Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
70.Mengetahui Kebenaran.


__ADS_3

Suasana tegang,haru dan bahagia menjadi satu.isak tangis yang begitu pilu yang terdengar,membuat Lily tidak mampu melanjutkan cerita hidupnya.


“Maafkan Kami Lila,maafkan putra Mami yang membuatmu menderita!”


“Tidak Mami,Maafkan Lila yang pergi tanpa pamit, bahkan meningglakan luka di hati Mami!


“Maafkan Lila yang begitu bodoh ini!”


“Tidak Sayang,kita semua salah dalam hal ini,terutama Bara!


Nyonya Santika memeluk Lila dengan penuh kerinduan,membuat Nyonya Erika terharu.ternyata selain dirinya,masih ada yang begitu menyayangi putrinya.


“Jadi Bian,putramu bersama Bara?”


“Iya!”


Nyonya Santika tertawa bahagia,dan memeluk Nyonya Erika.


“Bian Cucuku Jeng Erika,benar dugaanku sebelumnya,ketika pertama kali melihat Bian yang begitu mirip dengan Bara!”


“Iya Jeng Santika,Bian Cucumu juga!”


Mereka akhirnya menikmati waktu bersama,terlihat Nyonya santika begitu menikmati waktu berharganya dengan sang cucu.sampai dering ponselnya membuat semua yang ada disana mengalihkan perhatian mereka.melihat nomer rumah yang menghubunginya,membuat dahi Nyonya Santika mengkerut.


“Hello,,Apa? Ada apa dengan Bara?”


“Baik,aku akan segera kesana!”


Nyonya Santika terlihat begitu panik,begitu juga dengan Lily yang mendengar nama Bara disebut.


“Mami ada apa?”


“Bara,,Bara dilarikan ke rumah sakit,Bara di temukan sudah tidak sadarkan diri di dalam kamar!”


Lily menutup mulutnya dengan kedua tangannya,air mata mengalir begitu tanpa permisi.


“Ayo kita pergi,apa lagi yang di tunggu!”


Mendengar ucapan Nyonya Erika yang tegas,membuat semuanya tersadar dari keterkejutan dan kesedihan, yang sesaat membuat mereka lupa.mereka berangkat bersama,dengan mengenderai mobil masing-masing.terlihat Lily yang begitu pucat dan panik,membuat sang Mama,menyentuh pundaknya,seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.setelah menempuh perjalan hampir 35menit,mereka telah sampai di rumah sakit.dengan langkah lebar,mereka mencari keberadaan Bara.dari jauh sudah terlihat Madam dan Han,yang berdiri bersandar dengan mata terpejam.


Aku mohon tuhan,semoga tidak ada sesuatu yang terjadi pada Baraku.aku mohon Tuhan,,


Nyonya Santika menghampiri Madam rima dan Han,sambil menangis.Lily hanya bisa diam berdiri,dan menunggu.Han terlihat menenangkan sang Mama angkat,yang terus terisak.hingga pandangan Matanya tertuju pada Lily,yang berdiri tidak jauh dari Nyonya Santika.Han terdiam dan terpaku melihat Lily,perlahan Han melepas pelukannya membuat Madam Rima heran,dan mengikuti arah pandang Han.sama seperti yang Han rasakan,itulah yang Madam Rima rasakan.


“Lila,apakah itu kau!”


“Iya kak Han,ini aku Lila!”


Han langsung memeluk Lila,tanpa terasa Han meneteskan air mata bahagia.begitu juga dengan Madam Rima,yang ikut memeluk Lila.


“Kami merindukanmu Lila!”

__ADS_1


“Aku juga merindukan kalian!”


Mereka melepas pelukan dan saling melempar senyum bahagia,Han mengacak rambut Lila karena kesal.dan bahagia karena Lila akhirnya kembali.melihat rambut sang ibu di acak-acak,Bian datang dan menendang kaki Han,dengan kaki mungilnya.membuat Han menatap kebawah,dan melihat seorang bocah yang sudah menatapnya Marah,sambil melipat kedua tangannya di dada.


“angan entuh Mami! (jangan sentuh Mami)


Membuat Han melongo dan tidak percaya dengan apa yang ia Lihat,Bara junior telah berdiri di hadapannya.Han masih diam dan menatap lekat wajah sang Bocah,yang begitu mirip Bara.Han menatap Lily dan sang Mama Angkat yang hanya tersenyum.Han memasukkan kedua tangannya dan membalas tatapan Bian,bukannya takut,Bian memeperlihatkan wajah galak yang malah terlihat imut itu.Han ingin sekali tersenyum,ia kagum akan sikap sang bocah yang menurutnya pemberani itu.


“Kau marah,aku bahkan tidak melukai ibumu!” 


“Don’t touch my mom,only Dad can!”


Lily dan Han saling melempar pandangan,dan saat itu pintu ruangan UGD terbuka.tampak wajah pucat Bara,yang terpasang alat pernapasan,dan infuse yang tertancap di tangannya.Han langsung meminta perawat, membawanya ke ruangan VIP yang telah ia pesan.Lily menggendong sang putra dan mengikuti sang perawat yang mendorong bangkar Bara.


Kini Bara telah berada di ruangan yang nyaman,Han dan yang lainnya duduk di sofa memberikan waktu bagi Lily untuk menemani Bara.Lily duduk disamping ranjang,dan menatap wajah pucat Bara.yang kemarin masih terlihat segar dan bahagia,membuat air mata Lily mengalir begitu saja.


“Why are you Crying Mom!”


Lily tertegun dengan pertanyaan sang putra,Lily hanya mampu tersenyum dan mengusap kepala Bian dengan sayang.tidak mendapat jawaban dari sang Mami,membuat Bian berinisiatif mengenggam tangan Bara.Bian mengingat pria yang kini terbaring,adalah pria yang memberinya mainan robot.Bian tersenyum, dan mengusap tangan Bara yang dingin.


“Bangun uncle,kita main lagi!”


Lily tertegun mendengar ucapan sang putra,apakah mereka sudah pernah bertemu, seperti Mama Erika dan Mami Santika.usapan lembut dari tangan mungil Bian,membuat Bara membuka matanya secara perlahan. Ketika pertama kali membuka mata,yang Bara lihat adalah wajah Bian yang tersenyum menggemaskan.ketika mengetahui mata Bara bergerak,Bian langsung naik ke ranjang.


“Uncle!”


“Bian!”


Bian tersenyum,dan memeluk tubuh Bara yang lemah.dengan sisa tenaga yang Bara miliki,ia memeluk tubuh mungil Bian dan mengecup kepalanya beberapa kali.membuat beberapa orang termasuk Lily menangis,ia mengalihkan pandangannya dan menatap sang Mama Erika.mengerti dengan tatapan Lily,Nyonya Erika menghampiri Bian dan membawanya dalam pelukannya. Bian melambaikan tangan mungilnya sambil tersenyum,Nyonya Erika membawa Bian pulang lebih dulu, meningglkan Lily yang masih berada di rumah sakit.


“Apa bocah itu,putra kalian?”


“Iya!”


“Lalu yang dia maksud dengan Daddy itu, adalah suamimu?”


“Aku belum menikah kak,yang Bian maksud adalah Kak Diego!”


“Diego!”


“Iya,orang kepercayaan Papa.sekaligus anak angkat papa!”


“Papa,maksudmu?”


Lily tersenyum melihat keterkejutan yang begitu jelas diwajah Han,Lily kemudian menceritakan semuanya. Dan jangan tanya bagaimana Han terkejut,mendengar nama orang tua angkat Lily.seperti tidak percaya pada apa yang Lily ceritakan,Han diam dan mencerna setiap ucapan Lily sebelumnya.


“Kau Lily Anderson Stave,Desainer muda yang terkenal di Negara Y?”


“Apakah aku sungguh terkenal kak?”


“Lila!”

__ADS_1


“Hahaha,,Iya kak,namaku sekarang adalah Lily Anderson Stave!”


Han menyandarkan tubuhnya di kursi ruang tunggu,Han bingung bagaimana mengatakannya.bagaimana jika Bara tau,kalau sebenarnya Tuan Stave yang melindungi Lila sampai saat ini.karena itu,mereka begitu sulit menemukan Lila.ternayata ada orang yang berkuasa ada di balik hilangnya Lila.


“Jangan menyalahkan mereka kak,mereka hanya ingin melindungi dan tidak ingin aku terluka!”


Seolah tau apa yang di pikirkan Han,Lily mengatakan dengan bijak bagaimana Keluarga Stave memperlakukan dirinya dan putranya.mereka berdua bicara dari hati ke hati,hingga Han mengerti apa yang Lily mau, dan keluarga Stave inginkan.


“Lila!”


Lily dan Han menoleh, dan melihat Nyonya Santika dan Madam Rima, telah berdiri dihadapan mereka.Nyonya Santika meminta Lily menemani Bara untuk malam ini,mereka akan pulang dan mengambil perlengkapan untuk Bara.meski sedikit ragu,namun Lily menyanggupinya.setelah kepergian keluarga Danuarta,Lily masuk ke dalam kamar inap Bara. Melihat kedatangan Lily,Bara tersenyum lembut,dan di balas senyum yang tak kalah manis oleh Lily.


“Bagaimana perasaanmu sekarang!”


“Lebih baik,karena ada kau disini!”


Lily memalingkan wajahnya yang sudah memerah,membuat Bara menjadi gemas,mengingatkan dirinya akan Lila nya,yang wajahnya akan memerah jika malu.


“Aku melihat Bian,apa tadi kau melihatnya? bocah itu begitu mirip denganku!”


“A..aku!”


“Dia mirip denganku,dan matanya mirip sekali denganmu!”


Bara menatap mata Lily yang mulai berkaca-kaca,Bara menggenggam tangan Lily dan mengusapnya dengan lembut.


“Apakah…apakah Bian Putraku?”


Dengan suara serak,dan jantung yang berpacu cepat.Bara menanti jawaban yang keluar dari mulut Lily,membuat Bara semakin gugup.air mata lolos begitu saja dipipi Lily,Lily menarik tangannya dan mengusap sayang pipi Bara.Lily menatap lembut mata Bara,yang sedang menunggu jawaban darinya.


“Iya,,Bian adalah putra Kita!”


“Benarkah!”


Lily mengangguk,membuat tangis Bara pecah.Bara memeluk tubuh Lily, dan menangis bahagia dipelukan wanita yang begitu ia cintai.


“Maafkan aku,maafkan aku yang tidak bisa menemukan kalian!”


“Maafkan aku,yang tidak memberitaukanmu keberadaan Bian!”


“Tidak aku yang salah,aku berjanji akan membahagiakan kalian!”


Keduanya larut dalam tangis kebahagiaan,Bara sangat berterimakasih kepada tuhan,karena telah mempertemukan dirinya dan cintanya,serta hadiah terindah seorang putra untukknya.


“Lalu dimana Putraku sekarang?”


“Bian pulang bersama Mama,tidak baik untuknya berada dirumah sakit terlalu lama!”


Bara mengecup kening Lily,membawa tubuh Lily ke dalam pelukannya lagi.


Aku berdoa ini bukan mimpi tuhan,satukan kami dalam ikatan keluarga.aku sangat mencintainya.

__ADS_1


Malam itu,Bara tidak melepaskan pelukannya.Bara mendekap erat tubuh Lily,seakan takut jika ia melepas pelukannya,Lily akan hilang seperti beberapa hari lalu.untuk yang kedua kalinya Bara merasakan tidur nyenyak,dalam pelukan sang kekasih.



__ADS_2