
Pagi hari ini entah karena apa, Bara terlihat begitu rapi dengan senyum yang semakin menambah pesonanya. ia menuruni tangga berniat ikut sarapan bersama sang Ayah dan Ibu. sesampainya di meja makan sudah tersedia berbagai makanan, Bara mengingat makanan yang ia makan semalam, ia tak sabar menunggu malam tiba. karena ia tau sang pelayan hanya menggunakan dapur dimalam hari. Bara menyantap makanannya dalam diam, sambil menunggu Han,ia telah menyelesaikan sarapannya. yang ditunggu-tunggu belum memunculkan batang hidungnya, ia bangun dan hendak menemui Han. dari kkejauhan, ia melihat Han bersama seseorang gadis. Bara merasa familiar, di dekatinya mereka yang sedang asyik dengan dunia mereka, semakin dekat Bara bisa mengenali si gadis.dia adalah Lila, entah kenapa perasaan Bara menjadi tak menentu, ia merasa marah dan kesal. sejak kapan mereka saling kenal, dan sedekat itu pikir Bara. Ia melangkah menemui Han dan Lila.
"Khemm",, Bara berdehem,mendengar suara Han dan Lila mengalihkan perhatian mereka. dilihatnya sang Tuan Muda,sudah berdiri didepan mereka.
" Tuan Muda!,Jawab mereka serempak sambil menundukkan kepala.
"Aku menunggumu Han!,, ucap Bara, Han yang merasa heran akan sikap Bara hanya mengangkat sebelah alisnya. sementara Bara melirik Lila yang masih berdiri disamping Han, karena merasa kesal Bara meninggalkan Han dan Lila. Han pergi menyusul Bara,sesampainya didalam mobil,Han memperhatikan Bara yang cukup aneh hari ini.
__ADS_1
"Kau kenapa hari ini Bar?,, ucap Han yang memperhatikan wajah Bara, yang terlihat kesal. Han akan bersikap biasa, dan bersikap sebagai sahabat jika mereka sedang berdua.
" Tidak ada ayo kita berangkat!,, Bara menyembunyikan rasa kesalnya, entah karena apa ia tak suka melihat Han mendekati Lila. Selama dikantor entah kenapa Bara tidak fokus, beberapa pekerjaan terbengkalai. Ia kemudian menelpon Han dan mengajaknya pulang lebih cepat. ia ingin berolahraga, dan merileks kan pikirannya.Sesampainya dirumah, mereka langsung mengganti pakaian dan menuju ruang GYM. ruangan yang tembus pandang dan mengarah ke taman. Sore itu mereka menikmati berbagai macam alat olahraga. saat keduanya sedang menikmati waktunya,pandangan mata Han tertuju ketaman. dilihatnya Lila yang menyiram tanaman, Bara mengikuti arah pandang Han,dan ikut mengalihkan pandangannya.
"Bukankah dia cantik Bar?, ucap Han memancing suasana.
Diruangan pelayan, Lila sedang bercengkrama, Nyonya Santika datang menemui Lila dan mengajak Lila memasak. sore itu para koki diliburkan, Nyonya Santika dan Lila memasak dibantu beberapa pelayan lainnya. Bara menuruni tangga, ia melihat ke arah dapur dilihatnya sang ibu dan Lila yang sedang asyik memasak. baru pertama kali ia melihat sang ibu,yang begitu dekat dengan seorang wanita, apakah Mama menyukai gadis itu?,kalau betul bukankah itu bagus pikirnya. Bara mendekat dan menyapa ibunya,sambil melirik ke arah Lila yang sedang sibuk dengan sayurannya, sang ibu hanya tersenyum melihat putranya. Kenapa ia tak melihat ku!,apakah dia malu atau?berbagai kemungkinan Bara pikirkan. jika Mama sudah dekat dengannya, bukankah itu berarti Mama menyukai Lila?.Bara tersenyum penuh arti. Berbagai macam cara Bara lakukan, agar Lila memperhatikannya, namun Lila sibuk dengan dunianya. sang ibu yang mengerti kelakuan putranya, pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Lila ibu tinggal sebentar ya,mau lihat bapak!,, Lila menoleh ke arah sang Nyonya, dan menganggukan kepalanya.
Saat sang ibu meninggalkan dapur, Bara memulai aksinya, ia mencoba mengajak Lila bicara dari hal-hal sederhana,dan siapa sangka ternyata Lila anak yang cepat akrab dengan siapapun dan juga anak yang manis. Tak dirasa satu jam telah berlalu, beberapa menu makanan nan menggugah selera telah tersaji. Kini keluarga Danuarta,sedang menikmati makan malam bersama. Tuan Danu, memuji rasa masakan malam ini, sang ibu hanya tersenyum penuh arti. sementara Bara, begitu menikmati makan malam yang menurutnya spesial itu. Selesai makan malam, sang ayah mengatakan jika ia akan berangkat ke negara B besok pagi, karena ada beberapa masalah yang harus diselesaikan.
Ditempat lain Nyonya Santika, menemui Madam Rima, meminta agar ia menjaga dan melaporkan apapun yang terjadi pada Lila.
Paginya seperti yang direncanakan Tuan Danu dan Nyonya Santika berangkat, setelah berpamitan dengan para pelayan,Nyonya Santika memeluk erat Lila, mereka melepas kepergian Tuan Serta Sang Nyonya dengan doa. kini seminggu sudah kepergian Tuan dan Nyonya besar, Bara terus berusaha mendekati Lila, dengan berbagai macam cara, tapi tak berhasil malah rasa kesal dan marah yang ada dalam dirinya. bagaimana tidak,saat mereka sedang bersama pasti akan ada Han yang datang dan mengganggu. sungguh licik pikir Bara.seperti pagi ini, hari weekend yang sudah ditunggu-tunggu oleh Bara, ia ingin menemani Lila membeli persediaan makanan. saat ia menuruni tangga, pemandangan yang begitu membuat emosinya naik, ia melihat Han membersihkan sesuatu diatas kepala Lila. entah darimana rasa marah itu, rasa marah yang langsung menyeruak keluar begitu saja. dengan cepat,Bara menuruni tangga dan menghampiri Mereka.
__ADS_1
"Kau sudah siap Lila, aku akan mengantarmu!,, tanpa memperdulikan tatapan Han, Bara menarik tangan Lila, Han yang melihat tingkah aneh Bara, hanya tersenyum lucu.untuk pertama kalinya, Han merasa terhibur dengan sikap dan ulah Bara yang cemburu.