
Suara serak Han membuat Queen menghentikan tangisannya,melihat sang paman telah membuka mata,Queen beranjak dari tempat duduknya dan ingin segera memanggil petugas media.namun sang Daddy lebih dulu melangkah mendekatinya dan Han,memencet tombol merah yang berada dekat dengan pasien.tak berselang lama para petugas medis serta Dokter berdatanganan,Bara dengan sigap meraih tubuh Queen kedalam pelukannya.Dokter melakukan pemeriksaan dan memastikan keadaan Han,setelah memastikan semuanya Dokter mengijinkan keluarga melihatnya.
Lily yang melihat Dokter serta para petugas keluar dari kamar rawat Han,dengan langkah cepat berlari disusul Bian dan Billy.Lily bernafas lega bahkan air matanya telah menetes ketika melihat Han,yang telah sadarkan diri.Han hanya bisa menatap tanpa bicara,Bara menarik kursi dan mendudukkan dirinya disisi ranjang.Bara menggengam tangan Han yang dingin,melemparkan senyum lega kepada Han.
“Jangan membuatku takut bocah sialan,kau harus sembuh, harus!” Bara berucap penuh penakan,Lily mengusap lembut pundak Bara yang mulai bergetar.”Kami sangat bersyukur kakak sudah sadar,bertahanlah kak!” tidak ada respon apapaun dari Han,namun yang pasti baik Lily dan Bara meyakini jika Han mendengarnya.
“Queen senang,bahkan sangat senang karena paman sudah sadar!”
“Kami juga,terimakasih paman karena telah membuka matamu untuk kami!”
Ketiga anak itu tersenyum hangat,dan mendekati Han yang masih terbaring lemah.Queen meraih tangan Han mengusapnya lembut,melemparkan senyum terbaiknya.Queen bisa tersenyum lagi setelah satu minggu diam,dan hal itu membuat Lily dan Bara merasa lega.
“Sayang tolong bawa anak-anak keluar,biarkan Han beristirahat dulu aku akan menjaganya disini!” Bara berucap lembut,Lily menganggukkan kepala dan membawa anak-anaknya serta Billy.meski sebenarnya Bian dan Queen enggan meninggalkan kamar Han,mereka ingin tetap dekat dengan sang paman.melihat punggung Lily yang menghilang dibalik pintu Bara mendesah pelan,diliriknya Han yang masih mentap pintu dalam diam.
“Kau membuatku takut,terimaksih karena kau sangat perduli pada Queen.kau bukan hanya sahabat,rekan tapi paman yang sangat hebat untuk anak-anakku.aku tidak tau harus bagaiamana jika tidak ada dirimu Han,karena itu bertahanlah!” Bara berucap serak dengan air mata yang berusaha ia tahan,namun air mata itu telah mengalir tanpa permisi,membasahi kedua pipi Bara.
__ADS_1
Lily membawa kedua anaknya serta Billy ketaman,untuk menghirup udara segar serta melapas kepenatan yang dirinya rasakan beberapa hari ini.”Bagaiamana kalau kita makan ice cream,apakah kalian berdua tidak merasa haus?” Billy yang melihat penjual ice cream,berusaha mencairkan suasana.Bian serta sang Mommy yang menyadarinya,menganggukkan kepala dengan antusias.mereka beranjak dari duduknya dan memilih ice cream kesukaan mereka,Queen yang pertama mendabatkan bagian langsung menikmati ice cream miliknya.
“Mommy Queen akan kekamar kecil sebentar,Queen ingin pipis!” Queen mengatakan keingiannya,sang Mommy ingin menganytarnya namun Queen lebih memilih sendiri.Lily tidak pernah khawatir akan Queen,karena baginya sang putri bukan anak manja yang harus selalu di temani.Queen melangkah dengan cepat menuju toilet terdekat dan menuntaskan hajatnya,dalam perjalanan ketaman entah kenapa Queen berbelok arah lain menuju ruang inap pamannya.
“Aku akan mencarikanmu para wanita muda yang cantik,yang sesuai kriteriamu,meskipun susah aku akan berusaha mencarinya untukmu.dan akan aku pastikan kau datang untuk menemui mereka,dan masalah pekerjaan aku akan melimpahkannya pada asistenmu,jadi kau bisa berlibur sesuka hatimu!” Bara terus berucap mengeluarkan apa yang ingin dirinya katakan kepada Han,Han hanya bisa tersenyum lemah dan menatap sahabatnya itu.
“Dan kalau wanita yang aku carikan tidak sesuai dengan tipe idamanmu,aku akan merestuimu menjadi menantuku.asal kau bisa bertahan,aku akan melakukannya untukmu!” Bara menundukkan kepala menahan isak tangisnya,Dokter mengatakan jika kondisi Han belumlah stabil,luka dibagian kepala cukup serius.Queen yang mengintip serta mendengar ucapan Ayahnya hanya diam,dan masih memperhatikan keduanya.
“Ka..kau tidak marah jika aku menjadi menantumu?” Bara menggelengkan kepalanya dengan cepat,membuat Han terkekeh pelan.”Tunggulah 10 tahun lagi,aku akan menjadikannya istriku!” ucap Han setengah menggoda,membuat Bara tersenyum dengan air matanya.sungguh dirinya berharap Han bisa bertahan,dan menepati ucapannya.
"Queen akan menjadi pengantin paman yang cantik! " Bara tertegun mendengar ucapan Queen, dirinya tidak menyadari kehadiran sang putri.
"Queen! " Bara menatap sayang putrinya yang mungkin menurutnya, belum mengetahui arti dari kata pernikahan. Han tersenyum lemah menatap Queen, gadis kecil kesayangannya.
Menyadari sang putri belum kembali, Lily mulai panik meminta Billy dan sang putra mencari keberadaan Queen.
__ADS_1
"Mom, mungkin Queen ada diruangan paman, jadi jangan panik ayo kita cari didalam! " Bian menyentuh pergelangan tangan ibunya yang terlihat panik, Lily menganggukkan kepala menuruti perkataan putranya.
Lily mendesah lega ketika dilihatnya sang putri sedang tertawa bersama sang Ayah.
"Apa kami bisa ikut bergabung? " Lily berucap pelan, melangkah mendekati Bara yang sedang memangku Queen. Mereka mengobrol ringan, meski tak banyak bicara Han sesekali tersenyum menanggapi mereka.
*****
Hari ini cuaca diluar begitu cerah, Bara dan keluarga kecilnya menuju rumah sakit. Suasana hati mereka cukup baik, Queen tampil cantik dengan gaun biru lautnya, begitu juga Bian dan Billy.
Dokter dan para perawat terlihat berlarian menuju kamar tempat Han dirawat, segurat rasa cemas langsung mendera Bara dan Lily. Dengan sedikit berlarian mereka berlima menuju kamar inap Han, terlihat Dokter dan petugas medis berusaha menekan dada Han. Tubuh Bara lemas, Lily menahan isak tangisnya sambil menutup mulutnya. Bian dan Billy hanya menatap Queen yang bahkan tak bereaksi apa-apa.
"Dokter tolong sahabat ku! " Bara berucap dengan suara serak, Lily berusaha menghubungi keluarganya meminta mereka segera datang kerumah sakit.
Queen melangkah mendekati tubuh Han, menundukkan kepalanya tepat di telinga Han.
__ADS_1
"Paman bukalah matamu, Hari ini Queen akan menjadi pengantin kecil yang cantik untukmu!