Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
68.Kerinduan


__ADS_3

Apa yang terjadi denganmu beberapa tahun ini,kenapa tingkah mu sangat aneh melebihi orang bodoh.aku ingin sekali berteriak padamu dan mengatakan bahwa aku adalah Lila,namun kau sungguh menyebalkan.


Bara masih tersenyum lembut,ia menatap wajah Lily tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun,ia takut jika ia mengalihkan pandangannya Lily akan pergi,dan meninggalkannya lagi.


“Apa yang kau mau dariku Tuan?”


“Aku ingin kau kembali Lila!”


Deg,Lily sedikit terkejut dengan ucapan Bara.tentu saja tingkahnya tidak luput dari pengamatan Bara,yang tersenyum samar.


“Aku bukan Lila Tuan,namaku Lily.kau salah orang!”


Lily bangun dari duduknya,dan hendak meninggalkan Bara.namun dengan cepat Bara berdiri dan memeluk kembali tubuh Lily dari belakang.


“Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan aku,dan mengakui dirimu adalah Lilaku.katakan padaku!”


“Berapa kali aku katakan padamu,kalau aku bukan orang yang kau cari Tuan!”


“Jangan berbohong Lila,aku tidak akan melupakan mata indah serta masakan buatan mu!”


“Cihh,,semua orang bisa masak Tuan,termasuk aku!”


Bara menggelengkan kepalanya,dan semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Lily.


“Maafkan aku Lila,apapun akan aku lakukan asalkan Lila ku kembali!”


Lily melepas pelukan Bara dengan paksa,dan menatap Bara.


“Kau mau melakukan apapun yang aku mau?”


“Iya!”


“Aku tidak ingin melihatmu lagi,itu yang aku inginkan!”


Deg,hati Bara begitu sakit mendengar ucapan Lily.dengan kecewa Bara menundukkan kepala kemudian mengangguk,membuat Lily semakin kesal dan meninggalkan Bara.


“Prangg”,,sebelum meninggalkan kamar Bara,Lily masih sempat mendengar benda terjatuh atau lebih tepatnya,benda yang sengaja di pecahkan.Lily mengira Bara sedang meluapkan amarahnya,karena itu Lily melangkah dan memasuki Lift begitu saja,tanpa menoleh ke belakang lagi. Bara tersenyum kecut menatap pintu yang kini tertutup rapat itu,dirinya berharap Lily akan kembali.namun setelah hampir 10menit menunggu,Lily tak kunjung kembali membuat Bara semakin kecewa dan sakit hati.


Inikah yang kau mau Lila,satu hal yang harus kau tau,,selama ini aku menjalani hidupku dengan penuh penyesalan,dan aku ingin sekali menebus semua kesalahanku dengan membuatmu bahagia.namun jika kepergian ku, bisa membuatmu bahagia,maka aku akan pergi.


Bara mengambil dan menggenggam pecahan kaca ditangannya,genggamannya yang kuat membuat tangannya terluka. darah segar mengalir begitu saja dari tangannya.pecahan kaca berserakan dimana-mana,Bara melepas sepatunya dan berjalan melewati pecahan-pecahan kecil, yang menusuk telapak kakinya.sakit yang ia rasakan tidak seberapa di banding rasa sakit dihatinya,sakit karena tidak diharapakan oleh orang yang begitu ia cintai.


Darah berceceran dilantai,Bara membawa langkahnya menuju kamar mandi.ia menyandarkan tubuhnya di samping Bak mandi,darah segar masih mengalir dari tangannya,Bara masih menggenggam pecahan kaca itu dengan erat,serta kaki yang berlumuran darah,yang ia biarkan begitu saja.


10 menit sebelumnya,entah kenapa Lily merasakan sesuatu yang tidak biasa.akhirnya dia memutuskan kembali ke kemar Bara.setelah masuk ke dalam kamar,Lily mencari keberadaan Bara, namun ketika ia akan melangkah,Lily terkejut melihat pecahan kaca serta  darah yang berceceran.membuat hati Lily sakit, dan dilanda kecemasan.

__ADS_1


“Bara!Bara! "


Lily mulai menangis,dan mencari keberadaan Bara di setiap ruangan.sampai akhirnya, Lily menemukan Bara yang sudah memejamkan mata,dengan darah yang mengalir dari tangan dan kakinya.tubuh Lily lemas,ia mendekati Bara dan mengusap lembut wajahnya,membuat Bara membuka mata dan menatap indah mata Lila nya.


“Lila!”


Lily hanya bisa menangis dan terisak,melihat keadaan Bara.Lily memeriksa tangan yang kini penuh dengan darah,Lily dengan cepat bangun dan mencari kotak obat yang telah tersedia di setiap kamar hotel.Lily membersihkan tangan Bara, mengeluarkan pecahan kaca,mengobatinya dan membalut lukanya, begitu juga dengan kakinya. Lily membantu Bara pindah ke ranjangnya,tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut keduanya.


Bara hanya diam dan menyaksikan apa yang Lily lakukan,dari membersihkan pecahan kaca sampai darah yang bercecer dilantai,dan kamar mandi.Lily lah yang mengerjakannya,sampai lantai terlihat bersih dan mengkilap kemabali.Lily masuk kedalam kamar mandi,dan membersihkan dirinya.hampir 30 menit Bara menunggu hingga suara pintu terbuka,memperlihatkan wajah Lily yang tampak segar dan hanya menggunakan BathRobe.


Bara menatap Lily tanpa berkedip,Lily membawa air hangat yang ia isi didalam baskom dan sebuah lap.Lily duduk disisi ranjang Bara,Lily mengelap wajah Bara dengan lembut.membuat jantung Bara berdegup kencang,Lily kemudian melepas satu persatu kancing baju Bara, mempertontonkan tubuh atletis dan otot kerasnya.Lily masih diam,dan hanya mengelap dada,ketiak dan punggung Bara.setelah itu Lily menyimpan baskom,dan duduk kembali di samping Bara. Lily menatap mata Bara,yang kini terlihat malu-malu.membuat Lily yang tadinya marah, dan kecewa menjadi gemas.


Lily mengangkat tangannya dan mengelus pipi Bara dengan lembut,membuat hati Bara menghangat.Bara menyentuh tangan Lily dan mengecupnya beberapa kali,membuat seulas senyum terukir indah di bibir Lily.


“Tidurlah,jangan melakukan hal bodoh lagi.kau membuatku takut!”


Bara menatap mata indah Lily,yang kini menatapnya dengan lembut,seperti tatapan Lila yang teramat ia rindukan.Bara tersenyum dan mengelus pipi Lily sayang.


“kau Lila ku kan?”


Lily hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Bara,dan hanya tersenyum.dengan satu senyuman di wajah cantiknya,sudah memberi jawaban atas pertanyaan Bara.Lily adalah Lila,Bara tersenyum bahagia,sampai meneteskan air mata bahagia.Lily mengusap sayang pipi Bara,menyalurkan ketenangan dan kehangatan.


Bara masih menatap wajah cantik yang begitu ia rindukan,tanpa memperdulikan waktu yang kian berjalan dan semakin malam.


“Tidurlah,aku akan kembali ke kamarku!”


Lily mengerutkan dahinya,dan menatap Bara heran.


“Kenapa?”


“Jangan pergi,aku takut ini hanya mimpi!”


Lily terdiam lagi dan menatap wajah Bara,membuatnya merindukan sang putera yang tidak ia jumpai beberapa minggu ini.melihat Lily yang diam,Bara menggunakan kesempatan itu untuk menciumnya.Lily yang juga merindukan Bara,menikmati ciuman yang Bara berikan. Ciuman panjang dan penuh kerinduan ,terjadi di antara mereka.


Bara menyusuri leher putih Lily,dan meninggalkan tanda cinta di setiap lekuk leher jenjangnya.entah siapa yang memulai lebih dulu,keduanya terbuai dalam kerinduan, dan menikmati indahnya cinta di malam yang panas itu.Bara maupun Lily melakukannya dengan sadar,mereka saling memberi dan menerima setiap sentuhan yang mereka nikmati bersama.keduanya mabuk dalam gelora asmara yang mereka ciptakan,setelah bertahun-tahun memendam kerinduan yang mendalam.dan malam ini mereka mengekspresikan perasaan mereka,hingga keduanya merasakan lelah dan akhirnya terlelap.


Sinar matahari yang masuk ke celah pintu membuat tidur Bara terganggu,memaksa kedua matanya untuk terbuka.setelah membuka mata, sebuah senyum terukir indah di bibirnya,kala ia mengingat setiap adegan yang ia lewati bersama Lily.mengingat Lily membuat Bara tersadar dari lamunan,Bara duduk dan mencari keberadaan Lily yang sudah tidak ada disampingnya.dengan ketakutan Bara,turun dari ranjangnya dan hanya melingkarkan selimut di pinggangnya.Bara mencari keberadaan Lila di setiap ruangan, namun yang ia cari sudah tidak berada di dalam kamar.


Dengan cepat Bara berlari kekamar mandi dan membersihkan dirinya,setelah berpakaian lengkap Bara keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Lily yang tidak ia temukan di hotel tersebut.dengan perasaan kecewa Bara duduk di sebuah kursi kosong,dan dengan tatapan kosong. baru semalam ia merasakan kebahagiaan, dan sekarang ia harus menelan kekecewaan lagi.


“Ada yang bisa kami bantu Tuan,dan bagaimana pertemuan anda dengan pimpinan kami tadi malam?”


Bara menatap Manda, yang kini berdiri di hadapannya.


“Pimpinan mu, seorang wanita?”

__ADS_1


“Iya Tuan,dia menemui anda semalam!”


“Maksudmu wanita yang bernama Lily,adalah pimpinan di hotel ini?”


“Iya Tuan,Nona Lily yang bertanggung jawab di hotel ini, selama beberapa minggu ini!”


Bara terkejut dan tidak percaya akan apa yang ia dengar,Lilanya adalah pimpinan Felice Hotel.siapa orang berpengaruh yang ada dibelakangnya.


“Lalu dimana dia sekarang!”


“Sepertinya Nona pulang kerumahnya Tuan!”


“Kau tau alamat rumahnya?”


“Maaf Tuan,tidak ada satupun dari kami yang mengetahuinya!”


Bara bangun dan meninggalkan Manda yang terlihat kebingungan,dengan sikap Bara yang menurutnya sedikit aneh.Bara masuk ke dalam kamar dan mengambil barangnya,meski dengan kaki yang sedikit perih,Bara memaksakan langkahnya.ketika ia akan mengambil ponselnya, sebuah kertas dengan tulisan tangan yang indah, berada tepat dibawah ponselnya.


Jangan pergi kemanapun,tetaplah berada dikamarmu.jika kau berani meninggalkan hotel ini,aku pastikan kau tidak akan pernah bisa melihatku lagi.dan jangan melakukan tindakan bodoh lagi,dasar pria lemah,,dan tunggu kau kembali.


Bukannya kesal karena di sebut lemah,Bara malah tersenyum bahagia dengan peringatan yang Lily berikan.dengan senyum 100watt,Bara duduk kembali ke ranjangnya,dan mengikuti perintah Lily untuk tidak pergi kemanapun.seharian penuh Bara berada dalam kamarnya,ia hanya memesan makanan dan tidur. sambil menunggu Lily kembali,sesuai permintaannya.kini hari telah berganti malam,Bara telah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di hantarkan oleh orang suruhannya.tepat pukul 9 malam,Lily kembali menemui Bara di kamarnya.


Bara tersenyum ketika melihat kedatangan Lily, yang membawakannya beberapa makanan.


“Kau sudah makan?”


“Belum,aku menunggumu!”


Lily hanya tersenyum, dan meminta Bara menikmati makanan yang ia bawa.dengan patuh Bara memakan semua yang Lily bawa tanpa tersisa,Bara tau makanan yang dibawa Lily adalah masakannya.Bara yang merindukan masakan sang kekasih,tentu saja tidak melewatkan momen tersebut.setelah selesai dengan makan malamnya,Lily membuka perban, membersihkan serta mengobati luka Bara kembali.


“Kau pergi kemana saja?”


“Aku menemui pangeran ku,aku merindukannya!”


“pangeran?”


“Iya!


Bara terdiam dan menunduk,sementara Lily melirik dan tersenyum samar melihat ekspresi Bara, yang menurutnya menggemaskan itu.kapan lagi dirinya bisa mengerjai si pria dingin,seperti Bara.


“Apa dia tampan?”


“Hemm,,sangat tampan,dan manis.membuatku selalu merindukannya siang dan malam!”


Bara terdiam lagi,dan membiarkan Lily menyelesaikan pengobatannya.setelah selesai,Bara menarik tangannya dan membuang wajahnya.hingga raut kesedihan diwajahnya tidak bisa Lily lihat,namun karena Lily memiliki jiwa yang begitu peka terhadap keadaan sekitar,ia hanya tersenyum menanggapi tingkah Bara.

__ADS_1


“Bagaimana kabar Papa dan Mama,serta Madam dan kak Han?”


Bara menoleh dan menatap wajah Lily,dan memaksakan senyumnya,meski sebenarnya hatinya begitu sakit.mengetahui kenyataan,kalau sekarang ini sang kekasih hati,telah memiliki tambatan hati.


__ADS_2