Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
69.Bertemu Nyonya Santika


__ADS_3

Bara menatap Lily begitu lekat,tanpa mengalihkan pandangannya.Bara ingin memandangi wajah cantik sang kekasih,meski Lily sudah memiliki seseorang di sampingnya.Bara ingin mendapatkan hati Lily kembali,seperti dulu.


“Mama pernah terpuruk,ketika kau pergi tanpa kabar.bahkan Mama membenciku dalam waktu yang lama!”


Lily menatap Bara,yang kini tersenyum kecut.Bara menceritakan semua kejadian di rumah,setelah kepergian dirinya beberapa tahun ini.


“Aku masih mencari mu sampai detik ini,dan ketika bertemu denganmu untuk yang pertama kalinya,aku sangat yakin kalau kau itu Lila!”


“Hatiku mengatakan,kalau itu adalah dirimu.wanita yang teramat aku cintai!”


Lily terdiam dan hanya menatap mata Bara,mencari kebohongan di mata pria yang pernah mengecewakannya itu.Bara menggenggam tangan Lily dan mengusapnya lembut.


“Maafkan aku,maukah kau menikah denganku.seperti yang ingin aku lakukan beberapa tahun lalu!”


Deg,jantung Lily berdegup kencang.ia bingung harus menjawab apa.disatu sisi hatinya masih mencintai Bara,namun Bara belum mengetahui keberadaan Bian.dan bagaimana dengan kedua orang tuanya,yang belum mengetahui pertemuan dirinya dan Bara.Lily bergulat dengan pikirannya,membuat Bara tersenyum dengan penuh kekecewaan.melihat Lily yang hanya diam, membuat Bara meyakini bahwa sang kekasih,tidak bisa kembali kesisinya.


“Tidurlah di kamarmu,kau pasti lelah.aku ingin tidur!”


Lily tersadar dari lamunannya,dan menganggukkan kepalanya.Lily meninggalkan Bara di kamarnya,dan menuju kamarnya sendiri.Lily sungguh dilemma,bagaimana caranya dia menyampaikan kepada Bara, bahwa ada seorang malaikat kecil yang pernah tumbuh di perutnya,akibat kejadian malam itu.Lily memasuki kamarnya dengan langkah gontai,dia melemparkan tubuhnya begitu saja.


Bara terdiam dengan tatapan kosong,bagaimana caranya menyampaikan kepada sang ibu,jika Lila yang begitu disayangi sang ibu,telah memiliki seseorang di sisinya.


Apakah aku harus menculik dan mengurung mu Lily,agar pria itu tidak menemukanmu,seperti yang aku alami.aku sungguh tidak sanggup kehilanganmu. 


Bara mengambil ponselnya,dan menghubungi Seseorang.


“Jemput aku sekarang!”


Bara menyimpan kembali ponselnya,dan memijat pelan keningnya yang terasa berdenyut.hampir 30menit Bara menunggu kedatangan Han,dan tidak lama suara pintu terbuka,dan menampakkan tubuh tinggi seorang pria tampan.Han memasuki kamar Bara,dan melihat Bara yang hanya bersandar di ranjangnya,membuat Han mengerutkan dahi,melihat tangan serta telapak kaki yang diperban.


“Apa yang terjadi padamu?”


Han menghampiri Bara,dan memeriksa keadaannya.Bara hanya diam dan menatap lelah Han,tentu saja Han paham betul sifat Bara.sehingga Han memutuskan untuk duduk,dan mendengarkan Bara.


“Katakan!”


“Dia Lila Han,dan dia sudah mengakuinya!”


“Be…benarkah!”


Bara mengangguk sambil tersenyum,dan mengangkat kepalanya sambil menatap wajah Han,yang sedikit terkejut karena ucapannya.


“Tapi aku harus merebutnya,dari pria yang kini berada di sisinya!”


“Maksudmu,Lila sudah mempunyai kekasih?”


Bara menganggukkan kepala,dan menceritakan siapa Lila sekarang.rasa terkejut dan tidak percaya terlihat jelas di wajah Han,bahkan Han menghabiskan sebotol air mineral,karena rasa keterkejutannya.


“Jadi luka ini karena dia?”


“Aku yang melakukannya,anggaplah ini hukuman untukku!”


“Hahhh!”


Han menghela nafasnya dan menepuk pundak Bara pelan,memberikan semangat dan dukungan,kepada sahabat sekaligus Bos nya tersebut.


“Kita pulang ke rumah dulu,Mama merindukanmu!”


“Iya!”

__ADS_1


Han memasukan pakaian Bara ke dalam tas,dan membantu Bara berjalan.mereka meninggalkan hotel, tepat tengah malam,tanpa mengucapkan selamat tinggal kepada Lily.Di dalam perjalanan kembali ke rumah,Bara hanya diam dan larut dalam pikirannya.sesampainya di rumah,Han mengantar Bara ke kamarnya,dan kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.


Keesokan paginya,hotel berjalan seperti biasa.Alvian telah datang dan menggantikan Chef Anggi,sehingga semua berjalan sesuai harapan.Alvin bekerja untuk sementara, Sambil menunggu Chef baru, yang akan bekerja untuk Felice hotel.Manda pun menjalankan tugasnya,untuk mencari Chef baru di bantu oleh Josh.


Lily tersenyum puas,akan keadaan hotel yang semakin stabil dalam beberapa hari ini.Lily pun tidak pernah lupa menghubungi sang Papa dan Diego,yang sebenarnya sedang berada di Negara Y.karena kesibukan dan urusan lain,Lily tidak mengunjungi Bara Hari ini.


Sedangkan di kediaman Danuarta,sang ibu yang sudah mengetahui putranya kembali,menemui Bara dikamarnya.Nyonya Santika mengetuk beberapa kali pintu kamar Bara,karena tidak mendapat jawaban,sang ibu masuk begitu saja.melihat sang putra yang masih tertidur pulas,membuat sang ibu membatalkan niatnya,untuk membangunkannya.


Apa kau begitu lelah sayang,andai ada seorang istri yang mengurus mu,Mama yakin hidupmu akan sedikit berwarna.


Nyonya Santika tersenyum kecut,dan meninggalkan putranya yang ia pikir, masih tidur itu.Nyonya Santika menuruni tangga,dan menuju ke dapur menemui salah satu pelayan.


“Kita ke Mall!”


“Baik Nyonya!”


“Rima,jika sudah waktunya makan siang tolong bangunkan Bara.mungkin aku akan pulang sedikit telat!”


“Baik Nyonya!”


Nyonya Santika meninggalkan rumah dan pergi ke Mall untuk membeli keperluan dapur.sementara itu,di felice hotel Lily sedang bersama sang Mama dan Putra kecilnya yang semakin pintar.tanpa sepengetahuan Lily mereka berkunjung,dan tentu saja membuat Lily terkejut,dan bahagia melihat putra kesayangannya.di dalam kamar yang besar,yang dilengkapi dengan monitor, dan perlengkapan kerja lainnya. Lily menghabiskan waktunya dikamar,sambil mengerjakan beberapa proyek dan pekerjaan hotel.Lily membiarkan sang Putra bermain,sementara dirinya dan sang ibu duduk di sofa.


“Mama,ada yang ingin Lily katakan!”


“Katakanlah sayang!”


“Lily sudah bertemu Bara Ma!”


Nyonya Erika tersenyum mendengar pengakuan sang putri,apapun yang terjadi, jika mereka memang memiliki takdir,mereka pasti akan bertemu dan mungkin bersatu kembali.


“Mama,bahagia mendengarnya sayang.sekarang tugasmu adalah meyakinkan hatimu,apakah masih untuknya atau sudah tergantikan oleh yang lain!”


Nyonya Erika memeluk Lily yang mulai menangis,menyalurkan kasih sayang seorang ibu,yang kini sedang di butuhkan oleh putrinya.


“Taukah kau Lily,Mama dan Papa sebenarnya ingin kau menikah dengan Diego.tapi karena kami tidak ingin memaksamu,dan mengetahui di dalam hatimu masih ada Bara,karena itu kami membiarkanmu!”


“Jika kami mau,kami tentu bisa memintamu menikah dengan Diego. ketika Bian masih dalam kandungan mu,namun kami tidak ingin menyakiti hati dan perasaanmu.jadi jika kau masih mencintai Bara,maafkan dan terimalah dia kembali!”


Lily melepas pelukannya dan menatap sang Mama,Lily terkejut dengan pengakuan sang Mama.


“Kak Diego!”


“Dia mencintai kalian dengan tulus,bahkan dia memendam perasaannya, dan tidak mengungkapkannya padamu.karena dia menghormati perasaanmu sayang!”


“Jadi jangan kecewakan kami,kejarlah kebahagiaanmu!”


Lily menumpahkan air matanya kembali,ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar.dirinya begitu egois sampai tidak menyadari,perasaan dan keinginan keluarganya.bahkan mereka menginginkan kebahagiaan untuk dirinya.


“Tapi Bara belum tau keberadaan Bian Ma!”


“Katakan sejujurnya padanya,apakah dia percaya atau tidak,itu masalah nanti.yang penting kau sudah jujur!”


“Terimakasih Ma,Lily sayang kalian!”


“Kami juga menyayangimu,karena kehadiran kalianlah,hidup kami berwarna!”


Keduanya berpelukan,membuat Bian yang tadinya bermain,ikut memeluk sang Oma dan ibunya.membuat ketiganya tersenyum bahagia,karena tingkah Bian yang lucu. Setelah menangis bersama,mereka memutuskan pergi jalan-jalan.Lily membawa sang Mama dan putranya ke Mall,sudah lama Lily tidak menghabiskan waktunya bersama sang Mama dan putra tercinta.


Setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih membutuhkan waktu 45menit,kini mereka telah sampai di Mall terbesar di kota mereka.Lily menggendong sang putra,dan membawanya masuk ke dalam Mall.Lily membawa sang putra ke pusat permainan,sementara sang Mama belanja bulanan, bersama sang pengasuh yang membantunya mengasuh Bian.

__ADS_1


Interaksi Lily dan Bian,tidak lepas dari tatapan dua pasang mata yang melihat keduanya dengan rasa terkejut dan bahagia.mereka adalah Nyonya santika dan sang sahabat Rika,yang menjadi sahabatnya semasa Lily menjadi pelayan di kediaman Danuarta.


“Nyonya,bukankah wanita itu Lila!”


“Kau melihatnya Rika,ini bukan mimpi kan!”


“Tidak Nyonya,saya melihatnya dan ini bukan mimpi!”


Nyonya santika tersenyum haru,dan meneteskan air matanya.diam-diam dia mengamati keduanya bahkan merekam kegiatan Lily dan seorang anak yang bersamanya.Nyonya santika tertegun melihat wajah sang bocah,yang ia kenali bernama Bian.Nyonya Santika menutup mulutnya dan menahan isak tangisnya.


Jadi bocah itu putramu Lila,apakah itu artinya Bian putra Bara.dan Bian adalah cucuku!.


Nyonya Santika mengikuti langkah Lila,menuju tempat yang menyediakan berbagai mainan.Bian yang saat itu berada dalam gendongan Lily,melihat keberadaan Nyonya Santika.Bian tersenyum dan melambaikan tangannya,bahkan memanggilnya membuat Lily berhenti dan menoleh kebelakang.


“Nenek!Nenek!”


Deg,tubuh Lily membeku melihat keberadaan Nyonya Santika dan sahabatnya Rika,yang sudah berlinang air mata itu.Bian meronta minta di turunkan,Lily menurunkan tubuh Bian,dan sang putra berlari ke arah Nyonya santika sambil memeluknya.


“Nenek!”


“Bian Cucuku!”


Tubuh Lily masih membeku,ia terpaku melihat putranya yang memanggil Nyonya Santika dengan sebutan Nenek,dan begitu juga sebutan yang di berikan Nyonya Santika kepada putranya.Lily menatap Nyonya Santika, yang kini telah menggendong sang Putra,dengan tangis kebahagiaan.


“Mami,Nenek!”


Lily meneteskan air matanya,tidak percaya dengan apa yang sang putra katakan.


“Lila!”


Tanpa menjawab panggilan Nyonya Santika,Lily melangkahkan kakinya dan memeluk Nyonya Santika,yang kian menumpahkan air matanya.Bian yang untuk pertama kalinya melihat sang Mami menangis,dengan cepat mengulurkan tangan mungilnya,dan mengusap air mata sang mami.


“Jangan angis Mami!”(Jangan Nangis Mami)


Lily terharu dan semakin memeluk sang putra,Lily juga  memeluk sahabatnya yang masih berdiri di samping sang Nyonya.


“Lila,kami merindukanmu!”


“Maafkan aku!”


Setelah acara melepas kerinduan dengan berpelukan,mereka memutuskan duduk di sebuah kafe,sambil menunggu sang Mama.Lily bertanya tentang kabar mereka,dan mereka bertiga larut dalam obrolan,sampai ucapan Bian mengalihkan pandangan mereka.


“Oma Bian!”


Nyonya santika terdiam melihat kedatangan Nyonya Erika,Lily hanya tersenyum .Nyonya Erika mendekati mereka,dan mencium pipi sang Cucu yang tertawa.


“Sudah Lama Jeng Santika!”


“Iya,,Jeng Erika!”


Sang pelayan dan pengasuh yang mengerti dengan suasana disekitarnya, memilih menjauh dan membawa Bian bermain. Kini hanya tersisa Lily,Nyonya Santika dan Nyonya Erika.


“Bisa Kau ceritakan pada Mami, apa yang sebenarnya terjadi! "


Nyonya Santika menatap Mata Lily,yang kini telah berkaca-kaca.Nyonya Erika menggenggam lembut tangan Lily,dan menyemangatinya. Dengan satu tarikan nafas,Lily menatap Nyonya Santika dan menceritakan,bagaimana bisa dirinya bersama Nyonya Erika.



 

__ADS_1


__ADS_2