Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
107.Hentikan Kebodohanmu!


__ADS_3

Semua ide gila menari-nari di kepala vero,membuat senyum penuh makna terukir indah di sudut bibirnya.membuat sang asisten mendadak ngeri,dengan senyum jahat yang vero tampilkan.


“Jika aku bisa mengandung anak Bara, dia pasti mau menikah denganku bukan?yah,,aku harus menjebaknya,dan membuatnya tidur denagnku.dengan begitu dia akan meninggalkan bocah sialan,dan pelayan itu!”


“Khukk,,khukk”


Sang Manajer dan asisten terkejut mendengar ucapan vero,bagaimana bisa dirinya bisa berfikir bodoh seperti itu.kemana perginya vero yang jenius,dan selalu berpikir 2x jika mengambil sebuah keputusan untuk hidupnya.sungguh miris,cintanya yang penuh obsesi terhadap Bara,membuatnya Bodoh dan kehilangan akal sehat.


“Apa kau sudah gila,darimana kau bisa berpikir demikian Hah,,jangan bodoh vero dan buang jauh-jauh ide gila mu itu!”


“Itu bukan ide gila,coba kau bayangkan.jika aku bisa tidur dengan Bara,dan mengandung anaknya,kau pikir dia tidak akan bertanggung jawab?.Aku yakin dia akan bertanggung jawab,dengan begitu aku akan memintanya meninggalkan pelayan itu!”


“Kau pikir semudah itu,kau pikir hidupmu akan bahagia setelah bisa menjebaknya dengan cara licik mu?.Tidak vero,dia akan semakin membencimu dan kehidupanmu akan seperti neraka.karena apa ,kau menjebaknya dan itu adalah hal yang di benci setiap orang !”


“Aku tidak perduli,jika aku tidak bisa tidur dengan Bara,maka akan aku buat pelayan itu tidur dengan pria lain.sehingga Bara merasa jijik dengan tubuhnya,yang sudah di jamah laki-laki lain!”


“Vero tindakanmu itu tidak bermoral,kau pikir kau akan bisa lolos begitu saja,jika Bara mengetahui semuanya.kau akan kehilangan segalanya,coba pikirkan dengan kepala dingin!”


“Aku sudah kehilangan semuanya,cintaku,priaku,duniaku,semuanya. Satu persatu meninggalkanku,dan membuatku menjalani hidup seperti ini,tidakkah kalian berdua melihatnya?”


“Semua itu karena ulah dan perilaku mu sendiri,jangan menyalahkan orang lain, dengan apa yang terjadi padamu sekarang.hanya kau yang bisa merubah dirimu,dan hidupmu kedepannya bukan orang lain.jadi berhentilah membuat kebodohan Vero,dan terima semua ini dengan hati yang lapang!”


“Tidak,,Aku tidak sudi melihat mereka bahagia,di atas penderitaannku.jika aku menderita maka mereka juga harus menderita,itulah yang di namakan adil!”


“Vero Kau,,,!!”


Sang Asisten menyentuh tangan sang manajer,dan menggelengkan kepalanya pelan.dirinya tau perdebatan ini tidak akan ada ujungnya,vero adalah wanita yang keras kepala.semakin kau melarangnya,semakin dia melakukan apa yang dia inginkan.sang asisten mendekati vero,yang masih duduk dengan penuh amarah.sang asisten menyentuh pundaknya dengan lembut,membuat vero menolehkan kepalanya,dan melihat senyum lembut sang asisten. 


“Istirahatlah kau mungkin lelah,ingatlah satu hal vero.kami selalu ada untukmu,meski kami sering berdebat denganmu,percayalah kami sangat menyayangimu.apa yang kami katakan semata hanya ingin melindungi mu,agar kau tidak terjerumus dalam dosa yang mengerikan.tidurlah dan tenangkan hatimu!”


Hati vero tersentuh akan senyum dan ucapan sang asisten yang sudah lama ikut dengannya,asisten yang begitu setia mendampinginya,dan menerima perlakuannya yang terkadang kasar.vero melihat ketulusan di matanya,sehingga vero menganggukkan kepala dan membalas senyum lembut sang asisten.


Demi membuat vero tenang kembali,sang asisten dan manajernya memilih meninggalkan kamar vero.kedua wanita itu mengelus dada,serta menghela nafas lelahnya,menghadapi sikap vero.


“Aku perlu bicara denganmu,ikutlah denganku!”


“Baiklah!”


Dengan langkah lelah,keduanya berjalan menjauhi kamar yang di tempati vero.mmebiarkan sang penghuni menenangkan hati dan pikirannya yang kalut,dan penuh dengan ide-ide gila untuk memisahkan Bara dan Lily.


***

__ADS_1


Bara yang terdiam di kursinya,membuat Lily beberapa kali melirik dan menghela nafas panjang.karena sejak pertemuannya dengan vero,Bara menjadi banyak diam.Bara membawa Lily dan sang putra kembali ke Hotel.


“Apa yang ada dipikiran mu,sehingga kau mengacuhkan keberadaan ku?.jika seperti ini aku lebih baik kembali ke Rumah Papa!”


Mendengar ucapan Lily membuat Bara tersadar dari lamunannya,dan dengan cepat memeluk sang kekasih yang terlihat marah pada dirinya.


“Maafkan aku yang tidak memperdulikan mu,aku hanya mengkuatirkan keselamatan kalian berdua,vero menjadi gila.aku yakin dia tidak akan tinggal diam,setelah mengetahui kebenaran tentang kita dan Bian!”


“Aku mengerti kecemasan mu,namun kita tidak boleh takut padanya.aku bukan lagi Lily yang bisa dia perlakukan semaunya,aku akan melawannya jika dia berani menggangguku ataupun putraku!”


“Maafkan aku,menyeret mu dalam kisah masa laluku,aku akan melindungi kalian dari rencana jahatnya!”


“Tunggu setelah kita kembali,aku bahkan tidak melihat Han?kemana perginya kakakmu yang menyebalkan itu!”


“Tentu saja dia menyelesaikan pekerjaannya,karena Bosnya sejak tadi melamun!”


Bara mencium pipi Lily, beberapa kali karena gemas akan ucapan sang kekasih yang begitu menyentilnya.


“Baiklah,aku pergi mencari Han dulu,kau beristirahatlah,tidurlah bersama Bian!”


Lily menganggukkan kepala,dan memberi Bara kecupan ringan di bibirnya.membuat wajah Bara bersemu merah,hal yang selalu Lily sukai dari sang kekasih.


“Apapun yang terjadi,kesulitan apapun yang akan datang nantinya,aku ingin menghadapinya bersamamu.mari kita saling menguatkan satu sama lain!”


Setelah mengecup bibir Lily,Bara meninggalkan Lily dan putranya dikamar Hotel.Bara melangkah menyusuri lorong Hotel,dan turun menggunakan Lift.Bara mengedarkan pandangannya mencari sosok pria,yang katanya sedang duduk di restoran sambil menikmati secangkir kopi.


Paras Han yang tinggi dan tampan,membuat Bara dengan mudah menemukannya,meski dalam keramaian.Bara melangkahkan kaki dan mendekati Han,dan duduk di hadapan pria tersebut.


“Apa yang kau lakukan disini?”


“Apa kau tidak melihatnya, aku sedang menikmati kopi!”


“Aku tau,katakan apa yang kau pikirkan?”


Han melirik Bara,dan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan bagi Bara.membuat Bara mengernyitkan dahi karena bingung akan sikap diam Han,yang tidak seperti biasanya.Han adalah orang yang tidak suka berbasa-basi,dan selalu terbuka akan segala hal.


“Jangan membuatku kesal bocah tengik,katakan apa yang mengganggu pikiranmu!”


“Vero,wanita itu mengganggu pikiranku!”


“Hahh,,wanita gila yang merepotkan,aku sudah mengancamnya,jika dia masih berbuat nekat aku tidak akan segan-segan melukai dan menghabisinya!”

__ADS_1


“Kau harus waspada dengannya,dan menjaga Lily serta Bian dengan ketat.perasaan ku tidak enak,setelah kejadian tadi!”


Bara mengangkat sebelah alisnya,sambil menatap wajah Han yang begitu serius.Bara sangat mengenal Han,semua firasat Han biasanya tidak pernah meleset.


Jika kau sudah mengatakan demikian,maka aku kan berusaha  melindungi keluargaku dari wanita gila itu.apa yang harus aku lakukan agar wanita gila itu sadar,biar bagaimanapun Ayahnya adalah orang baik,dan rekan bisnis yang baik.


***


 Dua wanita berbeda usia,kini sedang menikmati kopi mereka.merekalah manajer serta assiten vero,keduanya memilih menikmati secangkir kopi,untuk menenangkan pikiran mereka yang kacau akibat ulah vero.


“Kita harus mengawasi vero mulai sekarang,jangan biarkan dia bertindak bodoh,aku tidak ingin dia menjadi seorang criminal.kau tau maksudku bukan,kau yang paling lama bersamanya,tentu sangat mengenalnya!”


“Aku juga tidak mengira dia akan berubah seperti ini,dulu dia wanita yang baik dan seorang model professional.selalu mengutamakan pekerjaannya,bahkan dia tega meninggalkan Tuan Bara,untuk mengejar karirnya!”


“Jadi benar,mereka dulu memiliki hubungan?”


“Benar,namun vero meninggalkan Bara begitu saja,bahkan vero berselingkuh dengan beberapa pria,hal itulah yang membuat Bara,tidak memaafkannya!”


Hah,,jika sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan vero,semua ini berawal dari kebodohanmu,jadi jangan menyalahkan Bara,jika dia lebih memilih wanita lain.


“Aku yakin vero akan merencanakan sesuatu yang besar,karena itu kita harus mengawasinya,jika kau menyayangi vero seperti yang kau katakan tadi.maka kita harus bekerja sama,untuk saling mengingatkan.jika dia merencanakan sesuatu,kau harus mengatakannya padaku,apapun itu!”


“Bagaimana menurutmu kalau kita membantunya,memperjuangkan cintanya!”


Sang mener menatap asisten vero dengan tatapan iba,apakah harus seperti itu menyadarkan vero.dengan helaan nafas,sang Manajer mencondongkan tubuhnya,dan menatap mata sang asisten.


“Kau ingin dia semakin terjerumus dalam pikiran bodohnya?”


“Ti,,tidak!”


“Jika Tidak, jangan pernah membantunya untuk mendapatkan cinta Bara,karena kau sendiri pasti sudah tau jawabannya.tidak ada cinta untuk vero dimata Bara,yang ada hanya kebencian.jadi jangan membawa vero pada penderitaan!”


“Aku,,Aku hanya tidak tega melihatnya terus menyiksa dirinya!”


“Ini adalah pilihan hidupnya,dia yang memilih dan menjalaninya.akupun prihatin padanya karena itu,yang bisa kita lakukan adalah menjaganya,agar dia tidak melakukan kebodohan!”


Yang aku takutkan bukan hanya kelakuan bodohnya,tapi aku takut akan mental dan kejiwaannya.aku mulai melihat sesuatu yang aneh telah terjadi pada jiwa vero,dan semoga apa yang aku khawatirkan tidak terjadi.


Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu vero,kau harus sadar dan berhenti memikirkan Bara dan Nona Lily.jika seperti ini terus,kau tidak akan baik-baik saja vero.


Sang Manajer dan asisten terdiam dalam diam,dengan pemikiran masing-masing.bagaiamanapun mereka memutuskan untuk mencegah vero melakukan hal bodoh lainnya,meraka berdua tidak ingin vero terjerumus dalam dosa.mereka ingin vero yang dulu kembali,wanita dengan berbagai talenta,dan selalu sportif dalam dunia modelnya.

__ADS_1


Vero yang selalu melempar senyum,dan ceria.vero yang penuh semangat dalam mengejar mimpi-mimpinya.sosok itulah yang sangat dirindukan oleh sang asisten,sosok yang meskipun galak dan penuh mau.namun vero merupakan pribadi baik,sebelum akhirnya dia berubah seperti sekarang ini.


__ADS_2