Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
156. Selamat Datang


__ADS_3

Wajah tampan,dengan tubuh kurus tinggi milik Billy,menjadi pusat perhatian anggota keluarga yang berkumpul di ruangan.Billy menatap orang-orang yang berdiri di hadapannya dengan tenang,Diego mulai melangkahkan kakinya mendekati Billy yang berdiri tepat di samping Bian dan Queen.


Billy bersikap tenang menatap pria bertubuh tinggi,dengan tatapan tegas,menilai serta menelisik penampilannya.sudut bibir Diego melengkung,membuat Billy mengerutkan dahi dalam,tidak mengerti akan arti senyuman dari Diego.


“Apa kabar boy?”


“Bian tersenyum dan langsung memeluk Diego ,meski hanya beberapa hari terpisah,keduanya sudah saling merindu.Diego melirik Queen,yang mengerucutkan bibirnya,membuat wajah cantiknya semakin menggemaskan.


“Hai princess,kenapa wajahmu terlihat kesal?”


“Paman tidak adil!”


Queen membuang wajahnya,enggan menatap wajah Diego yang terlihat bingung,akan ucapannya.”Apa yang telah paman lakukan,hingga gadis kesayangan paman ini,mengatakan jika paman tidak adil?.”


“Seharusnya paman menyapaku terlebih dulu,bukan kak Bian.bukankah wanita harus di dahulukan?”,,ucapan Queen lantas membuat seisi ruangan tertawa,Queen begitu menggemaskan dimata mereka.dengan lembut Diego meraih tubuh Queen,dan membawanya dalam gendongannya.


“Kau semakin berat ya,Mommy mu pasti memberimu makan dengan baik!”


“Tentu saja,paman kan tau masakan Mommy yang terbaik di dunia!”

__ADS_1


Sambil tertawa riang Diego membawa Queen dalam gendongannya,Billy masih berdiri kaku,tanpa tau harus kemana.Billy menepuk pelan bahunya,dan memintanya untuk mengikuti langkah pamannya.Tuan Stave serta sang istri menyambut hangat Billy,bahkan memberinya pelukan selamat datang di keluarga besarnya.


“Aku kakek Bian,dan ini istriku yaitu Nenek Bian.kau bisa memanggil kami dengan panggilan Kakek dan Nenek stave!”


“Iya kakek Stave, dan Nenek Stave!”


“Aku tante Karin,istri dari pria tinggi itu.senang bertemu denganmu Billy!”


“Hai Tante Karin!”


Billy melemparkan tatapannya pada Diego yang masih menggendong Queen.


Queen terdiam dan berpikir sejenak,Billy yang menyadari arti dari ucapan Diego,yang merupakan sebuah sindiran untuknya,dengan sopan melangkah dan berdiri di depan Diego.Queen menatap Billy dengan dahi yang mengerut dalam.


“Hello paman Diego,aku Billy.senang bertemu dengan anda!”


Diego mengulas senyum  tipis,menghargai keberanian Billy yang mau memperkenalkan dirinya secara langsung.Diego menurunkan Queen,ia memasukkan kedua tangannya di saku celanya .Diego berdiri gagah,dengan tatapan tegas dan tajam.hampir sama dengan Bara,namun aura kepemimpinan Diego lebih dominan.Billy merasa takjub serta terkesima dengan sosok Diego,bahkan matanya berbinar menatap sosok tersebut.Bian yang menyadari hal itu tersenyum simpul,Billy bahkan baru bertemu satu pamannya,bagaimana kalau dia bertemu dengan paman Hannya,akankah reaksinya sama atau berbeda.Diego menjentikkan jarinya,Billy melangkah secara naluri lebih dekat dengan Diego.menatap pria gagah dihadapannya lebih dekat lagi.


“Kau yakin bisa bertahan di tempat ini?”

__ADS_1


Deg,pertanyaan Diego sungguh menyentil hatinya,apakah menurutnya dirinya begitu lemah,hingga dengan mudah menyerah.Billy telah bertekad untuk menjadi sosok yang bisa diadalkan,serta di hormati suatu kelak nanti.karena itu apapun yang terjadi,dirinya harus bertahan dan berjuang untuk masa depannya.Billy mengangkat kepalanya serta menatap Diego dengan tatapan penuh tekad,Diego menatap serta menelisik bocah di hadapanya dengan seksama.sementara para anggota keluarga lain telah duduk,dan menunggu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Diego.


Diego menilai seseorang dengan caranya,dan selama ini dia tidak pernah gagal dalam menilai seseorang.apalagi bocah itu akan bergabung dalam keluarga besarnya,karena itu dia harus memastikan dengan sebaik-baiknya.


“Aku akan bertahan apapun nanti yang akan terjadi,bukan demi kalian tapi untuk diriku sendiri.berikan aku kesempatan,dan aku akan membuktikannya kepada anda Tuan!”


Jawaban Billy yang begitu lantang dan tegas,membuat Bara tersenyum puas,begitu juga dengan Tuan Stave yang menyukai cara berpikir Bian.Diego tersenyum tipis,mengulurkan tangannya yang besar di hadapan Billy.tanpa ragu sedikitpun Billy menjabat tangan besar dan hangat itu.


“Selamat datang dan bergabung di keluarga besar Stave,jadilah sosok hebat serta sosok yang bisa kami andalkan Billy!”


Senyum Billy terukir indah di bibirnya,dengan perasaan senang ia menganggukkan kepalanya,merasa puas karena dirinya di terima dengan baik di keluarga Stave.Bian melangkah dan menepuk bahu Billy pelan,membuat bocah itu menoleh kearahanya.


“Masih ada satu pamanku yang harus kau hadapi Billy!”


“A,,aapa?”


Bian tersenyum misterius,memberi Billy teka-teki yang membingungkan.namun sebelum Billy berpikir lebih keras,Bin merangkul leher Billy menariknya mengikuti langkahnya.


****

__ADS_1


Maaf ya para pembaca setiaku, hari ini tidak bisa abdate lebih, dikarenakan ada beberapa hal yang harus diselesaikan. 🙏🙏


__ADS_2