
Entah kesialan apa yang menimpa Lila malam ini,hingga ia harus terjebak macet yang cukup panjang.semakin membuatnya merasa bersalah pada Bara.sementara Bara menunggu dengan perasaan kecewa,pesta dan kejutan yang telah ia siapkan kini tidak berguna dan hancur.
“Wah sepertinya pestanya ditunda,karena yang ditunggu-tunggu kehadirannya,sedang menikmati waktunya bersama pria lain!”
Entah darimana datangnya,Vero menertawai keadaan Bara,lelaki yang teramat dia cintai.Bara menahan emosinya agar tak terpancing omongan vero.vero mendekat dan menggenggam tangan Bara.
“Dia tidak layak untukmu Bara,dia menghianati mu!”
Bara menatap tajam vero,meski takut namun vero mencoba keberuntungannya,dan meredam rasa takutnya.
“Lihat aku Bara,aku disini masih menunggumu kembalilah padaku!”
“Dalam mimpimu!”,,Bara menatap tak suka ke arah vero,ucapan Bara membuat vero sakit hati dan terpancing emosi.
“Aku memang bukan perempuan suci,namun aku tak bersikap sok suci seperti pelayanmu itu!”
Bara masih menatap vero lekat,ia ingin mendengar makian apa yang akan ia ucapkan malam ini.
“Wanita apa yang meninggalkan kekasihnya sendirian,sementara dia menghabiskan waktu bersama pria lain!”
Bara mengerutkan dahi,mendengar ucapan vero yang mengetahui keberadaan Lila sekarang.
“Kau yang mengirim semua foto itu padaku?”
“Iya,aku yang mengirimnya,manejer ku melihat Rangga bersama Lila di hotel!”
Tubuh Bara membeku mendengar ucapan vero,matanya tersirat kemarahan,kedua tangannya mengepal.melihat reaksi Bara yang hanya diam,vero mencoba melunakkan hati Bara dengan cara dan suara yang lebih lembut lagi.
“Bukalah matamu Bara,dia sudah menghianatimu ,dia hanya seorang Ja**ng,dan …AAHHKK!”
Bara mencekik leher vero,ia sungguh tidak terima akan apa yang vero katakan tentang kekasihnya.
“Jaga mulutmu itu wanita Ja**ng,panggilan itu lebih cocok untukmu!”
Vero menahan rasa sakit di bagian lehernya,ia tidak menyangka Bara masih bersikap dingin dengannya setelah sekian lama.vero pikir Bara akan percaya dengan apa yang dikatannya namun ia salah,Bara bagai binatang buas mala mini,api kemarahan terpancar jelas di matanya.Bara menghempaskan tubuh vero hingga ia tersungkur.vero menatap benci ,marah dan kecewa pada pria yang masih berdiri di hadapannya.
“Kau akan menyesal telah menyakitiku Bara,aku akan membuatmu memohon untuk kembali ke sisi ku!”
__ADS_1
“Aku menantikan hari itu vero!”
Bara meninggalkan vero dengan amarah,ia tidak ingin melepas kemarahannya pada wanita yang ia anggap gila itu.vero hanya bisa meneteskan air matanya,ia bangun dari duduknya,membenarkan pakaiannya dan pergi meninggalkan hotel itu menuju bar.sedangkan Bara,ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya.
Sesampainya Lila dilobi hotel,ia menanyakan ruangan tempat Bara menunggunya.dengan perasaan bersalah Lila berlari sekuat tenaganya,ketika ia melihat pintu ruangan dimana sang kekasih menunggu dengan sekuat tenaga Lila membuka pintu dan meneriaki nama Bara.
“BBRRAAAKK”,,Kak Bara!”
Beberapa pelayan yang mulai merapikan kembali ruangan tersebut,terkejut mendengar pintu terbuka dan suara Lila yang menggema.Lila terpaku melihat dekorasi ruangan yang begitu indah,serta ucapan selamat ulang tahun untuknya terbentang indah di ruangan tersebut.Lila menangis terharu serta merasa sangat bersalah pada Bara,melihat Lila berdiri terpaku sambil menangis seorang pelayan menghampirinya dan menanyakan namanya.sang pelayan mengatakan Bara pergi beberapa menit lalu,dan mengatakan kalau Bara menunggunya berjam-jam lamanya.dengan air mata yang meleleh mengaliri pipinya Lila berlari mencari taksi,mencari keberadaan sang kekasih.
Lila teringat ponselnya,ketika ia melihat ponselnya betapa terkejutnya dirinya, dengan puluhan panggilan dari Bara yang tidak Ia jawab.Lila hanya menggetarkan ponselnya,ketika ia dan Rangga memulai pertemuan,hingga pada akhirnya dia melupakan ponselnya. Lila mencoba menghubungi Bara,namun tak ada jawaban darinya,Lila mencoba dan terus mencoba.akhirnya Lila menyerah dan menghubungi Han.setelah panggilan terhubung,Han mengatakan jika Bara belum pulang,dan menyarankan Lila mencarinya di apertemennya.berbekal alamat serta nomer PIN agar memudahkan Lila memasuki apartemen,Lila meminta sopir taksi mengantarnya ke alamat tersebut.
“Apa yang terjadi antara mereka,apakah Lila menolak lamaran Bara?”,,Han bicara pada dirinya sendiri,ketika mendengar suara Lila yang sedikit panik.Han mengira jika Bara sedang merajuk sekarang ini.
Lila terus mencoba menghubungi Bara,namun panggilannya tak mendapatkan jawaban.30menit waktu yang ia lewati,kini sampailah ia di alamat yang di berikan Han.setelah membayar ongkos taksi dengan segera Lila berlari menaiki Lift dan mencari nomer apartemen Bara.sedangkan Bara,ia mengeluarkan rasa kecewa dan amarahnya pada benda-benda yang ada di apertemnnya.ia melempar dan memecahkan berbagai hal,hingga pecahan kaca berserakan di lantai.Bara berteriak dan meminum minuman keras,minuman yang tak pernah Bara sentuh sama sekali.
“Kenapa kau tega melakukan ini padaku Lila,,KENAPA?”
Bara tak perduli pada keadaan apartemen dan pecahan kaca yang berhamburan,Bara menolehkan kepalanya sesaat ketika mengetahui kedatangan seseorang.yang ia yakini adalah Han,karena hanya dia yang tau alamat serta PIN apartemennya.
“Apa yang kau lakukan disini,pergilah jangan menggangguku!”
“Sudah aku katakan padamu,biarkan aku sendiri Han!”
“Kak Bara!”,,mendengar suara lembut yang begitu ia kenal,membuat Bara menolehkan kepalanya.gadis yang ia tunggu berjam-jam lamanya,kini berdiri dihadapannya,dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.Bara diam melihat kehadiran Lila,sekelebat foto dirinya memasuki kamar hotel dan ucapan vero mengisi pikirannya,dan mengacaukan hatinya.
“Sudah selesai bersenang-senang dengan pria itu?”
Deg,,Lila terkejut mendengar ucapan Bara,rasa bersalah menjalar di hati Lila,ia mendekat tak menghiraukan pecahan kaca yang berserakan dilantai.Lila berjongkok dan menatap wajah Bara,yang penuh dengan perasaan kecewa.
“Maafkan Lila,yang datang terlambat dan mengingkari janji!”
“Jadi,kalian habis bersenang-senang?”
“Tidak kak Bara..Lila!”
“Apa aku ini pria bodoh,yang bisa kau permainkan sesuka hatimu?”
__ADS_1
“Tidak!”
Lila menangis melihat kemarahan yang terpancar dimata Bara,Bara berdiri dan mendorong tubuh Lila,pecahan kaca mengenai siku dan telapak tangannya.hal itu tak membuat Lila gentar,ia menahan sakitnya hanya untuk mendapatkan maaf dari sang kekasih.Lila bangun dan mendekati Bara.
“Maafkan Lila!”
Bara menatap mata Lila dalam,Bara mengangkat dagu Lila dan menciumnya kasar,tidak seperti Bara yang Lila kenal.Lila mendorong dan mencoba membuat Bara sadar,namun Bara mengartikan lain penolakan yang Lila berikan.
“Apa pria itu lebih memuaskan mu,apa pria brengsek itu lebih hebat dariku?”
“Tidak Kak Bara,sadarlah jangan seperti ini Lila mohon!”
Tangisan dan permohonan Lila tak mempan bagi Bara.kemarahan,serta emosi telah menguasai dirnya.Bara berfikir penolakan Lila kali ini karena Lila telah tidur bersama Rangga,seperti yang vero katakan.membayangkan Lila berada dibawah kuasa Rangga,semakin membuat kemarahan Bara memuncak,ia bak iblis malam ini.
Bara mengangkat tubuh Lila,tak perduli pada darah yang mengalir di telapak tangan Lila dan sikunya,amarahnya membuatnya gelap mata.Bara melemparkan tubuh Lila di atas ranjangnya.
“Lila mohon sadarlah,jangan lakukan ini!”
“Kau melarang ku melakukannya,tapi kau telah melakukannya dengan pria brengsek itu,begitu?aku akan membuatmu merintih nikmat di bawah kuasaku!”
“Tidak,Lila mohon jangan membuatku membencimu!”
“Persetan dengan itu semua!”
Bara merobek pakaian yang Lila kenakan,Bara tak perduli dengan tangisan memohon serta perlawanan yang Lila berikan. Semakin Lila melawan semakin emosi menguasai Bara.
Di kediaman Danuarta,Nyonya santika terlihat gelisah dalam tidurnya.ia terus memikirkan Lila entah kenapa firasatnya tak enak.Tuan Danu yang sadar akan kegelisahan sang istri bangun dari tidurnya,dan menyandarkan tubuhnya di ranjang.
“Apa yang membuat Mama gelisah seperti ini?”
“Entahlah Pa,Mama kepikiran Lila terus!”
Tuan Danu tersenyum dan menatap sang istri,wajar saja istrinya cemas.karena mala mini acara ulang tahun Lila dan lamaran untuknya.
“Menurut papa,Lila apa menerima lamaran Bara?”
“Pasti Ma,mereka saling mencintai,dan papa berdoa semoga semuanya diperlancar oleh yang maha kuasa!
__ADS_1
“Benar Pa,Mama sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu!”
Sepasang suami istri itu tertawa bersama,membayangkan kehadiran cucu di tengah-tengah mereka,menemani hari tua mereka nanti.