
Setelah menikmati waktu bersama,serta bermain bersama.sesaat kesedihan yang Billy rasakan hilang,ketiganya mencoba menghibur Billy dengan kebersamaan mereka.sore hari menjelang Bara membawa ketiganya kembali ke kamar rawat,terlihat Lily sedang menyuapi Nenek Billy semangkuk bubur.melihat sang Nenek yang sudah sadar,Billy berlari dan menghampiri keduanya dengan wajah senang.
“Nenek sudah sadar,Billy sangat takut kalau Nenek samapi meninggalkan Billy!”
Sang Nenek tersenyum lembut sambil mengusap kepala Billy dengan sayang,tatapannya beralih pada dua bocah yang berdiri tepat di belakang Billy.
“Kalian pasti Bian dan Queen!”
“Kok Nenek tau!”
Queen dengan cepat menyahut dan menghampiri Nenek Billy yang tersenyum,melihat keceriaan di wajah putri Lily.Nenek Billy mengusap pelan pipi Queen yang lembut,Queen tersenyum menampilkan sederet giginya yang putih bersih.
“Kau cantik seperti ibumu,kelak kau akan membawa sejuta kebahagiaan untuk orang-orang yang kau cintai.pria yang mendampingi mu kelak,akan sangat bersyukur dan bangga bisa memilikimu!”
“Seperti Daddy yang sangat mencintai Mommy?”
Nenek Billy tersenyum dan mengangguk,kemudian tatapannya beralih ke Bian yang masih diam di tempatnya.Nnenk Billy mengangkat tangannya,meminta Bian untuk mendekat.Bian melirik kedua orang tuanya yang menganggukkan kepala,meminta Bian mengikuti keinginan Nenek Billy.Bian melangkahkan kakinya dan berdiri di samping Billy,sang Nenek tersenyum hangat sambil menatap keduanya.
Kalian akan menjadi partner yang laur biasa di masa depan,kalian akan saling melindungi,dan menjaga satu sama lain.aku bisa tenang meninggalkanmu pada orang-orang yang tepat Billy,mereka adalah cahaya bagi kehidupanmu,,
Nenek Billy mulai meneteskan air matanya,membuat Bian mengerutkan dahi.dengan lembut Bian mengulurkan tangannya,dan menghapus air mata di pipi wanita yang sudah keriput itu.gerakan lembut Bian membuat sang Nenek terharu,dan membalas perlakuan Bian dengan mengelus kepalanya.
__ADS_1
“Kelak kau akan menjadi orang sukses melebihi Ayahmu,kau akan menjadi panutan bagi sesorang.kau akan menjadi cahayanya,kalian akan menjadi dua manusia hebat yang tak terkalahkan.Nenek titip Billy padamu ya,,tolong terima dia sebagai teman sekaligus saudaramu.dia akan menjadi kakak,serta sahabat yang baik untukmu!”
Bian mengangguk mengerti dengan ucapan Nenek Billy,setelah bicara dengan kedua anak Lily.Nenek Billy meminta ijin untuk bicara berdua dengan Billy,Bara dan Lily membawa kedua anaknya keluar,meninggalkan Billy dan Neneknya saja.Queen menatap Billy dan sang Nenek secara bergantian,wajah imutnya terlihat sedikit khawatir.Billy tersenyum dan mengangguk kearahnya,dengan berat hati Queen mengikuti sang ibu,begitu juga dengan Bian.suasana hening menyelimuti keduanya,Billy tak mengatakan satu patah katapun.hatinya mulai diliputi rasa cemas,sang Nenek dapat merasakan kecemasan dimata cucunya.usapan lembut pada kedua tangannya,memaksa Billy untuk mengangkat kepala dan menatap sang Nenek yang terlihat begitu lemah,dan lelah.
“Kau harus menjadi anak yang kuat,mandiri dan hebat.jadilah seorang kakak serta keluarga,yang bisa menjaga dan melindungi adik-adiknya.Nenek yakin bersama dengan mereka,kau akan menemukan cahaya terang dalam kehidupanmu nanti.Nona Lily dan Tuan Bara,akan menjadi orang tua serta kakak yang baik untukmu.mereka akan menjadi panutan mu kelak!”
“Jangan mengecewakan Nenek dan mereka,karena Nenek percaya padamu.kau anak yang baik,Nenek yakin kau akan menjadi orang hebat!”
“Apa yang Nenek bicarakan,Billy ingin Nenek melihat Billy besar dan menjadi orang yang berhasil.Billy ingin membahagiakan Nenek,dan membuat Nenek bangga!”
“sekarangpun Nenek sudah sangat bangga sayang,Nenek sangat kagum padamu.karena itu Nenek minta padamu,ikutlah dan mengabdilah pada keluarga Bara,inilah permintaan Nenek darimu!”
“Billy akan mengingat pesan Nenek,Billy juga akan menjadi anak yang baik dan penurut seperti yang Nenek inginkan!”
Billy menenggelamkan kepalanya di pelukan sang Nenek,Lily yang merasa tidak tenang mencoba melihat keadaan.tangannya gemetar memegang bahu Billy,Lily menyadari jika Nenek Billy sudah pergi.usapan tangan Lily membuat Billy mengangkat kepalanya,Lily berdiri dengan derai air mata yang sama seperti dirinya.Billy memeluk erta tubuh Lily dan menangis sejadi-jadinya.
“Menangislah Billy,luapkan semua kesedihan yang kau rasakan.aku akan disini menemanimu!”
Billy mulai menangis hingga suaranya terdengar oleh Bara,Bian dan Queen.ketiga menerobos masuk,dan melihat Lily tengah memeluk Billy.Lily menatap Bara dan menggelengkan kepalanya,seakan mengerti arti dari gelengan kepala Lily,Bara mendekat dan menutup tubuh nenek Billy dengan selimut.dan memanggil pihak medis,Bian dan Queen menyadari jika Nenek Billy telah meninggal.Bian memeluk adik perempuannya yang mulai menahan tangis agar tak terdengar,Bian bahkan tak memperlihatkan ekspresi yang berlebihan.Bian begitu tenang,untuk anak seusianya,melihat kedatangan para tim medis,Bian membawa adiknya keluar ruangan dan menunggu di luar.
“Kak,Bocah manis bagaimana?”
__ADS_1
“Sudah ada Mommy yang menenangkannya,kau jangan cengeng dan menangis di depannya.kita harus membuatnya kuat,dan melupakan kesedihannya.berjanjilah kau akan membuat bocah itu tertawa!”
“Kenapa musti Queen,yang harus membuatnya tertawa?”
“Karena bocah manis itu menyukai kedua pipi bakpao mu Queen,karena itu dia terus tersenyum dan tertawa!”
“kak Bian jahil!”
Bian tertawa melihat kekesalan Queen,dan ekspresinya berubah sendu.dia tau apa yang kini dirasakan oleh Billy,setiap manusia yang hidup pasti akan mati,seperti Nenek Billy sekarang.begitu juga yang akan dialami mereka,jika salah suatu saat Nenek dan kakek mereka dipanggil oleh sang pencipta.
“Kita tidak boleh terlihat sedih Queen,jika kita terlihat sedih Billy tidak akan melupakan kesedihannya.karena itu kita harus menghiburnya,dan berada di sampingnya!”
Queen mengangguk mantap,seolah mengerti dengan ucapan sang kakak.terlihat sang Daddy keluar dari kamar,disusul mayat Nenek Billy,serta sang Mommy yang terlihat masih memeluk Billy.keduanaya bahkan tidak merasa cemburu akan perlakuan sang Mommy kepada Billy,sebab apa yang sang Mommy lakukan sekarang,adalah hal yang paling dibutuhkan oleh Billy.
Gundukan tanah merah,menjadi tempat peristirahatan terakhir sang nenek.Nenek Billy dimakamkan di desanya,beberapa sahabat serta para pekerja yang mengenalnya,ikut beramai-ramai mengantarkan jenazahnya peristirahatan terakhir.Billy tak mengeluarkan sepatah katapun dari semalam,dia duduk dengan tatapan kosong.bahkan makanannya tak tersentuh sama sekali,Bara dan Lily sudah membujuknya beberapa kali.namun Billy selalu memberi alasan bahwa dirinya belum lapar, dan hanya menyentuh sedikit makanan yang Lily berikan.Queen yang terkenal bisa merubah dan mencairkan suasana,tak mampu membuat Billy tersenyum.
Sudah 5 hari sejak sang Nenek dikebumikan, Billy belum keluar dari kamarnya. Lily mulai merasa khawatir akan kondisi anak itu, Queen dan Bara mencoba membujuknya, keduanya angkat tangan. Bian datang dengan tatapan dinginnya, menatap kedua orang tua, serta sang adik yang telah bekerja keras untuk membujuk Billy.
"Bian akan mencoba bicara dengannya Mom! "
Tanpa menunggu jawaban sang Mommy, Bian menuju kamar Billy, dengan nampan yang berisi makanan. Bian membuka pintu kamar Billy dengan hati-hati, mencari keberadaan Billy yang duduk di sudut jendela. tatapan matanya kosong, Billy menatap hamparan perkebunan anggur, milik Neneknya yang cukup luas. perkebunan yang kini menjadi miliknya itu, sang Nenek telah memberikan semua warisannya kepadanya, melalui tangan Bara.
__ADS_1
Bian melangkah pelan, menyimpan nampannya di meja dekat jendela. ikut menatap hamparan perkebunan anggur, yang cukup terawat, serta cukup untuk menghidupi Billy. keduanya terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan, Bian masih bungkam, dan sesekali melirik Billy.
"Nenekmu pasti sedang bersedih sekarang! "