Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
64.Mengungkap kebenaran


__ADS_3

Sore itu,Tuan Burhan menanti kedatangan anak pemilik hotel.merasa waktunya terbuang sia-sia, karena menunggu dengan ketidak pastian membuat Tuan Burham geram.dengan penuh perasaan kesal ia meninggalkan ruangannya,dan mencari sang kekasih Lisa. Tuan Burhan menuju Kamar, yang diperuntukan untuk Lisa,yang tidak berada jauh dari ruangannya.


“Hai sayang,apa yang kau lakukan?”


Lisa yang sedang memegang headle pintu kamarnya,menoleh ketika mendengar suara  sang kekasih.Tuan Burhan mendekati Lisa dan mulai mencium wanita itu dengan penuh nafsu,Lisa menerima perlakuan Bos sekaligus kekasih gelapnya itu.dengan cara yang sama Lisa membalas perlakuan Tuan Burhan,seketika hawa panas terjadi di antara keduanya.tanpa mereka sadari, sepasang mata melihat adegan dewasa, yang mereka lakukan didalam lorong hotel.


“Ckckck,,apakah kalian tidak memiliki kamar,atau tempat lain?.sungguh adegan yang tidak pantas untuk kalian pertontonkan di muka umum!”


Keduanya menoleh secara bersamaan ketika mendengar ucapan Lily,Tuan Burhan langsung memalingkan wajahnya karena malu,sedangkan Lisa menatap horror Lily.wanita yang tadi pagi, sempat berdebat dengannya itu.


“Apa urusan mu,dan jangan mengganggu kami.atau kau ingin ikut bermain bersama kami?”


Tuan Burhan menatap Lisa,melihat Lisa yang tersenyum,Tuan Burhan menatap Lily.wanita yang di hadapannya ini sangat cantik,membuat Tuan Burhan tersenyum licik.


“Benar sekali Nona,apakah kau ingin ikut bergabung?”


“Tidak terimakasih,aku mempunyai level dan selera yang tinggi,dan kau tidak masuk dalam didalamnya!”


Lily meninggalkan dua menusia yang mulai kesal tanpa bisa membalas perkataan Lily.Lisa ingin mengejar dan memaki Lily,namun tangan Tuan Burhan menahannya.hasrat dijiwanya mengalahkan segalanya,dengan cepat Tuan Burhan membuka pintu dan menguncinya dari dalam.tubuh Lisa sudah terlempar di atas ranjang,dengan nafsu yang membara keduanya menyalurkan hasrat mereka.


Malam telah menjelang,hiruk pikuk beberapa muda dan mudi terlihat jelas.Bara mengemudikan mobilnya menuju pantai dekat Felice Hotel,berharap ia akan bertemu kembali dengan wanita yang mirip dengan Lila.Bara menepikan mobilnya,ia turun dan mendatangi pantai.beberapa menit ia gunakan untuk menikmati kesendirian, dan mengenang kisahnya bersama Lila. 


Pandangan Bara kini terfokus pada seorang wanita,yang menggunakan dress terusan berwarna biru keputihan.wajahnya yang familiar,membuat Bara tidak melepaskan tatapannya.jantung Bara berdegup kencang,Bara bangun dari duduknya dan  menghampiri wanita yang tidak lain adalah Lily.


“Hai!”


Suara berat yang begitu familiar ditelinga Lily,memaksanya untuk menolehkan kepalanya.seorang pria tampan,kini berdiri disampingnya.Lily terdiam dan menatap Bara intens,sehingga semakin membuat jantung Bara menggila.


Kau Lilaku yang selalu aku cintai dan aku rindukan,aku yakin itu dirimu,meski kau merubah namamu namun matamu,tidak bisa membohongiku Lila.


Lily yang diam akhirnya tersenyum ramah,bagai tersiram hujan digurun pasir,hati Bara mendesir hebat.untuk pertamakalinya ia melihat senyum indah itu lagi,Bara terpaku ditempatnya.membuat Lily meninggalkannya begitu saja,Bara yang tersadar dari lamunannya segera mengejar Lily ,yang kini sedang duduk di sebuah warung yang berjejer di tepi pantai.


Bara duduk dihadapan Lily,membuat tatapan mata mereka saling bertemu.Lily berusaha menenangkan dan mengontrol perasaannya,sedangkan Bara berusaha mencari sosok Lila didalam diri Lily.


“Kenapa mengikuti ku Tuan,apa ada yang bisa aku bantu?”

__ADS_1


“Siapa nama lengkap mu,dan darimana asal mu?”


“Cihh,,kenapa anda begitu ingin tau Tuan,itu hal privasi ku!”


Lily meneguk minuman dinginnya,Lily sudah terbiasa bersikap dingin, dan menyembunyikan hati dan perasaannya.sehingga Bara kesulitan mencari tau yang sebenarnya,tatapan Lily berbeda dengan tatapan Lila,karena itu Bara sedikit ragu akan keyakinannya.obrolan santai terjadi di antara keduanya,meski Lily hanya menjawab sepatah dan dua patah kata,namun hal tersebut membuat hati Bara berbunga-bunga.


Ketika malam semakin larut dan udara malam semakin dingin,Lily memutuskan untuk kembali ke kamarnya.Bara masih setia mengikuti Lily sampai di parkiran,membuat Lily kesal dan menatap Bara dengan pandangan tak suka.Lily mendekati Bara,membuat Bara secara reflek memundurkan langkahnya, hingga tubuhnya membentur mobil yang terparkir.Lily menangkup tubuh Bara, membuat jantung Bara semakin berdegup kencang.Lily menaikkan tangannya,jemari halusnya menyusuri rahang Bara,membuat aliran darah Bara terasa terhenti.tatapan mata Lily sungguh membuat pertahanan Bara runtuh,Lily semakin mendekatkan tubuhnya dan mencium lembut bibir Bara,membuat Bara menutup mata dan menikmati ciuman yang Lily berikan.namun ketika Bara mulai menikamati ciuman mereka,Lily menggigit ujung bibir Bara,membuat Bara mendesis kesakitan, hingga ciuman mereka telepas.


Bara mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah,Lily menatap Bara dengan tatapan dingin yang sebisa mungkin ia perlihatkan.


“Ciuman mu sungguh payah,jadi jangan pernah menampakkan wajah bodoh mu dihadapan ku!”


Setelah mengatakan ucapan yang begitu menghina Bara,Lily meninggalkan Bara yang diam terpaku dan di detik selanjutnya,ia tersadar akan arti ucapan yang Lily lontarkan untuknya,ucapan yang begitu menjatuhkan harga diri Bara.


“Hei kau..berhenti,ayo kita ulangi lagi!”


Lily tidak menghiraukan teriakkan Bara,Lily menghilang dalam gelap.membuat Bara menumpahkan rasa kesalnya dengan mengeluarkan beberapa tinju kosong ke udara.


Beraninya dia merendahkan dan menghina gaya berciuman ku,apakah dia tidak tau, kalau aku begitu handal dalam segala bidang.sialan,,tapi dia begitu agresif ,Lila tidak akan berani melakukan, ataupun memulai hal demikian.


Bara mengacak rambutnya dan menyentuh kembali bibirnya,Bara bisa merasakan ciuman lembut dan cara Lily menciumnya, sama persis seperti cara ciuman Lila. Bara menjadi bingung dan frustasi, jika mengingat perbedaan Lily dan Lila.Bara akhirnya memilih kembali kerumah,dan menenangkan pikirannya.


Dasar bodoh apa yang aku lakukan,kenapa malah menciumnya, kenapa tidak menginjak kaki atau menarik rambutnya saja.atau marah dan memakinya,kenapa aku tergoda oleh bibirnya yang selalu membuatku ketagihan bila menyentuhnya.


Lily merutuki kebodohannya,dan memukul beberapa kali kepalanya.hingga ia memutuskan memejamkan mata dan tidur.


Keesokan paginya,Tuan Burhan dan Lisa telah datang ke kantor lebih pagi dari biasanya.Lisa yang mendengar anak pemilik hotel akan datang,pagi ini berpenampilan cukup **** membuat Tuan Burhan sedikit kesal.Ruang meeting telah di atur sedemikian rupa, serta hidangan spesial telah disediakan oleh Tuan Burhan dan Chef hotel.untuk menjamu, dan menyambut kedatangan anak, dari pemilik Felice hotel.beberapa kepala dan staf hotel, yang memiliki andil masing-masing dalam setiap bagian, di undang untuk menghadiri meeting pagi ini. Manda telah berdiri di tempatnya,dan bersiap menyambut tamu yang ditunggu-tunggu.


Ketika suara pintu dibuka,para tamu berdiri dan menyambut kedatangan penerus Felice Hotel berikutnya. Beberapa orang yang ikut hadir di sana,tidak menyangka jika penerus Felice hotel,adalah seorang wanita muda yang cantik dan anggun.beberapa di antaranya terpesona, akan kharisma yang di pancarkan oleh Lily,tidak terkecuali Tuan Burhan dan Lisa. Namun di menit berikutnya,setelah terpesona akan kecantikan Lily,Tuan Burhan dan Lisa terkejut,mengingat siapa wanita yang kini duduk di kursi kebesaran itu.Tuan Burhan dan Lisa saling lempar pandangan dan mulai berkeringat dingin,pasalnya wanita yang kini duduk manis itu,adalah wanita yang kemarin mereka temui.


“Selamat pagi semuanya,perkenalkan nama saya Lily Anderson Stave,putri tunggal dari Tuan Anderson Stave!”


Beberapa orang mulai melirik satu sama lain,menciptakan suasana yang tadinya tenang menjadi sedikit berisik.sementara Tuan Burhan dan Lisa ,tidak berani menatap Lily.mereka sangat malu dengan apa yang terjadi, apalah perbuatan mereka dilihat langsung oleh Lily kemarin. 


“Kedatanganku kali ini adalah,membasmi habis parasit yang menggerogoti Felice hotel.dan aku telah menerima beberapa laporan dan masalah yang terjadi selama ini!”

__ADS_1


Tuan Burhan menjadi sedikit panik,dia mengira kedatangan penerus Felice hotel, hanya akan melihat keadaan hotel,seperti yang dilakukan sang ayah.karena itu Tuan Burhan tidak melakukan persiapan apapun,namun siapa sangka ucapan Lily membuatnya berkeringat dingin.dia merupakan orang yang mengambil peran besar, dalam pengembangan dan pemakaian dana hotel.


“Nona,anda baru saja tiba dan kenapa sudah bekerja,lebih baik anda beristirahat dulu dan menikmati waktu santai anda sehari lagi!”


“Wah benar sekali,saya juga sangat lelah Tuan Burhan.dan dengan senang hati saya kan menerima tawaran anda!”


“Apakah anda bisa menamani saya Tuan Burhan?”


Wajah Tuan Burhan memerah karena malu,hal itulah yang dia ucapkan kemarin,ketika bertemu dengan Lily di lorong hotel.


“Maaf Nona,saya sudah memiliki janji temu dengan investor yang katanya ingin bekerjasama dengan kita!”


“Oh benarkah,dari perusahaan mana mereka?”


“Ah itu…Sky Group Nona!”


“Baiklah,lakukan yang terbaik!”


Pertemuan dan perkenalan mereka,berjalan hampir dua jam.dan selama dua jam itu pula,Tuan Burhan terlihat panik. dia berusaha meninggalkan ruang meeting secepat mungkin.ketika acara perjamuan telah selesai, Lily kembali ke kamarnya,dengan segera Tuan Burhan meminta Lisa,menghapus dan memanipulasi data keuangan ,yang telah masuk ke rekening pribadi mereka.


“Aku tidak menyangka, wanita itu adalah penerus Felice Hotel,aku sudah bertemu dengannya beberapa kali sayang!”


“Kita baru bertemu dengannya kemarin Lisa!”


“Kami sudah pernah bertemu, sebelumnya sayang!”


Tuan Burhan menjadi waspada,mendengar ucapan Lisa.dan dengan cepat Tuan Burhan meminta Lisa, menghubungi orangnya,dan memanipulasi data Felice hotel.dengan cepat apa yang Tuan Burhan minta, segera dilakukan oleh orang suruhan Lisa,dengan senyum puas dia memuji kinerja Lisa dan kaki tangannya.Tuan Burhan yakin, tidak akan ada jejak yang tertinggal,yang menyangkut namanya.


Sedangkan didalam kamar VVIP milik Lily,terlihat Josh dan Lily tersenyum mendapati mangsanya, berusaha menghilangkan jejak kejahatan mereka.


“Mereka melakukannya, dengan sangat rapi Nona!”


“Tapi cara kerjamu lebih rapi,dan tidak tersentuh Josh!”


“Terimakasih atas pujiannya Nona!”

__ADS_1


Josh dan Lily tersenyum penuh makna,Lily ingin segera mengakhiri acara main petak ngumpetnya, yang menurutnya melelahkan itu.



__ADS_2