
Mobil Bara memasuki halaman rumahnya,ia begitu tak sabar ingin melihat sang kekasih.ia menuju kamar,dan membersihkan diri terlebih dahulu,setelah itu ia turun hendak mencari keberadaan Lila.sang ibu yang melihat kedatangan sang putra datang menghampiri.
"Kau sudah pulang sayang”,,Bara menoleh, dan melihat sang ibu yang sudah berdiri dibelakangnya. Bara memeluk sang ibu, dan mengecup pucuk kepala sang ibu.
”Bara mencari Lila Ma”,,sang ibu tersenyum mendengar ucapan sang putra.
“Setelah punya kekasih,kau lupa dengan Mama mu”,,cerca sang ibu, yang dibalas tawa oleh sang putra ,Bara memeluk ibunya sayang.
”Tentu Mama yang pertama di hati Bara,hanya saja sekarang putramu ini sedang jatuh cinta”,,sang ibu tersenyum akan ucapan putranya.
“Pergilah Lila ada di kamarnya,ingat apapun yang kau lihat, jangan bertanya”,,Bara mengangkat alisnya,saat mendengar ucapan sang ibu.
"Mama akan menceritakannya nanti,pergilah dan jangan macam-macam”,,ucap sang ibu mengancam, Bara hanya tertawa meninggalkan sang ibu,sementara sang ibu begitu khawatir akan reaksi Bara nanti saat melihat wajah Lila.
"Nyonya yakin, Tuan Muda tidak marah jika melihat wajah Lila yang masih memar?,,ucap salah satu pelayan yang bersamanya,sang Nyonya hanya menggeleng pelan, tak tau apa yang akan terjadi. Bara memasuki kamar kecil,yang cukup rapi dengan semua barang tertata rapi.ia melihat sang kekasih tertidur miring, Bara mendekatinya dan mengecup pucuk kepalanya.Lila menyadari kehadiran seseorang, ia membuka matanya dan melihat sang kekasih sudah berada di hadapanya.Lila tersenyum dan bangun dari tidurnya,Bara mengerutkan dahi melihat keadaan kekasihnya,sedetik kemudian Bara melihat luka disudut bibir dan memar di pipi kiri Lila.rahang Bara mengeras,jadi inilah yang dimaksud ibunya untuk diam tak bertanya apapun.Bara mengepalkan tangannya,ia berusaha meredakan amarahnya ketika senyum yang begitu ia rindukan terukir indah dibibir indah Lila.
"Kak Bara kapan kembali”,,ucap Lila,Bara hanya mengelus rambut Lila, dan meletakkan tangannya dikening Lila.
“Kau demam,kenapa tidak mengatakan apa-apa!,,ucap Bara yang mulai marah, dan sedikit cemas itu.
“Lila hanya Lelah Kak,tadi sudah minum obat jangan marah hemm”,,ucap Lila sambil menggenggam tangan Bara,melihat wajah lemah sang kekasih,Bara mengalah. ia membantu Lila berbaring.
“istirahatlah, nanti akan aku minta Madam membuatkan mu bubur”,,Bara mencium kening Lila,wajah sang kekasih begitu pucat,Bara menahan emosinya melihat keadaan sang kekasih.setelah Lila tertidur Bara keluar dari kamar Lila,dan menemui sang ibu untuk meminta penjelasan.
“Katakan apa yang terjadi Ma,dan katakan padaku siapa yang berani melakukannya”,,ucap Bara menemui sang ibu yang kini sudah duduk bersama sang ayah.
“Duduklah dulu,kita bicara baik-baik Bara”,,ucap sang ayah menenangkan sang putra,Bara mengikuti perintah sang ayah,sang ayah menghela nafasnya.
“Inilah yang papa takutkan”,,Bara mengangkat sebelah alisnya,tidak mengerti maksud sang ayah.
“Maksud Papa?,, tanya Bara dengan tatapan seriusnya.
“Lila mengalami kekerasan kemarin, dari wanita yang tempo hari datang ke rumah, dan mengaku sebagai kekasihmu”,,ucap sang ayah melihat reaksi sang putra.
“Maksud Papa..Vero?,,sang ayah mengangguk,Bara mengepalkan tangannya. dadanya bergemuruh, ia tak menyangka vero akan seberani itu.
“Lila sedang syok,jadi wajar saja jika tiba-tiba ia demam",,ucap sang ayah menenangkan sang putra.
__ADS_1
"Masalah ini akan berujung panjang,bukan hanya untuk vero tapi untuk Lila juga",,ucap sang ayah melirik Bara.
"Papa yakin, berita ini sudah tersebar luas dan Papa takut,Lila akan tertekan dengan perkataan orang-orang di kampusnya”,,mendengar ucapan sang ayah,Bara mengerutkan dahi,ia bingung dengan ucapan sang ayah.
“Berita apa maksud Papa “,,Sang ibu melirik ke arah suaminya, yang di angguki oleh sang suami.sang ibu kemudian menyerahkan Handphone,yang diterima oleh Bara.wajah dan rahang Bara mengeras, ia menggenggam erat handphone yang ada ditangannya,reaksi Bara tak luput dari penglihatan sang ayah yang yakin bahwa putranya itu kini sedang menahan emosi.
“Jangan gegabah Bara,kita akan mendatangi orang tuanya dan meminta vero, meminta maaf",,ucap sang ayah, mencairkan suasana.
"Karena hal ini akan berpengaruh pada Lila,jadi tahan amarahmu,kita akan menemui mereka setelah Lila lebih baik”,,Bara meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja tanpa sepatah katapun.
“Apa Bara akan mendengar ucapan mu Pa”,,Tanya sang istri yang di angguki oleh sang suami.
"Bara akan berfikir dua kali,sebelum bertindak Ma,percayalah padanya",,ucap sang suami,menatap kepergian sang putra.
"Berikan dukungan mental pada Lila,anak itu masih terlalu muda menghadapi masalah ini”,,ucap sang suami bijak, kepada sang istri.
Didalam ruang kerjanya, Bara melampiaskan amarahnya. ia melempar semua yang ada di mejanya.
"Beraninya kau menyentuh wanita ku,akan aku hancurkan kau vero”,,ucap Bara mengepalkan tangannya.berbeda dengan Han,yang kini berada di apartemen, milik pengawal yang ia kerjakan untuk menjaga Lila.pengawal itu berdiri kaku dengan keringat dingin,Han menghampiri sang pengawal dan "BHUGGKKK”,,pukulan Han mengenai perut sang pengawal,ia meringis kesakitan.
Waktu itu saya pergi ke kamar kecil Tuan,saat saya kembali,Nona sudah tidak ada ditempat dan saya tidak melihat kejadian itu”,,sahut sang pengawal bayaran, dengan ketakutan luar biasa.
“Jangan kau ulangi lagi,Nona adalah orang yang sangat berharga bagi Tuan Muda",,ucap Han menatap sang pengawal.
"Kau tidak boleh lengah sedikitpun”,,ucap Han yang di angguki oleh pengawalnya.Han menepuk pelan pundak si pengawal.
“Lanjutkan tugasmu”,,Han meninggalkan apartemen, dan kembali k erumah. ia ingin melihat keadaan sang adik angkat,sesampainya dirumah ia melihat sang Nyonya masih duduk disofa dengan pandangan kosong.
“Mama! ,,sapa Han,sang Nyonya menoleh dan menghampiri Han.
"Kau baru pulang,Han coba kau bicara pada Bara, dia tidak keluar dari ruang kerjanya,sudah hampir sejam”,,ucap sang Mama,Haan menatap sang Nyonya.
“Apa Bara sudah tau yang terjadi pada Lila?,,sang Nyonya mengangguk,Han meninggalkan sang Nyonya dan menemui Bara diruang kerjanya.saat membuka pintu hal pertama yang Han lihat.adalah barang berhamburan disana sini.
"Kenapa kau,menghamburkan semua barang mu”,,Bara menoleh dan menatap Han,yang ditatap menatap balik, pandangan mereka bertemu.Bara yang begitu menahan amarah,sedangkan Han telah melampiaskan amarahnya.
“Apakah kau sudah tau yang terjadi”,,Tanya Bara dan Han hanya mengangguk.
__ADS_1
"Dan kau tidak mengatakannya padaku”,,Han menatap Bara, dengan pandangan yang sulit di artikan.
“Jika aku membawamu, aku yakin perempuan itu akan berakhir dirumah sakit karena ulahmu",,ucap Han santai, yang mendapatkan tatapan tak suka dari Bara.
"Aku tidak ingin hal itu terjadi,aku masih ingat dengan Lila”,,ucap Han sambil menghempaskan bokongnya di sofa, dan mengusap wajahnya.
“Aku sudah memberinya peringatan kecil,dan jika ia bertindak diluar batas lagi kau bisa turun tangan untuk menghancurkannya”,,ucap Han pelan,ia melihat reaksi Bara yang masih tetap dengan pandangan marahnya.
“Bagaimana Lila,aku ingin melihatnya”,,Han bangun dan meninggalkan Bara,yang menutup rapat mulutnya. dikamar Lila sedang mengompres pipinya yang masih lebam,Han mengetuk pintu dan masuk,ia melihat keadaan Lila yang sesungguhnya, ia memejamkan mata dan menarik nafas dan menghembuskannya pelan.
"Apa masih sakit”,,Tanya Han,Lila hanya menggelengkan kepalanya.
“Apa kau lelah,tidurlah kakak akan keluar”,,Lila hanya tersenyum, sebelum Han pergi Lila menahan Tangannya.
”Terimakasih kak Han”,,Han hanya tersenyum, dan mengusap rambut Lila penuh sayang.saat membuka pintu, dilihatnya Bara telah berdiri didepan pintu.
"Aku mau masuk”,,Bara menerobos masuk tanpa menghiraukan Han lagi.Han yang lelah meninggalkan dua manusia dalam satu ruangan itu. Bara mengecup luka disudut bibir Lila,Bara membelai sayang Pipi yang masih lebam itu.
“Aku akan menemanimu, sampai kau tidur”,,Lila hanya mengangguk,Lila membaringkan dirinya sambil memeluk pergelangan tangan Bara.sedangkan Bara mengelus rambut Lila, sampai ia benar-benar tertidur lelap.
Sedangkan di apartemen vero, ia benar-benar frustasi mengenai komentar dan pendapat orang tentangnya.
"Aku kan mengadakan pertemuan, dengan para wartawan,aku akan membuat diriku menjadi korban disini”,,ucap vero pelan,ia kemudian menghubungi sang manajer, dan meminta mengatur pertemuannya dengan para wartawan.
" Akan aku buat kau menyesal pelayan kampung,aku tidak takut akan ancaman pria brengsek itu”,,ucap vero mengenggap erat handphonenya. Keesokan harinya perasaan Lila sudah sedikit membaik, dan lebam di pipinya juga sudah mulai menghilan. hari ini ia memutuskan akan pergi ke kampus karena akan mengikuti tes pencarian desainer.
“Apa kau yakin akan kuliah sayang”,,Tanya sang Nyonya.
"Iya Bu, hari ini Lila akan ikut kontes desainer muda,Lila tidak ingin melewatkannya”,,sang Nyonya sangat mengerti dengan keinginan Lila.
“Bagaimana kalau aku menemanimu ke kampus”,,sahut Bara yang baru turun dari kamarnya, dan sudah berpakain rapi itu.
”Tidak perlu, Kak Bara harus bekerja “,,Bara mengusap rambut Lila,setelah sarapan semuanya melakukan pekerjaannya masing-masing,Lila di antar sang sopir keluarga sedangkan Han dan Bara berangkat bersama.
Sesampainya di kampus semua pandangan mengarah ke Lila ,semua membicarakan masalah video kemarin,dan Lila tidak mengetahui sama sekali apa yang mereka bicarakan.ia tak memperdulikannya ia pergi ke gedung tempat diadakannya kontes desainer muda.
Disebuah hotel, para wartawan telah berkumpul sesuai permintaan vero sang model,ia ingin mengklarifikasi video yang beredar belakangan ini saat ia memasuki ruangan, para wartawan menyambutnya,dan pertemuan itu pun dimulai.
__ADS_1