
Hembusan angin yang masuk dari jendela menerpa wajah keduanya,Billy membalikkan wajahnya menatap wajah dingin bocah yang berbeda usia 3 tahun di bawahnya.namun aura dingin serta wibawanya dapat Billy rasakan,tatapan matanya tegas membuat Billy menelan ludahnya.meski bisa dibilang bocah tersebut lebih muda darinya,entah kenapa berhadapan dengannya,membuat Billy segan dan menaruh rasa hormat padanya.
Sekali lagi lagi Bian menatap mata Billy,yang masih diselimuti kesedihan akibat kehilangan.Bian tidak menyalahkan bocah itu,jika dia merasa sedih,karena baginya itu hal wajar.apalagi yang Bian tau,Billy hanya memiliki sang Nenek.tapi Bian tidak menyukai cara Billy yang mengacuhkan kedua orang tua serta adiknya,yang telah bersusah payah membujuk,serta ada untuknya.Bian tidak menyukai cara Billy,yang tidak menghargai usaha keluarganya.
“Nenekmu tidak akan menyukai caramu yang mengabaikan kedua orang tuaku,serta adik manisku.Nenekmu akan membenci sifat rapuh dan cengeng mu,kau bahkan lebih tua dariku.seharusnya di antara kami kaulah yang paling kuat,dan bisa melindungi kami.Nenekmu pasti sedang menertawakan cucunya,yang tidak bisa di andalkan!”
“Bicaralah sesukamu,karena semua yang kau katakan benar.aku rapuh,lemah dan tidak berdaya.satu-satunya keluarga yang aku miliki,sudah meningglakanku.apa yang kau tau dari rasa kehilangan,aku bahakan sudah kehilangan kedua orang tuaku ketika aku masih kecil.apa yang kau tau dari rasa sakit ini!”
“Aku memang belum tau bagaimana rasanya ,tapi bukankah mahluk yang hidup,pada akhirnya akan mati dan kembali kepada sang pencipta.masih ada kami keluargamu,Mommy bahkan sangat menyayangimu.apakah kau pernah memikirkan bagaimana perasaan Mommy ku,perasaan seorang ibu yang melihat anaknya bersedih,bahkan tak menyentuh makanan selama berhari-hari !”
“Jika kami bukan keluargamu, lantas selama ini kau menganggap kami apa?.orang asing yang secara kebetulan, menolong dan membantumu serta Nenekmu?jika itu yang ada dalam pikiranmu,maka hari ini juga aku dan keluargaku akan meninggalkan rumah ini.meskipun Nenekmu telah memintaku untuk menjadi temanmu,namun sepertinya kau yang tidak ingin menjadi temanku!”
Bian membalikkan tubuhnya,dan ingin melangkah meninggalkan kamar Billy.suara serak Billy yang terdengar rapuh,membuat Bian menghentikan langkahnya.
“Apa kak Lily menangis karena diriku?”
Bian tersenyum ,usahanya membuat Billy membuka mulut berhasil.Bian merubah kembali mimik wajahnya menjadi dingin,seperti sebelumnya.
“Aku putranya bahkan belum pernah membuatnya menangis dan bersedih ,seperti yang kau lakukan pada Mommyku.Dia adalah seorang ibu yang penuh kasih,Mommy sangat menyayangimu sebagai bagain dari kami.Mommy tidak hanya menganggap mu seorang adik,tapi sudah seperti anak baginya.aku tidak suka melihat Mommy ku,bersedih dan menangis!”
“Jika kau menyayangi Mommy ku,tolong berhenti bersikap lemah dan rapuh.jadilah anak laki-laki yang tangguh dan kuat,buat Nenek serta Mommy ku bangga padamu.terutama pada adikku yang sangat menyukaimu,dia terlihat begitu sedih karena kau mengacuhkannya,dia gadis ceria namun kau membuatnya sedih!”
Bian meletakkan kedua tangannya di dada,masih dengan tatapan yang sama dinginya.menatap Billy yang seperti anak itik yang takut dengan induknya,Billy diam menatap Bian.perlahan tangan Bian terulur kepadanya,Billy terkejut karena untuk pertama kalinya,ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuknya.dengan tangan gemetar Billy meraih tangan kecil itu,Bian tersenyum ketika tangan mereka aling bersalaman.Bian memaksa Billy untuk berdiri,tinggi keduanya yang hampir sama mempermudah Bian menatap Billy.dengan senyum khasnya yang tampan,Bian mendekat dan meraih tubuh Billy kedalam pelukannya.Bian menepuk pelan bahu Billy yang kurus serta rapuh itu,air mata bahagia menetes begitu saja dari pipi kurusnya.
Terimakasih banyak Bian,kau telah memberiku kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga kalian.aku tidak akan melupakan segala kebaikan keluarga kalian,,
“Terimakasih,,!”
“Jangan berterimakasih padaku,aku melakukan apa yang harus aku lakukan untukmu.makanlah makanan yang aku bawa,Mommy Daddy dan Queen menunggumu diluar.jagan membuat mereka bersedih!”
Billy melepas pelukannya,serta menganggukkan kepalanya.keduanya duduk di meja,Billy mulai menyantap makanannya dengan lahap.Bian tersenyum melihat bocah dihadapannya, kembali menikmati makanannya dengan lahap.
“Pelan-pelan aku tidak akan merebut makananmu!”
__ADS_1
“Makanannya sangat lezat,aku baru pertama kali merasakannya!”
“Tentu saja karena makanan itu tidak dijual diluar,kemanapun kau mencarinya rasanya tidak akan sama.masakan Mommy ku yang paling terlezat di dunia,jadi jadilah anak baik,maka kau akan setiap hari menikmati makanan buatan Mommy!”
Billy mengangguk dengan penuh semangat,setelah menghabiskan seluruh makanan yang Bian bawa,keduanya keluar dari kamar.pintu kamar terbuka terlihat Bian keluar dengan wajah dinginnya,Lily langsung menunduk sedih.
“Mommy!”
Panggilan Queen membuat Lily mengangkat kembali kepalanya,terlihat Bian berdiri di depan pintu dengan Billy yang tersenyum ke arahnya.Lily tak bisa menahan air matanya,selama seminggu dirinya bersama sang suami serta putrinya,mencoba membujuk Billy,namun tidak ada satupun dari mereka yang berhasil.namun entah apa yang di buat sang putra,hingga Billy mau keluar bahkan dengan nampan kosong di tangannya.Lily tak bisa menahan rasa bahagianya,ia mendekat dan memeluk keduanya.
“Mommy bangga pada kalian berdua!”
Lily mencium pucuk kepala Bian serta Billy,berterimakasih kepada keduanya.
“Maafkan Billy,,!”
Lily melepas pelukannya,dan menggeleng pelan menatap secara bergantian kedua bocah yang berada di hadapanya.Lily tersenyum hangat dan mengusap pipi keduanya.
“Jangan meminta maaf sayang,aku tau yang kau rasakan.kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi memang menyakitkan,tapi jangan membuatmu semakin terpuruk oleh keadaan.kau harus bangkit dan berjuang,demi Nenekmu dan dirimu sendiri.kau tidak sendiri Billy,masih ada kami yang selalu mendukungmu disini!”
“Kenapa kau memanggil Mommy dengan panggilan Kak Lily,panggil juga dengan sebutan Mommy seperti kami!”
“Aku lebih suka memanggil ibumu,dengan panggilan Kak Lily!”
“Terserah padamu!”
“Panggil senyaman mu Billy!”
Queen mendekati ketiganya,dan tersenyum cantik kearah Billy.tanpa di duga,Queen langsung memeluk Billy dengan erat,membuat tubuh bocah pemalu itu membeku serta wajah yang merona.dengan tatapan kesal Queen menjewer telinga salah satu telinga Billy,yang membuat Bian tersentak.
“Beraninya kau membuatku bersedih ya,apa kau tau kau menyakiti hatiku, karena mengacuhkanku.tidak ada yang boleh mengacuhkan Queen,termasuk dirimu bocah manis!”
“Maafkan aku Queen,aku salah.aku tidak akan melakukannya lagi,kau boleh menjewer telingaku jika kau melakukannya lagi!”
__ADS_1
“Janji ya,tidak akan bersikap seperti itu lagi padaku!”
“Janji!”
Keduanya menautkan jari kelingking mereka,mereka yang melihat keduanya tersenyum senang.kini kesedihan telah berlalu,Billy mulai tersenyum kembali membuat kedua orang dewasa di antara anak-anak itu bernafas lega.
***
Lily menghempaskan tubuhnya di ranjang,lepas sudah beban berat yang beberapa hari ini mengganggunya.Bara tersenyum lembut melihat wajah sang istri yang sudah tersenyum lagi,Bara ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri,tatapannya lembut sambil membelai kepala Lily.
“Apa kau sudah tenang sekarang?”
Lily menatap Bara yang masih setia membelai kepalanya,Lily menggeleng pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Bara.masih ada satu hal yang mengganjal hati Lily,Bara mengerutkan alisnya menerima respon yang tak terduga dari Lily.Bara bangun dari tidurnya dan duduk sambil menghadap istrinya,perlahan Lily juga bangun dan dudu bersila menghadap Bara.
“Apa yang membuatmu tidak tenang?”
“Apa kita akan tetap menitipkan Billy di asrama?bagaimana jika kita menyekolahkan Billy,di tempat yang sama dengan Bian?”
Bara terdiam dan berpikir serta menimbang ucapan istrinya,Lily menunggu dengan penuh rasa penasaran.Bara mendesah dan menatap Lily dengan lembut,ia tau jika niat istrinya sangat tulus,namun dirinya tidak ingin mengatur Billy.
“Kita bicarakan hal ini dengan Billy,kita tidak boleh egois dan memaksakan keinginan kita padanya,kita perlu tau apa keinginannya!”
Lily mengangguk mengerti,meski niatnya tulus dan tidak ingin Billy merasa sendiri,namun ucapan Bara sangat benar.mereka harus bertanya dan mengetahui keinginan Billy,serta yang terbaik untuk dirinya sendiri.Bara mengusap pelan wajah lelah Lily,seminggu ini sang istri tidak istirahat dengan baik.semua perhatiannya,ia tujukan untuk Billy serta suami dan anak-anaknya,hingga ia melupakan dirinya sendiri.
“Tidurlah,kau butuh istirahat yang cukup.mata panda mu mulai terlihat,aku tidak ingin istri cantikku sakit karena kelelahan!”
Lily tersenyum mendengar ucapan sang suami,yang begitu perhatian padanya.Lily memeluk tubuh Bara,menenggelamkan kepalanya pada dada bidang yang sellau memberinya kenyamanan dan perlindungan.
“Terimakasih karena selalu mendukungku sayang,terimakasih karena selalu ada di saat aku membutuhkanmu!”
“Jangan berterimakasih sayang,aku bangga memilikimu di sisiku,kau istri serta ibu terbaik dan terhebat bagi kami.aku mencintaimu Lily!”
“Aku juga mencintaimu Bara!”
__ADS_1
Keduanya saling melempar senyuman,memberikan kecupan sayang di bibir masing-masing.Bara tak menyia-nyiakan kesempatan dimalam itu,Bara menyerang Lily memberinya ciuman bertubi-tubi.Bara melepas tautan bibirnya,menghirup oksigen bersama-sama,sebelum melanjutkan kembali aksinya.ciuman lembut serta menuntut bisa Lily rasakan dari gairah sang suami ,yang sudah mulai menguasai tubuhnya.nafas panas yang terasa dari mulut Bara,membuat kulit Lily meremang,hingga ia merasakan gairah yang sama dengan Bara.tanpa melepas ciuman mereka,Lily membuka satu-persatu kancing baju piyama yang di kenakan Bara,sementara Lily entah sejak kapan sudah polos di bawah Bara.
Keduanya bercinta hingga rasa lelah dan puas dirasakan oleh tubuh mereka,penyatuan yang penuh gairah terjadi dikamar yang pernah mereka tempati ketika berlibur.Bara terbaring di samping tubuh Lily dengan nafas yang tersengal-sengal,tubuhnya mendapatkan kepuasan malam ini,setelah beberapa waktu tidak menyentuh tubuh istrinya,yang menjadi candu untuknya.