bian anak yang cengeng,dia bahkan tenang ketika menyiapkan pakaiannya!”
__ADS_1
“Apapun yang Bian katakan nanti,jangan memaksanya!”
Lily mengerutkan kening,mendengar ucapan sang Ayah mertua.dengan pandangan penuh tanda tanya,Lily menatap sang Ayah Mertua yang masih menatap istri dan cucunya.
“Maksud Papa apa?”
“Jangan memaksa Bian untuk tinggal disini jika dia tidak mau,kita bisa mengunjungi atau Bian yang mengunjungi kita sekali-kali.putramu tidak bisa jauh dari ibumu Lily!”
“Papa sudah tau?”
“Hahaha,,apa yang Papamu ini tidak tau,sudah sana masuk ke kamarmu dan istirahatlah!”
Lily terdiam dan meninggalkan sang Ayah mertua dengan seribu macam pertanyaan di benaknya,apakah sang putra sudah mengatakan secara jujur keinginannya pada kakek dan Nenek Danu?.memikirkan hal itu,membuat kepala Lily pusing.dengan langkah lebar Lily menaiki tangga dan menyusul sang ibu Mertua.
Ketika melihat kamar Bian yang pertama terlintas di benak Lily adalah “Keren”,kamar anak laki-laki dengan berbagai pernak-pernik khas anak laki-laki menghiasi kamar tersebut.
“Wah Kamar putra Mommy keren,apa Bian menyukainya!”
“Hmm,,Lumayan keren dan Bian suka,terimakasih Nek atas kamarnya!”
“Sama-sama Bian sayang,semuanya Nenek lakukan agar Bian nyaman disini!
“Baiklah Mommy tinggal dulu ya,Mommy ingin tidur sebentar!”
Bian membiarkan ibunya beristirahat,sementara dirinya asyik bersama sang Nenek,yang membantunya merapikan pakaian yang dia bawa.Malam menjelang ketika waktu makan malam tiba,suara ketukan pintu membuat Lily terjaga.tidak ada jawaban dari sang ibu,membuat Bian kwatir.dengan kesal Bian membuka pintu kamar sang ibu,terlihat sang ibu masih menikmati tidurnya,membuat Bian geleng-geleng kepala.
“Mommy bangun,ayo turun untuk makan malam!”
“Sudah jam 7 malam Mommy!”
Lily terkejut dan langsung duduk di ranjangnya,menatap tak percaya kearah sang putra.mengerti akan tatapan sang Mommy yang tidak percaya dengan ucapannya,membuat Bian malas meninggalkan sang Mommy.
“Lihat jam dinding Mom!”
Lily mencoba mengedarkan pandangnnya mencari jam dinding yang di maksudkan sang putra,tubuhnya lemas ketika melihatnya.ternyata dirinya tidur cukup lama sore itu,sampai melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu serta menantu.dengan cepat Lily bergegas mencuci wajahnya,dan ikut bergabung untuk makan malam.
“Selamat Malam,maafkan Lily yang ketiduran.hingga tidak membantu menyiapkan makan malam!”
“Apa yang kau katakan,disini banyak pelayan yang bisa menyiapkan makan malam sayang!”
“Mommy kelelahan karena urusan Hotel!”
“Selesaikan makan malam mu,setelah itu lanjutkan tidurmu.Bara dan Han pulang agak malam,Papa sudah menghubunginya,dan mengatakan padanya bahwa kalian sudah berada di rumah!”
“Terimakasih Pa!”
Setelah selesai makan malam,Lily mengantar Bian ke kamarnya.meski masih kecil Bian sudah mandiri,dan tidur sendiri.melihat sang ibu mengikutinya sampai dikamar membuat Bian heran.
“Apa ada sesuatu Mommy?”
__ADS_1
“Tidak ada,Mommy hanya kangen dengan putra tampan Mommy!”
Dengan penuh semangat Lily memeluk dan mencium pipi Bian,membuat sang putra tertawa akan aksi sang ibu.keduanya meski jarang memiliki waktu bersama,terutama lily.keduanya tertawa bahkan bermain bersama di atas ranjang.
“Mom,Bolehkah Bian tinggal secara bergantian.seminggu disini,seminggu juga di rumah Nenek Stave!”
“Keputusan yang bijak sayang,tapi apa Bian tidak lelah nantinya?”
“Bian rasa tidak Mom!”
“Putra Mommy sangat bijak,Mommy bangga padamu.sekarang tidurlah,besok Bian harus sekolah!”
Lily menyelimuti serta membelai lembut kepala sang putra,hingga perlahan Bian terlelap.bocah yang masih berumur 4 tahun,dengan kemampuan daya pikir di atas rata-rata.sudah memiliki jalan pikiran sendiri,sungguh membuat Lily bahagia.
Kau akan menjadi pria hebat dan bijak Bian,Mommy bangga padamu.tetaplah menjadi anak yang berbakti untuk kedua keluargamu,Mommy menyayangimu,,
Setelah mematikan lampu tidur,Lily keluar dari kamar Bian menuju kamarnya untuk membersihkan diri.beberapa menit berlalu,setelah membersihkan dirinya lily kembali ke ranjang dan tidur.di liriknya jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 9malam,namun sang suami belum juga kembali,membuatnya sedikit gusar.di tengah lamunannya suara ketukan pintu kamar membuatnya terkejut,perlahan Lily melangkah dan membuka pintu kamarnya.
Pria tampan masih dengan balutan jas mahalnya,senyum indahnya terukir manis di sudut bibirnya,sungguh membuat Lily jatuh hati berkali-kali.
“Selamat malam istriku sayang!”
“Selamat malam suamiku sayang!”
Lily mencium pipi serta memeluk tubuh kekar di hadapannya,senyum bahagia terlihat jelas di wajahnya.rasa lelah seharian hilang ketika melihat orang-orang terkasih,itulah yang dirasakan Bara malam ini.setelah tiba di rumah,Bara segera melangkahkan kakinya menuju kamar sang putra,yang sudah terlelap.Bara mengecup kening sang putra,yang semakin hari semakin mirip dengannya.
“Kenapa belum tidur?”
“Aku menunggumu pulang,kau sudah makan,mau aku siapkan makan hangat?”
“Aku sudah makan malam di luar bersama Han!”
“Kalau begitu mandilah,aku akan menyiapkan pakaianmu!”
“Kau tidak ingin memandikanku?”
“Terlalu tua untuk aku mandikan sayang!”
“Tapi kau bisa melihat pemandangan indah sayang!”
“Aku bisa melihatnya nanti,sekarang pergilah mandi!”
Dengan sekuat tenaga Lily mendorong tubuh Bara yang kekar,semakin lama sang suami semakin mesum menurutnya.namun semua itu membuat nuansa romantis,dalam kehidupan mereka.beberapa menit berlalu Bara keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya,Lily sudah menyiapkan pakaian gantinya.namun Bara tak menemukan sang istri,suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Bara.Lily datang dengan nampan yang berisi potongan buah.
“Kenapa belum mengenakan pakaianmu,tidakkah kau kedinginan?”
“Aku menunggumu sayang,kau bisa membantuku mengenakannya!”
Bara menatap Lily dengan jahil,tentu saja Lily tau arti dari tatapan Bara.terbesit ide di kepala Lily,dengan perlahan dia melangkah dan meletakkan nampannya.Lily menatap Bara,dengan perlahan Lily menggerakkan jemarinya menyusuri perut kotak-kotak Bara.memberikan sensasi aneh pada tubuh telanjang Bara,gerakan tangan yang merayu dan menggoda.mmebuat Bara tidak bisa menahan hasratnya untuk tak menyentuh sang istri.
__ADS_1
Bara mencium bibir manis lily,ciuman panjang yang menuntut dapat Lily rasakan.hasrat Bara yang begitu menggebu,membuatnya ikut larut dalam setiap sentuhan lembut yang Bara berikan,hingga keduanya larut dalam gelombang asmara,dan malam yang panjang di mulai.