Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
67.Lila Sayang


__ADS_3

Aroma makanan yang menggugah selera kini terhidang di atas meja,dengan segera Bara mencicipinya.hidangan restoran kali ini sangat lezat menurutnya,dan menu yang di sediakan juga berbagai macam dengan harga yang terjangkau. Membuat beberapa pengunjung yang tadinya tidak mau berkunjung,karena harga makanan yang cukup tinggi.kini mereka bisa menikmati makanan restoran yang cukup terjangkau, sungguh ide brilliant yang mereka gunakan untuk menarik pelanggan.semakin membuat Bara kagum,dan ingin bertemu dengan pengelola Hotel yang sekarang.


Bara menikmati makanannya dengan lahap,ia bahkan lupa kapan terakhir ia menikmati makanannya.setelah menikmati makanannya,Bara masih duduk di kursinya mengamati setiap perubahan yang terjadi di Felice Hotel.sambil mencari keberadaan sang kekasih,yang coba ia temui.


Sementara di dapur tanpa sengaja tangan sang Chef tersiram minyak panas,membuat beberapa staf dapur terkejut dan langsung membawanya ke rumah sakit.mendapat laporan dari Manda tentang insiden yang di alami sahabatnya,membuat Lily membatalkan niatnya untuk kembali ke rumah. Dengan berat hati,Lily yang sudah membeli beberapa mainan untuk sang putra tercinta,membanting setirnya menuju rumah sakit, tempat sang sahabat dirawat.


“kau membuatku kesal Anggi!”


“Hei ayolah!”


Lily berjalan ke arah sahabatnya,memeluk dan memeriksa tangan yang kini di balut perban itu.membuat Anggi tersenyum hangat,melihat raut wajah cemas sang sahabat.


“Aku baik-baik saja,aku akan meminta Alvin datang dan membantumu!”


Lily hanya menganggukkan kepala,dan masih meneliti tangan sahabatnya itu.


“Aku akan kembali,selama menunggu kedatangannya kau harus turun tangan dulu untuk memasak!”


“Tidak apa,pulihkan dulu tanganmu!”


Lily membawa Anggi kembali ke Felice Hotel,mereka melewati parkiran bawah tanah,dan Lift yang di khususkan untuk pemilik hotel.sehingga orang suruhan Bara,tidak bisa mengetahui apapun tentang Lily. Yang bisa di diketahuinya adalah, Lily masih berada di sekitar Felice Hotel.karena Lily sering keluar, untuk makan malam di pinggir pantai. 


“Apa kau, akan langsung berangkat malam ini?”


“Iya,tanganku harus secepatnya mendapat penanganan dari ayah!”


“Iya aku tau,kau tidak ingin Dokter spesialis lain menanganimu kan!”


Anggi tertawa mendengar ucapan sahabtanya itu,Lily membantu Anggi menyiapkan pakaian dan semua barangnya,sambil menunggu kedatangan Josh yang akan mengantarkannya ke bandara.Suara ketukan pintu membuat Lily menghentikan kegiatannya.


“Kau sudah datang,masuklah Josh!”


Josh menundukkan kepala dan tersenyum ke arah Anggi.


“Apa semuanya sudah siap Nona?”


“Sudah, dan tolong antarkan Anggi Josh!”


“Iya Nona,mari Nona Anggi!”


Anggi memeluk sahabatnya sebagai tanda perpisahan,setelah sedikit berbincang-bincang Anggi meninggalkan Lily sendirian.Josh membantu Anggi menarik kopernya,dan melewati beberapa karyawan yang sudah mengenal siapa Josh dan Anggi.Manda yang saat itu,melihat kebersamaan Josh dan Anggi, merasa kesal dengan kedekatan keduanya.


Semua Pria sama saja,jika sudah berhadapan dengan yang cantik dan bening,mata mereka akan membiru,seperti melihat bongkahan emas.tapi tunggu,,kenapa aku menjadi kesal,apa urusanku dengan pria dingin itu?


Manda terlihat semakin kesal, dan tidak bisa menjabarkan perasaannya saat ini.dengan kesal ia melangkahkan kaki menuju ruangan Lily.Tidak terasa hari kini telah berganti malam,Bara tidak meninggalkan Felice Hotel.ia berjalan-jalan dan mengitari pantai beberapa kali mencari keberadaan Lily,karena merasa lelah Bara memutuskan menginap dan menyewa kamar.

__ADS_1


Hari telah berganti menjadi malam,terlihat para pengunjung semakin membludak.cintra Felice Hotel kini telah bangkit,banyak kesan yang ditinggalkan oleh para pengunjung,sehingga membuat berita tentang Felice Hotel tersebar dengan cepat.mengingat tidak ada Chef utama di dapur,membuat Lily turun tangan sendiri. Manda pun tidak berdiam diri,melihat sang atasan yang turun tangan di dapur,diapun memutuskan membantu pelayan,menerima tamu dan melayani mereka dengan baik.


Setelah membersihkan diri, Bara menuju restoran,untuk mengisi perutnya.keadaan kafe dan restoran yang cukup ramai,membuat Bara takjub.ia duduk dan menikmati pemandangan di hadapannya, puluhan manusia yang sibuk berlalu-lalang. Bara juga mendengar pujian, tentang pelayanan serta makanan yang kini tersedia di Felice Hotel,Entah kenapa perasaan Bara menjadi senang mendenganya.Manda yang melihat keberadaan Bara,dengan cepat menghampiri dan menyapanya.


“Selamat malam Tuan Bara,apa ada yang ingin anda pesan?”


Bara mengalihkan perhatiannya,dan menatap seorang wanita yang memanggil namanya.sejenak Bara mengerutkan dahi,karena ada seorang wanita yang mengenalinya.


“Kau mengenalku?”


“Siapa yang tidak mengenal anda Tuan,silahkan Tuan adakah makanan yang ingin anda coba!”


Bara menerima buku menu yang Manda berikan,semua menu terlihat menggiurkan bagi Bara,yang tiba-tiba bingung untuk menjatuhkan pilihannya.


“Mungkin anda bisa mengajukan makanan yang anda inginkan Tuan,kebetulan Chef kami malam ini adalah pimpinan kami!”


“Pimpinan kalian?”


“Iya Tuan!”


“Baiklah!”


Bara berfikir sejenak,dan entah kenapa ia ingin sekali memakan makanan, yang pernah Lila buatkan untuk pertama kalinya.Bara menyerahkan secarik kertas yang sudah ia tulis,Manda membacanya,dan segera meninggalkan Bara,menuju dapur.Manda memberikan kertas yang di tulis Bara kepada Lily,sesaat Lily mengerutkan dahinya dan menatap Manda.mendapat tatapan yang penuh tanda tanya,dari atasannya tentu membuat Manda bingung.


“Ada apa Nona,apakah makanan yang di minta Tuan itu sulit untuk kita penuhi?”


Dengan cepat Manda menganggukkan kepala,membuat Lily heran.menurut Manda orang yang memesan makanan ini adalah calon investor,yang di incar sang Papa.karena tidak ingin mengecewakan pelanggannya,Lily menyanggupi pesannanya.dengan cekatan Lily membuat makanan, yang diminta Bara.kini hidangan yang di minta telah tertata rapi di meja Bara,sesaat Bara tercengang dengan penampilan dan aromanya yang begitu khas.


Bara menikmati makanan yang kini terhidang di atas meja,sesaat Bara terdiam karena rasa masakan yang terasa familiar di lidah Bara.dengan lahap Bara menghabiskan makanannya sampai tidak tersisa.setelah selesai dengan makanannya,Bara memanggil Manda yang masih setia melayani beberapa tamu.


“Ada yang bisa saya bantu lagi Tuan?”


“Aku sangat menyukai masakan pimpinan mu,tolong katakan padanya bahwa aku ingin menemuinya!”


Bara memberikan secarik kertas yang sudah dilipat dengan rapi olehnya,setelah itu ia meninggalkan Manda begitu saja.yang terkejut melihat meja,tidak ada sisa makanan di piring yang di tinggalkan oleh Bara.membuat Manda tersenyum,dan yakin Bara akan langsung menyetujui kontrak kerjasama, yang pernah di ajukan oleh Tuan Stave.


“Nona!”


“Ada apa Manda!”


Lily yang masih terlihat sibuk mengolah beberapa hidangan menghentikan kegiatannya,ketika Manda menyerahkan secarik kertas padanya.Lily menerima, dan membacanya.


Hidangan yang anda buatkan malam ini cukup lezat,karena itu izinkan aku,mengucapkan rasa terimakasih secara langsung.temui aku  lantai 6.


“Apa makanan yang aku buat, habis dia makan?”

__ADS_1


“Bahkan tidak tersisa Nona!”


“Kau mengenalnya?”


“Iya Nona,Dia adalah investor yang di incar oleh Tuan Besar.sekarang adalah waktu yang tepat, untuk menjalin kerjasama dengannya Nona!”


Lily menganggukkan kepala mendengar ucapan Manda,jika dirinya berhasil menjalin kerjasama dengan pria ini,maka ia bisa kembali ke Negara Y,pikirnya dalam hati.


“Baiklah aku akan menemuinya,kau bisa bantu mereka!”


Lily meninggalkan dapur,yang tanggung jawabnya kini ia berikan pada asisten Chef.tanpa keraguan dan kecurigaan sedikit pun,Lily melangkahkan kakinya menuju lantai 6.setelah sampai di lantai 6,Lily mencari keberadaan pria yang meminta bertemu dengannya.tanpa Lily sadari, sepasang mata telah mengamatinya,ketika ia melangkahkan kakinya di lantai , tertinggi kedua di gedungnya.


“Ahhkk”


Sebuah tangan kekar meraih pinggangnya,dan membawanya masuk ke dalam sebuah kamar yang masih gelap.Lily meronta dan mencoba melepaskan diri dari pelukan si pria,setelah lampu dinyalakan dan ruangan menjadi terang,dengan cepat Lily menoleh dan menatap pria yang sudah bertindak kurang ajar padanya.ketika ia menolehkan kepalanya ,Lily terkejut melihat pria yang kini berdiri di hadapannya.


“Kau!”


Jadi Bara, investor incaran Papa!


Lily mengepalkan kedua tangannya,ia cukup terkejut dengan perlakuan Bara malam ini.sebagai seorang wanita, tentu saja yang terjadi padanya tadi membuatnya cukup takut.Lily mengambil bantal yang terdapat di atas sofa,dengan cepat ia menyerang Bara dan memukul tubuhnya beberapa kali.Bara diam dan menerima perlakuan Lily, yang begitu marah padanya.


“Dasar pria cabul,brengsek,beraninya kau melakukan ini padaku!”


Lily terus memukul tubuh Bara,sampai ia merasa kelelahan.dan tatapan Lily melemah ketika melihat senyum dan mata Bara yang kini telah berkaca-kaca.


Apakah aku memukulnya terlalu keras,apa dia merasakan kesakitan sekarang?sial,itu semua karena ulah mu sendiri.aku terkejut tau,kau menarik ku, seperti ingin menculik ku.


Lily mendekat dan menatap Bara yang masih setia berdiri di tempatnya.


“Apakah kau kesakitan,salahmu sendiri main peluk tanpa ijin,aku tadi ketakutan!”


Lily memprotes apa yang Bara lakukan,dan menatap kesal Bara yang tersenyum dan mulai mendekati Lily.sebuah pelukan hangat Bara berikan pada wanita,yang kini terdiam membeku itu.


“Terimakasih sayang,kau masih disini dan tidak pergi meninggalkanku!”


“Hei,Tuan apa yang kau lakukan?beraninya kau memelukku tanpa ijinku!”


Lily meronta memukul bahkan menggigit bahu Bara dengan geram,Bara menikmati apa yang Lily lakukan.Bara menganggap apa yang Lily lakukan adalah bentuk hukuman baginya.menyadari Bara yang hanya menerima perlakuannya,membuat Lily menghentikan aksinya dan memilih diam serta mengatur nafasnya.Bara tersenyum dalam diam,dan memeluk tubuh Lily lebih erat lagi.hampir 20 menit lamanya Lily membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Bara,membuat kaki Lily kram dan lelah karena terlalu lama berdiri.


“Apakah kau bisa melepaskan pelukanmu sekarang?”


“Aku tidak mau,kau akan pergi setelahnya!”


“Hahh,,kenapa kau suka sekali melakukan sesuatu sesuka hatimu.kakiku kram dan aku ingin duduk!”

__ADS_1


Mendengar keluhan Lily,dengan cepat Bara melepaskan pelukannya,dan mengangkat tubuh Lily dan mendudukkannya di sofa,membuat Lily terkejut sekaligus heran dengan kelakuannya malam ini.Lily menatap Bara kesal,sedangkan yang di tatap hanya tersenyum bodoh tanpa rasa bersalah sedikitpun.


__ADS_2