
Malam ini Bara terlihat tampan dan gagah dengan setelan kemejanya,meskipun hanya lamaran namun dirinya ingin,tampil sempurna dihadapan calon istri serta mertuanya.beberapa kali dirinya terlihat menarik dan membuang nafasnya,membuat Han yang sedari tadi memasuki kamar,dan memperhatikannya tersenyum.
“Apa kau gugup,dari tadi aku perhatikan kau hanya menarik dan membuang nafas!”
“Tentu saja aku gugup,meski ini hanya lamaran namun entah kenapa membuatku gugup Han!”
“Mana Bara Andara yang aku kenal,yang tidak takut pada apapun!”
“Aku tidak takut sialan,aku hanya gugup!”
“Hahahaaha,,,iya kau hanya gugup,aku percaya.tapi bisakah kita turun sekarang,kedua orang tua kita sudah menunggu di bawah!”
Han meninggalkan Bara,yang masih berdiri di depan cermin.Bara menyiapkan mentalnya,dan turun menemui kedua orang tua,yang sudah kesal menunggunya terlalu lama.
“Butuh berapa lama sih untuk dandan,kau mengalahkan waktu yang Mama gunakan, hanya untuk berdandan!”
“Bara tidak dandang Ma,Bara sudah tampan!”
“Ayo cepat,jangan membuat keluarga Tuan Stave menunggu,kau ingin acara lamarannya batal lagi?”
“Tentu saja tidak Ma!”
“Karena itu ayo kita berangkat,kau seperti perempuan saja!”
Nyonya Santika meninggalkan suami dan putranya,Tuan Danu hanya tertawa dan geleng-geleng kepala,melihat tingkah sang istri yang lebih antusias dibanding Bara.mereka berempat berangkat menuju kediaman Stave,dengan satu mobil.terlihat wajah bahagia sang ibu,yang akan segera memiliki seorang menantu.
45menit waktu yang di tempuh oleh Han,menuju kediaman keluarga Stave.mobil yang mereka tumpangi,telah memasuki halaman yang luas dengan beberapa penjagaan.dapat Bara lihat,Lily telah menanti kedatangannya di depan pintu rumah.
“Selamat malam semuanya,selamat datang di kediaman keluarga Stave!”
“Selamat malam Lily sayang!”
Nyonya Santika langsung memeluk tubuh Lily,begitu juga Tuan Danu dan disusul Han.seolah mereka sengaja mengerjai Bara,Han langsung membawa Lily masuk tanpa menghiraukan wajah kesal Bara.
“Selamat datang di rumahku Tuan dan Nyonya Danu!”
“Selamat malam Tuan dan Nyonya Stave!”
__ADS_1
Dua keluarga saling memeluk dan bersalaman,saling melempar senyum dan sedikit berbasa-basi.terlihat Diego keluar bersama Bian,membuat mereka serempak mengalihkan pandangannya,kepada mahluk mungil yang menggemaskan itu.Tuan dan Nyonya Danu,memeluk dan memberi kecupan pada pipi sang cucu.tak lupa Han dan Bara, ikut mengambil alih.
Diego datang dan merangkul pundak Lily,membuat Han dan Bara menatap Diego dengan pikiran masing-masing.Diego mengulurkan tangannya kepada Han dan Bara,yang disambut baik oleh keduanya.
“Mari kita makan malam!”
Mendengar ajakan Tuan Stave selaku pemilik rumah,mereka serempak mengikuti kemana Tuan Stave membawa mereka.beberapa hidangan mewah telah tertata dengan rapi di di atas meja,mereka memilih tempat duduknya masing-masing,dan menikmati makan malam mereka dengan hangat.
Setelah makan malam,kini mereka berkumpul diruang keluarga.Bian telah bersama sang pengasuh,perbincangan ringan terjadi di antara dua keluarga itu.tiba pada inti pembicaraan Tuan Danu memberanikan diri,bicara mewakili sang putra.
“Tuan Stave,alasan kami kemari selain bersilaturahmi adalah untuk melamar putri anda,untuk putra kami Bara.kami ingin menjadikan Lily sebagai menantu dari keluarga Danuarta!”
“Aku sangat menghargai itikat baikmu dan keluargamu,di samping itu aku juga menyayangi putriku.jadi semua keputusan ada ditangannya,hanya saja sebagai orang tua aku ingin yang terbaik untuk putriku dan cucuku!”
“Mereka saling mencintai,apalagi di tengah mereka telah ada Bian.karena itu ijinkan aku selaku orang tua,meminta putrimu!”
“Aku merestui hubungan mereka Tuan Danu,bagaimana denganmu Diego?”
Mendengar nama Diego,baik Bara dan keluarganya saling lempar pandangan.apa hubungannya Diego,dengan pernikahan Lily,itulah yang mereka pikirkan.Diego memberi senyum,dan merangkul pundak Lily dengan penuh kasih.
“Aku akan melepaskan adikku untuk pria yang bisa bertanggung jawab untuk keluarganya,dan aku percaya padamu Bara,aku yakin kau bisa menjaga adikku dan keponakanku!”
“Aku berjanji akan membahagiakan, dan menjaga Lily serta anak-anakku nanti!”
“Aku akan mengingat janjimu,dan jika kau menyakitinya ingatlah satu hal,kami keluarga Stave akan membawanya kembali!”
“Aku berjanji sebagai seorang pria,serta seorang Ayah padamu!”
Diego tersenyum dan mengangguk,meski bagaimanapun dia mencintai Lily,namun kebahagiaan wanita yang berada di pelukannya kini adalah yang utama.Lily menitikkan air mata mendengar ucapan Tuan Stave dan Diego,yang telah menjadi keluarganya 3 tahun ini.sungguh berkah tuhan yang teramat luar biasa baginya,dirinya yang hanya seorang yatim piatu,bisa mendapatkan keluarga yang begitu menyayanginya selayaknya anak kandung.
Acara lamaran pun berjalan dengan baik,acara pertunangan akan dilakukan 1 minggu, sebelum Lily berangkat ke Negara Y. antusias kedua orang tua begitu terlihat,terlebih lagi Nyonya santika yang memang begitu menginginkan Lily menjadi menantunya.setelah menyelesaikan misinya,keluarga Danu meninggalkan kediaman keluarga Stave.
Diego tampak duduk menyendiri,menatap langit malam.Lily yang melihatnya,melangkah mendekat dan duduk di samping kakak angkat, yang hampir memiliki nasib serupa dengannya.hanya saja Diego dirawat dari umur 15 Tahun oleh Keluarga Stave,tidak seperti dirinya yang baru beberapa tahun, bergabung dengan keluarga terpandang dan terkenal akan kekayaannya itu.
“Apa yang kak Diego pikirkan!”
“Hanya memikirkan nasib Papa dan Mama setelah kau menikah,apalagi dengan Bian.Mama sangat dekat dengan Bian,dan Kakak tidak tega melihat mereka terpisah!”
__ADS_1
“Kita akan selalu berdekatan,Lily tidak akan memisahkan Bian dari kakek dan neneknya,begitu juga dengan Kak Diego!”
Diego tersenyum dan memeluk bahu Lily,mendekatkan Lily ke bahunya hingga Lily bisa menyandarkan kepalanya.
“Terimakasih telah berada di sisi Lily,dari terpuruk sampai saat ini kak.Lily tidak akan tau ,bagaimana nasib Lily jika tidak bertemu dengan kalian!”
“Di kehidupan mendatang,kakak berharap kita menjadi satu keluarga yang sebenarnya.Papa,Mama,kakak dan dirimu!”
Lily mengangkat kepala dan menatap Diego, yang tersenyum lembut padanya.Lily menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Diego.Lily merebahkan kembali kepalanya,serta berdoa di dalam hatinya.
Jika kami nanti di beri kesempatan,ijinkan kami menjadi satu keluarga dan satu darah Tuhan.mereka adalah orang-orang baik,yang begitu aku sayangi.
Malam telah berlalu begitu saja,matahari telah menampakkan dirinya.Bara yang sudah siap dengan setelan jas mahalnya,berangkat ke kantornya.ada beberapa rapat yang harus dia hadiri,serta kerjasama dengan Felice Hotel.mengingat Felice Hotel membuat Bara sedikit bersemangat,karena akan bertemu dengan sang pujaan hati.semalam karena ulah Han,dirinya tidak sempat memeluk Lily.
Bara mengerjakan dan menghadiri beberapa rapat yang telah di susun oleh Han,hingga siang hari menjelang.Tuan Ali yang sedang menunggu kedatangan Bara,ataupun telponnya menjadi geram.dirinya serta Natalia,berinisiatif menghampiri Bara setelah jam makan siang usai.
Mobil Tuan Ali meninggalkan kantornya,menuju kantor Sky Group.dirinya tidak terima atas penghinaan yang telah dilakukan oleh Bara,terhadap putri semata wayangnya.setelah puas menikmati tubuh sang putri,kini sang pria tidak ingin bertanggung jawab,tentu saja sebuah penghinaan besar baginya.didalam perjalanan tanpa sengaja mobil yang dikendarai sang sopir menabrak mobil yang tiba-tiba berhenti didepannya tanpa bisa di hindari sang sopir. Akhirnya benturan tidak dapat terelakkan.
“BBRRRUKKK”,,,
“Maaf Tuan,mobil yang berada di depan tiba-tiba saja berhenti mendadak!”
Sementara Tuan Ali dan Natalia, sedang menenangkan dirinya karena terkejut.suara gedoran dari kaca mobil mengganggu mereka,dengan sangat kesal Tuan Ali membuka pintu mobil,dan melihat siapa gerangan yang telah membuat pengguna lain terluka.Natalia tidak tinggal diam melihat sang ayah, yang telah keluar,diapun ikut keluar melihat pemilik mobil yang berada didepannya.
Rasa terkejut dirasakan oleh Natalia dan vero,Natalia tidak menyangka pemilik mobil di depannya adalah wanita yang mencari maslah dengannya.begitu juga dengan vero,yang tidak menyangka,bahwa yang menabrak mobilnya,adalah wanita yang kini dekat dengan Bara.api amarah terlihat jelas di wajah keduanya,Tuan Ali yang mulanya kesal,menjadi bingung melihat situasi yang terjadi.
“Jadi kau yang menabrak mobilku Hah!”
“Ternyata wanita gila,yang dengan seenaknya main berhenti di tengah jalan.apa kau tidak bisa mengendarai mobil,atau kau sedang mabuk sekarang?”
“Dasar wanita kurang ajar,beraninya kau mengataiku gila.apa sopir mu tidak mempunyai mata,sehingga dia tidak melihat mobilku yang begitu besar berhenti!”
“Cihh,,maaf kami tidak punya waktu untuk meladeni wanita gila sepertimu,ayo ayah kita pergi,Bara pasti sudah menunggu kita!”
“Bara,,apa maksudmu!”
Natalia mengacuhkan pertanyaan Vero,dia ingin masuk kedalam mobil.namun Vero dengan cepat mencekal tangannya,dan menahan Natalia.tatapan marah dan membunuh dari vero,dapat Natalia rasakan.namun bukan Natalia namanya,jika dia tidak berani melawan Vero.
__ADS_1