
Kicauan burung serta suasana yang begitu sejuk,membuat beberapa keluarga yang menikmati liburan di sebuah taman,cukup ramai pengunjung.Taman serta serta berbagai macam pohon yang dilindungi begitu terawat,membuat udara di sekitarnya cukup sejuk dan segar.Bara membawa keluarga kecilnya berkemah di sana,ada danau buatan yang bisa dijadikan tempat memancing bagi para pengunjung,yang ingin mencoba peruntungan mereka.
Satu buah tenda yang berukuran besar yang bisa menampung 5-6 orang telah berdiri kokoh,di bantu istri dan anaknya,Bara mendirikan tenda mereka dengan penuh suka cita.senyum serta tawa,terlihat dari wajah ke empatnya.Lily dan Queen lebih memilih merapikan serta menata barang bawaan mereka,di dalam tenda.sedangkan Bara dan Bian menuju Danau,untuk mencoba peruntungan mereka.hampir satu jam mereka terpisah,rasa lapar mulai dirasakan Queen.
“Queen lapar Mom,ayo kita cari Daddy dan Kak Bian.mungkin saja mereka sudah mendapatkan ikan,untuk makan siang kita!”
Lily tersenyum dan melirik kearah suaminya,memperhatikan keduanya yang masih asyik memancing.Tenda yang mereka dirikan tidak jauh dari danau,ada sungai kecil yang mengalir di dekat tenda mereka.sehingga mempermudah Lily mencari sumber air.Queen sudah berlari terlebih dulu,meninggalkan Lily yang berjalan santai di belakangnya.
“Daddy,Kak Bian apa kalian sudah mendapatkan ikannya.Queen lapar!”
Bara dan Bian menolehkan kepala,menatap Queen yang berlari kearah mereka.dengan semangat Queen menuju ember yang berada di dekat Bian,Queen terdiam dengan tatapan yang masih mengarah ke dalam ember.Lily yang sudah dekat ikut mengarahkan tatapannya ke dalam ember,Lily yakin jika ember itu sudah penuh dengan ikan.Lily terpaku dan menutup mulutnya,tawanya meledak disusul tawa Queen.keduanya menertawakan sang Daddy dan Bian,yang belum mendapatkan satu ekor ikan pun. Bara dan Bian hanya bisa menggaruk kepala mereka yang tidak gatal,keduanya tersenyum malu.
“Queen pikir Kak Bian sudah menangkap seekor ikan yang besar untuk Queen,ternyata belum mendapatkan satu ekor pun,Kak Bian sungguh payah!”
“Jangan meledekku Queen,kalau kau bisa menangkap seekor ikan saja,Kak Bian akan membelikan mu sesuatu.tapi jika aku bisa menangkap seekor ikan,maka adikku yang manis ini harus melakukan sesuatu untukku,bagaimana kau berani?”
“Baik Queen tidak takut Sepuluh kotak Ice cream berukuran besar!”
“Kau ingin sakit perut,hanya 3 kotak tidak lebih!”
“Ok Deal!”
Lily hanya menggelengkan kepala melihat kedua anaknya yang bertaruh.
“Tapi sebelum kalian bertaruh bagaimana kalau kita makana siang dulu,Mommy sudah membawa bekal untuk kalian!”
“Mommy memang yang terbaik!”
Queen dan Bara berjalan mendahului Lily yang masih berdiri bersama Bara,entah apa yang kedua bocah itu bicarakan.keduanya terlihat asyik dan begitu serius,Bara melingkarkan tangannya di pinggang Lily,membuat Lily melirik dan melemparkan senyum kearah Bara.
“Tidak terasa mereka sudah besar,dan beberapa tahun lagi kita akan memiliki anak-anak remaja.waktu berjalan begitu cepat,baru kemarin rasanya aku mengganti popok Queen.dan lihatlah sekarang,Queen kita sudah besar,cantik dan periang!”
__ADS_1
“Kau benar,baru kemarin rasanya aku merasakan sakit melahirkan Queen,sekarang dia sudah menjadi seorang bocah manis,dan menggemaskan.menjadi satu-satunya princess di dua keluarga besar!”
“Ayo kita susul mereka,jangan biarkan anak-anak kelaparan!”
Bara membawa Lily menuju Tenda mereka,Lily mengeluarkan satu persatu makanan yang telah dia bawa dari rumah.hidangan rumahan yang tentunya hasil karya sang Mommy,Bian yang sudah satu tahun tidak mencicipi masakan Mommy'nya,menikmati makan siangnya dengan lahap.
“Kak Bian pelan-pelan makannya,Queen tidak akan merebut makanan milikmu!”
“Kak Bian kangen dengan masakan Mommy,masakan Mommy memnag yang terbaik!”
“Kalaau begitu pulanglah bersama kami,jadi Kak Bian bisa menikmati masakan Mommy setiap hari.bahkan menu-menu baru ciptaan Mommy,lihatlah pipiku yang chubby ini adalah hasil dari aku menghabiskan semua masakan Mommy sendirian!”
“Hahaha,,pantesan kau tambah gendut,Mommy memberimu banyak makan ya!”
“Queen tidak gendut kak Bian,Queen ini cantik dan imut!”
“Iya kau adikku yang paling cantik sedunia!”
“Itu baru benar!”
“Mommy Umpanku!”
Lily dengan sigap membantu sang putri untuk menaikkan kailnya,seekor ikan berukuran sedang berhasil Queen dapatakan.sorak gembira keduanya membuat sepasang ayah dan anak itu,tidak mau kalah.keduanya kembali memfokuskan kail mereka,berharap seekor ikan menghampiri dan memakan umpan mereka.Sepertinya dewi fortuna sedang berpihak pada ibu dan anak itu,setelah melempar umpan,ikan pun mulai memakannya.hingga keduanya sudah mendapatkan beberapa ikan air tawar,dengan ukuran yang berbeda-beda.
Bian menunduk lesu,bagaimana bisa dirinya dan sang Daddy tidak mendapatkan ikan satu ekorpun.padahal mereka memancing di tempat yang sama,Bara hanya bisa menggaruk tengkuknya,tidak tau harus berbuat apa.teriakan Bian membuat Bara menolehkan kepalanya,kail Bian di tarik ikan.keduanya merasa sangat senang,akhirnya salah satu umpan mereka di sambar ikan.berharap mendapatkan seekor ikan besar,namun hasil tangkapan Bian jauh dari harapan.
“Hahahaha,,Kak Bian ikan hasil tangkapan mu besar sekali,sepertinya satu ekor ikan itu bisa membuat perut Kak Bian dan Daddy kennyang.Hahahaa,,,!”
Queen tidak bisa menahan tawanya,bahkan dia harus memegangi perutnya yang terasa sakit karena tawanya.Lily menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya,tidak ingin melihat sang putra kecewa.namun sungguh,Lily tidak bisa menahan tawa yang akhirnya lepas dari mulutnya,bagaimana tidak Bian menangkap seekor ikan yang besarnya,sepanjang jari telunjuk Bara.
Hari menjelang sore,Lily dan Queen memutuskan berhenti memancing,dan memasak ikan yang mereka peroleh.semnatara Bian yang masih tidak terima dan kesal karena kalah,masih melanjutkan targetnya. Aroma ikan bakar yang begitu lezat tercium oleh indera penciuman Bian dan Bara,terlihat sang Mommy dan adiknya membakar ikan hasil tanggapan mereka.Bara menatap Bian hingga tatapan mata mereka bertemu.
__ADS_1
“Sebaiknya kita berhenti memancing,mungkin kita berdua tidak ahli dalam bidang ini.bagaiamana kalau kita menghampiri mommy'mu,dan Queen.kita ikut membantu dan makan,Daddy lapar!”
“Iya,sepertinya yang Dady katakan benar.kita tidak ahli dalam bidang memancing,ayo Dad kita hampiri mereka!”
Bara dan Bian mulai mendekat,aroma ikan segar yang dibakar dengan bumbu membuat mereka tida sabar ingin segera mencicipinya.Queen yang melihat sang Kakak,dengan cepat memberikan seekor ikan yang telah dibungkus dan di bumbui rempah.Queen meninggalkan Daddy dan Kakaknya,memberikan tugas memanggang kepada mereka,sementara dirinya membantu sang Mommy membuat minuman hangat,serta mengupas beberapa buah mangga dan apel.
Makan malam yang cukup sempurna bagi keempatnya,rasa ikan bakar yang begitu manis dan gurih,serta perpaduan bumbu yang Lily gunakan,membuat kedua anak serta sang suami makan dengan lahap.
“Memang ikan hasil tangkapan sendiri lebih terasa nikmat ,tahun depan jika kita berkumpul lagi,kita berkemah seperti ini saja ya Mom.Queen sangat menyukainya!”
“Benar Mom,Bian juga suka!”
“Jadi tidak ada liburan bersama paman Han lagi?”
“Tentu saja ada Mom,nanti kami akan mengaturnya benar kak Bian!”
Kedua bocah dihadapannya saling mengacungkan jempol,seolah setuju dengan apa yang Quen ucapakan.Bara hanya bisa tertawa melihat kelakuan kedua anaknya,liburan yang begitu menyenangkan bagi keempatnya.mereka menikmati makan malam dengan sedikit tawa,di bawah langit malam yang mulai bertaburan bintang.
Suasana tenang membuat keempatnya sangat menikmati keindahan alam di malam hari secara langsung,suara hewan malam yang bernyanyi,serta kunang-kunang yang mulai berterbangan menambah keindahan alam di sekitar mereka.bahkan beberapa keluarga yang juga ada di sana,merasakan hal yang sama seperti mereka.
Hari semakin malam,udara semakin dingin,Bara mengajak ketiganya untuk masuk kedalam tenda.mencari kehangatan dan membaringkan diri,di kasur yang telah Lily pasang.mereka bercengkrama dan bercerita tentang hal-hal kecil,yang mereka lewati beberapa hari kemarin. Queen teringat akan sosok Billy,bocah kurus dan manis yang dilihatnya beberapa hari lalu.
“Mom,bagaimana keadaan bocah manis itu?”
“Maksudmu Billy?”
“Benar kak,dia bocah manis yang kita lihat di layar ponsel Mommy beberapa hari lalu!”
Lily dan Bara melirik keduanya,mencari sesuatu di mata polos kedua anaknya.
“Kalian ingin bicara degannya?”
__ADS_1
Queen melirik Bian,keduanya menganggukkan kepala.mmebuat Bara tersenyum ,Bara merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.Queen dan Bian hanay diam menatap sang Daddy,mendapat tatapan dari kedua anaknya,Bara tersenyum dan menjelaskan jika Billy sekarang tinggal di asrama.jadi sebelum bicara dengannya,Bara harus meminta ijin kepada petugas asrama.beberapa menit kemudian,ponsel Bara kembali berdering .Bara menggeser panggilan,dan tampaklah wajah Billy yang begitu senang melihat wajah Bara.Queen dengan cepat merampas ponsel Ayahnya,dan memperlihatkan wajah cantiknya bersama sang kakak di layar.mmebuat Billy terdiam dan tidak bereaksi.
“Hai bocah manis,apa yang kau lakukan di sana?