
Bara membaringkan tubuh Lily di ranjangnya,Bara melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh mereka,dan pergulatan panas baru saja di mulai.Bara dan Lily melewati malam yang panjang,dengan penuh cinta.
Sinar matahari mulai menghangatkan bumi,Lily membuka matanya.masih Lily rasakan pelukan hangat dari tangan kekar, yang masih melingkar di perutnya.Lily tersenyum dan menikmati kebersamaan mereka di pagi yang indah itu,hingga Lily tertidur kembali.Bara yang sebenarnya sudah bangun,namun dia berpura-pura masih tidur.dirinya belum puas menikmati kebersamaannya bersama Lily.
Bara bangun dan memperhatikan wajah polos Lily yang terlelap,wajah cantik natural dari sang kekasih.Bara menatapnya tanpa bosan,Bara mengecup kepala dan punggung Lily yang terbuka.Bara begitu bahagia setelah melewati malam yang panas bersama sang kekasih.
Aku akan melamarmu setelah Tuan Stave kembali,aku ingin kita berkumpul menjadi satu keluarga yang bahagia. Aku sungguh tidak sabar menunggu hari itu.
Bara turun dari ranjangnya,dia mengambil dan mengenakan pakaiannya yang berserakan dilantai,dan menuju dapur.Bara berencana membuatkan Lily sarapan,15menit waktu yang Bara habiskan untuk membuat sarapan special.
Bara membuatkan Jus mangga, dan roti bakar untuk Lily. Bara membawa sarapan yang dia buat,dan meletakkannya di atas meja,samping ranjangnya.Bara mengitari ranjang,dan membuka tirai yang menutup jendela apartemenya,sehingga matahari pagi bisa masuk dengan bebas ke dalam apartement.
Lily merasa tidurnya terganggu karena sinar matahari yang menyilaukan,dengan terpaksa dia membuka matanya.senyum tampan menyambut paginya,Bara mengecup kening dan pipi Lily.
“Selamat pagi sayang!”
Lily yang malu,mendengar kata Bara menyembunyikan wajahnya yang kemerahan di bawah selimut.Bara begitu gemas melihat tingkah Lily,dan memeluknya mencoba melihat wajah cantik yang merona itu.
“Kita sarapan!”,,Lily mengintip dari balik selimutnya, ia bangun dan melilit selimut ke tubuhnya yang masih polo situ. Bara hanya tersenyum tipis,ternyata Lily masih malu-malu padanya.mereka menikmati sarapan di atas ranjang,dengan sedikit obrolan ringan. Setelah sarapan keduanya membersihkan diri,dan kesempatan itu Bara gunakan dengan sebaik-baiknya.
Kini dirumah keluarga Stave,tanpa sepengetahuan Lily.Tuan Stave dan Diego telah kembali dari perjalanan bisnis mereka,setelah mendapat berbagai laporan Tuan Stave memutuskan kembali.
“Hubungi Lily dan suruh pulang,jangan katakan padanya kalau aku sudah kembali!”
“Apa yang akan kau lakukan sayang,Apa kau akan meminta Lily kembali ke negara Y?”
“Entahlah Ma,Papa masih bingung.Papa tidak rela melepas Putri kita!”
Sang istri yang mengerti perasaan suaminya,hanya tersenyum dan mengusap lembut tangan sang suami. Rasa takut yang di alami Tuan Stave sangat beralasan, dirinya tidak ingin kehilangan penerus yang begitu kompeten,serta cucu yang begitu dia sayangi.
Sementara di apartement Bara,Lily yang mendapat pesan dari sang Mama,segera bersiap-siap untuk kembali kerumah.Bara berkeras ingin ikut,dia ingin menemui Nyonya Erika dan sang putra. Akhirnya Lily menyerah dan membawa Bara bersamanya.
“Berjanjilah,apapun yang terjadi nanti hadapi dengan bijak,selayaknya seorang pria sejati!”
“Aku akan mengingatnya sayang!”
Bara memeluk tubuh Lily,Bara paham apa yang Lily rasakan kali ini. Bara bertekad harus bisa mendapat restu dari kedua orang tua Lily dan sang putra.
Ayo Bara taklukkan Calon ibu mertua dan putramu,kemudian Calon Ayah mertua mu!
Bara menyemangati dirinya sendiri,dia tau tidak akan mudah baginya mendapatkan Lily kali ini. Meski hati dan cinta Lily masih untuknya,namun restu orang tua dan putranya merupakan kunci dari kebahagiannya nanti.
Bara mengendarai mobilnya dangan kecepatan sedang,hingga mobil yang dia bawa memasuki sebuah halaman yang sangat luas. Rumah mewah yang tak kalah dari rumahnya,berdiri kokoh di hadapannya. Lily dan Bara turun dari dalam mobil,Lily mengajak Bara memasuki rumah yang begitu mewah itu. Terlihat sang Mama telah menunggunya di sofa yang berada di ruang tamu,Lily menghampiri sang Mama dan memeluknya.Nyonya Erika melirik Bara,yang kini terlihat lebih segar.
__ADS_1
“Kau ikut Bara, bagaimana keadaan mu?”
“Iya Nyonya,saya sudah sehat. dan Saya ingin bertemu dengan anda dan Bian!”
Nyonya Erika tersenyum mendengar ucapan Bara,Nyonya Erika yakin Bara telah mengetahui siapa Bian sebenarnya.
“Kau tidak merindukan Papa Lily?”
Tampak Tuan Stave menuruni tangga,bersama Bian yang ada dalam gendongannya.Lily tidak percaya bahkan sedikit terkejut dengan keberadaan sang papa.sementara Bian tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Lily.
“Papa!” seru Lily
“Momy!”
Bian turun dari gendongan sang Opa,dan berlari ke arah Lily dan langsung memeluk sang ibu. Lily memeluk dan mencium putranya penuh sayang,Lily kemudian memeluk sang Papa,yang sudah beberapa minggu tidak terlihat.
“Lily kangen Papa!”
“Anak nakal!”
Tuan Stave memeluk Lily dengan hangat,pemandangan itu tidak luput dari perhatian Bara.hingga Bara tersenyum bahagia,ternyata begitu banyak orang-orang disekitarnya yang menyayangi wanita dan putranya.
“Hai Uncle!”
Sapaan Bian membuat Tuan Stave melirik ke arah Bara,yang tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya.Bara melangkah dan mendekati Tuan Stave,ynag masih berdiri di tempatnya.
“Seperti yang kau lihat Tuan Bara, aku masih sehat dan bugar!”
Bara tersenyum dan melirik Bian,yang masih berada dalam pelukan Lily.
“Hai Bian,boleh Uncle peluk?”
Bian menganggukan kepala dan merentangkan tangannya,Bara menyambut tangan Bian dan membawa tubuh mungil Bian dalam pelukannya.Bara merasakan kebahagiaan yang luar biasa,setelah tau kalau Bian adalah darah dagingnya.Bara mencium beberapa kali pipi gembul Bian,membuat Bian tertawa cekikikan.
Kini mereka duduk di sofa ruang tamu,cemilan dan minuman telah di hidangkan.Bara telihat asyik bersama Bian,yang masih duduk di pangkuannya,sedangkan Lily mengobrol bersama sang Papa.dan sesekali melirik interaksi antara Bara dan putranya.Nyonya Erika merasa senang dengan kedekatan Bian dan Bara,tentu saja hal itu mempermudah jalan Bara kedepannya.
Seorang pria tinggi berpawakan tegap memasuki ruangan, dialah Diego anak angkat sekaligus orang kepercayaan Tuan Stave.melihat kedatangan Diego Lily tersenyum hangat, Bara yang ketika itu berada di pangkuan Bara,langsung melompat dan berlari ke arah Diego.
“Daddy!”
Deg,bagai ditusuk ribuan jarum hati Bara mencolos begitu saja,mendengar putranya memanggil pria lain dengan sebutan Daddy,sementara dirinya ,sang putra panggil dengan sebutan Uncle.Bara tersenyum kecut,mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan.Tuan dan Nyonya Stave yang melihat hal itu,hanya bisa diam,begitu juga dengan Lily yang tidak bisa berbuat banyak. Dirinya tidak bisa menyalahkan Bian,meski Lily pernah meminta Bian memanggil Diego dengan sebutan Uncle,namun sang putra lebih memilih memanggil Diego dengan sebutan Daddy.
Diego adalah sosok ayah bagi Bian,karena ketika Bian lahir dan mulai belajar semuanya,Diego adalah sosok pria yang selalu bersama Lily selain sang Papa.karena itu kedekatan dan ikatan batin antara Bian dan Diego,tidak bisa di putuskan.
__ADS_1
“Hai jagoan Daddy,sudah semakin besar ya sekarang.Apa jagoan Daddy nakal,dan membuat Momy sedih?”
“No Dad,Bian baik!”
Keduanya terlihat asyik dalam dunia mereka,sehingga semakin membuat hati Bara perih.Lily yang semakin menyadari raut wajah kecewa Bara ,bangun dan menghapiri Diego dan Bian.
“Sayang,Daddy baru sampai dan mungkin lelah.ayo ikut Momy bermain!”
“Ok Momy!”
“Bye Dad!”
Setelah mencium pipi Diego,Bian mengikuti sang Momy yang lebih memilih membawa Bian ke taman.Nyonya santika pun mengikuti Lily dan sang cucu,kini hanya tertinggal Tuan Stave,Diego dan Bara dalam ruangan yang mendadak menjadi panas itu.
Bara menatap intens Diego,dan Diego menatap Bara balik.menyadari suasana semakin panas di antara keduanya,Tuan Stave mencoba mencairkan suasana.dengan memulai obrolan ringan.
“Akhirnya kau menemukannya!”
“Saya mungkin saja bisa menemukannya lebih cepat,jika anda tidak membawanya Tuan Stave!”
“Jadi kau menyalahkan ku,Tuan Bara!”
“Tidak Tuan,dan saya sangat berterimakasih karena anda menjaga dan menyayangi mereka!”
“Hahaha,,Mereka dalah Putri dan cucuku,tentu saja aku sangat menyayangi mereka!”
Obrolan mereka terus berlanjut,sampai jam makan siang tiba,Tuan Stave mengajak Bara ikut makan siang dirumahnya.beberapa menu makan siang telah tertata di meja,kini mereka duduk dikursi yang telah di sediakan.seperti biasa Bian akan duduk di antara Diego dan Lily,membuat Bara meremas kuat sendok yang ada di tangannya.Diego hanya cuek bahkan dia terkesan memanas-manasi Bara,Lily yang peka dengan suasana yang tercipta di antara mereka,memilih memperhatikan Bara.ia menawarkan beberapa lauk dan mengambilkannya untuk Bara,setelah itu sang putra dan Diego,meski menjadi orang pertama yang diperhatikan Lily,tetap saja Bara kesal melihat tingkah Diego yang seperti mencari perhatian kepada Lily.
Tuan Stave hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan,melihat 3 pria berbeda generasi yang mencoba mencari perhatian kepada satu wanita.
“Masakanmu selalu menjadi yang terlezat Lily!”,,Ucap sang Papa yang begitu lahap menikmati makanan yang Lily buat.
“Benar yang Papa bilang,bahkan berat badanku naik karena makan makanan buatanya setiap hari.karena itu aku selalu betah dirumah!”
“Uhuk,,uhukk!”
Bara terbatuk-batuk mendengar ucapan Diego,membuat Lily panik dan langsung menyodorkan segelas air pada Bara,yang langsung di teguk Bara sampai habis.
“Makan dengan pelan-pelan Tuan Bara,tidak akan ada yang merebut makananmu.jika kau masih kurang,aku bisa meminta Lilyku memasak untukmu!”
Lily melirik Diego,memperlihatkan tatapan memohonnya.namun Diego hanya mengangkat bahunya dan melanjutkan makannya,bersama sang putra yang terlihat cuek dan tidak terpengaruh akan keadaan di meja makan tersebut.
Sial pria brengsek ini ingin menunjukan posisinya dihati Lily dan Bian,aku tidak boleh membiarkannya begitu saja.aku akan merebut perhatian putraku,apapun caranya.
__ADS_1
“Nikmati makan siangmu nak Bara,jangan hiraukan ucapan Diego!”
Nyonya Erika mencoba menengahi mereka,Bara yang sudah terlihat kesal mencoba meredam amarahnya. Dirinya datang untuk mendekatkan diri dengan sang putra,bukan membuat masalah dengan pria yang bernama Diego.