Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
170. Pernikahan Han


__ADS_3

“Paman Bukalah kedua matamu,Hari ini Queen akan menjadi pengantin kecil yang cantik untukmu!” Queen berucap lambat berharap sang paman mendengarnya,dan memaksakan diri untuk membuka kedua matanya.tanpa di duga Han merespon,perlahan kedua matanya terbuka.diliriknya Queen yang tersenyum kepadanya,entah kenapa dirinya tak bisa menolak permintaan gadis kecil itu,meski tak sadarkan diri namun alam bawah sadarnya memintanya untuk membuka kedua matanya.


Bara yang menyadari hal tersebut,langsung meminta Dokter,perawat untuk menyiapkan acara pernikahan .Lily terkejut mendengar ucapan serta perintah Bara yang diberikan kepada sang Dokter,Lily meraih pergelangan tangan Bara,memaksanya untuk mengikutinya.


“Kau akan menikahkan kak Han dengan siapa,dalam kondisinya yang sperti ini?” Lily bertanya dengan heran,kenapa bisa sang  suami berpikir untuk menikahkan Han.siapa wanita yang akan bersedia menikah dengan seoarang lelaki yang terbaring antara hidup dan mati? Bara menatap Lily sendu dengan mata yang mulai berkaca-kaca,Bara meraih bahu Lily meremasnya lembut.


“Queen..Queen putri kita akan menjadi pengantin wanita Han hari ini!” Lily sangat terkejut,Lily menggeleng kepala tanda tak setuju.”Apa yang kau pikirkan sayang,putri kita masih kecil dia baru berumur 9 tahun!” Lily berucap dengan nada marah,Bara sudah siap menerima amukan sang istri,namun satu hal yang sang istri belum ketahui.ikatan perasaan yang Han berikan kepada putrinya sangatlah berbeda,beberapa kali Han selalu mengatakan jika dirinya akan menikahi Queen.


“Tolong untuk saat ini dengarkan aku sayang,semua ini demi Han.putri kita juga melakukannya demi Han.apa kau tidak lihat Dokter serta para medis berusaha menyadarkannya,tapi mereka hampir menyerah!.tapi lihatlah Queen,hanya dengan bisikannya Han langsung membuka kedua matanya,tolong sayang tolong mengertilah!” 


Bara berucap dengan nada serak sedikit menahan tangis,Lily melirik memandang dua manusia yang memiliki perbedaan usia cukup jauh itu.Lily yang tidak bisa berfikir jernih hanya bisa mengangguk lemah,Bara membawa Lily dalam pelukannya.Bara memehami perasaan sang istri yang tentu saja tidak bisa menerima kenyataan,namun demi Han dirinya harus sedikit berkorban.


Kamar Han telah disulap dalam waktu beberapa menit,semua keluarga telah hadir dan mengetahui apa yang akan terjadi hari ini.Bara serta Diego membantu Han berganti pakaian,dan mendudukannya di kursi roda dengan alat medis yang masih terpasang ditubuhnya.


“Kau tampan Han,aku tidak percaya kau akan menjadi menantuku!” ucap Bara setengah menggoda,disusul kekehan Diego yang begitu khas.”Jadi kau akan memanggil Bara dengan panggilan Ayah mertua mulai sekarang?” ucap Diego menimpali,keduanya tertawa pelan,dan Han hanya bisa mengangguk dan tersenyum.wajahnya yang sedikit merona membuat Bara dan Diego senang,itu pertanda bahwa ada sedikit perubahan pada tubuh Han.


“Lihatlah putra kita sangat tampan Rima!” ucap Nyonya santika yang datang bersama Madam Rima,ibu kandung Han.kedua ibu itu memeluk Han sayang,menyembunyikan kesedihannya dibalik senyum cantik mereka,disusul Tuan Stave dan sang istri.


“Mari kita mulai acaranya!” ucap salah seorang Dokter yang akan memimpin prosesi sakral tersebut,Han menatap pintu masuk dengan wajah berseri menanti kedatangan pengantin kecilnya yang pasti sangat cantik hari ini.terlihat Bian dan Billy memasuki ruangan,membuat mereka yang berada disana tegang,menjadi tertawa karena ulah keduanya.

__ADS_1


Lily masuk dengan gaun putihnya,ia tersenyum manis kearah Han.memiringkan tubuhnya dan menyilahkan pengantin masuk kedalam ruangan,Queen tampil cantik dengan gaun putih bersihnya,mengenggam sebuket bunga Lily dan berjalan perlahan mendekati Han.senyum diwajahnya semakin membuatnya menggemaskan di umurnya yang masih 9 tahun.


Han terpana akan kecantikan pengantinya,semua mata tertuju pada Han,menatap reaksi pria yang hari itu menjadi pengantin pria.Bara meremas pelan pundak Han,” pengantinmu sangat cantik Han!” Bara berbisik tepat di telinga Han,membuat pria itu melirik dan melemparkan senyum tanda setuju akan ucapan Bara.Han mengulurkan tangannya,menatap Queen dengan lembut.Queen meraih tangan kokoh itu serta tersenyum secantik mungkin,berdiri di hadapan Han.


“Queen cantik bukan?” ucapannya yang terdengar lucu layaknya anak-anak pada umumnya,membuat beberapa orang yang hadir dalam ruangan itu tertawa.”Kau cantik ,sangat cantik .terimakasih telah menjadai pengantin paman hari ini!” Han berucap lemah dengan sisa tenaga yang dia miliki.acara pemberkatan di pimpin oleh salah satu Dokter,yang sangat terharu melihat keduanya.


Janji suci pernikahan telah diucapkan,Queen resmi menjadi istri dan Han menjadi seorang suami.dengan senyum khas yang Queen miliki,Queen memeluk dengan hati-hati tubuh Han menghadiahinya kecupan sayang di kedua pipi.Han tersenyum bahagia,hingga tak bisa menyembunyikan rona kebahagiaan diwajahnya yang tampan.


“Jangan memberinya ciuman dibibir,belum saatnya!” celetuk Bara di tengah-tengah rasa haru itu,ucapannya mengundang tawa semua pihak,begitu juga dengan sepasang pengantin unik itu.


“Terimakasih semuanya,,aku sangat bahagia!” Han berusaha menahan rasa sakit yang tubuhnya rasakan,hari ini adalah hari bahagia untukknya,dan dia ingin bertahan sedikit lebih lama lagi.


“Selamat paman,telah menjadi suami dari adikku yang cerewet ini!” ucap Bian dan Billy,yang diangguki oleh Han.


“Selamat Kak Han,karena sekarang telah menjadi menantuku !” ucap Lily lembut,”terimaksih Lily karena telah mengijinkanku menikahi putri kecilmu!” Lily tak bisa menahan haru serta air matanya,Lily memeluk keduanya dengan sayang,menghadiahi kecupan di pipi masing-masing.Han mentap Queen dengan sayang,entah kenapa hatinya malah terikat pada sosok gadis kecil keponakannya itu.


Kau akan menjadi wanita cantik berhati lembut Queen,sama seprti ibumu.berbahagialah,ingatlah bahwa paman pernah hadir di kehidupanmu dan pernah menyayangimu,,


“Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang kau lukiskan di hatiku Queen!” Han berucap lemah,wajahnya tampak pucat.Queen hanya bisa tersenyum lembut,Han menundukkan kepalanya mengecup pelan kening Queen sebelum membawa tubuh gadis kecil itu dalam pelukannya.kedua mata Han terpejam dengan senyum bahagia,Queen membalas pelukan Han sambil menepuk pelan punggung kokoh itu,melakukan seperti yang biasa sang Mommy lakukan padanya jika sedang  memeluknya.beberapa menit berlalu,namun posisi Han masih sama Bara yang mulai menyadari adanya kejanggalan melangkah menyentuh pundak Queen lembut.mencoba memisahkan tubuh Queen yang di peluk erat olah Han,ketika pelukan terlepas secara otomatis tubuh Han lunglai.

__ADS_1


Bara mengangkat tubuh Queen dari pangkuan Han,meminta Diego membantunya memindahkan tubuh Han ke ranjang,kepanikan mulai terjadi.Lily berlari meraih tubuh Queen dan memeluknya,namun Queen menggeleng pelan ia ingin melihat sang paman,dan ingin tetap berada diruangan itu.para Dokter mencoba menenkan dada Han melakukan pertolongan semampu mereka,namun Tuhan berkata lain.Han pergi dengan tenang,membawa senyum serta perasaan bahagianya.


Tangis kesedihan mulai terdengar di ruangan itu,hari yang seharusnya menjadi hari bahagia kini menjadi duka.Han pergi membawa kebahagiaan dalam tidurnya yang damai,semua bersedih dan menangis, gadis kecil itu masih tersenyum menatap tubuh Han,seolah-olah dirinya masih melihat keberadaan sang pria yang tersenyum padanya.Han selalu memberikan senyum manisnya jika bertemu Queen,bagaiamanapun keadaannya baik pria itu merasa marah,serta lelah, namun ketika melihat wajah Queen yang polos senyum pria itu akan terukir disudut bibirnya.


Bian melangkah mendekat disususl Billy,berdiri tepat dihadapan sang adik yang menatapanya dengan mata bulat indahnya.Bian tak berucap,tangannya terulur meraih tubuh Queen,membawa tubuh sang adik dalam pelukannya.Bian menangis dalam diam berusaha untuk tak mengeluarkan suara dihadapan sang adik,bulir-bulir bening mengalir begitu saja tanpa permisi.Billy menunduk merasakan kesedihan yang dialami sahabatnya itu,dirinya pernah berada di posisi Bian.dimana dirinya harus kehilangan orang tersayang serta terkasih dalam dunia ini.


Dilihatnya sang Daddy dan Mommy yang menangisi tubuh kaku sang paman,Bian memilih menguatkan sang adik.Queen tak merespon,gadis itu hanya diam melihat para medis melepas semua alat medis yang terpasang di tubuh pamannya.menatap tubuh kaku yang menutup kedua matanya dengan senyum.


Awan mulai mendung ikut larut dalam kesedihan yang dirasakan keluarga Danuarta,mereka kehilangan salah satu putra kebanggaan keluarga.di atas gundukan tanah berwarna merah,yang bertaburan bunga kini menjadi tempat peristirahatan Han yang terahir. Gadis kecil itu tak memperlihatkan emosinya,bahkan ia tak menangis seperti kakaknya,Billy dan anggota keluarga yang lain.tatapannya kosong sambil memeluk foto Han,Queen berdiri disamping makam.


Beristirahatlah dengan tenang bocah sialan,aku tak menyangka akan menjadi mertuamu hanya dalam hitungan menit.bahkan kau belum sempat memenaggilku dengan panggilan Ayah mertua,kau sungguh menantu yang kejam..


Kau pria baik Han,bahkan pria yang sangat setia yang pernah aku kenal.terimakasih telah hadir di tengah-tengah kami,menjadi seorang kakak bagi Lily,sahabat bagiku dan Bara.menjadi seorang paman,dan suami.tenanglah disisinya,,


Maafkan Lily kak,yang dengan berat hati mengijinkanmu menikahi Queen.maafkan keegoisan Lily,tenanglah disana kak.Lily akan menjaga dan mendidik Queen dengan baik,tolong percayakan istrimu pada kami,,


Tenanglah disana paman,kau tau bukan kalau Bian sangat menyayangi paman.bahkan selalu membuat Daddy iri,Bian akan menjadi seoarang kakak yang baik dan bertanggung jawab.Bian tak akan membiarkan Queen terluka,Bian janji,,


Aku sangat mengagumi anda Tuan Han,aku bahkan masih belum terbiasa memanggil anda dengan panggilan paman.aku Billy akan menjaga Bian dan Queen,gadis cantik yang selalu energik itu,aku akan mengembalikan senyuman serta sifatnya yang cerewet itu,aku berjanji pada diriku sendiri,beristirahalah dengan tenang paman,,

__ADS_1


__ADS_2