
Ketika menatap pria yang amat kau cintai bersama seseorang, tentu rasa sakit luar biasa yang akan kau rasakan .sama seperti yang Lila rasakan hari ini,air mata meleleh dipipinya,mendapati kenyataan bahwa sang kekasih telah kembali pada cinta masa lalunya.Tuan dan Nyonya Stave tidak berani ikut campur,hanya pelukan yang bisa ia berikan pada putrinya yang kini semakin terpuruk itu.
“Apakah kau tidak ingin turun dan meminta penjelasan sayang?”
“Lila tidak mampu Ma,Lila tidak mampu melihat kemesraan mereka!”
Lila menatap wajah pria sekaligus ayah dari anak yang sekarang ia kandung,wajah pria yang teramat ia cintai.kini tersenyum lembut,dan menggandeng tangan wanita lain dan bukan tangannya.tak berselang lama Han menyusul Bara,memasuki mobil dan membawa mobil itu menjauh dari gedung kantor milik keluarga Danuarta.Lila membenamkan kepalanya dalam pelukan sang Mama yang dengan setia menemaninya.
“Lila,ikutlah bersama kami ke negara Y!,kau bisa memulai hidup baru dan melanjutkan pendidikan mu di sana!”
“Iya,sayang ikutlah bersama kami!”
Lila menunduk dan mengelus perutnya yang masih rata.
“Jadilah wanita hebat sayang,tunjukan kepada mereka yang menyakitimu, bahwa kau adalah wanita yang hebat dan mandiri,buat anakmu bangga padamu!”
Ucapan sang Mama,memberi Lila semangat.ia akan membuktikan pada dunia kalau ia dalah wanita yang punya talenta.
“Lila akan ikut kemanapun Papa dan Mama pergi,tapi sebelum itu ijinkan Lila berpamitan dengan Mama Santika.dia seorang ibu yang sangat menyayangiku!”
“Tentu saja sayang,kau ingin bertemu dengannya?”
“Tidak Ma,bisakah Lila pinjam Ponsel sopir Mama?”
“Tentu saja Nona!”
Sang sopir tanpa ragu meminjamkan ponselnya,kepada Lila dan dengan satu tarikan nafas Lila mengetik beberapa angka yang tertera dilayar ponsel.suara dering telpon rumah kediaman Tuan Danu berbunyi,Nyonya Santika yang kebetulan sedang duduk diruang tamu mengangkat panggilan tersebut.
“Hello,dengan kediaman Danuarta,ini siapa?”
Suara halus khas milik Nyonya Santika terdengar ditelinga Lila,membuat Lila tidak bisa menahan air mata yang mengalir begitu saja membasahi pipinya.
“Hello?”
Lila menutup mulutnya agar isak tangisnya tidak terdengar,namun sepertinya Nyonya Santika sangat mengenali Lila,dan ikatan batinnya mengatakan bahwa yang menghubunginya adalah Lila.
“Lila!apakah ini kau sayang?”
“Lila kangen Mama Santika!”
Mendengar jawaban dari seberang sana,air mata kebahagiaan menetes begitu saja.
“Pulanglah sayang,Mama merindukanmu,kami semua bahkan Bara mencari mu sayang!”
__ADS_1
Mendengar ucapan Nyonya Santika yang mengatakan jika Bara mencarinya,membuatnya menggelengkan kepala,apakah sang ibu tidak mengetahui jika putranya telah kembali menjalin kasih dengan sang mantan.
“Lila baik-baik saja Ma, jangan lupa makan dan jaga kesehatan.jangan sering marah-marah ke Papa ya Ma!,,Lila sayang kalian!”
Lila menutup panggilan teleponnya,dan langsung memeluk sang Mama Stave.isakkan kepedihan tak bisa ia bending lagi.Tuan Stave mengambil ponsel yang berada ditangan Lila,kemudian mengeluarkan Nomernya dan mematahkannya.semua itu ia lakukan untuk menghilangkan jejak.sang sopirpun mengerti akan tindakan Tuannya yang mencoba melindungi putrid angkat mereka.sementara dikediaman Tuan Danu,Nyonya santika histeris memanggil nama Lila,sehingga membuat Tuan Danu dan para pelayan lainnya berhamburan keluar.
“Ada apa Ma?”
“Lila baru saja menelpon Pa!,Mama yakin Lila ada dikota ini,cepat sadap telepon rumah yang baru saja masuk Pa,cepat!”
Tanpa menunggu lama,Tuan Danu melakukan apa yang istrinya minta.Tuan Danu meminta orangnya yang memiliki kemampuan di bidang ITE untuk melakukan tugasnya.dengan cepat,rekaman pembicaraan Lila dan sang istri tersimpan,serta posisi terakhir nomer itu aktif,adalah diparkiran kantor milik keluarga Danuarta.seisi rumah begitu bahagia mendengar suara Lila,dan kabar Lila.dengan cepat Tuan Danu menghubungi Bara menyampaikan kabar baik tersebut.namun ponsel Bara tidak aktif,akhirnya ia mengalihkan panggilannya ke ponsel Han,hal yang sama terjadi membuat Tuan Danu naik pitam.
“Ponsel mereka berdua tidak aktif Ma!”
“Kita datang ke kantor saja Pa,kita pastikan keberadaan Lila dulu!”
Tuan Danu serta istrinya,berangkat menuju perusahaan.mereka berharap Lila masih berada disana.di sebuah lokasi tempat di adakannya syuting iklan,yang dimana Vero akan menjadi modelnya.tampak ramai akan kehadiran sutradara serta rekan bisnis Bara,yang mengajukan vero sebagai model utama,tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu.
Bara duduk ditemani vero,yang masih bergelayut manja dibahunya.matanya menatap tajam rekan bisnisnya yang hampir seumuran dengannya.sehingga membuat yang ditatap menjadi salah tingkah dan berkeringat dingin.
“Apa yang membuat anda menggunakan vero sebagai model utama,tanpa mengadakan seleksi dan meminta pendapatku terlebih dahulu?”
“Apa anda tidak menganggap ku, Tuan Sebastian?”
“Apa maksud anda Tuan Bara,vero memiliki talenta yang luar biasa,dan kemampuannya tidak diragukan lagi,jadi untuk apa melakukan seleksi!
“Kemampuan di atas ranjang maksudmu, atau hal lainnya?”
Tubuh Tuan Sebastian dan vero membeku ketika mendengar ucapan frontal sang CEO yang terkenal memiliki karakter dingin dan menakutkan itu.
“Apa maksudmu Bara,kau menuduhku menjual tubuhku padanya?”
Vero menatap Bara,ia tidak percaya dengan apa yang Bara katakan.namun di dalam hatinya ia benar-benar merasa cemas,takut semua rencana yang telah ia susun dengan baik gagal lagi.
“Benarkah kau tidak bermain curang?”
Bara mengambil beberapa helai rambut vero,dan mengusapnya membuat vero menelan ludahnya karena gugup.
“Rambutmu begitu kering,sama seperti dirimu yang sudah mulai layu dan mengering dimataku!”
Bara mendekatkan dirinya,dan berbisik ditelinga vero,sehingga nafas Bara bisa vero rasakan mengenai bulu-bulu halus dibagian tengkuknya.
“Kau menggunakan segala cara untuk bisa sampai di sisiku,tapi itu tidak akan mudah vero!”
__ADS_1
Bara memberi kode kepada Han,sehingga Han melemparkan sebuah amplop kuning di atas meja.membuat vero dan Sebastian saling tatap.Bara menyandarkan tubuhnya di sofa,melihat reaksi yang akan di pertontonkan vero dan Sebastian dihadapannya.
“Bukalah!”
Dengan tangan yang sedikit gemetar,Sebastian memberanikan diri membuka isi amplop tersebut.sedangkan vero meremas kedua tangannya yang kini mengeluarkan keringat dingin,ketika amplop di buka Sebastian terlihat begitu terkejut dengan apa yang ia lihat. Sebastian menatap vero, membuat vero salah tingkah. Bara tersenyum melihat kebusukan keduanya yang terbongkar.
"Kalian berdua sungguh picik, aku tidak ingin bekerjasama denganmu Sebastian! "
"Dan anda Nona vero, saya tidak ingin mempekerjakan model yang menggunakan segala cara untuk mencapai keinginannya! "
"Kontrak saya batalkan! "
Bara bangun dan melangkah meninggalkan kedua manusia, yang masih diam dalam pikiran mereka masing-masing.Sebastian, diam terpaku kontrak yang seharusnya sudah berjalan, kini dibatalkan oleh Bara karena ulahnya.
"Apa yang dia berikan padamu, sehingga kau diam mematung! "
Vero meninggikan suaranya, sehingga membuat Sebastian terkejut dan menatapnya geram.
"Ini semua salahmu, wanita sialan! Semuanya sudah hancur!
" Brengsek, sekarang kau menuduhku? "
Vero merebut amplop yang ada ditangan Sebastian, vero gemetar melihat semua bukti ia menyuap Sebastian, serta bukti dimana dia menemani Sebastian di dalam hotel. Lutut vero seketika lemah, ia terduduk tanpa bisa berkata apapun. Sebastian menatap vero yang kini terlihat kacau itu, dia juga tidak bisa mengalahkan vero, karena dalam hal ini dirinya juga bersalah.
"Ayo, aku antar pulang! Keadaanmu sedang tidak baik! "
Sebastian menuntun vero, yang hanya menurut membuat Sebastian iba. Pandangan matanya kosong, vero seperti kehilangan kesadaran akan dirinya.
Setelah menatap kepergian vero, Bara memerintahkan mengganti modelnya dengan model pilihan Bara, yang menurutnya lebih baik dan memiliki talenta dibandingkan vero. setelah urusannya selesai Bara dan Han kembali ke kantor. di dalam perjalanan Bara mengaktifkan ponselnya, ia melihat banyak sekali panggilan dari sang ayah. dengan cepat ia menghubungi balik sang ayah.
"hello Ayah, maaf tadi Bara ada sedikit urusan! "
"Apa ayah yakin?, Bara akan ke sana sekarang! "
Bara menutup panggilannya, dan menatap Han.
"Han cepatlah, Lila ada di kantor!
Mendengar ucapan Bara, Han mengerem mobilnya membuat tubuh Bara terlempar ke depan.
" Aku tidak salah dengar? "
"Iya, Papa yang mengatakannya. ayo Han cepat! "
__ADS_1
Han melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, membelah jalan, menyalip beberapa kendaraan, agar segera sampai di kantornya. hanya butuh 25menit, kini mereka telah sampai di kantor. dengan cepat Han dan Bara menghampiri sang ibu yang sedang duduk dengan tatapan kosong.