
Para wartawan memberi vero berbagai macam pertanyaan menyangkut video tersebut,vero memberi pernyataan bahwa ialah korban sebenarnya. dialah yang diserang terlebih dahulu,video itu di ambil ketika ia melawan,dan dengan berderai air mata ia menceritakan kronologi kejadian tersebut.setelah pernyataannya dimuat di media, semua kesalahan beralih ke Lila.
Lila disebut gadis tak tau diri,dan masih banyak lagi komentar-komentar tak sedap mengenai dirinya.vero tersenyum puas, akan hasil berita yang menguntungkannya.
Sedangkan Lila,yang belum mengetahui apapun mengikuti kontes dengan sangat baik. ia mengeluarkan semua kemampuannya,setelah acara selesai ia keluar dari ruangan.saat melewati kerumunan para mahasiswa,salah satu dari mereka bertanya kepada Lila.
"Hei Lila, apa benar kau seorang pelayan penggoda majikan?,,ucap salah satu dari mereka.
" Kau juga menyerang model papan atas vero?,,Lila berhenti dan menatap mereka dengan heran.
”Apa maksud kalian?,Tanya Lila,salah satu dari mereka memberi ponselnya, dan menyerahkannya kepada Lila. saat Lila melihat berita tentangnya, betapa terkejutnya dia dengan komentar yang menyalahkan dan menyudutkannya.ia hanya bisa menangis,melihat hal itu.salah satu dari mereka memandang sinis Lila, dan mengambil kembali ponsel ditangan Lila.
“Tidak usah berlagak sok suci dan berpura-pura menjadi korban!,,ucap salah satu dari mereka,yang memang tak menyukai Lila.
"Bukankah korban,sesungguhnya disini itu vero?,,ucapnya yang membuat hati Lila begitu sakit,ia tak seperti yang mereka kira,namun salah satu dari mereka melangkah menghampiri Lila dan menepuk pelan punggungnya.
”kami tidak tau apa yang terjadi sebenarnya,aku harap kau kuat dan membuktikan diri, bahwa kau tak seperti yang mereka tuduhkan Lila",,Lila hanya bisa mengangguk lemah,ia masih bersyukur masih ada yang percaya padanya.
Sedangkan di kantor, Bara sudah mengamuk ia meluapkan amarahnya pada bawahannya yang melakukan sedikit kesalahan.Han hanya bisa menutup mata, jika Bara sudah marah tak ada yang bisa menghentikannya.
"Hubungi anak buahmu Han!,,teriak Bara.
" Minta dia melindungi Lila,jika sampai terjadi sesuatu lagi padanya,aku akan menghabisinya”,,teriak Bara pada Han.
“Aku akan membuat perhitungan denganmu vero”,,Bara mengepalkan tangannya, ia benar-benar tak perduli lagi pada vero.Lila menyusuri jalanan, ia melangkahkan kakinya tanpa tau mau kemana. ia sungguh tak berharap, dirinya akan mengalami hal seperti ini.butiran-butiran bening mengalir di pipinya,ia begitu takut akan berita yang menimpanya.bagaimana jika teman-temanya di toserba, dan ibu panti mengetahui masalah ini. akankah mereka percaya padanya,atau lebih percaya pada omongan wanita itu.untuk beberapa saat Lila mengeluarkan kesedihan dan air matanya disebuah taman,rasa lelah dan lapar karena belum memakan apapun,tak ia hiraukan lagi. setelah puas menangis, ia mencari bus untuk kembali kerumah.
Dikediaman Tuan Danu,sang Nyonya sedang menyiapkan sesuatu untuk Lila. ia ingin memberi dukungan lewat masakan yang ia buat,salah seorang pelayan menghampirinya.
"Nyonya itu ..ada tamu”,,sang pelayan takut-takut menyampaikannya.
"Siapa yang datang”,,Tanya sang Nyonya.
"Itu..Nona Vero Nyonya”,,Nyonya santika, menghentikan aktifitasnya saat mendengar siapa yang datang,sang Nyonya keruang tamu untuk menghampiri vero.
“Hello tante apa kabar”,,sapa vero ramah, yang hanya dibalas senyuman oleh Nyonya santika.
__ADS_1
“Tante baik,ada urusan apa nak vero kemari”,,tanya Nyonya santika,yang kini telah duduk di sofa yang sama.vero menyampaikan tujuannya datang kemari,ia juga mengatakan bahwa kemarin Lila menyerangnya.Nyonya santika ingin sekali mengusir vero dari rumahnya, namun itu tak baik menurutnya.
"Apakah Tante tau,kalau pelayan tante sudah merayu Bara",,ucap vero menuduh Lila.
"vero yakin, ia menggunakan tubuhnya untuk merayu Bara.setelah itu ia akan menggunakan segala cara,untuk menjadi Nyonya di rumah ini ,Tante harus berhati-hati",, ucap vero meyakinkan ibu Bara.
"Nak vero,apa maksudmu?,jangan menuduh orang sembarangan itu tak bagus",, ucap Nyonya santika tak suka, vero merogoh tasnya,dikeluarkannya amplop coklat yang langsung ia serahkan pada Nyonya santika.sang Nyonya mengerutkan dahi, ia menerima dan membuka amplop tersebut. sang Nyonya sedikit terkejut dengan foto-foto Bara bersama Lila.
"Darimana wanita ini mendapatkan foto-foto ini, apakah dia mempekerjakan orang untuk mengikuti Bara?,,ucap Nyonya santika dalam hati, ia memandang vero, yang ditatap tersenyum penuh kemenangan.
" Darimana kau mendapatkan foto ini vero?,,sejenak vero terkejut akan pertanyaan Nyonya Santika.
"Vero mendapatkannya dari sumber yang dapat dipercaya Tante",, sang Nyonya tak percaya akan ucapan vero.
" Kau meminta seseorang mengikuti putraku?,, Deg, vero menelan ludahnya. ia tak bisa berbohong lagi.
"Iya tante,vero meminta seseorang mengikutinya",,ucap vero menatap ibu Bara.
" Saya melakukan hal ini untuk menjaga Bara,dari pelayan murahan itu",, ucap vero membela diri.
"Kenapa dia malah marah padaku sial ",, maki vero dalam hati, disela perdebatan mereka Lila datang.ia melangkahkan kakinya dengan gontai. vero yang melihat kedatangan Lila, seketika menjadi murka, ia bangun dari duduknya dan menghampiri Lila yang sedikit pucat itu.
" Ini dia pelayanan yang tak tau diri itu Tante, sok jadi Nyonya muda di rumah ini,seorang pelayan dengan seenaknya melakukan sesuatu,dasar pelayan kampung!!,,ucap vero menuding wajah Lila.
"Tante bisa tanyakan padanya, bagaimana dia merayu Bara",, ucap vero dengan nada tinggi. sambil menunjuk wajah Lila lagi. Madam Rima yang melihat kejadian itu, dengan cepat mengabari Han.Han yang mendapat kabar dengan segera menemui Bara.mereka kembali dengan mengendarai mobil berkecepatan tinggi. tak ingin sesuatu yang lebih fatal terjadi pada Lila.
"Apa maksud anda, saya tidak pernah menggoda Tuan Bara",,ucap Lila menatap vero.
"kami saling mencintai,dan kenapa jika saya seorang pelayan?,cinta tidak memandang siapa dia dan apa pekerjaannya Nona",, ucap Lila berani.
" Saling mencintai, kau jangan bermimpi meskipun kau jual tubuhmu itu",,pekik vero, yang sudah tersulut emosi.
"Bara akan tetap kembali padaku,setelah dia tau siapa dirimu, Ja**ng sepertimu hanya bisa menggunakan tubuh untuk mendekati pria-pria kaya untuk memeras mereka bukan!,,maki vero, yang mulai tak bisa mengendalikan emosinya.
"Yang kalian cari hanya uang dan uang",, ucap vero yang merendahkan Lila.Nyonya Santika ingin menghentikan tingkah vero, namun ia tercengang dengan jawaban Lila.
__ADS_1
"Jangan samakan saya, dengan anda Nona",,ucap Lila berani,dan menatap vero.
" Seberapa besar cinta Tuan Bara kepada Anda dulu, apa yang anda inginkan selalu ia berikan tapi apa balasan anda?,,ucap Lila tersenyum mengejek.
"Bukankah anda,memilih berselingkuh dan memilih pria yang mungkin lebih kaya dari Tuan Bara",, jawaban telak dari Lila,seketika membungkam mulut Vero.Sang Nyonya dan beberapa pelayanan tersenyum, mendengar Jawaban berani Lila. Namun bukan vero namanya, kemarahannya membludak.dia tak Terima dengan ucapan Lila, ia maju menampar, dan menjambak rambut Lila. Lila yang tidak siap, dan memang sedikit lemah terjatuh dan kepalanya membentur sudut meja.darah segar mengalir di keningnya, vero tak memperdulikan hal itu ia kalap mata. ia menggunakan kesempatan itu,untuk lebih menyakiti Lila. ia menendang perut Lila dengan rambut yang masih ada digenggaman vero.
"Hentikan vero,kau melukai Lila",, teriak Nyonya santika, Namun vero tak menghiraukannya. ia masih terus melakukan aksinya hingga Lila tak sadarkan diri.
" Mati kau pelayanan kampung ",, maki vero,yang telah mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk menampar Lila yang sudah pingsan. Sebuah tangan besar menahan tangannya, vero melihat siapa yang telah berani menahannya, dan alangkah terkejutnya vero mendapati Bara telah berdiri dihadapannya.
"Bara.. Kau datang.. Aku",, ucap vero ketakutan.
" PPLLAAAKKK",,tamparan yang begitu keras, Bara berikan di pipi vero.pipi yang putih mulus berubah menjadi merah dan membekas, darah mengalir dari sudut bibir vero.tak hanya disitu Bara mencekik leher vero, sementara Han dan Nyonya santika yang sudah menangisi Lila pergi membawa Lila ke rumah sakit.mereka tak perduli pada keadaan vero lagi, apapun yang akan Bara lakukan itu adalah bayaran dari perbuatannya.
"Bara.. Sak.. Kitt!!,, ucap vero terbata, ia meronta dan memukul tangan Bara, berusaha melepaskan cekikan yang begitu kuat di lehernya. Bisa vero lihat kemarahan dimata Bara, yang tak pernah ia lihat, kali ini dapat di lihat dan ia rasakan.
" Beraninya kau melukai wanitaku heh!,,ucap Bara penuh amarah, sementara cengkraman di leher vero kian menguat.
"wanita tak tau malu sepertimu, memang perlu mendapat pelajaran",, vero melototkan matanya, mendengar ucapan Bara.
"Apa.. Maksudmu dengan wanitamu",, tanya vero yang masih meronta, dan kesakitan.
" Dia adalah wanita yang aku cintai, dan dengan beraninya kau melukainya!,,Bara menghempaskan tubuh vero, sehingga ia tersungkur.
"Jangan samakan dia dengan dirimu,yang tak ada apa-apa di mataku",,ucap Bara yang memberikan cekikan dileher vero, dan memaksanya berdiri.
"kau hanya masa lalu, dan wanita sampah",, Bara melepaskan cekikan dileher vero, namun beralih menjambak kuat rambutnya seperti yang vero lakukan terhadap Lila.
"Aakkhhh... Sakit Bara",, ucap vero yang sudah meneteskan air matanya,rasa sakit di leher yang masih terasa, kini sakit yang luar biasa ia rasakan dikepalanya.
"Lalu saat kau menjambak rambut kekasihku, apa kau tak berfikir kalau dia juga kesakitan",, ucap Bara yang semakin menekan rambut vero.
" Aku akan membalasnya, dengan lebih sakit lagi vero",, ucap Bara dengan senyum membunuhnya, vero mulai ketakutan, tak menyangka jika mantan kekasihnya begitu menakutkan.
__ADS_1