
Dengan tatapan membunuh dan seakan ingin menerkam mangsanya hidup-hidup,Diego melangkah mendekati vero yang mulai ketakutan,dan berkeringat dingin itu.
“Akhhh”,,vero meringis kesakitan mendapat cekikan yang begitu menyakitkan,dan begitu kuat.memebuatnya susah untuk bernafas,vero memberontak dan memukul tangan kokoh Diego,namun semuanya sia-sia.Diego menghempas tubuh vero,hingga tubuh lemah itu tersungkur.
“Hukk,,hukkk,bajingan,brengsek,siapa kau hah!.apa masalahmu denganku?”
Diego mendekat dan menarik rambut vero,memaksa wanita itu menengadah dan menatap matanya yang penuh amarah membunuh.Diego menggerakkan tangannya,salah seorang anak buahnya mendekat,dan memberikan sebotol obat kecil.membuat vero semakin ketakutan,dan mencoba menggelengkan kepalanya.
Han yang menyaksikan semuanya hanya diam,tanpa ingin ikut campur.apa yang dilakukan Diego masih dalam tahap wajar menurutnya,mulut vero dipaksa terbuka dan dengan segera obat itu telah masuk kedalam tubuhnya.
“Hukk,,hukkk,,apa yang kau berikan padaku bajingan!”
“Akkhhhh”,,vero harus meringis sekali lagi,ketika rambut indahnya harus menerima perlakuan kasar dari Diego.
“Apa yang kau berikan pada adikku Lily,itulah yang aku berikan padamu.dan apa yang ingin kau lakukan padanya,akan aku lakukan padamu!”
Wajah vero berubah pucat pasi,melihat dari situasinya sekarang,tidak mungkin Han atau pria yang masih berjongkok di hadapannya ini,akan melakukan hal nista itu padanya.tatapannya beralih pada kelima pria bertubuh besar,dibelakang Diego.vero menggelengkan kepalanya,tanda memohon.air mata mulai membasahi pipinya,tubuhnya mulai bereaksi.
Suara pintu diketuk munculah Tiga preman yang telah disiapkan oleh anak buah Diego,Han terkejut dengan apa yang dilihatnya.akankah Diego membiarkan tiga pria itu menikmati tubuh vero.
“Jangan lakukan itu aku mohon!”
“Apakah tadi kau mendengar permohonan adikku,aku yakin sekali dia pasti memohon padamu!”
“Tolong jangan lakukan ini,apapun yang kau inginkan aku akan memberikannya!”
“Aku ingin kau mendapat balasan yang setimpal,dengan apa yang kau lakukan pada adikku Lily!”
Diego menghempas tubuh vero untuk yang kedua kalinya,dia berdiri dan menatap nyalang ke arah vero.Han melangkah mendekati vero dan berjongkok di hadapan vero,melihat wajah vero yang mulai memerah karena efek obat yang Diego berikan.senyum sinis Han berikan kepada vero.
“Han,tolong katakan kepada Bara.aku hanya ingin bermain dengan Lily,tidak ada maksud untuk menyakitinya!”
“Cihh,,kau pikir kami percaya pada bualan mu vero,sekarang nikmati pestanya!”
“Tidak,aku mohon,,ahh,,tolong aku!”
__ADS_1
Vero mundur beberapa langkah mencoba melindungi dirinya,dan berusaha menyadarkan dirinya.efek obatnya terlalu kuat dan begitu cepat bekerja,pada tubuhnya.Diego meletakkan tiga buah kamera,di setiap sudut kamar.sehingga apa yang terjadi didalam kamar itu akan terlihat dengan jelas,Diego memberi kode kepada kelima anak buahnya untuk keluar.
Tiga preman yang di siapkan oleh anak buah Diego terlihat bringas,ketiganya begitu tergiur dengan lekuk serta wajah cantik vero.berlahan Diego menutup pintu,dan menguncinya dari dalam.suara teriakan dan rintihan yang keluar dari mulut vero,tidak membuat Diego tersentuh.
“Pastikan kalian membuka pintunya,setelah mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik!”
“Baik Tuan!”
Sementara didalam kamar,tampak vero yang sudah tergeletak lemas,karena pengaruh obat dan kelelahan karena melawan ketiganya yang memiliki cukup tenaga.pakaian vero mereka sobek,hingga menampilkan tubuh indah dan molek milik vero.yang bisa dilakukan vero hanya bisa menangis dan menjerit,karena mendapat perlakukan kasar dari ketiganya.
“Diego!”
Diego berhenti ketika Han memanggilnya,Diego berhenti dan berbalik menatap Han dengan tatapan dingin yang menusuk.ada kemarahan dan kecewa dimata itu,Han dapat melihat kemarahan itu.
“Jika kau ingin bicara,maka kita bisa melakukannya setelah semua ini selesai.Aku akan menjawab semua pertanyaan mu!”
Diego meninggalkan Han,yang berdiri di tempatnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
Apa kau seorang ketua mafia,anak buah mu begitu cekatan dan professional seta terlatih.apa kau menyembunyikan sesuatu dari Lily dan keluarga Stave?
Dikamar lainnya namun masih dengan Hotel yang sama,Bara masih bergulat dengan sang istri,efek obat yang diberikan vero sungguh membuat Bara kewalahan.Lily menjadi begitu agresif,percintaan mereka yang telah berlangsung hampir satu jam,membuat Bara kelahan mengimbangi hasrat sang istri yang berada dibawah pengaruh obat.
Setelah keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama,tubuh Lily yang bermandikan peluh.ambruk disisi Bara,dengkuran halus mulai terdengar.Bara memeluk tubuh itu dan membawanya dalam pelukan hangatnya.
Aku tidak akan memaafkan mereka yang menyakitimu Lily,akan aku pastikan dia mendapat hukuman yang setimpal.maafkan aku yang tidak bisa menjagamu,jika Diego terlambat beberapa menit saja,aku akan menjadi orang yang paling bersalah dengan apa yang terjadi padamu.
Bara mengecup beberapa kali kepala Lily,melihat sang istri yang tertidur pulas setelah pergulatan mereka.Bara turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya,wajahnya yang tadinya lembut kini mengeras,dan berubah dingin.Bara keluar dari kamarnya,dan terkejut melihat beberapa pria bertubuh kekar dengan setelan serba hitam ,telah berjaga di lorong hotel .Bara mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang,dengan langkah lebar dan benda pipih yang masih menempel di telinganya.Bara menuju kamar hotel tempat Han berada.
Terlihat beberapa pria berjas seragam ,dan berdiri di lorong hotel membuat Bara mengerutkan dahi.siapakah mereka,bahkan Han meminta Bara untuk tenang dan mempercayakan keselamatan Lily pada mereka.meski ingin membantah,ucapan Han membuatnya harus percaya dan mengikuti perintah Han.salah satu anak buah Diego membungkuk dan membukakan pintu untuk Bara,dengan sedikit ragu dia melangkahkan kakinya memasuki kamar tersebut.
Han telah duduk di sofa,terlihat wajahnya cukup tegang.Bara melangkahkan kaki dan menghampiri Diego, yang berdiri dengan tangan yang dia masukan ke saku celananya.Diego membalikan tubuhnya,dan menatap Bara dengan dingin,membuat Bara sedikit terkejut mendapatkan tatapan tersebut dari kakak iparnya.
“Siapa pelakunya!”
“Bukkk,,,Bukk”,Dua pukulan yang cukup keras Bara terima di kedua sisi wajah dan perutnya,membuatnya jatuh tersungkur.Bara merasakan sakit pada bagian tubuhnya,Bara meyakini pasti sesuatu telah membuat Diego marah besar padanya.apalagi melihat Han yang tidak ingin ikut campur,itu menandakan bahwa dirinya bersalah dalam hal ini.
__ADS_1
“Jika kau tidak bisa bersikap tegas pada seorang wanita,seharusnya kau tidak menikahi adikku!”
“Aku tidak menyukai caramu yang lemot, dalam mengambil tindakan.aku butuh pelindung yang tegas,kuat dan bisa menjamin keselamatan adik dan keponakan ku Bara!”
Suara bariton nan tegas keluar dari mulut Diego,pria yang selama ini terkenal pendiam dan lebih memilih berinteraksi dengan Bian,ternyata memliki sifat tegas dan mengerikan.Bara terdiam mendengar ucapan Diego,pikirannya langsung tertuju pada vero.siapa lagi wanita yang selalu menggangunya selain vero.Diego menarik kerah baju Bara,dan memberinya dua pukulan mentah,hingga darah segar keluar dari sudut bibirnya.
“Kau pikir jika tadi sesuatu yang buruk terjadi pada adikku,aku akan membiarkanmu hidup?aku akan membunuhmu bersama wanita Sialan itu!”
“Dimana wanita itu,aku ingin melihatnya!”
“Cihh,,agar kalian bisa reunian,dan saling menyelamatkan?.kau terlalu lemah Bara!”
“Aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku!”
“Mungkin sekarang dia sudah mati!”
Bara tertegun mendengar ucapan Diego yang begitu enteng di telinganya,Bara melirik Han dan meminta jawaban dari kebingungannya.Han menarik nafasnya dalam-dalam,dan menatap Bara yang masih berdiri dengan kebingungan.
“Kita Tunggu saja Bara!”
“Apa yang harus kita tunggu!”
Suara pintu terbuka,terlihat tiga orang preman jalanan yang berwajah sangar tersenyum puas.bahkan salah satu di antara mereka,meletakkan tiga buah kamera di meja sofa.
“Kami sudah melakukannya, seperti yang anda minta Tuan,dan kami sangat puas malam ini.terimakasih banyak Tuan!”
Diego menatap kamera di atas meja itu, mengerti akan keinginan sang Tuan,salah satu anak buah Diego mengambil kamera tersebut.begitu juga dengan Bara dan Han,mereka melihat isi dalam video tersebut.adegan vero yang bercinta dengan tiga pria,membuat Bara tercengang tidak percaya.ada tangisan serta rintihan kesakitan yang keluar dari mulut vero,dirinya harus melayani tiga pria bringas yang tentu saja kasar itu.
Puas dengan apa yang dirinya dapatkan,Diego mengeluarkan sejumlah uang dan melemparkannya di atas meja.dengan penuh kerakusan ketiganya memperebutkan uang tersebut,tanpa mereka sadari salah seorang anak buah Diego,mengeluarkan senjata dan menembak ketiga pria itu.ketiga preman itu terkapar dengan darah yang keluar dari tubuh mereka.
“Jika kau ingin melindungi adikku,jadi ambil keputusanmu sekarang,atau aku yang akan bertindak!”
Bara mengerti akan ancaman Diego,jika dirinya tidak bertindak sekarang,dan menghukum vero.wanita itu pasti akan mencoba melukai keluarganya,terutama istrinya.
“Akan aku lakukan,demi keluargaku!”
__ADS_1
Bara mengambil salah satu rekaman tersebut,dan meninggalkan kamar Diego di susul oleh Han.malam yang mulai larut,udara dingin mulai terasa namun tidak bagi Bara dan Han.panas dalam diri mereka,membuat keduanya memilih mendinginkan pikiran dan tubuh mereka dengan minuman dingin.