Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
21.Bertemu Vero


__ADS_3

Malam itu ditaman ,Bara dan Lila menikmati malam yang indah bersama.meski ada sedikit perasaan khawatir, namun Bara meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.


“Aku akan menjagamu,dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu!, ucap Bara lembut.


“Terimakasih,tapi bagiamana reaksinya, kalau dia tau hubungan kita?, ucap Lila polos, membuat Bara tersenyum dan mulai menggoda Lila.


“Memangnya hubungan kita seperti apa?, tanya Bara, sambil menatap wajah Lila yang sudah memerah karena malu.


“Itu..emm itu…!,Bara merasa gemas,dengan wajah Lila sekarang,wajah yang sudah merona karena malu. Bara meraih tangan Lila, digenggamnya tangan mungil dan hangat itu.


“Maukah kau,menjalani semua ini bersamaku?,,Lila menatap mata Bara, dengan penuh keyakinan ia memantapkan hatinya untuk yang pertama kepada Bara,dal ia pun menganggukkan kepalanya.


“Lila akan berusaha menjadi wanita yang kuat, yang bisa berdiri disamping kak Bara. Lila mencintai kak Bara!


Bara yang mendengar pengakuan cinta, dari gadis pujaannya tentu teramat bahagia,ia tidak bisa mengekpresikan lagi perasaanya. dipeluknya tubuh Lila,Bara mencurahkan semua rasa yang ia miliki.perlahan Bara mendekatkan bibirnya ke bibir Lila,dikecup dan diciumnya bibir yang selama ini selalu menjadi candunya.Bara meluapkan perasaannya dalam ciumannya,malam yang panjang dilewati oleh dua insan yang sedang jatuh cinta.


Pagi harinya Bara dan Han,akan berangkat kerja seperti biasa,Madam Rima dan Lila mengantar mereka sampai di depan pintu.saat Han berpamitan pada sang ibu,Bara mencuri ciuman Lila dipagi hari.Lila yang tak siap akan ciuman mendadak,hanya tersipu malu akan ulah kekasihnya itu. Madam Rima hanya tersenyum, namun berbeda dengan Han yang sudah menampilkan ekspresi membunuhnya pada Bara.


“Apa kau tidak tau tempat hah!,Bara yang mendapat umpatan,itu hanya tertawa meninggalkan Han yang begitu kesal,sial dia benar-benar tak tau tempat maki Han.


“Kalau kau sirik,cepatlah cari pasanganmu!,ucap sang ibu yang pergi meninggalkan Han, yang mematung mendengar ultimatum sang ibu.Lila yang melihat hal itu, jadi serba salah ia menghampiri Han dan meraih tangannya,Han tersenyum dan mengelus kepala Lila.


“Kakak berangkat ya!, ucap Han lembut.

__ADS_1


“Iya, hati-hati ya kak!,,Mobil Bara pergi meninggalkan rumah mewah itu, Lila melambaikan tangannya kemudian masuk kedalam rumah,Madam Rima telah menunggunya. Lila begitu takut, apakah ia akan kena marah karena kejadian tadi.Lila pun tidak tau, kalau sang Tuan Muda akan bertindak seperti itu didepan Madam dan Han.


“Sejak kapan?,Tanya Madam Rima,Lila menautkan alisnya, dan meremas tangannya sungguh ia cukup takut.Madam Rima yang melihat ketakutan Lila, yang masih diam dan hanya menundukan kepala mendekat, dan memegang bahu Lila.Lila mengangkat kepala,dan memberanikan diri menjawab pertanyaan Madam.karena ia telah berjanji akan menjadi wanita yang kuat.


“Kemarin malam Madam!,,Madam Rima tersenyum,dan meraih dagu Lila,layaknya seorang ibu,Madam memberi selamat dan bahkan meminta Lila membahagiakan Bara. tanpa Lila sadari, butiran bening keluar dari kedua matanya,bukan air mata ketakutan tapi air mata bahagia.bukannya menghina ataupun mengingatkan Lila akan posisinya,Madam Rima malah mendukungnya,tentu saja Lila sangat berterimakasih.Lila memeluk Madam Rima,karena ia merasakan kehangatan seorang ibu pada diri Madam Rima.


“Kau gadis yang baik kejarlah kebahagiaanmu!,Lila menganggukkan kepalanya, mendengar nasihat sang Madam.ia benar-benar bersyukur, karena dikelilingi oleh orang-orang baik dan mengasihinya.


Seminggu berlalu sejak kejadian di rumah Bara, semua kembali normal.hari ini Lila berencana membeli persediaan makanan,ia ditemani oleh salah satu temannya.kini mereka sedang berada di Mall,memilih bahan sayuran,buah,dan daging. dari kejauhan vero melihat mereka,saat itu vero sedang bersama ibunya,dia meninggalkan sang ibu demi menemui Lila. vero berfikir mungkin Bara bersama mereka.


“khemm,,apa yang kalian beli?,tanya vero pada Lila dan temannya, Lila membalikkan tubuhnya, dan melihat siapa yang berbicara dengan mereka.


“Kami membeli persediaan makanan Nona!, ucap Lila sopan.


“Iya aku tau kau pikir aku buta,tidak bisa melihat isi keranjang belanjaan mu,yang isinya hanya sayuran!,ucap vero melirik sinis ke arah Lila dan sahabatnya.


“Benar yang anda katakan Nona, kami hanya pelayan yang tidak mampu membeli barang ditempat ini!,vero tersenyum mengejek,mendengar pengakuan Lila.


"Meskipun sebenarnya jika kami mau,kami bisa saja membeli meski hanya satu barang.tapi kami lebih mementingkan hal lainnya Nona!,ucap Lila kembali,yang membuat vero menjadi kesal,dan lebih kesal lag.


" akan tetapi, kenapa anda begitu repot-repot menghampiri kami yang hanya pelayan ini?,,Ucap Lila berani sambil menatap Vero.


“Kau….!!,,vero tak bisa bicara apapun lagi,sial anak ini pintar bicara maki vero dalam hati.vero mengalihkan pandangannya, dan bersikap normal lagi.

__ADS_1


“Khemm .. pakah Tuan Mudamu,ikut bersama kalian?, ucap vero akhirnya.


“Tuan Muda,berada dikantornya Nona!,,Vero menganggukkan kepalanya,ide muncul di kepalanya,ia menarik tangan Lila membawanya kembali memilih sayuran,buah dan daging.Lila kebingungan karena kini keranjangnya telah penuh.


“Nona Vero,bisa kita hentikan ini sudah cukup banyak.saya hanya membeli apa yang diperintahkan Madam Rima!, ucap Lila berusaha menghentikan aksi vero.


“Tenang saja,aku yang akan membayar semuanya!,,Lila hanya mengerutkan dahi bingung akan sikap Vero,setelah membayar semuanya dan dibantu sopir, semua bahan makanan dimasukan kedalam mobil.


“Aku tidak bisa memasak untuk Bara, jadi aku membelikan bahan makanan itu untuknya.dan kau bisa mengolahnya jadi makanan!, ucap vero enteng, membuat Lila mengerutkan dahi, ia takut terjadi masalah nantinya.


“Tapi kami akan mendapatkan masalah Nona!,ucap Lila, vero begitu kesal mendengar bantahan dari Lila.


“Bawa saja ke rumah,aku tau Bara hanya terlihat marah diluar tapi hatinya lembut .ika aku terus bersikap baik, nantinya dia akan luluh kau mengerti!, ucap vero penuh taktik. jadi ini rencananya pikir Lila.


“Sudah pergilah, katakan pada Madam dan Bara kalau aku yang memilihnya!,vero mendorong tubuh Lila sehingga mau tak mau ia masuk kedalam mobil.sang teman begitu kesal dengan sikap Vero yang seenaknya.


“Tadi saja marah-marah,dan sempat menghina kita tapi ujung-ujungnya ada maunya!,,Lila dan sang sopir, hanya tertawa mendengar celoteh sang teman.sesampainya di rumah,Madam Rima terkejut akan jumlah persediaan yang menurutnya terlalu berlebihan itu.Madam menatap Lila meminta penjelasan,Lila menceritakan semuanya, Madam Rima membagi bahan makanan yang dipilih Lila dimasukannya ke lemari pendingin, sedangkan yang dibelikan vero dimasukan kedalam plastik.Madam Rima meminta Lila, memberikan bahan makanan itu ke panti,hal itu tentu membuat Lila senang.


Lila kini diantar kembali oleh sang sopir, menuju panti asuhan untuk memberikan bahan makanan tadi,satu jam telah berlalu,Lila kembali ke rumah untuk melakukan tugasnya yaitu membuat makan malam.


Di rumah yang sama megahnya dengan rumah kediaman Bara,vero mandar-mandir didalam kamar ia memutar otaknya mencari cara, bagaimana hubungannya dan Bara bisa seperti dulu lagi.meski rasa sesal selalu menghantuinya, namun ia yakin Bara masih mencintainya.karena lelah ia duduk di sofa,yang ia pikirkan sekarang adalah meminta bantuan kepada kedua orang tuanya. ia juga merasa bodoh,pacaran selama 2 tahun bersama Bara ia sama sekali tak mengenal kedua orang tua Bara.


Berbeda dengan Bara, yang kini sedang bersama Lila di kamarnya. meski sering bersama dikamar, namun Bara begitu menjaga Lila dan menghormatinya ,Bara sedang tidur dipangkuan Lila, hal yang membuat Bara nyaman apalagi sentuhan dan belaian tangan Lila pada kepalanya.pijatan-pijatan kecil Lila berikan sehingga membuat Bara merasakan rilex dan nyaman,inilah yang ia cari kenyamanan dan perhatian lembut dari sang kekasih. Bara begitu menikmati pijatan Lila, tanpa sadar Bara tertidur pulas,Lila mengambil bantal dan menempatkannya dibawah kepalanya dan menyelimuti Bara. Lila memandangi wajah tampan yang terlihat kelelahan itu.

__ADS_1


"Selamat malam pangeranku!,Lila mengecup kening pria yang sangat ia sayangi.Lila beranjak pergi dan sebelum pergi tak lupa ia mematikan beberapa lampu yang mengganggu tidur Bara.



__ADS_2