Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
172.Bahagia


__ADS_3

Kepergian Han adalah pukulan terbesar bagi keluarga Danu,namun sebagai keluarga besar mereka tidak ingin kepergian Han,menjadi penghambat kehidupan mereka.nama Han akan selalu terukir indah di hati mereka.Bian,Billy,Diego serta Tuan dan Nyonya Stave telah kembali Ke negara Y.


Hari demi hari,bulan serta tahun berlalu begitu cepat tak terasa Queen sudah beranjak dewasa,Queen menjadi gadis cantik dan sangat berprestasi di bidang akademis.setiap tahun dihari ulang tahunnya,Bian akan menyempatkan diri pulang dan menemani sang adik.


Sebagai orang tua Lily dan Bara sempat khawatir akan pertumbuhan mental sang putri,yang berubah semenjak kepergian Han.namun seiring berjalannya waktu putri mereka tumbuh dengan baik,menjadi pribadi yang mereka harapkan.meski putrinya tak secerewet dulu,Bara dan Lily mencoba memahami keadaannya.


Lily dan Bara menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia,meski masih ada beberapa wanita genit yang mencoba mendekati dan merayu Bara,rumah tangga mereka terjaga dan sangat harmonis. Kedua anak mereka tumbuh dengan kelebihannya masing-masing,Bian tumbuh menjadi pria muda yang cukup berkarakter di dunia bisnis, usinya yang kini 27 tahun Bian telah menjadi seorang pengusaha muda yang cukup di akui kemampuannya.Bian merintis bisnis yang diberikan sang kakek Stave untuk dirinya kelola,Billy pun tak ketinggalan dirinya memilih menjadi asisten Bian sekaligus kaki tanganya.Billy telah berjanji pada dirinya sendiri,untuk mengabdikan hidupnya pada keluarga Stave.


Sementara Diego bersama sang istri memilih tinggal di Negara berbeda,Diego kini memiliki 2 orang putri.Diego melanjutkan bisnisnya,dan membawa keluarga kecil mereka.semua kehidupan mereka berjalan cukup baik,meski keberadaan mereka jauh namun ikatan keluarga sangat terjalin dengan baik.


****


Hujan mulai mengguyur bumi,udara di luar tampak dingin.hujan lebat serta angin membuat pepohonan seolah menari,hari ini adalah hari peringatan kematian Han,dan seperti biasa Queen akan berada di kamarnya seharian.dan ritual itu sudah biasa bagi sang Mommy,yang memberi ruang bagi sang putri untuk mengenang sang paman.


Queen duduk di meja hias menatap sendu kotak beludru berwarna biru,yang sang paman berikan padanya di hari ulang tahunnya yang ke-9.Queen mengulurkan tangannya meraih kotak dan membukanya,Liontin cantik yang Han pesan khusus untuknya.sudut bibir Queen melengkung,membentuk sebuah senyuman indah.Queen menghela nafasnya pelan meraih liontin dan memasangnya di lehernya sendiri,mungkin sudah waktunya bagi dirinya untuk mengenakan hadiah Han,karena Queen yakin dirinya pasti bisa menjaga benda berharga itu.


Queen membuka lembar demi lembar foto kebersamaanya bersama sang paman,pria tampan yang pernah menjadi suaminya itu tersenyum bahagia di setiap momen mereka.pandangan Queen tertuju pada bingkai foto pernikahannya bersama Han,senyumannya yang ceria serta wajah tampan sang paman,dengan balutan kemeja putih,dengan perban dikepala.bulir bening mulai membasahi pipinya yang mulus,Queen menangis ingatan tentang sang paman sangat membekas dihatinya.


Kini dirinya bukan lagi seorang bocah,kini Queen telah menjelma menjadi seorang wanita muda yang sedang meniti karir di dunia  kedokteran.


“Tok..tok..tok” suara pintu terketuk membuat Queen mengangkat kepalanya,sang Mommy muncul di ambang pintu dengan senyum lembutnya.Queen mencoba tersenyum,namun insting seorang ibu menyadari jika putrinya sedang bersedih.Lily mendudukkan dirinya disamping Queen,menatap sang putri dengan tatapan lembut.tangannya terulur meraih tubuh Queen,membawanya dalam pelukan hangatnya..Lily mengusap pelan punggung Queen yang mulai bergetar,memberinya rasa tenang dan nyaman,membiarkan sang putri menumpahkan segala kesedihannya setiap tahun,karena di peringatan kematian Han lah,Lily bisa melihat Queen nya yang sebenarnya.

__ADS_1


Setelah puas menumpahkan segala kesedihannya,Queen mengusap air matanya,melonggarkan pelukannya membuat Lily menatapnya sambil tersenyum.


“Kau tidak membalas pesan kakakmu?” Lily bertanya dengan lembut,Queen mengerutkan kening mendengar pertanyaan sang Mommy.dan untuk beberapa saat Queen baru mengingat jika ponselnya mati sejak 3 hari lalu,Queen tidak pernah lagi merayakan hari ulang tahunnya,sejak kejadian kecelakaan yang menimpa Han,Queen berpikir untuk tidak merayakan ulang tahunnya lagi.


“Ponsel Queen mati Mom!” ucap Queen dengan wajah sendu,Lily tersenyum lembut sambil mengusap pipi Queen.”Hubungi kakakmu,jangan biarkan wajahnya yang tampan penuh dengan kerutan karena merasa kesal denganmu!” Ucap Lily sambil terkekeh pelan,membayangkan wajah Bian yang kesal saja,Lily akan tertawa.karena menurutnya sang putra akan terlihat menggemaskan jika sedang marah,Queen hanya menganggukkan kepala menanggapi perintah sang Mommy.


“Kalau begitu Mommy tinggal dulu,Mommy akan memasak sesuatu yang enak mala mini!” Queen hanya mengangguk lemah,menatap punggung sang Mommy yang begitu di sayanginya.Queen mencoba mencari ponselnya,dan menghidupkannya.banyak pesan serta panggilan tak terjawab di ponselnya,semuanya dari teman kerjanya,Daddy,Billy dan sang kakak.


Queen membuka satu –persatu pesan Billy dan Bian,sudut bibirnya mengulas senyuman.kedua kakaknya itu sangat perhatian padanya,dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya membuat Queen merasa sangat beruntung memiliki keduanya.belum beberapa menit ponselnya aktif,panggilan dari sang kakak masuk.


“Hello”..Queen menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya,suara sang kakak cukup memekakkan telinganya.Bian menjadi seorang kakak yang cukup protektif,Bian akan menghubungi Queen seminggu sekali.namun tanpa sepengetahuan Queen,Bian memerintahkan Billy untuk menempatkan anak buahnya di jarak aman,untuk memantau keseharian Queen.semua itu Bian lakukan demi menjaga keselamatan serta janjinya kepada sang paman.


“Bagaimana keadaan Queen?” Bara menatap Lily dengan sedikit khawatir,meski sang putri terlihat begitu kuat dimatanya,sebagai seorang Ayah Bara sangat mengenali watak putri kecilnya.Lily memandang teduh sang suami,Bara masih saja menganggap Queen sebagai putri kecilnya padahal usianya sudah 23 tahun dan sudah menjadi seorang Dokter cantik.


“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,Queen akan mengunci dirinya dikamar dan menangis.putri kita sudah dewasa sayang,Queen tidak akan terus tenggelam pada masa lalunya!” Lily berucap pelan,membuat Bara menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan sang istri.namun tetap saja dirinya sedikit khawatir,gadis remaja seusianya akan berkumpul untuk Shoping atau pacaran,namun Queen sepertinya menjauh dari itu semua.


“Jangan terlalu memikirkannya sayang,kedua anak kita masih muda mereka masih memiliki perjalan yang jauh.kita sebagai kedua orang tua mereka hanya bisa mendukung,dan menuntun keduanya ke hal positif!” Bara mendesah pelan,satu putranya tinggal jauh darinya namun sepak terjangnya telah melampaui sang paman dan Ayahnya sendiri,umur sudah matang dan setidaknya sudah menikah seperti halnya dirinya.sang putri lebih memilih fokus pada pekerjaannya,dan menyampingkan kehidupan masa remajanya.


“Kapan kita bisa menggendong cucu?” ucapan Bara membuat Lily mengerutkan keningnya,dan menatap sang suami dengan tatapan heran.apakah sang suami begitu ingin menggendong seorang cucu?


Bara meletakkan dagu di bahu sang istri menghirup aroma tubuh Lily yang selalu membuat Bara tenang,meski usia mereka sudah tak muda lagi baik Lily dan Bara terus memupuk rasa cinta mereka.

__ADS_1


“Jika anak-anak kita tidak memberikan kita cucu bagaimana kalau kita buat junior lagi?” ucapan Bara yang tak masuk akal membuat Lily terkekeh pelan,entah darimana datangnya pikiran konyol sang suami.tidak mungkin bagi dirinya mengandung di usia yang bisa dibilang tak muda lagi,Lily mendesah bila mengingat waktu yang mereka lalui.baru kemarin rasanya Bian dan Queen lahir,kini keduanya telah dewasa,dan sibuk dengan dunia mereka masing-masing.


“Rumah sangat sepi tanpa kehadiran mereka,dulu tangis dan tawa menghiasi rumah besar ini.sekarang hanya di huni oleh para lansia,tidakkah kau ingin kehadiran bocah mungil di rumah kita yang besar ini?” Lily terkekeh lagi mendengar keluh sang suami,Lily mengusap pipi Bara dan mengecupnya pelan.


“Jodoh,maut,semuanya berada di tangan sang pencipta sayang.kita hanya bisa merencanakan,jika aku mau,ingin sekali rasanya mencarikan jodoh untuk Billy terlebih dulu.karena dia adalah kakak tertua,setelah itu Bian.tapi kau tau bagaimana reaksi keduanya bukan jika aku membicarakan perjodohan!” Lily berucap dengan bibir sedikit mengerucut dan terlihat kesal,masih teringat dengan jelas bagaimana reaksi sang Bian ketika dirinya memberikan satu lembar foto wanita muda padanya.Bian memang menemuinya namun Bian bersikap seolah-olah dirinya penyuka sesame jenis,dan siapa lagi partnernya selain Billy.


Lily ingin menangis serta meneriaki sang putra,karena dirinya dituduh tidak mengenali sang putra dengan baik.ketika dirinya memarahi Bian reaksinya santai bahkan terkekeh melihat kemarahan dirinya.bila mengingat itu semua terkadang Lily tertawa dengan kelakukan jahil sang putra.


“Bian memilki sifat yang unik yang dia dapatkan dari kedua pamannya dan diriku,sama-sama tidak suka di jodohkan.namun jika sudah jatuh cinta, dia tidak akan melepaskannya.seperti diriku yang  jatuh cinta padamu!” Bara menatap sayang wajah Lily wanita yang telah melahirkan kedua buah cinta mereka,wanita hebat serta mandiri yang menjadi pilihan hatinya.


Bara sangat bersyukur memiliki Lily disisinya,wanita tangguh dengan berbagai keunikannya,sehingga mampu menggerakkan dan meluluhkan  hatinya yang keras.bersyukur karena Lily bertahan meski dirinya tak bersamanya.


“Tetaplah bersamaku sampai maut memisahkan kita Lily Anderson Stave!”


“Tetaplah di sampingku,hingga maut memisahkan kita suamiku Bara Andara!” 


Bara mengecup bibir manis Lily,membawa wanita itu dalam pelukan hangatnya.


                      THE END


Hello pembaca setia “Gadis Manis Pemikat Hatiku” kisah Lily dan Bara  berakhir sampai disini.kehidupan keluarga mereka yang harmonis membuat kehidupan keduanya selalu dipenuhi kebahagiaan.kisah selanjutkan akan Thour lanjut ke kisah Queen yang berjudul “You Are The Light In The Dark” sementara masih On proses ya,,terimakasih untuk dukungan kalian,kalian terbaik,,Love You 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2