Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
163. Menjauhkan Parasit


__ADS_3

Pertemuan keempatnya  berjalan cukup baik,Dona benar-benar sangat professional dalam hal pekerjaannya.dan Bara sangat puas akan cara kerjanya,dan melalui pertemuan kedua mereka,Bara menyetujui kontrak kerjasama yang Dona tawarkan.setelah mendapat kesepakatan,keempatnya saling berjabat tangan,pertanda dimulainya kerjasama antar mereka.


Bara melirik wanita yang Dona bawa,sejak tadi tatapannya cukup mengganggunya.tidak hanya tertarik pada dirinya,tapi wanita itu seperti membandingkan dirinya dengan Han.terlihat sari bagaimana wanita itu silih berganti menatapnya dan Han,bukannya besar kepala dan berbangga diri,Bara sangat menghapal gerak gerik wanita yang mencoba menarik perhatiannya dan juga Han.


“Terimakasih atas waktu anda Nona Dona,dan jika bisa lain kali bawalah partner yang sedikit professional.” Dona tertegun mendengar ucapan Bara yang dingin,Dona melirik Sasa dan benar saja wanita itu menatap kagum Bara serta Han,dengan mata berbinar.seperti menemukan harta karun terbesar di dalam bumi.Dona menelan ludahnya kasar,melihat Bara berlalu begitu saja meninggalkan ruangan.kini tinggal mereka bertiga,Dona melirik Han yang masih merapikan beberapa berkas yang ada di mejanya.pria matang berusia 38thn itu memang cukup mempesona,selain mapan,Han merupakan incaran beberapa wanita di luar sana.


“Tuan Elios,apakah anda punya waktu luang di jam makan siang nanti?" Dona mengangkat alisnya mendengar ucapan Sasa,yang di tunjukan kepada Han.Dona menundukkan kepala,menahan malu atas sikap agresif Sasa.Han melirik jam tangannya,menatap sasa dengan tatapan datar tak berminat.


“Maaf saya masih memiliki urusan lain,anda bisa makan siang bersama rekan anda,permisi.” Han meninggalkan kedua wanita itu,mendapat penolakan yang nyata dari Han,tidak membuat Sasa marah ataupun kecewa.Sasa menjadi penasaran,dan hatinya tergerak untuk mendekati Han.melihat mata sasa yang berbinar,Dona menepuk punggung Sasa dengan sangat keras.membuat wanita itu mengerang kesakitan,Dona menatap kesal  kearah Sasa yang menaikkan kedua bahunya.


“Bisakah kau menahan sikap genit mu,kita sedang berurusan dengan dua pria yang memiliki pengaruh besar di kota ini,kau hampir membuat kita kehilangan kontrak.” Dona berucap dengan kesal,Sasa hanya memutar bola matanya,malas mendengar ocehan Dona yang tidak berguna menurutnya.


“Buktinya sekarang kita mulai kerjasama bukan,lagian aku hanya bicara ketika urusan kita selesai.aku tertarik pada pria itu.” Dona melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Sasa,Dona membalikan tubuhnya dan mendekati sasa dengan sikap tegas.mmebuat sasa mengerutkan dahi,dan sedikit takut melihat Dona yang sedikit menyeramkan menurutnya.


“Jangan coba-coba mencari masalah dengan mereka Sasa,jangan membuat suatu kesalahan hingga membuatku kehilangan segalanya.mereka bukan pria yang bisa kau dekati dan kau permainkan,mereka bukan level mu mengerti.” Dona berucap tegas dengan mimik yang serius,membuat tubuh sasa gemetar.Dona yang dia kenal tidak pernah bersikap demikian,namun kali ini Dona memperingatinya dengan cukup tegas,itu artinya dirinya tidak boleh macam-macam dengan kedua pria tersebut.


Sasa melirik Dona, yang kini merapikan tas serta berkas yang tadi dia bawa.


”Apa kau tau sesuatu tentang mereka,hingga kau melarang ku mendekati pria itu?" Dona mendesah pelan,membalikkan tubuhnya dan menatap sasa.


”Tuan Bara sudah menikah, jadi jangan pernah mencoba untuk merayunya sebelum kau hancur.dan sekertaris Han,lakukan jika kau bisa.” Dona meninggalkan sasa yang masih berdiri dengan kebingungan,Dona melangkahkan kakinya lebar.Sasa mulai mengejar langkah Dona, yang jauh didepan.Sasa mengatur sedikit nafasnya yang tak beraturan,keduanya kini berada dalam lift menuju lantai bawah.


“Apa maksudmu jika aku bisa?jelaskan padaku Dona.” Dona masih diam dan enggan bicara,jika dia tau akan berakhir dengan rasa penasaran sasa tentang sosok Han,dirinya akan membawa rekannya yang lain.jika perlu seorang pria yang tidak akan jatuh hati pada pandangan pertama,pada kedua sosok titisan dewa itu.

__ADS_1


“Aku tidak tau apapun tentang sekertaris Han,tapi jika kau ingin tau rasanya cobalah dekati dirinya.” Lift terbuka,Dona langsung melangkah keluar.menyadari Sasa tidak mengikutinya,Dona membalikkan tubuhnya dan menatap sasa dengan kebingungan.


“Kau tidak kembali bersamaku?" Sasa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. 


“Seperti katamu aku harus mencobanya,sebentar lagi jam makan siang,aku akan mengajaknya makan siang.” Sasa bicara dengan mata berbinar,Dona melebarkan kedua matanya mendengar ucapan sasa yang begitu enteng.


“Terserah" Dona melangkah meninggalkan gedung Sky group,kembali ke kantornya untuk menyiapkan semua keperluan untuk kerja sama anatar dirinya dan Sky Group.


Semoga kau kembali dengan senyum angkuh mu itu,dan tidak kembali dalam keadaan menyedihkan sasa,,


Dona menghidupkan mesin mobilnya,mulai meninggalkan gedung Sky group.jam makan siang tiba,seperti biasa Bara dan Han akan pergi ke kantin untuk makan siang.keduanya berjalan sambil membicarakan sesuatu,senyum indah terukir dibibir keduanya.semakin membuat sasa terpesona,diapun bingung untuk menentukan targetnya.karena mengetahui Bara telah menikah,dan mustahil baginya untuk mendekati Bara,sehingga dirinya menargetkan Han.


Langkah Kedua pria tampan itu terhenti,ketika menyadari kehadiran sasa.Bara mengangkat alisnya,melihat Sasa yang menghentikan langkah mereka.


”Selamat siang Tuan Bara dan Tuan Han. "Sasa berucap sambil memberikan senyum terindahnya,Bara masih diam dan tak menjawab sapaan Sasa.Bara mulai jengah dengan wanita di depannya,hingga dia mendesah pelan.Han melangkah maju dan menatap Sasa dengan tatapan datar,membuat tubuh Sasa serasa membeku karena tatapannya.


“A,,aku,,” Sasa terbata,bahkan tidak bisa mengucapkan kalimat yang ada di keplanya.kerongkongannya terasa tercekat,lututnya lemas menerima tatapan dingin dari keduanya.tanpa menunggu jawaban Sasa,dengan kesal Bara meninggalkan keduanya.bukannya bersikap sombong,Bara lebih suka bicara serta bersikap jujur pada wanita yang terang-terangan mengerjarnya.dibandingkan bersikap ramah yang akhirnya akan merepotkan dirinya,begitu juga dengan Han.


Melihat Bara yang berlalu meninggalkan mereka,Han mendekat Sasa,merasa terancam dengan reflex sasa melangkahkan kakinya beberapa langkah kebelakang,membuat Han tersenyum tipis nyaris tak terlihat.tanpa mengucapkan sepatah  kalimat,Han meninggalkan Sasa dan menyusul Bara yang telah menjauh.


“Tuan Han” Langkah Han terhenti,ketika Sasa dengan berani memanggil namanya.Han membalikan tubuhnya dengan kening berkerut dalam,wanita di depannya benar-benar memiliki nyali.


“Aku hanya ingin mengajak anda makan siang,tidak ada maksud lain.” Sasa dengan berani menatap mata Han yang bening,meski sebenarnya dirinya sangat gugup,namun dengan keberaniannya Sasa mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


“Aku hanya makan bersama keluargaku,dan istriku Nona.jika hari ini aku mengiyakan ajakan mu,maka akan ada kesempatan kedua,ketiga dan seterusnya.aku menghargai ajakan mu,tapi aku menghargai pasanganku.”  Sasa melongo tak percaya mendengar ucapan yang keluar dari mulut Han,benarkah pria yang kini berjalan menjauh darinya telah memiliki seorang istri? Dona hanya mengatakan jika Bara yang telah menikah,bukan Han.apa Dona ketinggalan informasi yang penting?


Tubuh Sasa terasa tak bertenaga,benar yang dikatan Dona tak seharusnya dirinya mencoba mendekati salah satunya,seharusnya dirinya mendengar ucapan Dona yang telah bertemu keduanya .dengan sisa tenaga Sasa melangkahkan kakinya keluar Gedung,mencari taxi,dan membawanya kembali kekantor Dona.


Disudut ruangan di kantin kantor Bara dan Han menikmati makan siangnya dengan tenang,keduanya sudah terbiasa makan di kantin kantor jadi para karyawan tak heboh,jika melihat kedatangan pimpinan mereka.


“Apa yang dikatakan wanita itu,apa dia mengajakmu makan siang?. Han melirik Bara sekilas,dan menganggukkan kepalanya.


”Kenapa tidak menerima tawarannya Han,jarang ada wanita agresif begitu.” Ucap Bara setengah bercanda,membuat Han menggeleng.


“Aku akan suka jika istriku yang agresif,bukan wanita di luar.” Mata Bara melebar mendengar ucapan Han yang sensual,sejak kapan sahabatnya itu punya pemikiran nakal seperti itu.Bara mendekatkan tubuhnya,menatap Han dengan lekat.


“Kau sudah memilki kekasih?"Bara bertanya dengan wajah yang penasaran,sementara Han mengangguk pasti sambil meneguk air putihnya.


“Kau tidak berbohong padaku kan?” Bara menatap Han dengan tatapan serius,sehingga terlihat lucu dimata Han.beberap saat kemudian Han tertawa lepas,membuat Bara kebingungan dan mulai menyadari kalau Han hanya bicara omong kosong.


“Lihatlah,sudah berapa kali kau menanyakan hal yang sama.kenapa begitu memaksaku untuk mencari kekasih,dan sudah berulang kali aku katakan padamu,ada Queen yang kaan menjadi kekasihku kelak.” 


Bara mendesah,menyandarkan tubuhnya dan menatap Han dengan dalam.sungguh dirinya tak memahami apa maksud Han,putrinya masih sangat kecil tidak mungkin sahabatnya seorang fedofil.Bara melebarkan kedua matanya,ketika kata pedofil terlintas di benaknya.


“Kau bukan seorang pedofil kan?” Uhuk..Uhukk..Han terbatuk-batuk mendengar tuduhan Bara,dengan tatapan kesal Han  melempar sendok makan kearah Bara,dengan cekatan Bara menghindari lemparan yang bila mengenai tubuhnya,akan terasa menyakitkan.


“Jadi itu yang kau pikirkan tentangku selama ini,kau sungguh keterlaluan Bar.” Han berucap dengan kesal,tak menyangka jika sahabatnya menuduhnya seperti itu.Bara tertawa cekikikan ,mulai menyadari jika Han mulai marah.

__ADS_1


“Itu karena kau selalu mengatakan akan menikahi Queen,jika kau tidak bertemu wanita yang bisa menggetarkan hatimu sialan.aku seorang Ayah,tentu aku memikirkan segala kemungkinannya.” Han menggelengkan kepalanya,sahabatnya itu terlalu jauh berpikir tentangnya.


“Saat ini aku bahagia dengan kesendirianku Bar,dan aku juga bahagia tertawa  bersama putri kecilmu.entah siapa jodohku nanti semua itu adalah rahasia tuhan,bukankah 2 Minggu lagi Ulang tahun Queen.apa Bian akan pulang?”


__ADS_2