
Beberapa koper berjejer rapi di ruang tamu,kamar milik Tuan Satve.koper yang tak lain adalah milik sepasang pengantin baru,Han,dan kedua bocah yang hari ini akan ikut menikmati liburan bersama Han.Lily hanya bisa melongo dengan kelakuan kedua anaknya,bukannya ikut berlibur bersamanya dan Ayahnya,keduanya lebih memilih berlibur bersama Han.
Ibu mana yang tidak merasa kesal,namun kekesalannya hilang ketika melihat senyum cantik putrinya,dan wajah bahagia Bian.kedua anaknya meminta sang ibu berlibur berdua dengan sang ayah,sementara mereka lebih memilih pergi bersama Han,dengan alasan Han hanya memiliki waktu kali ini bersama mereka.
“Benar yang dikatakan anak-anak,Han tidak setiap hari pergi bersama Queen dan Bian.kita masih bisa berlibur di lain waktu bersama mereka,jadi biarkan anak-anak menikmati liburan mereka.dan kita bisa menikmati waktu kita berdua sayang!”
Bara berusaha membujuk Lily,apa yang dikatakan Bara memang benar adanya,namun tetap saja dirinya merasa sedikit kesal.dengan senyum yang sedikit dipaksakan,Lily hanya bisa mengangguk pasrah.Bara mendekap tubuh Lily,mengelus punggungnya,mencoba menenangkan hati seorang ibu.
Terlihat kehebohan di ruang tamu,Diego dan Karin terlihat sudah siap dengan barang bawaannya.Lily melepas keduanya dengan sebuah pelukan,begitu juga para orang tua.setelah melepas kepergian pengantin baru,Lily harus melihat kedua anaknya pergi bersama Han.dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin,Lily memeluk putrinya yang hanya tersenyum melihat wajah sang Mommy,yang terlihat lucu dimatanya.
“Benarkah kalian tidak mau berlibur bersama Mommy?”
“No Mom,Queen dan Kak Bian akan pergi bersama Paman Han.kami sudah memiliki daftar wisata ,yang akan kami kunjungi bersama.Mommy dan Daddy bisa berlibur juga,iya kan kak!”
“Mommy dan Daddy bisa menikmati waktu bersama tanpa kami,untuk beberapa hari.jadi berikan kami kabar bahagia setelah itu!”
“Maksud Kakak Bian apa Hmm?”
Lily menatap sayang putranya,yang sudah tinggi sampai di dadanya.dengan senyum jenaka Bian,menarik tangan Lily,membuatnya sedikit mmebungkuk.perlahan Bian mendekatkan kepalanya,ke telinga sang Mommy.entah apa yang Bian bisikkan,sehingga membuat pipi Lily merona.Lily menegakkan kembali tubuhnya,dan tersenyum kaku kearah Queen yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.Han hanya tersenyum,dirinya sangat tau apa yang Bian maksudkan.
“Kenapa kau membuat pipi istriku merona seperti itu,kau menggodanya ya!”
“Bian menyukainya,lantas kenapa jika Bian menggoda Mommy.lihatlah Mommy terlihat cantik!”
“Berhenti memuji istriku,kau membuatku cemburu!”
Bara mendekat dan memeluk Lily dari belakang,meletakkan dagunya di bahu Lily yang semakin merona dibuatnya.Bian dan Queen memutar bola matanya malas,mereka tau jika sang Daddy sangat pencemburu,meskipun itu adalah mereka.
“Kami tidak akan mengganggu Daddy,jadi nikmati liburan daddy!”
__ADS_1
Bara melepas pelukannya pada Lily, dan beralih mengangkat tubuh Queen kedalam gendongannya.
“ingat jangan menyusahkan paman kalian,dan jangan pernah pergi jauh dari jangkauan paman kalian,apa kalian mengerti?”
“Baik Daddy,Queen mengerti!”
Bara memberi kecupan di kedua pipi putrinya,Bara menurunkan tubuh Queen dan beralih pada Bian.tatapan mereka bertemu,Bara mengusap pelan kepala Bian,sebelum tangan hangat itu pindah ke kedua bahu Bian.
“Jagalah adikmu dengan baik,jangan biarkan sesuatu terjadi padanya,Daddy percaya padamu Bian!”
“Baik Daddy,Bian akan selalu ingat pesan Daddy!”
Bian tersenyum dan memeluk sang putra,setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya,tak lupa mereka juga meminta ijin kepada kedua kakek dan Nenek mereka.Bian menggenggam tangan mungil Queen,dalam genggaman tangannya,Lily dan Bara mengantar mereka sampai di loby hotel.
“Kak Han,hati-hati di jalan.dan tolong jaga kedua anakku!”
“Percayakan semuanya padaku Lily,nikmatilah liburanmu bersama Bocah sialan di sampingmu.aku menunggu kabar baiknya!”
Han tertawa puas setelah membuat Lily kesal,perlahan mobil yang membawa kedua anaknya,menjauh dari hotel dan menghilang dalam kerumunan.Lily mendesah pelan,Bara merangkul Lily dengan penuh kasih membawanya menuju kamar dan menemui kedua orang tuanya.wajah lesu Lily tentu membuat para Ayah dan Ibunya mengerutkan dahi,Bara hanya mengangkat kedua bahunya ketika mendapat tatapan,penuh pertanyaan dari sang ibu.
“Kenapa kalian tidak ikut menikmati liburan,kedua anakmu sudah pergi bersama Han.jadi nikmatilah waktu kalian untuk bersama,anggaplah ini bulan madu kalian yang kedua!
“Khukk,,Hukk,,”Lily yang baru saja menikmati jusnya,tersendat karena ucapan sang Ayah yang begitu berterus terang.Tuan Danu serta sang istri tersenyum,serta mendukung apa yang Tuan Stave katakan.melihat kesempatan,Bara tidak menyia-nyiakan kesempatan,untuk membawa Lily.
“Kalau begitu ijinkan Bara membawa Lily berlibur,kami tidak akan pergi jauh-jauh.masih di Negara ini,hanya saja Bara akan membawanya ke pinggiran Kota!”
“Benar sayang,pergilah berlibur.anak-anak juga sudah aman bersama Han,seperti yang ayahmu katakan,anggaplah ini bulan madu ke dua kalian!”
“Ibu!”
__ADS_1
Pipi Lily merona malu,karena ucapan para orang tua.meski usia mereka terbilang sudah setengah abad,namun jiwa mereka masih muda.membuat keduanya,tak segan-segan mengumbar kemesraan di hadapan para orang tua,yang tidak mau kalah juga.restu dan ijin sudah berada di tangan,Bara dengan segera membawa Lily ke kamar,untuk menyiapkan beberapa perlengkapan mereka.beberapa menit kemudian,keduanya muncul dengan 2 buah koper,serta tas tenteng di tangan Lily.
Para orang tua tersenyum melihat antusias keduanya,Tuan Stave memberikan sebuah kunci mobil ke tangan Bara.memintanya menggunakan mobil terbaik miliknya,setelah berpamitan keduanya pergi menuju tempat yang ingin Bara kunjungi.di dalam mobil,Lily melirik sang suami yang tidak melepas senyum dari bibirnya.
“Apa kau sebahagia itu?”
“Aku sangat senang,setelah Queen lahir,kita tidak pernah memiliki waktu intens berdua,dan menikmati liburan sayang.kau melimpahkan semua waktu dan perhatianmu,untuk keluarga.sekarang kesempatan itu datang,jadi aku ingin,kau menikmati waktumu untuk beberapa hari kedepan.lakukanlah apa yang ingin kau lakukan,entah belanja,perawatan dan sebagianya.aku akan dengan setia menemanimu!”
Lily menutup mulutnya dengan kedua tangannya,tidak menyangka jika sang suami akan memikirkannya sampai ke hal itu.hal yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak Lily,selama ini dirinya sudah sangat bahagia,bisa menikmati waktunya yang berharga demi putri dan keluarganya.butiran bening lolos ke pipinya yang putih,Lily merasa bahagia serta haru akan perhatian sang suami.
“Terimakasih karena telah memikirkan ku!”
“Aku yang seharusnya berterimakasih padamu sayang,kau telah menghabiskan waktumu,hanya untukku dan anak-anak kita!”
Bara mengecup punggung tangan Lily,membuat perasaan Lily semakin membuncah.keduanya menikmati perjalanan yang cukup lumayan jauh,menjauh dari hiruk pikuk kota.Bara yang sangat mengenal Lily,membawa Lily ke pinggiran kota yang masih memiliki udara segar,serta pemandangan gunungnya yang indah.Lily lebih menyukai liburan ke tempat yang lebih tenang,di bandingkan ke kota.apalagi jika tempatnya memiliki wilayah perkebunan,seperti perkebunan anggur atau Strawbery.
Setelah menempuh perjalan beberapa jam,Lily bisa melihat pemandangan yang begitu menakjubkan.gunung tinggi yang terlihat menjulang,serta air sungai yang mengalir sepanjang jalan.udara segar yang masih bersih,membuat rongga pernapasan menjadi lebih baik.mobil yang membawa dirinya dan Bara,berhenti di sebuah Villa sederhana.namun di kelilingi oleh perkebunan Anggur,Lily yang mengetahui hal tersebut menatap Bara tak percaya.dimana sang suami bisa mengetahui tempat terpencil ini,sementara dirinya yang hampir 4 tahun berada di Negara ini,tidak mengetahui tempat tersebut.
Lily berlari kearah sang suami dan memeluknya,mengecup kedua pipinya serta mengucapkan terimakasih berulang kali.mmebuat telinga Bara memerah,hal yang hanya akan terjadi jika Lily memujinya.
“Kau menyukai tempat ini?”
“Sangat menyukainya,tempatnya sangat nyaman dan udaranya sangat segar!”
“Ayo kita nikmati liburan kita dengan tenang,dan jangan lupa tujuan kita kesini adalah memberi kedua anak kita,seorang adik!”
Wajah Lily merona mendengar ucapan frontal sang suami,yang tidak tau malu itu.Lily mencubit pelan pinggang sang suami,yang mulai menggodanya.sapaan seseorang membuat keduanya mengalihkan perhatian mereka,berdiri seorang ibu paruh baya,bersama cucu laki-lakinya yang berusia sekitar 15tahun di hadapan mereka.dengan sopan Lily dan Bara menyapa keduanya,sang ibu adalah pemilik Villa sederhana itu.sebenarnya villa tersebut tidak di sewakan,namun karena Bara memohon,dan mengatakan jika sang istri sangat suka berkebun.sang ibu mengijinkan keduanya untuk menyewa villa tersebut.
Sikap Lily yang begitu sopan,membuat sang ibu pemilik Villa merasa nyaman.hingga tanpa dirasa keduanya sudah merasa sangat cocok dengan satu sama lain.karena Lily dan Bara datang di sore hari,serta perjalanan mereka yang cukup melelahkan.keduanya memilih beristirahat di villa,di bantu cucu sang pemilik villa,Bara membawa barang-barangnya menuju kamar mereka.
__ADS_1
Lily begitu takjub ketika membuka pintu kamar mereka yang terletak di lantai dua,pemandangan dari kamarnya cukup memanjakan kedua matanya.hamparan perkebunan Anggur,serta peternakan terlihat sempurna.tidak ketinggalan gunung-gunung menjulang tinggi,serta anak sungai yang mengalir mengitari desa.
Pelukan dari tangan kekar Bara,mengalihkan perhatian Lily.Bara meletakkan dagunya di bahu Lily,ikut menikmati pemandangan alam yang sungguh memanjakan mata mereka.sunguh tidak sia-sia perjuangan Bara,membawa sang istri ke villa tersebut.mataharii yang mulai terbenam di sore hari berwarna jingga keemasan,semakin membuat suasana semakin romantis.